Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 46


__ADS_3

Pertarungan sengit membuahkan hasil meskipun banyak korban berjatuhan. Raiden menangkap anak buah dari Cristhoper yang dipercaya menjadi pimpinan aksi kejahatan. Sementara orang-orang dari Ozzie kabur dengan tubuh terlukannya. Anak buah mereka hanya tersisa empat orang yang kabur dari kediaman Abigail. Mark yang notabenenya dokter, ia juga ikut andil berperang sebab dia pernah melakukan pelatihan sebagai tentara meski hanya sebentar namun dapat digunakan dalam menghadapi musuh.


Orang-orang yang terluka saat ini sedang diobati oleh Mark yang hanya tergores sedikit di bagian pipi dan lengan. Abigail juga ikut membantu dengan menghubungi dokter lain yang dipercaya oleh keluarganya Mrs. Scarlet.


"Hallo Scarlet, apakah kau sekarang sudah kembali ke Berlin?", tanya Abigail


"Ya, aku sekarang di Berlin sedang memerikasa pasienku terakhir", ucap Scarlet di seberang sana.


"Tolonglah kesini, datang kerumahku secepatnya. Nanti akan aku ceritakan", ucap Abigail.


"Baiklah, aku akan siapkan alat-alat medisku dulu", ucap Scarlate dari seberang sana lalu mematikan ponsel.


Setelah tragedi dan aksi heroik para tamu pergi meninggalkan mansion kecuali Vio yang tertidur di lantai sambil memangku Haeun.


Mereka keluar menemui pasangan masing-masing.


Milka berlari menuju Abigail lalu Raiden.


"Abigail kamu tidak apa-apakan?", tanya Milka dengan khawatir.


"Iya aku tidak apa-apa hanya bahu saja yang terkena tembakan", ucap Abigail dengan menampilkan senyuman yang tengah duduk di lantai berkarpet.


"Selalu saja berkata begitu", ucap Milka dengan menghapus air mata sambil memukul lengan Abigail.


Ketika Raiden lewat Milka juga menyambutnya dengan menanyakan keadaannya.


"Raiden apakah luka kamu parah?", tanya Milka dengan dijawab gelengan kepala dari Raiden


"Oh my god darahnya keluar banyak di lengan kekar kamu", ucap Milka dengan dramatis.


Sedangkan Abigail yang berada di dekat Milka sedang berdiri di hadapan Raiden hanya menggeleng kepala.


Dasar adik nakal


Alika yang berada di pojokan sana terus saja menangis dengan sesenggukan sebab Alika pertama kali melihat adegan bahaya dan luka Lucas di perut dan lengannya.


Luca menenangkan Alika untuk berhenti menangis sambil mengusap kepalanya.


"Sweety tenanglah, aku tidak apa-apa, dan lukanya tidak terlalu dalam", ucap Lucas.


"Tidak dalam bagaimana?", tanya Alika dengan mengangkat wajahnya sambil menunjukkan perut dan lengan yang bercucuran darah.


"Sebentar lagi Mark akan mengobatiku", ucap Lucas sambil menghapuskan air mata istrinya.

__ADS_1


Tatkala para pasangan sedang mengkhawatirkan, Denis menemuka seorang perempuan yang tertinggal dan tidur dilantai dengan memangku seorang anak. Lalu Denis mencoba membangunkannya.


"Mrs! Mrs! Mrs! __", panggil Denis dengan menepuk pundak dan dia terbangun begitupun dengan anaknya. Ketika putrinya menoleh ke seseorang yang membangunkan ibunya, dia menangis dengan keras.


"Oh Mr..," dengan menengok sekeliling di ruangan yang dia tempati sebagai tempat teraman ternyata sudah sepi. Denis tahu apa yang dipikirkan oleh wanita tersebut.


"Mrs, mereka sudah kembali dan peperangan telah usai", ucap Denis.


Jadi aku tertidur dan tidak ada yang membangunkan aku termasuk Milka. Sial, dasar Milka.


"Thank you Mr", dengan beranjak berdiri dan menenangkan Haeun yang menangis


Saat akan keluar Milka datang dengan terkejut karena Vio telah ada yang membangunkannya.


"Yak, kenapa kamu tidak bangunkan aku sih", marah Vio sambil memberikan susu botol kedua untuk Haeun.


"Sorry Vi", ucap Milka dengan cengengesan dan menggaruk tengkuk yang tidak gatal sebab ia merasa bersalah karena telah melupakan temannya yang satu ruang sembunyi.


"Makasih Denis, coba kamu tidak bangunkan pasti hidungnya sudah keluar asap dan kesal padaku", ucap Milka dengan menyindir Vio.


"Yak..!", teriak Vio dan membuat Haeun kembali menangis karena kaget.


Setelah mengucapkan terimakasih, Milka membawa Vio ke ruang tengah yang hanya tinggal teman-teman dari Abigail bersama para pasangannya. Milka mengajaknya duduk ke sofa singel.


"Duduklah dulu, aku ambilkan minum untukmu", ucap Milka dengan berlalu ke dapur.


"Nih minum dulu", ucap Milka dan Vio menerima dengan langsung meminum sekali teguk.


"Vi, kamu menginaplah dulu di mansion kakakku, sebab kasihan Haeun ditengah malam begini", ajak Milka.


"Baiklah", ucap Vio.


"Ok, kalau begitu menginap di kamarku", ajak Milka.


Sementara Ozzie di markas sedang membentak anak buahnya terutama kepada Crishtoper.


