Pria Yang Merenggut Kesucian Ku

Pria Yang Merenggut Kesucian Ku
Menikmati manisnya


__ADS_3

"Kamu rakus sekali makan mangga mudanya, padahal yang ngidam itu aku" ujar Widuri sembari mengunyah buah rujak di mulutnya, melihat Marya sahabatnya memakan mangga muda begitu nikmat, tidak merasakan asam sama sekali.


"Entahlah, melihatmu makan rujak mangga muda, aku jadi ikut mengidam" balas Marya. Mencomot kembali mangga muda yang sudah di potong potong dari atas piring.


"Cukup, sudah tinggal sedikit lagi." Widuri mengangkat piring yang berisi mangga itu dari atas meja.


"Pelit sekali, kalau habis kan tinggal pesan sama petugas resort." Marya jadi mengerucutkan bibirnya.


"Kamu pesan sendiri aja untukmu. Ini untukku, tadi aku yang pesan" balas Widuri.


Tok tok tok!


"Marya! apa kalian di dalam?. Kanzo dan Haris datang ke sini!."


Widuri dan Marya yang sedang duduk duduk di teras resort yang menghadap ke laut, saling berpandangan mendengar suara Pak Maiman berseru memanggil mereka dari pintu masuk resort. Memberitahu kalau suami mereka sedang menuju ke tempat mereka berada.


"Marya! Widuri!" seru Pak Maiman lagi mendengar tidak ada sahutan dari dalam.


"Wid, bagaimana?" tanya Marya.


"Ayo kita sembunyi." Widuri berdiri dari tempat duduknya, menarik lengan Marya ke arah pintu keluar resort. Jangan sampai kedua pria cap kadal dan buaya itu menemukan mereka.


"Kita kemana?" tanya Marya lagi.


"Pergi dari sini" jawab Widuri sembari membuka pintu resort itu. Di depan pintu ternyata sudah ada....


Brakk!!


Widuri langsung menutup pintu resort itu dengan kasar, melihat kedua pria yang mereka hindari sudah berada di depan pintu. Berhasil membuat ketiga pria yang berdiri di depan pintu terlonjak kaget.


"Istrimu itu benar benar sangat barbar. Bisa bisanya kamu jatuh cinta padanya." Kanzo mengelus elus dadanya dengan kepala menggeleng geleng. Hampir saja jantungnya copot dengan ulah istri sahabatnya itu.


"Bagaimana dengan istrimu? Suka jual jual mahal tapi mau juga" ketus Haris mendengus, tak suka istrinya dikatai.


"Bukan jual jual mahal, tapi pengen lebih di perhatikan, di bujuk dan di sayang sayang" jelas Kanzo.


"Kalau begitu sama. Istriku juga pengen di perhatikan, di bujuk dan di sayang sayang" balas Haris.


Pak Maiman yang mendengar obrolan mereka yang saling membela istri masing masing, hanya bisa geleng geleng kepala.


Jika kedua pria itu saling mencela dan membela istri masing masing. Sama halnya dengan kedua wanita di balik pintu resort itu. Mereka juga membicarakan ke tiga pria di luar pintu itu.

__ADS_1


"Aku pikir pasti Om Maiman sudah di sogok uang yang banyak oleh Pak Kanzo, supaya mau memberitahu keberadaan kita" ucap Widuri menghela napasnya.


"Aku pikir juga seperti itu. Dasar Ayah, uang saja yang di pikirkannya. Padahal aku juga sudah memberinya uang yang banyak." Marya jadi kesal dengan Ayahnya itu.


"Kenapa kita sama sama memiliki Ayah brandalan?." Widuri jadi teringat lagi dengan Ayahnya yang masih berada di dalam penjara. Sama sama anak buah.


"Suami kita juga sama. Yang satu buaya, yang satunya kadal." Marya membalas tatapan Widuri dengan bibir di manyunin, kening mengerut dan mata menyipit.


"Dan kita sama sama terjebak oleh cinta mereka" Widuri mengulas senyumnya.


Meski dulu awalnya pahit, tapi sekarang mereka tinggal menikmati manisnya cinta dari suami mereka yang sangat mencintai mereka.


"Kamu benar" Marya juga ikut mengulas senyum.


"Lalu, sekarang kita bagaimana?" tanya Widuri. Apakah mereka akan membiarkan kedua pria itu menemui mereka, atau masih ingin menghukumnya?.


"Kita abaikan saja mereka" Marya melangkahkan kakinya kembali ke teras resort yang berada di atas pantai, di ikuti Widuri dari belakang. Mereka kembali menikmati rujak mangga muda mereka tadi.


