Pria Yang Merenggut Kesucian Ku

Pria Yang Merenggut Kesucian Ku
Menyesal seumur hidup


__ADS_3

"Awu!" Widuri mengeluh saat merasakan tiba tiba perutnya sakit. Widuri pun menarik napasnya dalam dan mengeluarkannya perlahan.


"Kenapa Bu?" tanya perawat di ruang UGD itu melihat Widuri seperti orang kesakitan.


"Tiba tiba perutku sakit, Sus" jawab Widuri sembari meringis.


"Sebentar ya, Bu. Tunggu Dokternya menangani pasien itu dulu." Kebetulan di ruang UGD itu ada pasien gawat darurat lain, Dokter yang bertugas di ruagan itu sedang memeriksa pasien tersebut.


Widuri kembali memejamkan matanya sambil mengelus elus lembut perutnya. Mungkin karena kelelahan membuat perutnya tidak nyaman.Widuri tetap mencoba untuk tenang supaya bayi di dalam kandungannya tidak ikut setres.


"Ibu, nama pasien bernama Haris di sini ada tiga. Nama lengkap suami Ibu Siapa?." Tiba tiba Perawat yang mencari informasi tentang suaminya datang masuk ke ruangan itu. Widuri langsung membuka mata dan menyebutkan nama lengkap Haris.


"Haris Sadad Darmawan, Suster" jawab Widuri. Perawat itu pun langsung membaca data data pasien di tangannya.


"Beliau korban pembegalan yang masuk semalam ya Bu?. Suami Ibu ada di ruang VIV satu di lantai empat" ucap perawat itu.


Widuri bernapas lega," Suster tolong urus administrasi saya, tagihan pengobatan saya satukan dengan suami saya. Dan rawat saya di ruangan yang sama dengan suami saya, Sus" pinta Widuri memohon.


"Baik, Bu" Perawat itu pun mengulas senyum ramah pada Widuri. Kasihan melihat wanita yang di duga korban kejahatan.


Selesai Dokter di ruangan itu memeriksa pasien lain, Widuri pun langsung di periksa Dokter yang bertugas di ruangan itu.


"Sepertinya bayi Anda akan lahir Nona" ucap Dokter itu setelah memeriksa kondisi Widuri dan bayi nya.


"Tapi Dokter, kandungan saya baru tujuh Bulan lebih." Widuri jadi sedih mendengar anaknya akan lahir sebelum cukup usia. Ini pasti karena dia setres dan kelelahan sampai tubunya lemah.


"Tenang saja Nona, sejauh ini bayi Anda baik baik saja. Untuk memastikannya, lebih baik di periksakan ke Dokter kandungan." Dokter itu mencoba untuk menghibur Widuri supaya tidak bersedih.


Dokter yang memeriksa Widuri itu pun memerintahkan perawat di ruangan itu untuk mengantar Widuri ke ruang Dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut.


**

__ADS_1


Sedangkan Haris yang tak mampu menopak tubuhnya lama lama, kembali berbaring ke atas brankar di bantu oleh Pak Maiman. Dan memang keadaannya belum layak untuk berjalan. Selain pinggangnya sakit, Haris harus mendorong tiang infus, belum lagi selang kencing yang tersambung ke Junior nya, menghalangi langkahnya.


Di atas brankar Haris jadi gelisah, membuatnya ganti ganti posisi tidur. Sudah setengah jam menunggu kabar, namun anak buah Pak Maiman mengatakan kalau pemilik warung itu belum kembali.


"Pak Maiman, bunuh orang yang menculik istruku" perintah Haris tiba tiba. Tidak peduli lagi siapa yang telah menikamnya dan menculik istrinya. Haris juga berfikir, jika orang itu hanya di penjarakan, setelah masa hukuman habis, orang itu pasti kembali menjadi ancaman untuk mereka.


"Maaf, Pak Bos. Saya ini penjudi, bukan pembunuh. Saya tidak berani sama sekali untuk menghabisi nyawa seseorang" tolak Pak Maiman dengan sopan dan lembut. Berhasil membuat Haris mengeram, cengkel menghadapi sikap tengil Pak Maiman. Berpikir bagaimana bisa seorang Marya, wanita lemah lembut memiliki Ayah seperti Pak Maiman?.


"Satu lagi, pencopet" kesal Haris.


Selain penjudi, mertua dari sahabatnya itu juga seorang pencopet di pasar.


"Itu kalau lagi ke pepet" ucap Pak Maiman membela diri. Soalnya dia lebih hoby judi dari pada nyopet.


Ceklek!


"Permisi, Pak"


Pintu kamar perawatan itu tiba tiba terbuka. Haris dan Pak Maiman langsung menoleh ke arah Perawat yang baru masuk ke ruangan itu.


