Pria Yang Merenggut Kesucian Ku

Pria Yang Merenggut Kesucian Ku
Serius mencintaiku


__ADS_3

"Hei ! kamu kan wanita yang bernama Widuri?."


Widuri yang baru turun dari dalam mobil yang mengantarnya bekerja langsung menoleh ke arah wanita cantik yang berdiri di sampingnya. Dari penampilan wanita itu, jelas sekali kalau wanita itu berasal dari kalangan atas.


"Iya, ada apa ya mbak?" tanya Widuri.


"Jauhi Kak Haris" ucap Wanita itu menatap Widuri tajam.


Widuri pun terdiam memperhatikan wajah wanita itu dengan intens. Siapa wanita itu?, kenapa wanita itu menyuruhnya menjauhi Haris?.


'Wajahnya mirip dengan Pak Haris' batin Widuri.


"Saya Adiknya Kak Haris" ucap wanita itu seolah tau apa yang ada di pikiran Widuri."Jauhi Kak Haris, karena kamu tidak akan pernah diterima di keluarga kami."


"Kenapa kau tidak menyuruh Kakakmu untuk menjauhiku?" balas Widuri membalas tatapan wanita yang mengaku Adik Haris itu.


"Kau!" geram wanita itu tidak menyangka kalau wanita kampung itu berani melawannya.


Widuri menyunggingkan senyumnya, mengejek." Ternyata kau dan Ibumu sangat takut dengan Pak Haris. Sampai kalian tidak berani meminta Pak Haris untuk meninggalkanku. Ck ck ck!" Widuri berdecak decak.


"Kau ambil saja Kakakmu itu. Lagian aku tidak membutuhkan pria bodoh seperti dia. Dia aja yang datang mengemis ngemis" ucap Widuri lagi, berhasil membuat wanita di depannya itu bungkam.


Widuri pun melangkah kan kakinya meninggalkan wanita yang mengaku Adik dari Haris itu dan masuk ke dalam gedung perusahaan.


'Apa salah kita, Nak?. Kenapa tidak ada orang yang menerima kita?' batin Widuri menghapus air matanya yang sempat mengalir sambil satu tangannya lagi mengusap lembut perutnya. Widuri pun mendudukkan tubuhnya di kursi meja kerjanya.


Baik orang tuanya begitu juga dengan orang tua Haris, tidak ada yang menerimanya dan anaknya.


"Kak Widuri, tumben cepat datang?."


Widuri langsung menoleh ke arah wanita di sampingnya. Namanya adalah Aurel teman Widuri berkerja sebagai resepsionis.


"Perasaan setiap hari aku gak pernah terlambat" cetus Widuri, meski setiap hari duduk berdekatan, tapi mereka tidak pernah cocok. Mereka seperti musuh babuyutan.


"Kak Widuri menangis?" tanya Aurel lagi memperhatikan wajah Widuri.


Widuri memutar bola mata malas tanpa ingin menjawab pertanyaan Aurel, gadis manis di sampingnya itu memang selalu saja ingin tau urusan orang.


"Ck! tinggal jawab iya atau tidak doang, kok susah banget" decak Aurel.


"Urus aja dirimu" cetus Widuri lagi.

__ADS_1


"Iya" balas Aurel.


"Widuriiiiii !" seru seorang wanita berperut masuk ke ruangan itu membawa kotak makanan di tangannya.


Widuri langsung mengulas senyumnya, ke arah Marya.


"Hari ini aku memasak pergedel kentang dan tempe krispi untukmu" ucap Marya meletakkan kotak makanan di tangannya di depan Widuri.


"Makaci" balas Widuri senang. Temannya itu sangat baik. Setiap pagi selalu membawa sarapan untuknya, jadi ia tidak perlu repot repot memikirkan sarapan pagi lagi.


"Di makan ya, ya udah aku ke atas dulu" pamit Marya langsung, karena pria yang datang bersamanya itu, sudah merangkul lehernya dari belakang.


Widuri pun mengangguk sembari merekahkan senyumnya. Ikut bahagia melihat hidup sahabatnya itu bahagia sekarang. Berharap di kemudian hari, ia juga bisa hidup bahagia dengan pasangannya kelak.


'Setalah aku menjadi janda nanti, apakah masih ada laki laki yang menyukai ku?' batin Widuri meneduhkan pandangannya.


Waktu terus berjalan, jam pun sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, namun dari tadi Widuri belum melihat Haris dan Cici datang.


'Kemana mereka? Kenapa belum datang?' batin Widuri bertanya.


