Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 71


__ADS_3

...Adegan di dalam novel bukan untuk ditiru tetapi sebagai hiburan semata. **OK👍😊😊...


...Jangan lupa di like dan coment😘**...


.........


Lucas masih menunggu hasil penanganan dokter di depan pintu ICU dengan wajah gusar. Sudah setengah jam lebih belum ada dokter yang keluar. Membuat jantung miliknya terus bertalu dag dig dug.


Beberapa lama kemudian Mark keluar dari ruang ICU dengan membuka masker. Lucas menunggu Mark berbicara.


“Lucas, sepertinya Alika bukan terkena penyakit yang sering di alami oleh orang-orang namun dia diberi obat berbahaya”, ucap Mark.


“Apa?!”, terkejut Lucas.


“Apa maksud kamu? Obat?”, tanya Lucas.


“Iya, dalam darah Alika terdapat racun yang melumpuhkan otak sehingga kepala akan menimbulkan rasa sakit yang berlebihan”, ucap Mark.


“Siapa yang berani memberikan racun ke dalam makanan dan minuman istriku”, marah Lucas dengan tangan mengepal erat dan mata menyalang.


“Bangs*t! Aku kecolongan dengan skenario musuh”, emosi Lucas.


“Kalau begitu tolong sembuhkan dia. Aku tidak mau dia kenapa-napa”, ucap Lucas memegang kedua bahu Mark.


“Tenanglah, aku akan menyembuhkannya”, ucap Mark.


“Tapi, ada satu hal yang kamu pastikan yaitu kita harus menyembunyikan keberdaan istri kamu dan buatlah berita menggemparkan bahwa dia kritis untuk memancing musuh seperti saat Chloe dalam situasi kayak istri kamu”, saran Mark dengan berbisik.


“Ide kamu bagus juga Mark”, ucal Lucas dengan sinis.


“Kalau begitu, biarkan aku bertemu istriku baru aku kembali ke mansion untuk mencari pelaku yang berani meracuni istriku”, ucal Lucas.


“Jangan gegabah. Dalang dibalik semua ini sedang tertawa terbahak-bahak”, ucap Mark.


“Thanks”, ucap Lucas.


Ketika memasuki ruang ICU, Lucas meneteskan air mata melihat istrinya terbaring dengan tidak berdaya. Lucas mengusap pipi dan kepala istrinya sambil membisikkan, “kamu harus kuat demi anak kita. Aku akan melindungi kamu. Percayalah, kali ini aku tidak akan melepaskan para bedebah. Tolong jangan tinggalkan kami”.

__ADS_1


Lalu Lucas memberikan kecup di dahi istrinya dengan berurai air mata yang tidak bisa ditahankan.


Sementara Sea yang berada di mansion tiba-tiba mendapatkan notif dari Lucas.


Lucas :


Mom, bawalah Sean ke mansion milikmu bersama daddy. Aku harus menyelidiki pelaku di mansionku.


Lucas:


Aku sudah menghubungi Rafa untuk menjemput kamu.


Setelah mendapatkan pesan dari Lucas, Sea membawa pria mungil dalam gendongannya keluar dari mansion milik anaknya.


Mrs. Samantha dan Mrs Margareth melihat kepergian Sea membawa Sean pergi dan mereka menduga bahwa akan terjadi sesuatu di mansion yang tengah ditinggali oleh mereka.


Beberapa saat Sea telah meninggalkan mansion milik Lucas, kini Lucas berjalan menuju ke ruang kerja dengan ekspresi yang menakutkan seperti harimau yang akan menerkam mangsanya.


Lucas menunggu penyelidikan dari Abigail di dalam ruang kerja setelah menyuruh Abigail untuk meretas CCTV di mansionnya.


Beberapa lama telah menunggu ada emai masuk ke dalam layar monitor komputer dengan nama anonim. Lucas mencoba membuka email dari seseorang yang tidak diketahui. Saat filenya dibuka, Lucas terkejut dengan video yang dikirim oleh orang lain yang terjadi di mansionnya.


Lucas terkejut dengan pesan peringatan dari anonim. Ketika sedang menerka-nerka ponselnya berdering lalu Lucas mengangkat.


“Hallo Abigail, bagaimana?”, tanya Lucas.


“Aku menemukan videonya dan kamu bisa melihat. Aku akan kirim lewat email”, ucap Abigail dari seberang sana.


