
Flash back on
Ars segera menuju apartemen Mia setelah membeli obat. Ia pun menekan bel pintu apartemen Mia.
"Ars," ucap Mia saat membuka pintu apartemennya. Dalam hatinya ia bersorak bahagia karena sekali lagi ia telah membuktikan bahwa Ars lebih memilihnya.
"Bagaimana sakitmu bisa kambuh Mia?.Kau harus lebih menjaga kesehatan mu. Aku sudah membelikan mu obat, sekarang cepatlah minum obatnya agar kau cepat sembuh," ucap Ars menyodorkan satu gelas air dan obat untuk Mia.
Namun Ars mengerutkan keningnya karena saat ini Mia malah tersenyum menatapnya.
"Ada apa denganmu Mia, kenapa kau malah tersenyum. Dan kau tidak terlihat sakit. Apa kau sedang berbohong padaku?."
"Maaf Ars, aku terpaksa melakukannya. Tapi aku tidak menyesal, karena sekarang aku mengetahui satu hal," ucap Mia tersenyum bahagia.
"Apa maksudmu?," ucap Ars tidak mengerti dengan ucapan Mia.
"Aku tahu Ars, sebenarnya kau mencintaiku kan. Kau tidak bahagia menikah dengan Nona Alexa." ucap Mia.
"Apa yang kau katakan Mia?!, kenapa kau mengatakan hal itu. Sebenarnya apa yang ingin kau katakan!."
"Ars, apa kau tahu, aku sudah menyukaimu sejak kita kuliah dulu. Dan aku yakin bahwa kau sebenarnya juga mencintai ku kan?.Kalau tidak, kau tidak akan se khawatir ini kepadaku. Dan kau juga lebih mementingkan diriku dari pada istrimu. kau ingat, kau selalu menurutiku saat aku meminta apapun darimu. Contohnya waktu di Paris. Kau lebih senang berbicara denganku dan mengabaikan istrimu. Dan kau juga rela membohongi istrimu demi mempertahankan diriku sebagai sekertaris mu. Dan sekarang lihatlah, saat aku mengatakan kalau aku sakit, kau langsung datang kemari. Aku tahu Ars bahwa sebenarnya kau mencintaiku," ucap Mia.
Ars mengingat semua yang Mia katakan. Ia juga mengingat saat istrinya mengatakan bahwa Mia mencintainya, tapi dengan bodohnya ia malah tidak mempercayainya dan malah membela Mia.
Setiap yang Mia katakan membuatnya tersadar bahwa selama ini ia telah mengabaikan istrinya. Ia sudah menyakiti Alexa. Ia benar-benar menjadi bodoh hanya karena menganggap Mia seperti adiknya sendiri.
"Apa yang kau katakan Mia. Aku tidak mencintaimu Mia dan tidak akan pernah. Karena hanya Alexa yang ku cintai dan tidak ada wanita lain. Kau telah salah mengartikan sikapku selama ini. Kau tahu, aku perduli padamu selama ini semata-mata hanya karena aku menganggapmu seperti adiku sendiri,tidak lebih dari itu. Dan aku bodoh selama ini karena tidak mempercayai ucapan istriku tentang mu. Aku terus menyakitinya dan terus seperti itu. Dan itu semua hanya untuk membela mu. Wanita yang sudah ku anggap seperti adiku sendiri. Asal kau tahu Mia, aku hanya kasihan padamu selama ini. Kau adalah gadis yatim piatu yang tidak memiliki siapapun. Dan aku berusaha menjadi keluarga bagimu, menjadi seorang kakak. Kau sudah salah menafsirkan sikapku Mia. Dan setelah aku mengetahui perasaan mu padaku. Jangan pernah menemui ku lagi!, aku tidak akan memindahkan mu, tapi aku akan memecatmu dari perusahaan ku. Dan jangan pernah sekalipun muncul di hadapan ku!," ucap Ars menahan amarahnya.
Ars tidak menyangka ternyata Mia mencintainya. Ia malah dengan bodohnya tidak mempercayai ucapan Alexa waktu itu. Yang berakibat menyakiti perasaan Alexa.
Mia menangis mendengar perasaan Ars padanya hanya sekedar perasaan seorang kakak kepada adiknya saja. Ia berharap lebih, namun ternyata dugaannya salah selama ini. Dan kini, ia tidak akan pernah lagi bisa menemui Ars. Mia menyesal menyatakan perasaannya. Ia teringat sudah berkata buruk kepada Alexa, Ia menyesali semuanya.
Karena perasan cintanya kepada Ars, ia lupa bahwa ia juga seorang wanita. Ia telah menyakiti hati seorang istri.Sikap egoisnya sekarang membuatnya kehilangan seorang teman. Teman yang sudah menganggapnya seperti keluarga.
Dan sekarang ia kehilangan itu semua. Seandainya waktu dapat di putar, Mia ingin memperbaiki semuanya. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Ia sudah kehilangan Ars, bahkan sekarang ia kehilangan pekerjaannya.
