
Nani mengerjapkan matanya kala terpapar silau matahari dari celah jendela kamarnya. Ia merasakan sebuah tangan melingkar di pinggangnya.
Nani pun membuka matanya, didepannya kini disuguhi oleh pemandangan suaminya yang masih terlelap. Rona merah terlihat jelas di wajah Nani saat ini.
Nani teringat akan pergulatan panas mereka semalaman. Ia tersenyum malu menatap wajah suaminya yang masih memejamkan matanya
Ia pun berniat untuk beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya oleh sisa-sisa keringat akibat pergulatan panas tadi malam.
Nani melepaskan perlahan tangan suaminya yang terpaut di pinggangnya.Namun disaat ia hendak melangkahkan kakinya. Terasa sangat nyeri sekali di bawah sana.
"Auwww, sakit sekali," rintih Nani.
Dan rintihan itu membuat sepasang mata yang tadinya terpejam, kini terbuka.Alex membuka matanya kala mendengar suara rintihan di telinganya.
Alex melihat Nani yang kesakitan, ia pun segera bangun dan menghampiri Nani. Ia panik saat melihat Nani kesakitan.
"Apa yang terjadi, kau kenapa sayang?," tanya Alex panik.
"Sakit sekali disini," ucap Nani ,tangannya menunjuk ke arah dimana rasa sakitnya.
Seketika Alex tersenyum, ia pikir terjadi sesuatu kepada istrinya. Tapi ternyata, rasa sakit itu malah membuatnya bahagia.
"Memangnya kau mau kemana sayang?," tanya Alex lembut.
"Aku ingin ke kamar mandi," ucap Nani dengan wajah yang memerah. Ia baru menyadari bahwa dirinya dan suaminya saat ini belum mengenakan pakaian.
"Terimakasih sayang karena kau sudah menjaganya untukku. Aku akan membuatnya tidak sakit lagi," ucap Alex seraya mengangkat tubuh istrinya menuju kamar mandi.
Mereka pun akhirnya melakukannya lagi di kamar mandi. Mandi yang seharusnya berjalan semestinya kini terjadi lebih lama.
*******
Beberapa hari kemudian
"Sayang, aku ingin kita berlibur," rengek Ajeng.
Kau ingin berlibur kemana sayang?," tanya Jonathan mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya kearah istrinya.
"Aku ingin sekali kita ke pantai yang disana hanya ada keluarga kita," ucap Ajeng membayangkan apa yang ada di pikirannya.
Jonathan memikirkan kemana ia harus menuruti keinginan istrinya itu. Ia pun tersenyum karena telah mendapatkan tempat dimana mereka akan berlibur nanti.
__ADS_1
"Aku tahu tempat yang indah yang tempatnya di dekat pantai sayang. Disana ada sebuah villa yang sangat mewah. Tempat itu milik presiden AS. Tapi ia sering menyewakannya kepada orang-orang tertentu. Tapi kau tenang saja, aku akan menyewanya untukmu," ucap Jonathan tersenyum mengusap kepala istrinya.
"Benarkah?," ucap Ajeng girang.
Jonathan menganggukkan kepalanya menyahuti ucapan sang istri.
"Tapi aku juga ingin mengajak Nani dan Alex, boleh ya sayang," Ajeng kembali merengek.
"Tidak boleh, aku berencana untuk kita berbulan madu ke sana. Kau malah merusak rencanaku."
"Tapi sayang, mereka juga belum bulan madu. Pasti akan menyenangkan bila kita kesana bersama," rengek Ajeng.
"Terserah padamu saja, asalkan nanti mereka tidak mengganggu kita," ucap Jonathan cemberut.
Tadinya ia berniat akan kesana bertiga saja, namun kini istrinya telah berkeinginan. Dan Jonathan tidak mau membuat kecewa istri kesayangannya itu.
"Yeeei... makasih suami tampan ku," ucap Ajeng memeluk erat tubuh suaminya.
"Memang aku tampan," ucap Jonathan narsis.
"Ish...," Ajeng mencebik mendengar kenarsisan suaminya.
Beberapa hari kemudian Jonathan pulang dari kantornya dengan keadaan cemberut. Ia pun langsung duduk di sofa dengan menengadahkan kepalanya sambil memejamkan matanya.
"Sayang, apa kau capek?, aku pijat ya," tawar Ajeng.
Jonathan hanya mengangguk pertanda mengiyakannya.
Ajeng mulai memijat pundak suaminya.
