
Pria misterius mencoba melakukan rencana untuk menculik Alika sebagai tanda kehancuran Lucas. Rencana ini untuk melemahkan Lucas dalam posisinya.
Namun di tolak oleh bawahannya yang bernama Raymon. Dengan alasan bahwa apabila melakukan penculikan kepada istri Lucas yang akan terkena bencana adalah anggotanya. Lalu Raymon menyarankan memberikan obat untuk merusak otak Alika dengan alasan apabila obat itu memproses dalam tubuhnya, Lucas akan lebih hancur dan dia terlihat lemah dalam mengurusi siasat kita.
Pria misterius itu mempertimbangkan dengan mengetuk meja menggunakan jari telunjuk sambil mengusap bibirnya. Beberapa saat kemudian pria misterius itu menyetujui ide dari anak buahnya beranama Raymon.
Dia menyuruh Raymon untuk mendapatkan obat itu untuk membuat siasatnya berhasil. Lalu pria misterius itu juga menyuruh untuk membunuh Vio yang telah lama menjadi hambatan baginya. Setelah pembagian tugas mereka melakukan siasatnya sesuai yang diperintahkan oleh pria itu.
Lalu Pria misterius itu tertawa setelah mendapatkan apa yang diinginkan.
Sementara Lucas dikejutkan dengan kedatangan wanita paruh baya yang notabenenya ibu kandungnya. Tubuh Lucas mematung sedangkan Liana datang memeluk tubuh temannya yang telah lama menghilang.
“Hai Sea apa kabar kamu?”, sapa Liana dengan bertanya sambil melepaskan pelukan erat di tubuh Sea.
“Baik Liana”, ucap Sea dengan tersenyum.
Lalu Sea menatap wajah anaknya yang ekspresinya terkejut. Sea mencoba mendekati dan memeluk tubuh anaknya yang mematung di tengah pintu masuk sambil mengatakan, “aku merindukan kamu nak”, sambil mengusap punggung Lucas.
Lucas menjawab dengan decakan dan menyindir soal suaminya.
“Bagaimana kamu bisa ke sini? Bukankah kamu harus menemani si pria tua brengs*k itu?”, ucap Lucas.
“Sayang kamu jangan katakan dia pria tua brengs*k,seharusnya kamu memanggil dia sebutan daddy”, ucap Sea.
“Terserah deh”, ucap Lucas pergi meninggalkan Sea yang membuat Liana menggeleng kepala.
Kemudian Lian mengajak Sea masuk sambil mengatakan bahwa ia memiliki cucu tampan dan Sea menganggukan kepala dengan menampakan senyuman senang.
Pada saat sampai di ruang tengah Sea langsung menghampiri cucunya dan mengucapkan kerinduan kepada mantunya setelah menghadiri pesta pernikahan dikala Lucas berwajah datar.
__ADS_1
Alika tidak mengingat dan hanya tersenyum sebab terlalu lama tidak berjumpa dengan Sea.
Liana yang berada di tengah kebingungan Alika lalu menjelaskan siapa itu Sea.
“Nak, Sea itu adalah ibunya Lucas yang telah lama menghilang...”, ucap Liana terpotong dengan perkataan Lucas.
“Dia menghilang untuk mematuhi keinginan si pria tua brengs*k itu”, sela Lucas.
“Lucas, kamu tidak boleh begitu. Kamu sama brengs*knya dengan daddy kamu”, ucap Sea.
Kemudian Sea mengalihkan pembicaraan ke arah cucunya yang baru dia lihat.
“Nak, apakah momy boleh menggendongnya?”, tanya Sea.
“Tentu mom, dia kan cucu kamu juga”, ucap Alika sambil memindahkan tubuh Sean dalam gendongan neneknya.
“Thank you sayang”, ucap Sea. Lalu Alika mengangguk kepala.
Ketika mereka sedang bersenda gurau Mrs. Magareth membawakan minuman teh manis secangkir dengan di temani oleh camilan dan di letakkan di atas meja lalu Mrs. Margareth pergi berlalu.
Di tengah kebahagiaan mereka Saddam melihat cucunya dari monitor hanya tersenyum kecut karena tidak bisa melihat dari dekat setelah menyabotase ruang tengah dan ruang tamu.