"Begini Pak, ada seorang pasien Ibu Hamil, meminta untuk di rawat di ruangan ini bersama Bapak. Wanita itu mengaku istri Pasien. Saya ke sini untuk menginformasi, untuk menambah brankar di ruangan ini" jelas Perawat wanita itu.


Berhasil membuat Haris dan Pak Maiman saling berpandangan. Mereka tidak salah dengar, bukan?. Dua orang perawat pun masuk mendorong sebuah brankar kosong ke dalam kamar. Mensejajarkan brankar itu dekat di samping Haris.


"Widuri" gumam Haris, matanya langsung berkaca kaca."Dimana istriku Sus? Bawa aku kesana"Haris berusaha mendudukkan tubuhnya.


"Tenang, Pak. Istri anda sedang di periksa. Sebentar lagi akan di antar ke sini." Sembari berbicara Perawat itu mencegah Haris untuk turun dari atas kasur.


"Aku ingin melihat istriku, Sus" Haris menepis tangan perawat itu menyingkir dari tubuhnya. Haris tidak sabar untuk melihat Widuri.


"Pak Bos, Istri Anda akan di bawa kesini. Apa Pak Bos gak dengar?." Pak Maiman jadi gemas dan terpaksa ikut menahan tubuh Haris.

__ADS_1


"Aku ingin melihat istriku, kenapa kalian menghalangiku?. Awas kalian!." Haris juga mendorong tubuh Pak Maiman sampai pria itu mundur ke belakang.


Ceklek!


Mendengar pintu ruangan itu terbuka, Haris langsung menoleh ke arah pintu. Dua orang perawat masuk lagi mendorong sebuah brankar, di atasnya ada seorang wanita berperut besar terbaring lemah.


"Widuri" gumam Haris saat netranya melihat dengan jelas wanita di atas brankar itu, ternyata benar istrinya."Sayang" suara Haris tercekat sangkik terharunya, tidak menyangka Widuri bisa lepas dari orang yang menculiknya. Pasti istrinya itu mengalami hal yang buruk, sampai Widuri juga harus di rawat di rumah sakit.


Widuri yang terbaring dinatas brankar pun menatapa Haris dengan berurai air mata. Ingin menghambur ke tubuh Haris tapi tidak bisa, tubuhnya sangat lemah. Widuri ingin menumpahkan segala kesedihannya kepada pria itu.


"Kami baik baik aja" lirih Widuri untuk menenangkan Haris yang terlihat sangat mengkhawatirkannya.


Haris mengangguk, mencoba untuk percaya, kalau istri dan bayi nya baik baik saja. Meski Haris sendiri tidak yakin melihat keadaan Widuri yang sebenarnya.


Tiba tiba Widuri meringis kesakitan, merasakan perutnya sakit lagi. Setelah diperiksa Dokter kandungan tadi, benar kalau ia akan melahirkan.


"Wid, kamu kenapa sayang? Apa mu yang sakit?. Apa mereka menyakiti mu."Haris panik sendiri melihat Widuri meringis dan memegangi perutnya. Haris berpikir kalau Widuri sempat di siksa orang yang menculiknya.


"Tenang, Pak. Istri Bapak akan segera melahirkan. Saat ini dia sedang mengalami kontraksi. Kita tunggu saja bukaan jalan lahirnya, biar nanti di usahakan bayi nya lahir normal" jelas Dokter yang memeriksa Widuri tadi.


"Melahirkan?" ulang Haris.


"Bayi Anda sudah meminta lahir, Pak" jelas Dokter wanita itu tersenyum lembut ke arah Haris, siapa pun yang melihatnya, mampu membuat hati tenang.


"Kok bisa, Dok?. Kandungan istri saya masih berusia tujuh Bulan" tanya Haris, bingung.


"Kemungkinan karena kondisi Ibunya saat ini lemah. Dan sepertinya baru mengalami tekana berat, sehingga bayi masuk ke jalan lahir" jelas Dokter itu sesuai hasil dari pemeriksaannya." Bapak tidak perlu terlalu khawatir, banyak kok terjadi kasus seperti itu. Asal di rawat dengan intensif, bayi nya bisa sehat seperti bayi normal lainnya. Bapak berdoa saja, semoga semua baik baik aja."


Haris pun terdiam, rahangnya perlahan mengeras. Awalnya kandungan Widuri baik baik saja, tidak ada masalah sama sekali. Pasti ini karena kejadian yang menimpa mereka.


'Ini pasti gara gara si keparat itu. Lihat aja, aku akan membuat kalian menyesal seumur hidup, sudah menyakiti istriku.'

__ADS_1


Widuri pun meneduhkan pandangannya ke arah Haris yang terlihat marah, bingung bagaimana mengatakannya pada Haris. Ayah nya lah yang menikam Haris, Ayah nya lah yang menculiknya. Dan ternyata Ayah nya adalah salah satu orang suruhan Baim. Musuh Haris dan Kanzo sendiri.


*Bersambung


__ADS_2