
“auwhh.. kepalaku sakit”, rintih Aminah. Ketika tangannya mau digerakkan untuk memegang kepala tidak dapat ternyata kedua tangannya diikat dan kedua kakinya begitu juga. Lalu Aminah berteriak setelah menelisik kamar yang saat ini untuk menyandera Aminah. “Tolongg!, Tolong! Tolong!”, tiga kali teriakan. Dan Daniel muncul dengan senyuman sinis. Ia berkata, “hallo sweety, sudah lama kita tidak bertemu”, dengan berjalan menghampiri Aminah dan duduk di pinggir ranjang sambil mengusap bibir milik istrinya namun Aminah menolak dengan menggelengkan kepala. Daniel yang mendapatkan penolakan dari Aminah berdecak, “ck”, dengan memberi ciuman singkat dibibirnya, “cup”.
“Daniel! Lepasin”, teriak Aminah
“Baiklah aku akan melepaskan..,” dengan berjalan menuju lemari mengambil cambuk, “setelah hukuman kamu selesai”, sambil memainkan cambuk, “ciak..,ciak!”, suaranya cukup bagus.
“Gawat nih dia sudah terlalu amarah tingkat dewa, aku harus apa? Aminah pikirkan, pikirkan”, batinnya dengan melihat Daniel memegang cambuk membuat Aminah merinding.
Saat Daniel akan mencambuk Aminah berteriak nama suaminya, “Daniel!, tu..tunggu!”, ucapnya dengan gugup.
“Apa yang ku tunggu? Kamu telah melewati batas dan tidak dapat dimaafkan meskipun itu main-main”, ucap Daniel dengan berjongkok di bawah kaki Aminah lalu mencium membuat Aminah tambah merinding.
“Dia benaran pshyco”, batin Aminah
“Apa kamu masih belum ada kata-kata untuk menyelamatkan tubuhmu?”, sambil mencium lalu berdiri.
“Aku..,aku...akan..memberikan sesuatu layaknya seorang istri untuk memuaskan hasrat yang selama ini kamu pendam”, ucap Aminah dengan mengarahkan ke arah pandangan lain.
Daniel yang mendengarkan pernyataan dari Aminah tersenyum sinis dan berdecak, “ck”, dengan memainkan cambuk, “ciak”, membuat Aminah tambah merinding dan ketakutan.
“Dari dahulu kamu tidak pernah menggenggam omongan kamu, dan berdalil yang membuatku muak”, kesal Daniel.
“Baiklah, akan aku maafkan tapi..,” jeda Daniel lalu mencabuk dan Aminah merintih. “Itulah akibat perbuatan kamu yang tidak pernah kau pegang omongan kamu”, amarah Daniel sambil mencambuk beberapa kali dan teriakan Aminah di ruang kedap suara. Lalu Daniel melepaskan ikatan pada kaki dan tangan kemudian menciuminya dengan mendalam.
Setelah itu Aminah diangkat tubuhnya seperti koala dengan masih menyatu tubuh mereka. Aminah merasakan kesakitan dengan dicampurkan rasa nikmat. Sesampainya di kamar utama Daniel meletakkan tubuhnya perlahan dan memberikan sesuatu kenikmatan yang selama ini dia rindukan. Mereka melakukan cukup lama hingga terkapar dan Aminah terlelap di ranjang dengan diikuti oleh Daniel setelah menutup tubuh milik Aminah juga mengecup keningnya dan ikut terlelap di samping istrinya sambil memeluk tubuh Aminah yang terluka karena cambukkan yang ia berikan.
Sementara Raina dan Alika masih khawatir dengan Aminah yang tiba-tiba hilang. Di saat terhantui rasa khawatir tiba-tiba Lucas memeluk dari belakang membuat Alika terkejut dan membalik badan. Lalu Lucas menyapa, “hai, sweety”, sambil mengecup keningnya dan tersenyum hangat.
“Lucas”, panggilnya.
“Ya, sweety”, ucap Lucas dan merengkuh tubuh kecilnya dengan mencium bau tubuhnya yang ia rindukan.
“Kapan kamu kembali Lucas?”, tanya Alika
__ADS_1
“Sejak tadi”, jawab singkat Lucas.
“Jika sejak tadi, terus kamu ke mana saja? Aku tidak melihatmu?”, cemberut Alika
“Apa kamu merindukan aku?”, tanya Lucas sambil mencium kepala Alika dengan menghirup bau harum rambut milik istrinya. Kemudian Alika mengangguk kepala.