"Ars, maafkan aku Ars. Jangan memutuskan pertemanan kita Ars. Aku minta maaf. Aku bersalah padamu,aku juga bersalah kepada Nona Alexa karena sudah menantangnya untuk membuktikan bahwa kau juga mencintaiku.Maafkan aku Ars," ucap Mia terisak menyesali semuanya.
"Apa kau bilang!," ucap Ars emosi. Ia pun mencekik leher Mia mendengar ucapan Mia.
"A..Ars.. L..ep..as..kan..ak..u," ucap Mia tersengal karena lehernya Ars cekik.
"Kau benar-benar wanita tidak tahu diri. Kau berani berkata kepada istriku seperti itu hah!!."
Ars semakin emosi saat ini, ia hampir membunuh Mia kalau saja bayangan istrinya tidak terlintas saat ini. Dengan cepat ia menghempaskan tubuh Mia hingga Mia tersungkur ke lantai dan terbatuk setelah Ars mencekiknya.
"Aku tidak akan pernah memaafkan mu Mia sekalipun kau menangis darah!!," ucap Ars kemudian ia pun langsung pergi meninggalkan Mia dengan penyesalan nya.
Ars mengemudikan mobilnya dengan tergesa. Ia masih ingat saat istrinya memintanya untuk tidak pergi. Namun dengan bodohnya ia malah meninggalkan istrinya hanya untuk mengantarkan obat untuk Mia.
__ADS_1
"Bodoh...bodoh...!,Maafkan aku sayang," ucapnya merutuki kebodohannya sendiri.
Ars mempercepat laju mobilnya. Ia sudah tidak sabar untuk menemui istri yang sangat ia cintai. Ia ingin meminta maaf kepada istrinya tentang semua kebodohan yang ia lakukan kepadanya.
Namun sekelebat Ars seperti melihat mobil Alexa. Ia pun menghentikan mobilnya dan memutarnya untuk mengetahui apakah itu benar-benar mobil istrinya.
Saat ia melihat plat mobil itu memang milik istrinya, Ars melangkahkan kakinya mencari keberadaan istrinya.
Ars berjalan ke sebuah taman kecil disana. Ia yakin istrinya berada disana.
Tubuh Ars terpaku kala melihat istrinya disana. Istrinya menangis di punggung pria yang membuatnya begitu cemburu selama ini. Ia melihat saat Kai mengusap air mata yang mengalir di pipi istrinya saat ini.Bahkan ia melihat Kai menggenggam tangan Alexa, dan tidak ada penolakan dari istrinya.
Ars mengepalkan tangannya, ia membenci karena melihat semua ini. Alexa istrinya, dia miliknya.
Disaat melihat Alexa dan Kai berjalan bergandengan tangan dan saling memandang, bahkan ia melihat pandangan istrinya sama seperti saat memandang dirinya. Ars menjadi semakin emosi.
Ars menghampiri mereka saat mereka hendak pergi menaiki mobil Kai. Ars lantas langsung menarik Kai dan memukulinya membabi buta.
Namun di tengah pukulannya istrinya malah dengan sengaja menghadangnya agar berhenti memukuli Kai. Hatinya sakit, sungguh-sungguh sakit saat melihat istrinya menghadang dirinya hanya untuk pria lain.
Flash back off
***
Sesampainya di mansion, Alexa berjalan lebih dulu masuk kedalam.
"Kak Lexa baru pulang?," tanya Vio yang melihat Alexa berjalan cepat.
"Kak Lexa kenapa?," ucapnya pada dirinya sendiri. Lalu Vio juga melihat Ars berjalan cepat menuju kamarnya.
"Mereka kenapa," ucap Vio kembali. Ia pun segera menuju ke ruang makan untuk mengisi perutnya.
Sedangkan saat ini Lexa lebih memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan memejamkan matanya.
Ars pun menyusul sang istri dan memeluknya dari belakang. Alexa membiarkan Ars memeluknya tanpa penolakan. Mungkin ia terlalu lelah bila harus berdebat dengan suaminya. Hatinya benar-benar kecewa kepada suaminya yang tidak pernah bisa tegas kepada Mia.
Alexa sangat muak dengan suaminya yang selalu menyakitinya lagi dan lagi. Alexa telah kalah. Ucapan Mia terbukti, mulai sekarang ia benar-benar akan menyerah dengan hubungan ini. Ia akan mengikhlaskan Ars untuk Mia.
"Kak Ars, aku ingin kita berpisah," ucap Alexa, membuat Ars begitu sakit mendengar kata-kata itu keluar dari bibir istrinya.
"Tidak, jangan katakan itu, kau hanya sedang emosi saat ini, tidurlah aku tidak ingin kau mengucapkan kata itu sayang," ucap Ars, ia takut kehilangan Alexa. Ia tidak ingin istrinya pergi meninggalkannya.
Ars menciumi kepala Alexa berkali-kali,ketakutan akan kehilangan istrinya menyeruak dalam hatinya.
Alexa hanya miliknya, ya, Alexa hanyalah miliknya dan akan selalu begitu. Hanya kata itu yang Ars ucapkan dalam hati.
