
Di sebuah markas ruang bawah tanah, Leon sedang mencoba mengasah kemampuan beberapa benda tajam dan senapan untuk membunuh musuh.
Leon mencoba melempar pisau belati untuk di tancapkan ke sebuah roda berputar hingga sampai mengenai sasaran photo yang ada di tengah.
Raymon yang sedang menemani ikut senang segalanya cukup lancar sehingga memudahkan dirinya menguasai seluruh kekayaan dari beberapa aliansi dan mampu menguasai kekayaan yang mereka dapatkan.
Leon beralih mengambil senapan dan suaranya menggelegar seluruh ruangan bawah tanah.
Setelah menyelesaikan percobaan senjata, Leon menyuruh Raymon untuk mencoba.
“Cobalah”, ucap Leon dengan nada dingin sambil meminum wine yang di sediakan.
“Baik tuan”, ucap Raymon mengambil senapan yang sejak tadi dirinya incar.
Leon melihat kemampuan Raymon yang luar biasa. Raymon bisa mengenai target. Padahal Leon terus-terus berlatih belum tentu bisa mengenai sasaran yang begitu banyak.
Leon memuji kemampuan Raymon.
“Kamu ternyata lihai dalam memegang senjata dan selalu mengenai target yang begitu banyak”, pujian dari Leon.
“Makasih tuan”, ucap Raymon dengan membungkukkan badan.
“Bagus, jika aku memiliki anak buah yang lihai seperti ini. Semua musuh pasti akan musnah dan aku bisa musnahkan orang-orang yang dahulu pernah menghancurkan keluarga Courvien sampai meninggal”, senyum menyeringai yang terpatri di wajah Leon.
Raymon mendengarkan ucapan Leon begitu senang karena dapat memudahkan dirinya mengambil seluruh kekayaan hasil membantai seperti dahulu.
Raymon tersenyum menyeringai.
Benar-benar keluarga Courvin itu bodoh sampai ke generasinya saja mudah di kelabui apalagi menguasai sekali lagi akan membuat ku seperti sultan yanh menyaingi keluarga sultan di arab apalagi raja Salman. Benar-benar tidak akan terkira dalam bayanganku saat ini.
Aku harus segera membebaskan Ozzie untuk membantuku menyerang mereka dan Christoper bisa membantuku untuk mengambil seluruh data dalam pemrograman virus.
“Raymond apa rencana kamu untuk membuat mereka hancur?”, tanya Leon.
“Entahlah tuan, nanti saya akan laporkan segala ide dalam otak saya”, ucap Raymon.
“Baiklah akan aku tunggu”, ucap Leon.
“Aku harus segera pergi menemui Lucas dengan lainnya agar aku dapat untuk mengambil keuntungan informasi yang mereka bicarakan”, ucap Leon.
“Tolong bantu asah anak buahku lainnya agar bisa melancarkan serangan nantinya”, sambung Leon memberikan perintah kepada Raymon.
“Baik tuan, saya akan laksanakan perintah anda”, ucap Raymon.
Setelah kepergian Leon, Raymon tertawa dengan cukup puas hasil skenario yang di susun seperti tahun-tahun lalu ketika aliansi lion white, beruang hitam berseteru dengan keluarga Courvien dan membuat mereka terpecah belah.
Tawaan itu terdengar oleh anak buahnya yang bersembunyi di balim dinding rahasia yang telah dibangun tanpa sepengetahuan Leon.
“Sepandai-pandainya tupai meloncat tetap saja mereka terus kecolongan dengan otak licik milikku”, gumam Raymon.
__ADS_1
“Kalian keluarlah!”, perintah Raymon dengan nada dingin.
Lalu anak buahnya keluar dari bilik dinding yang telah di modif seperti pintu keluar masuk.
“Ternyata tuan dari dulu tidak pernah terpeleset sekalinya terpeleset tuan mampu menutupi dalan sekejap”, pujian dari salah satu anak buahnya.
“Tentu saja, mereka bodoh karena seorang wanita”, ucap Raymon dengan tersenyum sinis.
“Sekarang kita berpesta dengan berlatih menggunakan senapan dan belati di sini agar kita tidak mudah dilumpuhkan oleh musuh”, ucap Raymon.
“Baik tuan”, ucap salah satu anak buahnya.
Mereka mulai berlatih dengan mencoba beberapa alat-alat tajam, pistol, dan senapan. Suara di ruang bawah tanah terus menggelegar dan membuat telinga seperti mati rasa namun menghibur perasaan Raymon yang sebentar lagi bisa merampas kembali harta-harta milik mereka.
Sedangkan Leon bersiap ke acara milik Lucas. Leon datang bersama Amanda ke sebuah restoran dimana Lucas mengundang untuk acara makan dan membahas soal bisnis miliknya.
Leon menyapa mereka dengan senyuman hangat.
“Hallo gaes, apa kabar?”, sapa Leon saat bertatapan langsung dengan Adam.
“It’s ok bro”, ucap Adam.
“Hai Lucas”, sapa Leon.
