Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 33


__ADS_3

Jerman Pukul 09.00 malam, Daniel bersama Lucas dan Leon tiba ke markas, mereka di sambut penjaga markas yang dibayar oleh mereka.


Daniel memasuki ruang bawah tanah bersama Beni sedangkan Leon dan Lucas berbincang dengan Damien.


Ruangan bawah tanah terbuka setelah menekan tombol di lemari buku lalu membuka ruangan dengan sidik jari. Daniel memasuki ruangan dengan disuguhkan wanita j*l*ng itu dengan wajah dan tubuh dipenuhi luka yang tergantung di lingkaran besi.


Wanita itu bernama Sarah. Ketika ia melihat Daniel dengan suara serak memanggil namanya.


“Daniel!”, teriak Sarah meski tenggorokan sakit. Daniel yang mendengarkan suara dari wanita itu tersenyum sinis dan ekspresi wajah dingin.


“Daniel tolongin aku, huk huk huk”, ucap Sarah dengan terbatuk karena tenggorokan kering itu terasa gatal.


Daniel hanya berdecak, “ck”, dengan menghampiri Sarah.


“Daniel kumohon tolongi aku”, lirih Sarah karena suara tercekat dalam tenggorokan kering.


“Minta tolong!”, remeh Daniel dengan suara dingin, “setelah apa yang kau lakukan pada istriku. Jangan berharap aku mengampuni kamu”, ucap Daniel dengan suara rendah.


Kemudian Daniel melampiaskan semua kekesalan yang ia tahan selama ini kepada Sarah yang telah membuat istrinya lumpuh dengan mencabuk menggunakan sabuk pinggang dan kayu lidi. Sarah berteriak kesakitan dan pingsan namun Daniel tidak memberikan celah sedikitpun. Dia menyuruh Beni mengambil air garam untuk mengguyur tubuh Sarah agar ia terbangun dari pingsannya.


Daniel tidak peduli dengan apa yang dialami Sarah? Dia hanya terus memberikan cambukan di tubuhnya. Jika bukan karena dia yang menjebak, dirinya tidak akan seperti ini.


“Daniel mohon ampuni aku”, ucap Sarah dalam tangisan dan suara serak.


“Kamu minta ampun! Kemarin sudah aku ampuni! Apa yang kau balaskan untuku!!”, ucap Daniel dengan melayangkan cambukan menggunakan kayu lidi. Sarah berteriak kesakitan, “arghhhh”. Beni yang berada di dekat Sarah merasakan miris.


“Wanita j*l*ng ini sungguh ironis dan tidak tahu malu”, batin Beni. Setelah Daniel selesai melampiaskan semua luka di istrinya, ia menghentikan aktivitas menghukum wanita pel*cur itu.


Kemudian Daniel duduk di bangku kayu single dengan memerintahkan Beni mengguyur tubuhnya kembali dengan air garam. Setelah puas menikmati kesakitan Sarah dan teriakkannya, Daniel hanya memandang dengan sorot mata dingin. Sarah terbangun kembali dengan wajah lelah dan tubuh bergetar.

__ADS_1


“Apa kamu puas telah menyakitiku”,suara Sarah yang hampir tak terdengar.


“Aku belum puas sebelum menumpaskan orang-orang yang seperti kamu”, suara dingin Daniel.


“Jika kamu mengingunkan aku mati, bunuhlah aku”, ucap Sarah dengan ekspresi marah.


Daniel tersenyum sinis mendengarkan ucapan Sarah lalu ia mengatakan, “apabila aku membunuh kamu langsung itu keenakan kamu, tapi jika aku menyiksamu maka aku bisa menikmati, itulah pembalasanku atas istri dan anakku yang belum membentuk seperti manusia”.


“A..aku akan beritahumu tapi aku minta syarat jika aku telah membocorkan aksi dari Diego, kamu harus membantuku untuk merawat tubuhku yang terluka dan melepaskan aku”, ucap Sarah.


Beni yang mendengarkan menggeleng kepala, “dasar wanita gila dan bermuka tebal”, batinnya.


Sedangkan Daniel berdecak sinis lalu beranjak dari duduknya dan menghampiri Sarah dengan menarik rambuknya.


“Katakanlah, tidak usah berbelit-belit”, bisik Daniel dengan gigi mengetat.