Lucas mengangkat kepala Alika untuk saling menatap lalu mencium bibir ranum sambil saling memberikan nafas. Lalu Lucas melepaskan ciumannya untuk mengambil oksigen. Mereka saling memberikan senyuman hangat dan Alika tiba-tiba memberikan kecupan singkat pada Lucas, “cup”, membuat suaminya tersenyum dan Alika memeluk kembali tubuh Lucas.
Pukul 09.00 malam, Aminah terbangun dengan tubuh hampir remuk. Ia mencoba merenggangkan tangan dengan membalik tubuh ke kana-kiri sambil mengulet, “ughhhh... Ahhh”.
Ketika Aminah sedang mengulet, Daniel datang dengan membawa nampan dari dapur.
“Sweety, kamu sudah bangun”, ucap Daniel dengan menghampiri Aminah di ranjang.
“Iya”, ketus Aminah dengan mencoba bangun sambil menutup tubuhnya tanpa sehelai kain.
“Sekarang kita makan, setelah itu baru membersihkan badan”, ucap Lucas
Aminah hanya diam saja tanpa kata. Lalu Daniel menyuapi makan pada Aminah dengan bibirnya sedikit perih. Daniel kemudian menanyakan bibir milik istrinya, “apakah masih saki?”, tanyanya sambil menaruh nampan dan mengambil obat pengoles bibir. Terus Daniel mengoleskan obat dibibir istrinya yang sedikit bengkak dengan hati-hati dan lebih halus kemudian mengecup,”cup”, sambil mengatakan, “ bibirnya sangat manis”, ucapnya membuat Amina membola setelah mendengar ucapan dari mulut Daniel.
Pagi menjelang siang pukul 09.00 Danies dipusingkan dengan cerewetan dari mulut Tasya yang sejak bertemu dengannya dia terus mengoceh gombalan bikin Danies jengah.
“Bang Danies tampan! “, panggilnya sambil merangkul lengan Danies tanpa permisi.
“ Tasya punya pantun nih buat abang tampan, ikan goreng bumbu kunyit, masaknya diatas wajan, hai abang manis, hanya abang tampan yang ku sayang”, gombal Tasya dan tiba-tiba Reino dan Vian dari belakang mendengarkan pantun diam-diam lalu menggoda Danies, “Cieeee”, sambil lewat. Membuat Tasya semakin senang sedangkan Danies makin malu setelah menerima ejekan dari teman-temannya.
“Kak Danies, Tasya masih ada gombalan lain lho. Apa kau mau mendengarkan?”, tanya Tasya dengan wajah senang.
“Tidak perlu”, lirihnya
“Kenapa?”, cemberut Tasya.
“Sebentar lagi aku masuk, hari ini pak Burhan datang jadi simpan gombalan kamu untuk lainnya. Aku ke kelas dahulu”, ucap Danies dengan jalan cepat setelah rangkulan tangannya lepas.
__ADS_1
"Yahhh! abang Denis mah gitu", ucap Tasya sambil cemberut dan pergi dengan menghentakkan kakinya seperti anak kecil.
Saat Tasya masuk Angel menanyakan ekspresi wajah Tasya yang dusuk di sebelahnya.
"Kamu kenapa Sya?", tanya Angel
"Aku itu sedang kesal banget ama abang Denis", sambil makan kuaci.
"Kenapa? ",tanya Angel kembali.
"Masak dari beberapa dekade sampai saat ini dia itu tidak pernah hatinya luluh. Aku itu sudah menggunakan banyak mantra tetap saja sama", ucap Tasya.
"Yang sabar, lama-lama juga luluh dan meleleh seperti es", kekeh Angel
"Hallo semua", sapa Putri dengan penuh ria nan bahagia
"Tumben riang banget, pasti ada berita bagus nih", ucap Angel mencoba menebak.
"Tahu aja", ucap putri duduk di sebelah Tasya.
"Ayo coba tebak aku bahagia karena apa?", ucap Putri sambil ikut makan kuaci milik Tasya.
"Mungkin dapat pria lagi", ucap Tasya dan Putri cemberut karena mudah ketebak, "yah ketebak deh", ucapnya.
"Kalau begitu kamu beri kami PJ dong, pajak jadian", ucap Angel sambil memainkan dua alis mata naik turun.
"Iya, akan aku traktir", ucap Putri
"Hore! akhirnya aku ngirit juga dapat traktiran dari putri", ucap Tasya.
"Tapi jangan pesan banyak, aku belum dapat uang bulanan nih, tipis", ucap Putri
"Yahhh.. kecewa aing ini", kecewa Tasya dan mereka terkekeh bersama.
__ADS_1
"Baiklah, gak apa-apa yang penting kita dapat traktiran", ucap Angel