“Baiklah, aku tunggu”, ucap Lucas.


Lucas menunggu video kiriman dari Abigail. Beberapa saat kemudian email dari Abigail datang dan Lucas langsung membuka video tersebut. Ternyata setelah dibuka videonya, isinya sama dengan pengirim anonim. Lucas merasa lega bahwa Abiagil di pihaknya. Kini Lucas terus was-was setelah kejadian yang menimpa Alika.


Di tengah malam Lucas menyerobot masuk ke kamar sang pelayan untuk menculiknya dan dibawa ke ruang bawah tanah di hutan belantaran sendirian.


Lucas memasukkan tubuh pelayan itu ke dalam karung dan di masukkan ke dalam bagasi.


Lucas mengemudikan mobilnya menuju hutan belantaran.

__ADS_1


Setelah lama perjalanan, Lucas mengangkat tubuh itu yang sudah mulai terkoyak dalam karung. Lalu Lucas melemparkan tubuh itu dengan keras membuat sang pemilik tubuh itu mengadu sakit.


Lucas membuka karung itu dan pelayan wanita itu di kepalanya bersimbah darah dengan air mata berderai yang tidak terlihat karena Lucas telah menutupi matanya dengan kain hitam.


Lucas tersenyum sinis sambil berkata, “aku tidak akan membiarkan kamu mati secepat begitu saja. Aku akan membawa tubuhmu untuk dinikmati oleh santapan harimau. Sebelum itu aku akan bertanya perihal racun. Siapa yang memerintahkan kamu memberikan racun ke dalam minuman istriku?”, dengan mencengkeram kedua sisi pipinya.


“Aku tidak akan pernah memberikan jawaban”, teriak wanita itu dengan kesakitan di punggung dan kepalanya.


“Kalau begitu, aku akan menghampiri keluarga kamu dan membuat mereka menderita karena kelaparan juga tidak akan diterima oleh seluruh kalangan masyarakat”, ucap Lucas dengan nada rendah.


“Tolong tuan, jangan sakiti keluarga ku. Aku dibutakan oleh akan cinta kalian. Aku menyukai kamu tuan. Sejak tuan masih kuliah”, tangis wanita itu pecah saat mengungkapkan isi hatinya.


“Aku tidak perduli dengan perasaan kamu. Sekarang jawablah! Siapa yang memerintahkan kamu untuk meracuni istriku?!”, marah Lucas.


“Baik tuan, saya akan beritahu ciri-cirinya karena aku tidak mengenalnya”, ucap wanita itu dengan rasa takut.


“Bagaimana ciri-cirinya?”, tanya Lucas.


“Dia memiliki kulit putih, tinggi badan hampir sama dengan tuan, di sekitar bibirnya ada bagian luka, brewokan tipis, telinga ada anting, dan rambut berwarna cokelat”, ucap wanita pelayan itu.


Setelah mendengarkan ciri-ciri pria itu, Lucas menghempaskan wajah wanita itu dna meninggalkan dia bersama dengan binata buas sampai menjerit di dalam gudang.


Vio dan Alam yang sedang memantau juga ikut ngeri dengan kekejaman Lucas terhadap wanita itu.


Vio dan Alam pergi dari hutan belantaran sebelum diterkam binatang buas. Mereka kembali ke gubuk Joni dengan perasaan lega setelah mengikuti arah perginya Lucas.


Joni melihat anak didiknya terkapar di lantai teras depan pun bertanya, “ada apa, sampai kalian terkapar di lantai depan teras begini?”


“Tadi kami habis mengikuti Lucas sampai di hutan belantaran dan kami melihat betapa kejamnya terhadap musuhnya”, ungkap Vio.


“Itulah dunia mafia. Dunia yang menakutkan bagi setiap manusia lemah”, ucap Joni.


“Apakah kamu tidak pernah melihat Abigail sekejam Lucas?”, tanya Joni dan Vio menggeleng kepala.


“Besok temuilah anak kamu. Dia pasti merindukan kamu”, ucap Joni.


“Ya, besok aku akan ke sana. Aku akan menyusun dahulu untuk menyelinap mansion milik Abigail”, ucap Vio.

__ADS_1


“Oh ya Alam, mohon bantuannya ya”, ucap Vio dengan senyum dan memainkan kedua alisnya naik turun.


__ADS_2