"Kalian semua tidak becus, *njing!", bentak Ozzie dengan menendang bangku yang didekat dengan teriakan yang menggema. Para bawahan hanya menunduk tidak berani mengangkat kepala.


"Christoper, aku kecewa dengan anak buahmu yang tidak bisa membunuh semua jajaran pria b*ngs*t. Kita itu harus mengambil perusahaan mereka tapi semua gagal", bentak Ozzie dengan kilatan menyalang.


"Jika dia sampai membocorkan seperti Raiden, rencana yang selama ini akan hancur", suara dingin dari Ozzie dan ketus.


"Bunuh dia, bagaimana pun caranya. Aku tidak peduli rencana apa yang kamu gunakan untuk besok. Jika dia belum mengatakan akan kita gunakan kembali", perintah Ozzie dengan pergi berlalu yang telah mendapatkan anggukan dari Christoper.

__ADS_1


Sinar mentari menelisik dari sela-sela jendela, para sejoli masih asyik bergelung kecuali Vio yang sudah terbangun di pagi buta untuk meneruskan karya tulisnya sebagai penulis.


Setelah menyelesaikan karya tulisnya, Vio menoleh ke ranjang milik Milka melihat anaknya yang terlelap. Vio mengambil botol dotnya untuk membuatkan susu sebelum Haeun terbangun. Vio menuruni tangga mencari dapur di sudut ruangan yang masih sepi dan akhirnya ketemu.


Vio memasak air untuk mencuci botol milik Haeun sambil bersenandung mendengarkan lagu kpop di aerphone yang terpasang di kedua telinga. Lalu Vio mendengarkan suara air yang mendidih lalu mengangkat dan dimasukkan ke dalam botol bayi setelah di setrilkan Vio membuat susu.


"Susunya sudah siap", ucap Vio dengan lega


Saat akan kembali tiba-tiba menabrak badan kekar dengan membalikkan badan sambil mengumpat, "****", dengan merintih kesakitan, "auch", dan memegang hidung yang berdarah setelah meletakkan dua botol susu terlebih dahulu.


Abigail yang tidak sengaja mendengarkan kata umpatan tersenyum sinis.


Vio kemudian mengomeli Abigail tanpa takut.


"Anda itu bagaimana sih jalannya, lihatlah hidungku yang mimisan ini dan tulangnya yang hampir patah tau gak. Ini sungguh sakit, kamu harusnya tidak berlari"


Abigail yang mendengarkan omelan tersebut malah bertanya, "kamu siap? Kenapa bisa berada di mansion ku?"


"Aku di sini bukan kemauan aku. Aku itu diajak oleh Milka. Puas", kesal Vio dengan menuju ke wastafel mencuci hidungnya yang berdarah.


Sementara di kamar Milka terbangun mendengarkan suara tangisan Haeun lalu menyuruh Vio menghentikan tangisan Haeun tetapi Vio ternyata tidak ada. Milka yang tadinya akan melanjutkan tidur harus bangun dengan wajah kesal karena Vio tidak segerah mengambil anaknya tetapi saat melihat sudut di kamarnya tidak menemukan Vio. Lalu Milka yang menenangkan.


"Vi! cepatlah suruh dia diam. Aku masih ngantuk nih", ucap Milka dengan mata masih tertutup.


"Vi! Vio! Vio! ", panggil Milka dengan suara keras sambil menutup telinga dengan bantal yang terbalut karung putih tetapi tidak ada jawaban hanya terdengar suara tangisan dari Haeun. Lalu bangun dengan ekspresi geram. Saat terbangun tidak ada Vio sama sekali.


Kemudian mau tidak mau menggendong Haeun dengan mengusap punggung sambil menenangkan Harun, "cup, cup, cup", dan Milka beranjak dari ranjangnya.


Milka membawa Haeun keluar dari kamar mencari Vio.


Saat keluar, Milka disuguhkan banyak orang yang telah terbangun mengerumuni Vio yang ekspresi wajahnya sedang kesal yang terlihat dari atas tangga.


Milka bergegas menuruni tangga untuk mencari tahu kenapa mereka berbicara sambil berdiri? Sesampainya di kerumunan beberapa orang, Milka dari arah tangga bertanya, "Abigail ini ada apa?", sambil menepuk punggung Haeun.


Vio melihat Milka langsung menyambar pertanyaan tersebut, "Milka pria ini yang hampir membuat hidungku patah lihatlah hidungku ini yang merah", dengan menunjukkan hidung miliknya.


"Vio benarkah dia teman kamu?", tanya Abigail dengan ekspresi kesal.


"Iya Abigail, tadi malam aku sudah izin kepada kamu untuk menginapkan temanku karena sudah terlalu malam bersama anaknya. Nih", ucap Milka dengan menunjukkan Haeun dalam gendongan yang habis nangis.


Abigail menghela nafas kasar dengan mengusap wajahnya.


Adam yang baru keluar kamar ikut menimbrung dengan sebuah pertanyaan, "Ini ada apa kok ramai?", sambil menggaruk perut dan menguap lebar tetapi tidak di respon. Malah Milka menghampirinya dan menyuruh Vio menggendong anaknya.

__ADS_1


"Bawalah dia mandi, biarkan aku berbicara dahulu dengan kakakku", ucap Milka dan Vio mengambil alih Haeun dalam gendongannya dengan wajah kesal.


Setelah kepergian Vio, Milka menarik lengan Abigail untuk berbicara di luar sedangkan Alika dengan dua wanita melanjutkan aktivitas akan memasak untuk para penghuni mansion termasuk suaminya.


__ADS_2