Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 99


__ADS_3

Nani yang tanpa sengaja melihat pintu kama Vio yang terbuka pun langsung membuka kamar tersebut.


Nani terkejut saat melihat baju-baju Vio yang bertebaran di kasur. "Ada apa ini sayang, kenapa kamu keluarkan semua bajumu dari lemari?."


Vio pun hanya menyengir kuda saat melihat bibi nya bertanya tentang semua baju yang berserakan di kasurnya.


"Maafkan Vio bi, Vio janji akan membereskan semua baju Vio nanti. Vio mencari baju yang pas untuk Vio, tapi sepertinya tidak ada yang pas untuk Vio pakai saat ini." Ucap Vio kepada Nani.


Nani pun mengulas senyum nya tatkala yang melihat Vio begitu menggemaskan saat ini. Nani teringat akan Alexa saat remaja seperti Vio.


"Apa kau ada janji dengan seseorang pria sayang?," Tanya Nani pada Vio.


Vio pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, pipinya bersemu merah saat ini.


"Wah, siapa pria yang mampu membuatmu tersipu seperti ini?." Tanya Nani menggoda Vio.


"Bibi, Vio malu nih," ucapnya seraya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ayolah sayang siapa sih pria yang mampu membuatmu tersipu seperti ini, bibi jadi penasaran dengan siapa pria itu."


"Bibi kenal kok dengan dia," ucap Vio.


"Benarkah?, Siapa dia sayang?," Tanya Nani begitu penasaran.


"Dia kak Kai teman kak Alexa bi." Ucap Vio malu-malu.


Nani begitu terkejut mendengar penuturan dari keponakannya itu. Nani mengetahui bahwa sebenarnya Kai menyukai putrinya Alexa. Tapi kini ini yang ia lihat keponakannya sepertinya menyukai Kai.


Nani tidak tahu apakah Kai akan membalas perasaan keponakannya nanti. Dia takut kalau Vio akan kecewa nantinya bila mengetahui Kai menyukai Alexa.


Nani juga tidak tahu bagaimana nantinya bila Alexa dan Ars mengetahui kalau Vio menyukai Kai. Tapi di dalam hatinya Nani menyetujui hubungan antara keponakannya dengan Kai. Karena ia tahu Kai adalah pria yang baik.


"Baiklah Vio, bibi akan membantumu untuk berdandan. Bibi punya baju milik kak Alexa yang pantas kau pakai untuk bertemu dengan Kai." Ucap Nani. "Tunggulah sebentar, bibi akan mengambilkan baju Alexa untukmu."


Nani pun segera pergi dari sana dan mengambil baju milik Alexa yang sekiranya pantas untuk Alexa pakai saat bertemu dengan Kai.


Vio pun merasa senang saat ini, dia baru merasakan perasaan yang begitu indah di hatinya untuk seorang pria. Rasanya saat ini jantungnya terus saja berdebar saat mengingat wajah Kai.


***


Rai saat ini berada di kantornya, dia sedang membantu kakaknya untuk meeting dengan perusahaan Giant Corp.


Ars masih belum mengetahui kalau Tuan Aray adalah kakak angkat istrinya, Alexa.


Dalam ruangan meeting ada Tuan Aray dan Alexa, dan dirinya dengan sang adik, Rai.

__ADS_1


Pandangan mata Ars terus saja menatap ke arah istrinya yang sedang berbisik dan tersenyum dengan Tuan Aray. Suasana hatinya berubah menjadi panas saat ini. Rasa cemburu menyeruak dalam hatinya, Ia tidak rela pria lain berbicara atau pun tertawa dengan istrinya.


Hingga 30 menit lebih meeting pun selesai.


"Tuan Ars saya senang bisa bekerjasama dengan perusahaan anda. Tapi sayang, saya harus segera kembali ke perusahaan utama yang ada di Amerika." Ucap Aray.


Namun ucapan Aray justru membuatnya begitu senang. Karena nantinya istrinya tidak akan dekat-dekat lagi dengan Tuan Aray.


"Wah, sayang sekali Tuan Aray." Ucap Ars pura-pura sedih, padahal di dalam hatinya saat ini sedang bersorak gembira.


"Ya Tuan Ars, tapi sepertinya saya tidak bisa meninggalkan sekretaris saya. Saya mungkin akan mengajaknya untuk bekerja di perusahaan utama. Karena Alexa adalah sekretaris yang sangat luar biasa." Ucap Aray yang sontak membuat Ars membelalakan matanya.


"Tapi mungkin sekretaris mu tidak akan ikut denganmu Tuan Aray," ucap Ars kemudian.


"Kenapa Alexa tidak akan ikut?, Saya bisa memberikan gaji yang begitu besar untuknya. Dia juga bisa mendirikan perusahaannya sendiri nanti dengan gaji besar yang saya berikan." Ucap Aray membuat Ars begitu sulit untuk menelan ludahnya.


