Pria Yang Merenggut Kesucian Ku

Pria Yang Merenggut Kesucian Ku
Yang sebenarnya


__ADS_3

"Kak Haris! Apa apaan kamu?."


Sontak Haris melepas pelukannya dari tubuh Ibu Ratna yang tiba tiba mendengar suara Soodam. Begitu juga dengan Widuri, melepas pelukannya dari tubuh Pak Hilman. Semua para tamu undangan di tempat itu juga serentak menoleh ke arah wanita yang berjalan ke arah Haris.


"Kamu keterlaluan, Kak!. Kak Haris menikahi wanita yang sudah menyebabkan Mama meninggal. Demi wanita ini, Kakak juga menceraikan Kak Cici dan bahkan memenjarakan Kak Cici dan Tante Yanti yang sudah pernah menyelamatkan nyawa Mama!" ucap Soodam bernada marah dan kecewa.


"Apa maksud kamu?" tentu sebagai Ibu, Ibu Ratna maju ke depan untuk menjadi garda terdepan melindungi putrinya.


"Putri Anda itu pembunuh!. Dia sudah menyebabkan Mama meninggal" jawab Soodam menyorot tajam ke arah Widuri yang berdiri di samping Pak Hilman.


"Kamu punya bukti?. Kalau memang benar Widuri membunuh Ibu kamu. Kenapa tidak memenjarakannya?. Dan kenapa Kakak mu Haris masih mempertahankannya menjadi istri?. Jangan sembarangan menuduh kamu!." Suara Ibu Ratna pun tidak kalah keras dari Soodam.


Alhasil para tamu undangan langsung berbisik bisik membicarakan keluarga Widuri.


"Bukti? Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau Widuri menendang Ibu ku sampai pingsan. Dasar pembunuh! pelakor!." Soodam berteriak.


"Soodam!" bentak Haris tiba tiba.


Kenapa Adiknya itu bisa datang ke acara resepsi pernikahannya, padahal Haris tidak memberitahu Soodam dan tidak mengundangnya. Pasti sudah ada orang yang memberitahu kapan dan dimana dia mengadakan resepsi.


Haris pun melangkahkan kakinya ke arah Soodam. Menarik kasar tangan wanita itu dan menyeretnya keluar dari dalam tenda.


"Apa maksud mu datang ke sini? Ha!" bentak Haris marah, setelah Meraka keluar dari tempat acara." Kamu sengaja ingin mempermalukan ku?."


"Dia itu pembunuh!. Kenapa Kakak malah meresmikan pernikahan kalian?. Bukankah Kak Haris menikahinya hanya untuk bertanggung jawab atas bayi itu?." Soodam kembali marah pada Haris, tidak terima sama sekali jika Widuri menjadi Nyonya penerus di keluarga mereka. Selain Karena Widuri gadis kampung dan miskin. Dari dulu Soodam sudah tau kalau Haris harus menikah dengan Cici sebagai balas budi, karena Ibu Yanti sudah menyelamatkan nyawa Ibu Ilona.

__ADS_1


"Jangan mengatur hidup ku Soodam" geram Haris merapatkan gigi giginya." Papa sudah tidak ada, begitu juga dengan Mama. Hidup kita sudah masing masing. Terserah aku mau menikahi siapa" lanjut Haris.


"Tapi tidak dengan pembunuh, Kak Haris. Banyak wanita di luar sana, tapi jangan dia. Aku gak rela jika wanita murahan itu menjadi menantu di keluarga kita."


"Kita?" Haris menyunggingkan senyumnya ke samping.


Sedangkan Widuri yang di permalukan, berlari keluar dari tempat acara itu sambil menangis. Acara itu tadi berjalan dengan sangat meriah, tapi Soodam tiba tiba datang merusak suasana.


"Kak Wid!" Nala yang melihat Widuri berlari langsung mengejarnya. Khawatir terjadi sesuatu dengan kandungan Kakaknya itu.


"Kita bukan ke lu ar ga" tekan Haris di akhir katanya. Berhasil membuat Soodam terdiam.


"A- apa maksud Kak Haris?"tanya Soodam gugup.


Haris tidak mengindahkannya lagi, dia memilih menyusul Widuri yang berlari ke arah rumah.


Soodam yang sempat terdiam sontak mengarahkan pandangannya ke arah Kanzo yang sudah berdiri di depannya.


"Apa maksud Kak Kanzo?" tanya Soodam, tidak mengerti. Namun ucapan Haris tadi berhasil menyakiti hatinya. Dan terlebih, selama ini Soodam tau, Haris itu Kakak kandungnya. Tapi kenapa pria itu tiba tiba mengatakan Meraka bukan keluarga?.