"Sayang maafkan aku," ucap Jonathan masih dengan memejamkan matanya.
Ajeng mengernyitkan dahinya mendengar ucapan suaminya. "Kenapa kau minta maaf sayang?, apa kau melakukan kesalahan, atau kau punya selingkuhan," ucap Ajeng membuat Jonathan seketika membelalakkan matanya.
Jonathan langsung terduduk dan menatap istrinya yang saat ini terlihat berkaca-kaca. Maksud hati ingin memberitahu tentang liburannya yang gagal. Sekarang istrinya malah berkata hal yang membuatnya terkejut.
"Huwaaaa....,jadi kau benar-benar punya selingkuhan?!, kamu jahat... jahat..!," ucap Ajeng menangis sambil memukuli legan suaminya.
Jonathan benar-benar bingung dengan tingkah istrinya belakangan ini yang emosinya berubah-ubah. Jonathan berfikir apakah istrinya kini sedang datang bulan.
"Sayang, jangan menangis, dengarkan aku dulu. Aku tidak pernah selingkuh darimu sayang," ucap Jonathan menyangkal tuduhan istrinya.
__ADS_1
"Lalu kenapa kau tiba-tiba minta maaf padaku kalau kau tidak punya selingkuhan," ucap Ajeng diselingi Isak.
Jonathan memijit pelipisnya, ia benar-benar pusing menghadapi istrinya akhir-akhir ini.
"Kita sepertinya tidak jadi berlibur ke tempat yang ku katakan waktu itu sayang," ucap Jonathan berusaha menjelaskan kepada Ajeng.
Seketika itu tangis Ajeng pun mereda, ia menatap wajah suaminya. "Jadi kau benar-benar tidak memiliki selingkuhan, hanya aku istrimu, wanita yang kau cintai?," ucap Ajeng mengusap air matanya.
"Iya sayang, kau jangan pernah berpikir macam-macam. Karena kaulah satu-satunya wanita yang aku cintai," ucap Jonathan mengusap air mata istrinya.
Ajeng memeluk tubuh suaminya. "Maafkan aku sudah menuduhmu sayang."
Lalu Ajeng mendongak menatap wajah suaminya.
"Kenapa kita tidak jadi kesana sayang, apa ada masalah?," tanya Ajeng masih dalam pelukan suaminya.
Jonathan mengusap lembut kepala Ajeng. "Tadi sekertaris presiden mengatakan bahwa pulau itu sudah bukan milik presiden lagi. Presiden telah memberikannya kepada seseorang," ucap Jonathan. Dan itu membuat Ajeng begitu kecewa.
Pasalnya Ajeng sudah memberi tahu Nani dan Alex bahwa mereka akan berlibur ke pulau X. Tapi kini semuanya hanyalah angan-angannya saja.
"Siapa bilang kita tidak jadi berlibur?," ucap Ars yang baru keluar dari kamarnya menghampiri Mami dan Papinya.
Tanpa sengaja Ars mendengar percakapan antara kedua orang tuanya itu.
Jonathan dan Ajeng pun menatap putranya dengan kening berkerut.
"Nak,tadi sekertaris presiden AS mengatakan bahwa pulau itu sudah berpindah tangan menjadi milik orang lain. Kita tidak bisa kesana, karena Papi tidak tahu siapa pemilik pulau itu sekarang."
Ars menyunggingkan senyumnya membuat Ajeng dan Jonathan heran.
"Mami dan Papi tidak usah khawatir, kita pasti akan pergi ke sana. Karena Ars lah pemilik pulau yang baru," ucap Ars bangga.
Jonathan dan Ajeng sejenak adu pandang mendengar ucapan putranya. Lalu mereka tertawa menanggapi ucapan Ars.
"Jangan bercanda Ars, kami tahu kau adalah Mr Zero.Tapi mana mungkin pulau itu tiba-tiba menjadi milikmu?. Setahu Papi pulau itu adalah pulau kesayangan presiden AS. Dan beliau memberikannya padamu secara cuma-cuma?. Atau jangan-jangan kau menghabiskan seluruh uangmu untuk membeli pulau itu?," ucap Jonathan diiringi tawa.
Ars menatap kedua orang tuanya jengah.
"Terserah kalau kalian tidak percaya padaku ,kalau kalian tidak mau kesana yasudah biar Ars saja yang ke pulau X," ucap Ars mengerucutkan bibirnya.
...**************...
__ADS_1
Otak blank tak berkesudahan gengks, 😷😷😷
Masih dalam keadaan flu.