
"Dimana celana gantinya?" tanya Haris membawa Noah keluar dari dalam kamar mandi yang sudah tidak memakai celana lagi, karena Noah mempipisi celananya.
"Di resort tadi" jawab Widuri membaringkan tubuhnya di atas kasur, membiarkan Haris sendiri yang mengurus bocah mereka itu.
Tak ingin meninggalkan Widuri karena takut istrinya itu kabur lagi, Haris pun menelephon Nala, Adik iparnya, meminta Nala untuk mengambilkan celana untuk Noah ke resort tempat Widuri menginap.
"Iya Kak, ada apa?" tanya Nala langsung dari dalam telephon.
"Tolong ambil celana untuk Noah, antar ke resort no xx" ucap Haris.
"Iya Kak" patuh Nala.
Sambungan telephon itu pun terputus.
Tak lama menunggu, Nala sudah datang membawa semua perlengkapan Noah.
"Ini Kak" ucap Nala saat meletakkan tas di tangannya ke atas sebuah meja." Kak Widuri tidur?." Nala mengarahkan pandangannya ke arah tempat tidur resort itu.
"Baru tidur" jawab Haris mengambil tas yang di bawa Nala tadi. Setelah membukanya, Haris mengambil satu lembar celana milik Noah, dan langsung memakaikannya."Tolong jaga Noah dulu ya" ucap Haris tersenyum sembari mengedipkan mata genitnya ke arah Nala.
Langsung saja anak gadis yang masih perawan itu memutar bola mata malas. Kalau pria di depannya itu sudah menitipkan Noah padanya, pasti pria itu ingin bercinta dengan Kakaknya. Nala hapal betul kebiasaan pria itu.
"Noah sama Tante Nala dulu ya. Papa mau kerja." Sebelum memberikan bocah tampan menggemaskan itu pada Nala, Haris mengecupi kedua pipinya terlebih dahulu.
Anaknya itu sangat tampan, meski dulu membuatnya dengan cara mencuri.
"Papa Kelja?" tanya Noah, berpikir Papanya kerja terus.
"Iya sayang" Haris mengecup pipi cabi bocah yang sudah berada di gendongan Adik iparnya itu.
"Eleh! bilang aja mau kawin" cibir Nala.
"Makanya nikah, biar tau rasanya kawin. Betah amat jadi perawan" balas Haris mencibir, lantas melangkahkan kakinya ke atas ranjang.
"Dari pada situ, selalu kegatalan."Nala pun keluar dari dalam resort Kakak dan Kakak iparnya itu. Tidak lupa Nala menutup pintunya.
Melihat Nala sudah pergi, Haris yang sudah terbaring di samping Widuri, mengecup ngecup bibir istrinya, supaya terbangun. Namun Widuri tidak terusik sama sekali.
"Lelap banget dia" gumam Haris. Padahal baru saja istrinya itu ketiduran, tapi sudah sangat terlelap dan sulit di bangunkan. Membuat Haris jadi gagal untuk melanjutkan hajatnya yang tertunda tadi.
__ADS_1
Akhirnya Haris pun hanya bisa memandangi wajah cantik istrinya yang terlelap, sehingga tanpa sadar ikut ketiduran.
**
Jika Haris gagal bercinta dengan istrinya. Berbeda dengan Kanzo yang berada di dalam salah satu resort di atas pantai itu. Pria yang mengaku memiliki libido yang tinggi itu terus menyiksa istrinya di atas tempat tidur. Tidak memberi ampun istrinya itu karena sudah berani kabur lagi, dan berani mengambil kendali anak buah mereka.
"Pak Kanzo, ampun!" teriak Marya benar benar sudah tidak sanggup lagi menerima perlakuan pria dibatas tubuhnya itu.
"Masih berani kabur? Hm!" gemas Kanzo terus menyiksa istrinya itu.
"Gak lagi" Marya menggelang gelengkan kepalanya.
"Janji" ucap Kanzo meminta istrinya itu berjanji.
"Iya, aku janji" patuh Marya.
"God!"
Bukannya Kanzo berhenti menganiayanya, malah pria itu semakin memacu tubuhnya lebih cepat lagi, berhasil membuat Marya berteriak kencang. Untung saja dinding resort itu kedap suara, sehingga suaranya tidak sampai bocor keluar.
"Ah!" akhirnya Kanzo menghembuskan napasnya lega setelah puas menyiksa istrinya itu.
Sedangkan Marya yang sudah lemah tak berdaya, mengerucutkan bibirnya dan membuang muka ke arah lain. Meski sebenarnya dia suka dengan apa yang di lakukan Kanzo barusan. Tapi tetap saja Marya merajuk, karena pria itu memaksanya.
Mendengar ucapan Kanzo yang terdengar serius, berhasil mengalihkan pandangan Marya ke arah wajah pria itu.
"Jika dulu bersama Bella, aku berpikir lebih memilih mencintai. Tapi setelah menemukanmu, entah kenapa aku ingin dicintai. Aku ingin kamu mencintaiku."
"Oh ya? Tapi kenapa aku gak percaya?" ujar Marya mencibir.
"Tapi aku berhasilkan membuatmu jatuh cinta padaku" bangga pria bernama Kanzo itu. Lalu berbisik ke telinga Marya."Kamu ketagihan dengan sentuhanku."