Sedangkan kedua pria yang masih berada di depan pintu resort yang mereka tempati. Kedua pria itu sama sama menggaruk kening mereka yang tiba tiba terasa gatal. Sama sama berpikir bagaimana cara meluluhkan hati kedua wanita itu supaya tidak marah lagi.


"Ayah mertua, tolong bawa Gavin dan Noah ke sini" perintah Kanzo, tiba tiba mendapat ide. Kanzo berpikir, jika Gavin dan Noah yang meminta membuka pintu, kedua wanita itu tidak akan bisa menolaknya.


Tak lama menunggu, Pak Maiman sudah kembali dengan membawa dua bocah laki laki di gendongannya.


"Papa!" bocah itu sama sama berseru dengan tangan terulur ke arah Haris dan Kanzo. Tentu Noah sudah sangat merindukan Papanya. Tapi kalau Gavin, jangan harap bocah itu akan merindukan Papanya, bocah itu sudah terbiasa tanpa kehadiran Kanzo.


Haris dan Kanzo pun mengambil anak masing masing dari gendongan Pak Maiman. Mereka sama sama mengecupi kedua pipi masing masing bocah itu.


"Panggil Mama ya" ucap Kanzo kepada Gavin, supaya bocah itu memanggil Marya dan membuka pintu untuk mereka.


"Mama?" ulang Gavin.


"Mama ada di dalam" ucap Kanzo lagi, memberi bahasa yang mudah di mengerti anak anak.


Gavin pun mengarahkan pandangannya ke arah pintu resort itu, dan Kanzo langsung mendekatkannya, supaya tangan mungil anaknya itu bisa meraih pintu.


"Ayo panggil Mama" suruh Kanzo lagi.


"Mama!" bocah itu langsung menurut.


"Noah juga panggil Momy ya" suruh Haris, pria itu juga mendekatkan Noah ke arah pintu, mengajari anaknya itu memukul mukul pintu dengan tangan mungil bocah itu.

__ADS_1


"Momy!" seru Noah ikut ikutan Gavin.


Akhirnya kedua bocah itu pun terus bersahut sahutan memanggil kedua wanita yang berada di teras belakang resort.


Widuri dan Marya yang berada di dalam resort sama sama memutar bola mata malas mendengar suara Noah dan Gavin memanggil mereka. Tau jika suami mereka sudah memperalat anak anak mereka, untuk mengalahkan mereka.


"Mama!"


"Momy!"


"Ayo kita ambil anak anak, dan kita langsung pergi" ujar Widuri beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pintu, masih kesal dengan Haris meski sudah tiga hari tidak bertemu pria itu.


Sampai di dekat pintu, Widuri langsung membuka pintu di depannya, tanpa bicara langsung mengambil Noah dari gendongan Haris. Begitu juga dengan Marya yang mengikut dari belakang. Dan kedua wanita itu langsung melongos pergi meninggalkan kedua pria itu.


"Sayang, aku minta maaf" ucap Haris langsung mengikuti Widuri, mensejajarkan langkahnya dengan wanita itu.


Namun wanita itu mengabaikannya, menganggapnya tidak ada.


"Sayang" melihat Widuri cuek, akhirnya Haris merengek manja, bergelayut di lengan wanita itu.


bukh!


"Aw!" Seketika Haris meringis kesakitan di bagian kakinya dan langsung melepas tangannya dari lengan Widuri, saat wanita itu menginjak sebelah kakinya.


'Rasain' batin Widuri, semakin mempercepat langkahnya menjauhi Haris.


Namun Haris tidak akan menyerah, dia harus bisa meluluhkan kemarahan istrinya itu. Haris kembali mengikuti Widuri. Tanpa aba aba langsung mengangkat tubuh istrinya itu dari belakang. Sontak membuat Widuri berteriak kaget.


"Aaaa!"


"Sudah cukup kamu menelantarkanku selama tiga hari tiga malam, sayang" ucap Haris tersenyum. Andaikan saja Noah tidak berada di antara mereka, sudah pasti Haris mencium habis bibir istrinya itu, sangking rindunya.


"Aku lagi marah, turunkan aku" cetus Widuri membuang muka ke arah lain.


"Aku juga lagi marah" saat langkah kaki Haris berhenti di depan sebuah pintu resort, Haris langsung menendang pintu itu sampai terbuka, membawa kedua kesayangannya itu masuk ke dalam.


"Gara gara kamu gak mau diajak kerja sama. Bella jadi kabur, dan untungnya aku dan Kanzo berhasil menemukannya lagi" lanjut Haris. Itu sebabnya selama tiga hari ini mereka membiarkan Widuri, Marya dan keluarga mereka menikmati liburan bersama tanpa mereka. Mereka memilih membereskan Bella dulu, setelah itu mereka bisa menghabiskan liburan dengan tenang.


Widuri mendengus.


*Bersambung

__ADS_1


__ADS_2