“ Ini sebuah acara apa? Sampai kau mengundang begitu banyak orang”, ucap Leon.
“Ini hanya acara kecil-kecilan untuk meminta doa dari kalian untuk kesembuhan Alika”, ucap Lucas.
“Dia sakit parah”, ucap Leon dengan raut wajah sedihnya.
“Mari silahkan kalian bisa menikmati segala hidangan menu yang aku pesan. Kalau kurang cocok kalian bisa pesan yang lain kepada pelayan”, ucap Lucas.
“Thank you bro”, dengan menepuk pundak Lucas.
“Semoga Alika cepat sembuh dan bisa tersenyum kembali bersama kalian”, ucap Leon.
“Thank you Leon”, ucap Lucas dengan menyeringai ketika punggung Leon telah jauh meninggalkan dirinya.
Lihat saja siapa yang akan lumpuh nantinya. Amanda maafkan aku.
Lucas pergi memberikan kabar lewat chatting.
Lucas:
Sekaranh giliran kamu.
Abigail melihay isi chat dari Leon tersenyum dan beranjak dari tempat duduk menghampiri Leon.
“Hai Leon”, sapa Abigail dengan menepuk pundak Leon.
__ADS_1
“Hai Abigail”, sapa balik Leon.
“Sudah lama kita tidak berjumpa setelah kita menangkap Ozzie dan Christhoper”, ucap Leon.
“Iya, bagaimana kabar kamu selama ini?”, tanya Abigail.
“Tentu baik”, ucap Leon.
“Kapan istrimu melahirkan? Sepertinya perut istrimu terlihat membesar”, ucap Abigail.
“Usia kandungannya baru tujuh bulan. Jadi masih menunggu dua bulan”, ucap Leon.
Abigail hanya bero ria. Abigail kemudian mengajak Leon terus berbicara sampai tiba saatnya Leon tidak sadarkan diri.
Sementara Amanda diajak oleh Charlotte terus berbincang sampai Amanda ikut tidak sadarkan diri. Lucas membawa Amanda pergi di kediaman Daniel sedangkan Leon dibawa Lucas dan Abigail ke suatu tempat yang tidak akan dikenali oleh banyak orang.
Anak buah Raymon yang menyelinap sebagai pelayan mengabarkan bahwa Leon diculik oleh Lucas dan Abigail.
Raymon marah besar setelah mendengar informasi bahwa Leon di bawa oleh Lucas. Karena jika Leon dibawa oleh mereka maka rencana yang telah di susun akan gagal dan harus menyusun kembali segala rencana yang telah bertahun-tahun berhasil untuk digunakan.
Raymon memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti mereka pergi setelah itu Raymon mengerahkan beberapa anak buabnya untuk menghalangi Lucas dan Abigail membawa Leon.
Setelah memberikan perintah, Raymon pergi dengan membawa dua anak buah milik Leon dan dirinya untuk mengambik Leon di tangan mereka.
Saat ini Lucas dan Abigail sedang kejar-kejaran dengan beberapa mobil sport dan sedan sampai mengerahkan senjata api di tengah jalanan ibu kota.
Hingga mobil yang di tumpangi Lucas dan Abigail berhenti karena peluru itu mengenai ban mobilnya yang membawa Leon.
Mereka membuka mobil milik Lucas dengan paksa sampai Lucas dan Abigail harus keluar menghadapi mereka. Segala rencana yang telah tersusun gagal. Lucas terpaksa melakukan adu jotos begitupun dengan Abigail sampai mereka tidak menyadari jika Leon telah diambil oleh Raymon dan dibawa ke markas.
Serangan demi serangan membuat mereka kalah telak dan anak buah Raymon langsung bergegas pergi meninggalkan area tersebut.
Mark yang baru saja menyusul melihat dua sahabatnya habis babak belur dan luka tembak bagian lengan dan kaki. Mark langsung membantu memapah Lucas yang terkena luka tembak bagian kaki. Sementara Abiagil di papah oleh Saddam dan mereka masuk ke mobil.
Mark membawa dua sahabatnya ke rumah sakit untuk diobati.
Sementara Leon telah bangun dari acara tidak sadarkan diri beberapa waktu. Leon marah besar karena terkecoh dengan musuhnya. Raymon menenangkan Leon.
“Arghhh, kenapa aku malah terkecoh? Brengs*k,ternyata mereka sudah tahu identitasku”, amarah Leon.
“Sudahlah tuan, anda sudah aman yang terpentinh. Anda harus mengumpulkan rencana untuk memperlancarkan serangan balasan”, ucap Raymon.
“Bagaimana dengan istriku?”, tanya Leon.
“Kami tidak tahu. Tapi.., percayalah tuan, dia tidak akan di sakiti oleh kelompok aliansi milik Lucas”, ucap Raymon.
“Kalian harus membawa istriku dari sana”, perintah Leon.
“Baik tuan:, ucap salah satu anak buahnya dibelakang Raymon.
__ADS_1
“Sekarang anda, lebih baik istirahat dahulu”, ucap Raymon.