Ars tidak ingin Alexa meninggalkannya, walaupun ia tahu cita-cita Alexa untuk mendirikan perusahaannya sendiri, tapi Ars juga mampu untuk membuatkan istrinya perusahaan sendiri.


"Maaf tuan tapi saya tidak akan pernah mengizinkan istri saya ikut dengan anda." Ucap Ars.


"Istri? " Ucap Aray yang pura-pura tidak mengerti.


"Iya, karena Alexa adalah istri saya." Ucap Ars begitu tegas.


Sedangkan Raiden dan Alexa berusaha menahan tawanya saat melihat tingkah Ars saat ini.


"Iya Tuan , Tuan Ars memanglah suami saya." Ucap Alexa dan langsung membuat sudut bibir Ars pun terangkat karena Alexa mengakuinya sebagai suaminya.


"Wah maafkan saya, saya tidak tahu kalau ternyata Tuan Ars adalah suamimu. Tadinya aku akan menjodohkanku dengan adikku tapi ternyata kau sudah memiliki jodoh lain yaitu Tuan Ars." Ucap Aray yang masih ingin menggoda Ars.


"Itu tidak akan pernah saya biarkan Tuan Aray. Karena Alexa adalah istriku, tentu Anda tidak bisa menjodohkannya dengan adikmu atau bahkan orang lain sekalipun. Karena aku tidak akan pernah membiarkan itu semua." Ucap Ars menjadi begitu dingin.


"Tenang saja Tuan Ars, karena aku hanya bercanda saja." Ucap Aray terkekeh melihat tingkah Ars saat ini.


Namun Ars tidak menanggapi ucapan Tuan Aray.


"Kau begitu beruntung memiliki istri seperti Alexa Tuan Ars. Kalau begitu saya harus segera pergi karena ada acara penting yang akan saya datangi siang ini." Ucap Aray yang saat ini berdiri dan menjabat tangan Ars.


"Kalau begitu sampai bertemu lagi Tuan Aray." Ucap Ars seraya menjabat tangan Aray.


Setelah itu Tuan Aray pun segera keluar dari ruangan meeting.


Dan kini tinggalah Alexa, Ars dan Rai di ruangan meeting tersebut. Rai pun akhirnya melepas tawanya saat melihat Tuan Aray yang sudah pergi dari ruangan itu.


Ars pun menatap tajam sang adik yang tertawa mengejeknya.

__ADS_1


"Berhentilah tertawa atau kau akan ku tendang dari perusahaan ku!,"ancam Ars.


"Hei, kakak lupa kalau sekarang perusahaan ini juga perusahaan ku,kita sudah menggabungkan perusahaan kita, Apa kakak lupa?."


"Sudah-sudah, jangan berdebat terus, bukankah kita akan makan siang di mansion utama saat ini?." Ucap Alexa berusaha melerai perdebatan kakak beradik itu.


"Kau benar kawan, Aku harus menjemput Yuna di apartemen," ucap Rai yang mulai beranjak dari tempat duduknya.


"Rai," panggil Alexa.


"Ya,ada apa Lexa?"


"Kuharap, Kau bisa mencintai Yuna dan menjaganya. Dia adalah gadis yang baik," ucap Alexa.


Rai pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu ia pun segera pergi meninggalkan ruangan meeting untuk menjemput Yuna.


"Sayang, kita keruangan ku sebentar,ada hal yang harus ku bicarakan dengan mu," ucap Ars.


"Apa yang ingin kau bicarakan sayang, kenapa tidak kau katakan sekarang saja?," ucap Alexa mengerutkan keningnya.


"Kita bicarakan di ruang kerjaku saja sayang," ajak Ars yang langsung menggandeng tangan Alexa.


Alexa akhirnya menuruti keinginan suaminya


Kini mereka berjalan sambil bergandengan tangan. Banyak karyawan yang melihatnya, sehingga membuat mereka saling berbisik satu sama lain saat melihat kemesraan antara Ars dan Alexa.


Sesampainya di ruangan Ars, Alexa pun menunggu Apa yang ingin suaminya bicarakan dengannya.


"Sayang, sebenarnya Apa yang ingin kau bicarakan tadi?," tanya Alexa penasaran


Namun Ars malah diam saja dan menatap Alexa dengan senyuman di bibirnya.


Dan tanpa aba-aba Ars pun langsung menggendong tubuh Alexa menuju ruang istirahat di dalam ruangannya itu.


Sontak Alexa terkejut dengan apa yang Ars lakukan saat ini.


"Sayang, Apa yang Kau lakukan, turunkan Aku!," pekik Alexa yang masih terkejut.


Namun Ars membungkam mulut istrinya dengan bibirnya. Ars ******* bibir Alexa dengan nafas yang memburu.


Dan terjadilah adegan panas yang membuat has..rat mereka saling terpuaskan satu sama lain.


*****


**Happy reading...

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya. Karena othor butuh sekali agar othor lebih semangat lagi buat ngetik.


😍😍😘😘**


__ADS_2