“Sa...sakit”, rintihnya, “baik, akan aku katakan..,” ucap Sarah di suara rintihan dan Daniel melepaskan tarikan di rambut Sarah. Saat Sarah akan melontarkan kalimat oleh Daniel langsung di tembak, “dorr”, suara tembakan menggema dengan balutan teriakan sarah, “arghh”, dan Daniel melayangkan tembakan dekat perutnya dua kali, “dor, dor”. Kemudian Sarah sudah tidak bernafas.


Setelah menyelesaikan penanganan wanita itu, Daniel pergi ke kamar mandi membersihkan badan yang kotor akibat muncratan darah dari Sarah. Sesudah selesai Daniel ikut bergabung dengan Lucas, Leon, dan Damien di bar khusus milik mereka yang dibangun.


Daniel duduk di samping Leon dengan menuangkan wisky ke dalam gelas kecil dengan sekali teguk.


Lalu Leon membuka suara setelah Daniel menyelesaikan minumannya.


“Bro, gimana perasaan kamu setelah memberikan pelajaran dan menumpas dia?”, tanya Leon.


“Sangatlah lega, tapi kita masih ada musuh ternyata dahulu bekerja di kantor Damien yaitu Diego”, ucap Daniel tanpa ekspresi.


“Diego?”, tanya Damien dan dijawab oleh Daniel dengan anggukan kepala sambil meminum whisky.

__ADS_1


“Bangs*t!”,amarah Damien yang berdiri dalam bar.


“Kita butuh rencana baru, tapi kita cari informasi lengkap dahulu. Kita jangan gegabah”, ucap Lucas.


“Benar, yang dikatakan Lucas”, ucap Leon.


Sementara Diego sedang bekerja sama dengan Ozzie untuk keselamatan dirinya setelah Sarah tertangkap di tangan Lucas. Ia akan terus mencari perlindungan bagaimana pun juga. Dia menemui Ozzie di klub.


Saat ini Diego menunggu di ruang VIP. Ketika Ozzie datang dia menyalami dengan membungkukan badan.


“Salam,tuan Ozie”, ucap Diego. Tapi Ozzie tidak menggubrisnya dengan langsung duduk yang diikuti empat pengawal bersama Crishtoper dan mengambil rokok bersama korek.


Setelah menyalakan rokok, Ozzie menyesap lalu mengepulkan asap dan memulai berbicara.


“Ada apa mencariku?”, tanya Ozzie dengan ekspresi dingin.


“Saya ingin bertemu dengan tuan untuk minta kerja sama”, ucap Diego dengan tenggorokan tercekat setelah menemui Ozzie.


“Kerja sama hal apa?”, tanya Ozzie.


“Be...begini tuan saya.. saya mau bekerja sama untuk menumpaskan kelompok aliansi mili Lucas”, ucap Diego. Cristhoper dan Ozzie tersenyum sinis.


“Kamu memiliki kekuatan apa? Untuk diberikan kepada kami”, ucap Cristhoper.


“Saya tidak me...memiliki kekuatan yang saya miliki hanya uang dan perusahaan kecil”, ucap Diego. Anak buah Ozzie tertawa terbahak-bahak mendengarkan ucapan Diego.


“Kamu hanya pengusaha kecil, tapi menyulutkan api kepada mereka”, ucap Cristhoper.


“Orang ini sungguh berani sekali menyalakan api kepada aliansi Lucas. Aku apresiasikan atas usahanya. Apabila aku jadikan kambing hitam lumayan juga maka aku bisa mendapatkan perusahaan kecilnya dan tidak perlu mengeluarkan uang”, batin Ozzie disela-sela tawa dari para anak buahnya.

__ADS_1


“Baiklah, akan aku terima kerja sama ini”, ucap Ozzie dengan senyuman licik di balik pikirannya. Cristhoper juga setuju, apapun keputusan Ozzie pasti menguntungkan untuk dirinya dan kelompok aliansi mereka.


Diego merasa lega, meski harga dirinya terinjak karena dia butuh perlindungan dari kelompok aliansi hitam ini. Kehidupan selanjutnya Diego berada dibawah bayangan Ozzie dengan perlakuan khusus. Dibalik perlakuan khusus yang diberikan Ozzie untuk Diego hanya untuk menjadikan alat sebagai keuntungan dirinya tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga dan uang dibalik tingkah bodoh Diego.


__ADS_2