"Tapi keputusan ku sudah bulat, aku tidak ingin menghalangi cintamu dan Nona Mia. Setelah kita berpisah, kau bisa bersamanya." Ucap Alexa menahan sesak.
Ars menggelengkan kepalanya, air matanya menetes mendengar ucapan yang keluar dari mulut istrinya.
__ADS_1
"Tidak sayang, aku mencintaimu, dan hanya mencintaimu. Aku tidak pernah mencintainya, jangan ucapkan apapun lagi. Aku tidak ingin mendengarnya. Aku tidak ingin berpisah denganmu."
Alexa hanya terdiam, ia pun tidak lagi mengatakan kata apapun malam itu. Namun keputusannya sudah bulat. Ia tidak bisa lagi mempertahankan Ars disisinya.
"Aku mencintaimu kak, tapi mencintaimu sungguh begitu menyakitkan." ucap Alexa dalam hati.
Malam ini mereka memejamkan mata mereka. Namun sedetikpun mereka tidak tidur.
Alexa memutuskan untuk bangun pagi-pagi sekali. Ia pun melepaskan pelukan suaminya. Iajuga berfikir suaminya masih tidur. Padahal Ars hanya memejamkan matanya saja. Karena semalaman Ars tidak bisa tidur memikirkan kata-kata istrinya yang membuatnya begitu sakit. Alexa pun segera menuju kamar mandi.
Alexa membasuh wajahnya, ia memutuskan untuk pergi. Ia tidak akan lagi mempertahankan seseorang yang terus saja menyakitinya. Hatinya begitu rapuh saat ini, namun dia harus kuat.
Sedangkan Ars, ia mengambil nafas dalam saat istrinya melepaskan pelukannya. Ia pun juga pergi menuju ke ruang kerjanya.
Ars memikirkan semuanya, memikirkan dirinya yang terus menyakiti istrinya.Namun ia juga merasa marah saat melihat istrinya begitu dalam menatap Kai malam itu.
Ars memukul tembok berkali-kali saat memikirkan dirinya yang menyakiti istrinya dan mengingat kejadian semalam. Hingga darah segar mengalir dari tangan Ars.
Disaat bersamaan Alexa membuka pintu ruang kerja Ars. Ia terkejut melihat tangan Ars yang berdarah.
Alexa kemudian mencari kotak obat untuk mengobati luka di tangan suaminya.
Alexa tetap diam saat membalut luka di tangan suaminya. Ia tahu sedari tadi suaminya terus menatapnya. Namun ia tidak menghiraukannya. Ia takut akan luluh dengan menatap mata suaminya.
Setelah selesai membalut luka di tangan suaminya, Alexa menyampaikan maksudnya saat ini.
"Aku mau pulang kak. Dulu kau pernah mengucapkan kita akan berpisah setelah orang tua ku kembali. Dan sekarang Mama dan Papa sudah kembali. Aku ingin kita berpisah." ucap Alexa.
Ars memejamkan matanya, hatinya sesak mendengar kata perpisahan. "Tapi aku tidak ingin berpisah denganmu Lexa. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu," ucap Ars menunduk.
"Kau mencintaiku, tapi kau terus menyakitiku. Kau mencintaiku tapi kau juga berbohong padaku. Cinta tidak seperti itu kak.Karena cinta tidak akan pernah saling menyakiti, cinta tidak akan membohongi. Tapi yang kau lakukan?," Alexa mengambil nafasnya dalam-dalam. Hatinya sungguh merasa sesak.
"Aku sudah berusaha mempertahankan mu, tapi kau tidak ingin ku pertahankan. Aku tidak pernah berbohong padamu, tapi kau membohongiku. Aku lelah kak, tolong izinkan aku untuk pergi!," ucap Alexa memohon.
Ars merasa kacau saat ini, permintaan istrinya sungguh membuatnya terluka. Ars hanya terdiam, ia tidak mampu berkata apapun.
Hingga Alexa pergi dari hadapannya pun ia tidak menyadarinya.
Alexa sudah memutuskan untuk pergi, ia sudah mengepak kopernya. Alexa melangkah pergi meninggalkan Ars. Keputusannya sudah bulat. Air matanya terus saja mengalir saat ini,hingga akhirnya mobilnya benar-benar telah meninggalkan mansion dan menuju ke bandara. Karena semalam ia sudah memesan tiket untuk pulang pagi ini.
Ars baru menyadari bahwa Alexa sudah tidak ada. Ia pun berusaha mengejar Alexa, namun sejauh apapun dirinya mengejar tetap saja ia tidak dapat mengejarnya.
Saat ia sampai di bandara, pesawat yang Alexa tumpangi telah take off. Ars sungguh-sungguh menyesali semuanya.
Ia pun kembali menuju mansionnya, hatinya kacau saat ini. Dia pria, namun air matanya menetes karena ditinggal cintanya pergi.
****
Othor mungkin tidak akan up untuk beberapa hari kedepan genks. Dikarenakan kedua anak othor sedang flu🙏🙏.
__ADS_1
Othor merasa eps kali ini amburadul karena othor tidak bisa fokus nulis. Mohon di maklumi😭😭.