"Ku beritahu kamu yang sebenarnya." Kanzo menjeda kalimatnya sebentar dan memperhatikan wajah Soodam dengan rasa kasihan dan tidak tega. Namun melihat sikap Soodam yang yang tidak tau diri dan tidak punya hati, Kanzo merasa harus memberitahu yang sebenarnya. Supaya Soodam tidak mengganggu kehidupan Haris, tidak ikut campur urusan rumah tangga Haris dengan Widuri."Kamu dan Haris memang seibu, tapi tidak seayah."


Duar!


Bagai di sambar petir, Soodam rasanya ingin pingsan. Soodam pun menggeleng gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Om Benny dan Tante Ilona pernah bercerai. Setelah itu Tante Ilona pernah menikah dengan pria lain, dan lahirlah kamu. Saat usia kamu dua Tahun, Om Benny dan Tante Ilona rujuk kembali, menerima kamu dengan lapang dada. Menjadikan kamu sebagai putrinya, bahkan menyematkan namanya di belakang nama kamu. Supaya apa?.... Orang orang tidak tau siapa kamu sebenarnya."


"Gak mungkin" bantah Soodam, tidak percaya. Bagaimana bisa ia bukan anak dari pria yang membesarkannya selama ini?. Sedangkan setau Soodam, dia adalah putri kandung Pak Benny Darmawan. Pria kaya yang memiliki saham di beberapa perusahaan.


"Itulah kenyataanya, jadi jangan mengganggu rumah tangga Haris dan Widuri. Jika kamu tidak ingin harta Om Benny yang di wariskan kepada mu ku cabut semua" ancam Kanzo dengan tegas, langsung meninggalkan Soodam yang tidak berkutik lagi.


Selain Ayah Kanzo dan Ayah Haris dulu bersahabat. Mereka juga masih memiliki hubungan kekeluargaan. Dan dulu sebelum Pak Benny meninggal, Pak Benny mewasiatkan kepada Kanzo untuk menjaga Haris, dan menganggap Haris Adiknya, meski usia Haris hanya beberapa Bulan di bawahnya.


**


Haris yang sudah berhasil menyusul Widuri masuk ke dalam rumah, langsung memeluk tubuh wanita itu dari belakang.


"Jangan menangis di hari bahagia kita, Wid" ucap Haris menjatuhkan dagunya di bahu Widuri.


"Kenapa Soodam dan Ibu kamu begitu membenciku?" tanya Widuri dalam tangisnya. Apa salahnya?, kenapa mertua dan Adik iparnya itu tidak bisa menerimanya sama sekali?. Apa karena dia gadis miskin? Wanita kampungan?. Meski Widuri gadis miskin yang berasal dari desa, tapi Widuri tidak menguras harta kekayaan Haris. Bahkan Widuri tidak mengharapkan Harta Haris sedikit pun. Haris sendiri yang memberinya uang sebagai nafkahnya, tanpa Widuri meminta sama sekali.


"Dari dulu, Cici dan Ibu Yanti sudah mempengaruhi mereka" jawab Haris. Kemudian Haris melepas pelukannya, dan mengangkat tubuh Widuri tanpa aba aba, membawanya ke arah ranjang dan membaringkannya di sana."Sudah, jangan menangis lagi. Kamu tidak perlu memikirkan Soodam atau siapa pun. Kamu hanya perlu memikirkan bayi kita dan aku." Haris mengulas senyumnya sembari mengusap lembut perut Widuri dengan satu tangannya, dan tangan lainnya menepis cairan bening yang mengalir di pipi istrinya itu."Maunya tadi kamu melawannya, bukan malah menangis seperti ini." Haris mencebikkan bibirnya, melihat Widuri kali ini tidak mau melawan. Mengingat biasanya istrinya itu sangat barbar pada musuh.


"Adik mu itu sudah mengacaukan acaraku" ucap Widuri dengan bibir mengerucut. Percayalah, tidak terlalu masalah bagi Widuri jika Soodam tidak menerimanya sebagai Kakak ipar. Tapi yang di sedihkan Widuri saat ini, acara resepsi pernikahannya menjadi kacau. Padahal Widuri masih ingin menikmati pesta dengan mencicipi semua hidangan di acara itu seperti para tamu undangan. Dan juga tadi, pasti perbuatan Soodam itu sudah membuat keluarganya malu. Apa lagi Soodam meneriakinya pelakor.


"Aku juga tidak tau kenapa dia bisa tau ke sini. Padahal aku tidak mengundangnya sama sekali, bahkan tidak memberitahunya kalau kita akan mengadakan resepsi di sini." padahal Haris sudah mengirim Soodam ke Benua lain, tapi masih saja Adiknya itu mendapatkan informasi tentangnya.


"Pasti ada orang yang membocorkannya"ucap Widuri.


"Sepertinya begitu, tapi sudahlah. Acaranya sudah selesai juga. Dan yang terpenting, semua orang sudah tau kalau kita ini suami istri. Kita tidak perlu khawatir lagi timbul fitnah jika kita jalan berdua. Untuk masalah Soodam, kita tidak perlu terlalu memikirkannya."

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2