Saddam yang tengah berada di ruang kerja hanya mendoakan rumah tangga Lucas tetap kukuh dan cucunya tumbuh menjadi laki-laki yang tidak keras kepala seperti dirinya dan ayahnya.
Pada saat sedang menikmati kebahagiaan keluarga kecil putranya, Abraham datang melangkah menghampiri Saddam dengan berkata, “segeralah akur dengan putramu bro. Apabila kamu ingin melihat cucumu dari dekat. Turunkan egomu demi melihat cucumu yang menggemaskan itu”.
Saddam menoleh sumber suara dengan berkata, “sejak kapan kamu masuk ke ruang kerjaku tanpa mengetuk pintu?”,dengan ekspresi marah.
“Aku sudah mengetuk pintu, tetapi kamu tidak mendengar ketukan keras itu dan aku sudah menyebut namamu dengan suara keras”, ucap Abraham dengan pergi duduk di kursi depan meja kerja Saddam dan diikuti oleh Denis yang sejak tadi bertengger di tengah pintu ruang kerja.
__ADS_1
“Ada apa kamu datang kesini?”, tanya Abraham.
“Kami memiliki info penting dan lengkap seputar menantu kamu”, ucap Abraham.
“Informasi apa?”, tanya Saddam.
“Denis coba jelaskan kepada Saddam”, ucap Abraham memerintahkan.
Lalu Denis menjelaskan seluruh informasi yang dia kumpulkan semenjak ayahnya telah menhetahui asal usul Alika.
“Alika anak dari Rahma hasil hubungan dengan Courvin. Saat itu Courvin sedang berkelana ke asia dan terjadi tragedi kecelakaan yang membuat dia menjadi hilang ingatan. Waktu itu Courvin di tolong oleh keluarga Rahma ketika mereka melakukan perjalanan libur ke kota. Semua biaya Courvin selama di rumah sakit ditanggung oleh keluarga Rahma.
Kemudian tumbuh benih-benih cinta selama Courvin berada di keluarga Rahma dan akhirnya mereka menikah. Kemudian Rahma melahirkan anak perempuan yang pada akhirnya Rahma meninggal saat musuh mengetahui keberadaan Courvin.
Lalu Courvin melarikan diri saat tidak ingat apa – apa dengan membawa putrinya untuk menyelamatkan diri atas permintaan Rahma. Namun pelarian Courvin malah membawa petaka, dia mengalami kecelakaan dengan jatuh ke jurang dan terpelosot dengan kening terhantam batu besar. Lalu bayi tersebut menangis terus menerus sampai di temukan oleh seorang wanita paruh baya sebatang karang setelah Courvin mendapat bantuan dari keluarganya dan dibawa ke rumah sakit. Bayi terlempar dekat semak-semak tanpa ada yang memedulikan dan pada akhirnya Alika diangkat sebagai cucu dari ibu Eros”.
Saddam tersenyum kecut sambil berkata, “aku seperti mendengar dongeng dari Courvin”. Abraham yang mendengarkan perkataan Saddam tertawa begitu juga diikuti Denis.
“Ternyata takdir Tuhan tidak kita sangka jika kehidupan ini terlalu sempit untuk menghindari yang tidak kita inginkan”, gumam Saddam yang didengar oleh Abraham dan Denis.
Sedangkan di kediaman Abigail, Vio saat ini sedang diintai anak buah dari pria misterius tersebut untuk dibunuh.
Vio yang sedang di intai saat ini, sedang bermain dengan Haeun dan Milka dengan menggoda Haeun cara bicaranya.
“Maem, maem, maem”, goda Alika lalu Haeun menirukan.
“Iya, maem aunty”, ucap Vio dengan suara anak kecil sambil mencium pipi gembul Vio yang terus berteriak dan akhirnya menangis karena terus di goda oleh dua wanita dewasa.
Vio memangku Haeun yang tengah menangis sambil mengusap dahi yang berkeringat sambil memberikan susu botol agar menangisnya mereda. Milka masih saja menggoda dan Haeun menyerang dengan manarik rambuk Milka sampai mengadu sakit.
__ADS_1
Vio tertawa di tengah persengitan anaknya dan Milka sampai akhirnya Milka pura-pura menangis dan Haeun tertawa dengan beranjak dari tidurnya dan memposisikan tubuhnya duduk sambil mengusap ingus yang belepotan.