Langsung saja Marya memutar bola matanya, malas. Suaminya itu memang mesumnya tingkat tinggi. Tapi untuknya suaminya itu bisa menahan diri untuk tidak jajan di luar.
"Istirahatlah, aku dan Haris harus pergi ke kantor polisi untuk menjamin kebebasan Pak Hilman" ucap Kanzo mendudukkan tubuhnya dan menurunkan kedua kakinya ke lantai.
"Tidak bisakah Pak Kanzo tidak meninggalkanku langsung setelah kita bercinta?." Kenapa pria itu selalu ada urusan?. Marya benar benar merasa hanya menjadi istri di atas ranjang saja. Kanzo tidak benar benar mencintainya. Kanzo hanya membutuhkannya sebagia wanita pemuas nafsu saja dan sebagai Ibu dari anak anaknya.
"Sebentar saja, kami akan segera kembali ke sini."
__ADS_1
"Pergilah, gak usah kembali lagi. Kami juga sudah tidak membutuhkan mu" cetus Marya, lalu menutup tubuhnya dengan selimut sampai ke kepala.
"Marya" panggil Kanzo dengan suara lembutnya. Pria itu pun menarik selimut yang menutup seluruh tubuh istrinya itu, tapi Marya menahan selimut itu.
"Pergi aja, aku udah gak butuh suami seperti Pak Kanzo" ucap Marya dari bawah selimut. Pria itu sering kali seperti itu, setelah menabur benihnya, langsung main tinggal. Ada ada terus alasan pria itu meninggalkannya. Dan pria itu selalu sibuk dan tidak pernah punya waktu untuknya.
"Baiklah, aku tidak jadi pergi."
**
Widuri membuka kelopak matanya saat terbangun dari tidur lelapnya. Wanita itu mengerutkan keningnya saat ruangan itu terasa sunyi tidak ada suara sama sekali. Dan selain dirinya, tidak ada orang lain di dalam resort itu. Kemana Haris dan Noah? Pikir Widuri sembari mendudukkan tubuhnya dan bersandar ke kepala ranjang. Kepalanya terasa pusing, sepertinya ia kebanyakan tidur siang.
Ceklek!
Mendengar pintu terbuka dari luar, Widuri langsung menoleh.
"Sudah bangun?" tanya Haris yang baru masuk, membawa kantong plastik di tangannya. Pria itu melangkahkan kakinya ke arah Widuri.
"Baru" jawab Widuri bergumam.
Haris mendudukkan tubuhnya di pinggir kasur, lalu menempelkan punggung tangannya di kening Widuri.
"Tadi saat tidur kamu demam, tapi sepertinya sekarang demamnya sudah turun. Kata Mama selama tiga hari ini kamu sering berendam di air laut" ucap Haris.
Widuri mengerutkan keningnya, masa sih saat tidur dia demam tapi gak tau. Pantas saja saat bangun kepalanya sedikit terasa pusing.
"Hanya demam sedikit" ucap Haris lagi sembari tersenyum."Ayo mandi, setelah itu kamu menemui Ayah. Tadi aku dan Nala sudah menjemputnya. Sekarang Ayah sudah berada di resort yang Mama dan Nala tempati." Haris berdiri dari pinggir kasur, setelah menyibak selimut yang menutupi tubuh Widuri, Haris langsung mengangkat tubuh istrinya itu ke gendongannya, dan membawanya ke dalam kamar mandi, membantu istrinya itu membersihkan diri. Setelah selesai, membawa Widuri kembali keluar dari dalam kamar mandi tersebut.
"Trimakasih" ucap Widuri tersenyum ke arah Haris yang memakaikan pakaian ke tubuhnya.
"Kamu tidak perlu berterima kasih. Kamu adalah istriku, wajar jika sesekali aku yang melayanimu" balas Haris. Selesai memakaikan pakaian ke tubuh Widuri, pria itu pun menyisir rambut Widuri.
"Dengan ikhlas kamu sudah memaafkan kesalahanku. Memberikan segala yang kau miliki untukku. Menjaga anak anakku dengan sangat baik. Mencintaiku sepenuh hati. Aku yang sepantasnya berterimakasih padamu" lanjut Haris.
Widuri berdiri dari pinggir kasur yang di duduknya dari tadi. Kemudian mengalungkan tangannya ke leher pria yang berdiri di depannya. Dengan sedikit menjinjitkan kakinya, Widuri pun mengecup bibir pria itu. Pria yang merenggut kesuciannya itu, dengan atas nama cinta.
"Tidak ada manusia yang tak berdosa. Jika Tuhan sendiri bisa mengampuni kesalahanmu, kenapa aku tidak bisa memaafkanmu?" balas Widuri setelah melepas kecupannya.
"Trimakasih sayang, aku berjanji akan lebih memperbaiki diri ke depannya, demi kamu dan anak anak kita. Aku mencintai kamu, Wid." Haris pun mengecup mesra bibir istrinya itu.
__ADS_1
*Tamat
Ceritanya tamat ya. Trimakasih banyak sudah berkenan membaca karya remahan otor. Salam manis untuk untuk kalian semua.