Pria Yang Merenggut Kesucian Ku

Pria Yang Merenggut Kesucian Ku
Ingin kawin lagi


__ADS_3

Selesai acara pembukaan gedung perusahaan yang baru siap di bangun itu. Haris langsung membawa keluarganya pulang ke rumah, begitu juga dengan Kanzo. Nanti malam mereka akan keluar bersama sama untuk menemani tamu terhormat mereka untuk sekedar minum di club malam.


Sudah lama sekali kedua pria itu tidak menghabiskan waktu di ruangan yang kata orang mengasyikkan itu. Tapi sebelum pergi, tentu kedua pria itu harus membahagiakan istri mereka terlebih dahulu.


"Aku ikut ya" bujuk Widuri manja memeluk tubuh Harus setelah mereka sampai di dalam kamar.


"Kamu manja sekali." Haris mengangkat tubuh istrinya itu ke gendongannya lalu membawanya ke arah sofa. Tidak biasanya istrinya itu manja seperti itu. Apa lagi sejak tadi mereka ke rumah sakit memastikan apakah istrinya itu hamil atau tidak. Dan senangnya Haris, ternyata dugaannya benar, Widuri hamil anak ke dua mereka.


Widuri mengerucutkan bibirnya,di bilang manja. Padahal Widuri seperti itu bawaan bayi mereka. Di kehamilan yang kedua ini, Widuri ingin Haris lebih perhatian padanya.


"Aku yakin anak kita ini perempuan" ucap Haris mengelus lembut perut Widuri yang masih langsing. Haris berharap dugaannya ini juga benar, melihat kehamilan Widuri yang kedua ini, Widuri terlihat manja.


"Ikut" manja Widuri membuka kancing kemeja Haris putih yang dikenakan pria itu, lalu menyusupkan tangannya untuk meraba dada yang di tumbuhi bulu bulu itu. Widuri menggigit bibir bawahnya saat meremas tonjolan di dada pria itu. Berhasil membuat dada Haris berdesir.


"Ikut" ucap Widuri lagi, dari tadi Haris tidak menanggapinya yang merengek minta ikut di bawa ke club.


"Gak boleh sayang, di sana sangat berbahaya" tolak Haris, mengecup ngecup singkat bibir Widuri yang berada di atas pangkuannya.


"Ikut" Kekeh Widuri lagi.


"Gak boleh" tolak Haris lagi.


"Ikut"


Haris menggeleng gelengkan kepalanya.


"Ikut"


"No!"


"Ikut"


"Tidak!"


"Ikut"


"Big no!"


Widuri merajuk, wanita itu pun turun dari pangkuan Haris, menghentakkan kakinya berjalan ke arah kasur.


"Nanti kamu di sana mabuk, pura pura salah kamar padahal ingin kawin lagi!" seru Widuri. Naik ke atas ranjang lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


Widuri menangis di bawah selimut. Lucu sekali istrinya itu, Haris sampai tersenyum dan menggeleng kepala melihatnya. Widuri bersikap persis seperti anak anak yang merajuk.


Tidak peduli Widuri yang merajuk dari tadi siang. Haris tetap pergi ke club malam untuk memenuhi undangan para rekan bisnis mereka itu.


"Dasar laki laki egois" maki Widuri di dalam kamar, melihat Haris tetap tidak ingin membawanya."Lihat aja, kalau kamu sampai main perempuan, aku sendiri yang akan menusuk ginjal mu itu" ancam Widuri percuma. Karena Harus sudah tidak mendengarnya. Pria itu sudah masuk ke dalam mobilnya bersama seorang supir dan bodyguard yang akan menjaganya.


Meski keadaan sudah aman, Haris tetap perlu waspada dan jaga jaga. Jangan sampai lengah lagi.


**


Sedangkan di kediaman keluarga Salim. Tepatnya di rumah besar Kanzo dan Marya. Berbanding terbalik dengan Haris yang tidak ingin membawa Widuri. Dari tadi Kanzo terus membujuk Marya supaya mau ikut. Alasannya, dia terlalu tampan kalau di biarkan jalan sendiri, nanti para wanita wanita di sana menggidanya, tau sendiri kan kalau dia memiliki libido yang tinggi?."


"Ayolah" Kanzo memeluk Marya dari belakang. Pria itu sudah rapi, ganteng dan tampan malam ini, namun istrinya itu masih memakai daster yang di belinya di online shop dengan harga murah meriah, gratis ongkir pula.


Meski sudah banyak duit, tepi tetap saja istrinya itu suka barang barang murah. Belanja ke mall, masih saja suka mencari barang diskonan. Entah buat apa uang di tabung banyak bayak?, Kanzo sendiri juga heran.


