Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 37


__ADS_3

Paginya Alika membereskan barang bawaannya untuk pindah ke Jerman, meskipun berdebat dengan Lucas dahulu masalah bawaan yang di kepaknya.


“Sweety, kenapa kamu mengepak barang begitu banyak?”, tanya Lucas yang sudah memasuki kamar utamanya.


“Kita kan mau pindah, masa aku membawa pakaian cuman tiga helai. Kita perlu banyak baju untuk dipindahkan sebagai ganti sehari-hari”, ucap Alika.


“Iya sweety, tapi kita bisa beli di sana dan mengatur ulang isi lemari”, usul Lucas.


“Uncle itu tidak boleh boros dengan menghambur-hamburkan uang yang tidak perlu. Alika memiliki baju banyak di sini jika tidak di pakai nanti bau apek di lemari. Aku tahu uang uncle banyak namun lebih baik kita sumbangkan yang lebih membutuhkan”, omel Alika yang membuat Lucas gemas ingin menciumnya.


“Iya deh, aku ngalah karena istriku yang terus mengomeliku ini”, ucap Lucas dengan mengusap kepala Alika. Alika tersenyum bahwa Lucas mau mendengarkan omelan darinya dan beranjak menghampirinya dengan mencium bibirnya sebagai hadiah. Tapi pada saat melepaskan ciuman itu, Lucas menarik tengkuk Alika dengan menciumnya lebih dalam saling memberikan nafas. Lalu melepaskan dan Alika memukul dada bidang Lucas kemudian keluar karena malu. Padahal Alika sering kali mendapatkan hal-hal berciuman hingga saling beradu di ranjang, entah kenapa Alika tetap masih merasa malu. Saat ini pipinya merona merah yang sudah di pastikan oleh Lucas yang masih berada di kamar. Lucas semakin gemas dengan tingkah istrinya.


Kebahagiaan yang terpatri di wajah Lucas tiba-tiba lenyap setelah mendapatkan kabar Damien kecelakaan. Lucas murka setelah mendapatkan informasi bahwa musuh bergerak dengan mengkambing hitamkan Diego. Wajah Lucas menjadi merah dan mengumpat, “f*ck, sh*t”, orang yang berada di jarak jauh mendengarkan pun juga geram.


Sementara Ozzie berpesta tanpa Diego yang sudah dijadikan kambing hitam olehnya. Mereka saling bersulang atas kemenangannya dan merebut seluruh usaha Diego yang dia tidak ketahui. Cristhoper yang bertahun-tahun menemani Ozzie tiba-tiba memujinya, “Ozzie tidak ku sangka otak licik kamu bekerja menghasilkan begitu banyak uang. Aku salut dengan kecerdasan kamu Zie”. Ozzie yang mendengarkan pujian bibirnya terangkat dengan tersenyum tipis.


Para anak buah Ozzie sangat berterimakasih kepada Diego yang bodoh itu. Sebab mereka tidak dapat hinaan dan caci maki pedas dari Ozzie. Sedangkan Diego yang tertangkap hanya bisa menyalahkan nasib di ruang intrograsi dengan melampiaskan kekesalannya pada meja disekitarnya dengan menendang. Abigail yang melihat dari monitor tersenyum dengan berdecak, “ck”, dan mengucapkan kata bodoh untuk Diego yang didengarkan oleh bawahannya.

__ADS_1


Sebaliknya dengan keadaan Damien saat ini sedang kritis dan terbaring di ruang ICU membuat Arletta semakin frustrasi. Dia menangis di pelukan ibu mertuannya yaitu Renata.


Di dalam ruangan yang dingin namunker namun keringat terus bercucuran di dahi dengan dibantu suster menyeka keringat dan terdapat banyak alat medis yang tersedia, sekarang ini dokter sedang berjuang menyelamatkan nyawa pasiennya yang sudah mengeluarkan banyak darah sehingga dokter membutuhkan dua kantung darah. Arletta beserta keluarganya berdoa untuk keselamatan Damien.


Ketika suasana sedang menegangkan Leon datang bersama istrinya yang sedang hamil besar lalu ikut bergabung bersama keluarga Damien tanpa kata. Ekspresi wajah sedih mereka terpatri dengan berbalut kekhawatiran.


Dua jam lebih, tangis Arletta pecah bersama Renata, begitu pula dengan Amanda yang berada disamping Arleta meski tak sehiteris mereka tapi Amanda juga ikut merasakan. Saat pundak mereka luruh dengan wajah lelah dan terbalut kesedihan dokter keluar dan melepaskan masker. Lalu mengungkapkan kondisi pasien yang usai ditangani olehnya. Wajah mereka menegangkan terutama Arleta yang tidak sanggup mendengar kondisi Damien saat ini.