Namun tak lama kemudian, pintu masuk gedung itu pun terbuka dari luar, menampakkan seorang laki laki dan perempuan melangkah masuk dengan begitu mesra. Perempuannya bergelayut manja memeluk lengan prianya. Dan Prianya merangkul pinggang wanitanya dari belakang.


"Iya, sayang" balas pria itu.


Melihat itu, Widuri mengalihkan wajahnya ke arah lain. Ia tau kalau Cici sengaja bermanja kepada Haris di depannya. Hanya ingin membuat hatinya panas dan cemburu. Ingin menunjukkan kalau Haris lebih peduli kepadanya dari pada kepada Widuri.


'Pak Haris, kenapa kamu menyakitiku?. Aku pikir tadi malam kamu serius mencintaiku sedalam itu. Pagi harinya kamu sudah membuatku sakit hati begini' batin Widuri, menarik napasnya dalam dan mengeluarkannya perlahan.


Widuri kira tadi malam hubungan mereka akan membaik mengingat bagaimana cara Haris mencumbuinya. Tapi ternyata cinta pria itu kepadanya hanya sepanjang kasur saja.


"Kalau aku jadi Kak Widuri, sudah ku potong tuh juniornya Pak Haris" celetuk Aurel tiba tiba.


"Kau selalu aja ingin ikut campur urusan orang" ucap Widuri sambil menghapus air matanya yang mengalir begitu saja.


"Lagian Kak Widuri kenapa mau menjadi istri kedua? Aneh!."


"Diam lah, aku gak membutuhkanmu bicara" cetus Widuri lagi. Orang lagi bersedih, malah Aurel masih banyak bicara.


Aurel pun mengedikkan bahunya dengan bibir di tekuk ke atas.


**

__ADS_1


"Sayang" panggil Marya kepada Kanzo suaminya.


"Ada apa? Hm!" pria yang duduk di kursi kebesarannya itu meraih pinggang Marya yang sudah berdiri di sampingnya.


"Aku ingin meminta bantuan suamiku ini, boleh?" ucap Marya menyandarkan kepalanya ke dada Kanzo dan membuka kancing kemeja pria itu.


"Bantuan apa?." Kanzo pun mengusap kepala Marya lalu mengecup ujung kepala wanita itu singkat.


"Menyelidiki masa lalu Cici" jawab Marya tangannya sudah merayap di dada pria itu.


"Untuk apa?" Kanzo mengerutkan keningnya.


"Menyelidiki siapa pacar Cici yang merusaknya" jawab Marya lagi.


"Untuk apa kamu mengurus masa lalu orang, sayang?. Lagian pekerjaan kita sangat banyak, aku gak sempat mengurus masa lalu orang."


Marya langsung mengangkat kepalanya dari dada Kanzo dan menatap tajam pria itu dengan bibir mengerucut.


"Aku mencium bau bau sesuatu yang tidak beres" cetus Marya." Lagian kan Pak Kanzo hanya tinggal menyuruh orang, bukan mencari tau langsung."


"Kamu memanggilku Pak Kanzo lagi." Kanzo berdecak, susah sekali istrinya itu merubah kebiasaan.


Marya kembali menyandarkan kepalanya ke dada bidang suaminya itu." Aku gak suka melihat Cici yang sekarang. Masa dia menguasai Haris sendiri, padahal semua kesalahanku berawal dari dia, dan Widuri menjadi korban" ucap Marya lagi.


"Kenapa ya aku dan Widuri bernasib sama?" Isak tangis wanita berperut besar itu tiba tiba. Sekelebat ingatannya berputar ke masa lalu, dimana Marya terpaksa menikah dengan pria yang memangku tubuhnya itu karena hutang.


"Hei sayang, kamu kenapa tiba tiba menangis?" heran Kanzo. Bukanlah barusan istrinya itu baik baik saja, apa gerangan yang membuatnya bersedih?.


"Dulu kamu jahat!, kamu memaksaku jadi istri keduamu."


Bukh bukh bukh!


Marya memukuli dada Kanzo dengan gemas.


"Sayang" panggil Kanzo menangkap kedua tangan istrinya yang memukulinya itu." Itu sudah masa lalu sayang. Kenapa meski di ingat ingat lagi? Hm!."Kanzo memeluk erat tubuh istrinya itu.


"Iya, nanti aku akan menyuruh orang mencari tau siapa pacar Cici" ucap Kanzo pasrah.


Istrinya itu selalu begitu, kalau permintaannya tidak di turuti, pasti akan menangis sambil memukulinya dan mengungkit masa lalu mereka.


*Bersambung

__ADS_1


__ADS_2