"Pergi aja sendiri" cetus Marya, capek dari tadi di bujuk bujuk terus. Apa suaminya itu gak sadar, kalau tempat uang akan di kunjungi mereka itu tempat maksiat?.


"Kamu harus ikut, aku khawatir nanti ada yang menjebak ku, memasukkan obat ke dalam minumanku. Kalau ada kamu, kan bisa ku tuntaskan langsung."


Marya memutar bola matanya malas. Yang ada di otak suaminya itu, kenapa mesum semua? Huh!. Marya terkadang lelah menghadapi nafsu suaminya itu.


"Ikut ya" Kanzo melepas pelukannya dari tubuh Marya, berjalan ke arah lemari untuk memilihkan gauh untuk istrinya itu.


"Harus"


Seperti sudah sikap yang mendarah daging di diri suaminya itu, suka maksa dan berbuat sesuka hati.


Sreeek!


Kanzo menarik baju itu kuat, sengaja mengoyaknya.


"Astaga" Marya geleng geleng kepala, melihat suaminya itu yang tak suka penolakan darinya. Pria itu benar benar gila.


"CK CK ck!"


Kanzo berdecak decak melihat tubuh Marya yang hanya menyisakan pakaian dalam saja. Meski sudah dua kali melahirkan, tubuh istrinya itu masih terlihat bagus, kecuali di bagian dadanya. Benda kenyal itu sudah tidak kencang lagi, tapi rasanya masih tetap sama.


Marya memutar bola mata malas, dia tidak perlu merona lagi di pandangi seperti itu bukan?. Hampir setiap hari suami mesumnya itu melihat tubuhnya.


"Kamu itu cuek sekali" gemas Kanzo tanpa aba aba menyerang bibir istrinya itu rakus. Dan jangan tanyakan tangannya dimana?, tentu me re mas salah satu bagian dada Marya dan satu lagi.

__ADS_1


Plak!


"Hhhhpp"


Marya meringis merasakan panas di bagian bokongnya, namun tidak bisa karena Kanzo masih membungkam mulutnya.


Plak!


Sekali lagi Kanzo menanpar bokongnya, Membuat Marya meringis lagi.


"Pak Kanzo!" teriak Marya dengan bernapas ngos-ngosan saat berhasil melepas diri dari serangan pria itu.


Bukannya takut Marya akan marah, malah Kanzo tertawa cekikikan, setelah berhasil menyiksa wanita itu.


"Makanya, patuh sama suami. Jangan membantah" ujar Kanzo. Meraih gaun yang sempat di letakkannya tadi di atas kasur, lalu memakaikannya ke tubuh Marya.


Marya cemberut dan akhirnya pasrah di pakaikan baju. Kanzo juga menyisir rambutnya dan memberi warna di bibirnya.


Cup!


"Ayo kita berangkat." Kanzo mengecup kilas bibir istrinya itu, lalu membawa wanita itu keluar dari dalam kamar mereka.


"Papa sama Mama Marya mau kemana? Ikut!." Areta yang baru keluar dari dalam kamarnya berseru melihat Marya dan Kanzo keluar kamar dengan berpakaian rapi. Membuat pasangan suami istri itu terpaksa menghentikan langkah mereka.


"Areta, kamu belum tidur sayang?." Kanzo mendekati putrinya itu, meraih tubuh Areta dan membawanya ke gendongannya. Saat itu juga Kanzo menjatuhkan satu kecupan di pipi gadis kecilnya itu.


"PR Areta banyak benget, Pa. Kepala Areta pusing" jawab Areta bibirnya manyun lima senti. Bagaimana tidak, sang Papa sudah lamaaaaaa banget gak mengajaknya liburan.


Kanzo tersenyum melihat wajah cemberut putrinya itu."Kerjakan semampunya, biar nanti sisanya Papa yang ngerjain."


"Benaran?" Areta tak yakin Papa Kanzo akan mengerjakan PRnya.


"Iya, sayang. Tapi Papa sama Mama pergi dulu" pamit Kanzo, menurunkan Areta dari dalam gendongannya.


Kanzo pun membawa Marya turun dari lantai dua rumah itu, setelah wanita itu berpamitan juga kepada Areta. Sampai di depan rumah, Kanzo membukakan pintu untuk Marya dan membantu wanita itu untuk duduk, lalu menyusul masuk. Dengan menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, mereka sudah sampai di club malam yang sudah di janjikan. Haris sudah sampai duluan di sana.


"Mana Widuri? Kamu gak membawanya?" tanya Kanzo melihat Haris sendirian.


Haris yang di tanya merekahkan senyumnya, jelas sekali di wajah pria itu kalau ia sedang bahagia sekarang.


"Widuri hamil lagi" jawabnya.

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2