Dokter mengatakan, “saat ini..,pasien sudah saya tangani dengan semaksimal mungkin..,”jeda dokter tersebut membuat Arleta semakin erat memeluk pinggang Renata dengan tangisan yang tidak bisa dibendung. Lalu dokter melanjutkan perkataannya jika pasien sudah melewati masa kritis dan tinggal memindahkan tubuhnya ke ruang rawat inap. Wajah-wajah orang terdekat Damien berekspresi lega dan tangisan bahagia dari suara para wanita yang begitu lemah hatinya.


Tatkala Arleta sedang tersenyum bahagia karena Damien selamat dari kritis, saat ini Lucas yang sedang terbang ke Jerman wajahnya gusar dan Alika menenangkan dengan mengusap lengan suaminya setelah mendengarkan cerita jika sahabatnya yang berada di sana mengalami kecelakaan dan masih ditangani dokter. Tapi Alika tidak menyerah memberikan kekuatan untuk suaminya.


“Uncle, tenangkan pikiran kamu, kita berdoa untuk sahabat uncle agar selamat dan nyawanya tertolong”,tutur Alika dengan mengecup pipi kiri Lucas. Dan Lucas tersenyum dengan membalas kecupan di kening Alika sambil memeluk tubuh istrinya dengan menarik pinggang dan menyenderkan kepala Alika di dada bidangnya.


Sedangkan Abraham, Daniel, dan Adam hanya bisa berdoa dari jauh setelah mendengarkan kabar tentang Damien akibat serangan musuh mendadak. Mereka akan menyusul ke kota Berlin setelah semua urusan selesai di negara tropis ini kecuali Adam. Ia harus menemani istrinya melahirkan anak satu minggu lagi. Jadi, ia akan menyusul setelah Charlotte melahirkan dan sembuh total usai melahirkan. Adam hanya mampu mendapatkan kabar lewat Vidcall untuk saling terhubung.


Beberapa lama kemudian Lucas sudah sampai ke Jerman namun tidak bisa langsung menjenguk Damien. Karena Lucas harus menemani istrinya untuk istirahat setelah perjalanan jauh demi janin yang dikandungnya. Lalu Lucas mencari kabar dengan terhubung lewat Leon. Setelah Damien membuka mata Leon mengabarkan Lucas lewat pesan massage dengan mengetikkan beberapa kalimat,”Damien sudah melewati kritis dan sekarang dia sedang terlelap tidur karena obat bius”. Lucas setelah menerima massage dari Leon perasaannya lega dan mencium kening Alika yang tertidur di pangkuan pahanya.

__ADS_1


Malam hari pukul 07.00,Lucas bersama istrinya Alika pergi menjenguk Damien dengan membawa bingkisan buah-buahan. Mereka mengetuk pintu ruang inap Damien. Lalu Arleta yang sedang kesal kepada Damien beranjak dari duduknya dan membuka pintu ruang inap Damien, “grek”, suara geseran pintu.


Arleta kemudian menyapa Lucas, “hai Lucas”, dengan memeluk tubuh Lucas sebagai sahabat dekat sejak bangku kuliah sampai sekarang. Lalu menyapa Alika, “hai”, dengan tangan melambai dan Alika membalas dengan senyuman hangat. Kemudian Arleta menyuruh Lucas dan Alika masuk.


Setelah masuk dan melihat Damien terbaring di ranjang, Lucas menanyakan keadaan sahabatnya.


“Bagaimana keadaan kamu sekarang?”, tanya Lucas.


“Yah, beginilah keadaanku sekarang”, jawab Damien dengan terkekeh.


Alika yang berada di samping Damien menyapa dan memberikan bingkisan yang dibawa hampir terlupakan untuk diberikan.


“Hai uncle”, ucap Alika.


“Hallo sweet girl, ternyata kamu cantik dan Lucas tidak salah milihnya”, ucap Damien yang tertawa dengan mendapatkan cubitan dari sang istri yang suka cemburuan. Damien merintih sakit dan orang-orang yang didekatnya tertawa.


Ditengah aksi perkelahian suami istri, Alika menghentikan aksi mereka dengan suaranya, “maaf, saya hampir lupa menyerahkan bingkisan ini. Mohon diterima”, tutur Alika dengan sopan. Lalu Alika menyerahkan bingkisan yang dibawa diberikan pada Arleta. Kemudian Arleta mengucapkan terima kasih dengan memberikan senyuman hangat.

__ADS_1


__ADS_2