Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 89


__ADS_3

Ars berjalan gontai menuju kedalam mansionnya. Pikirannya begitu kacau hari ini. Istri yang sangat ia cintai pergi karena kebodohannya.


Ars sungguh menyesali semuanya. Baru kemarin ia dan Alexa masih baik-baik saja. Tapi kini, dalam sekejap ia kehilangan istrinya.


"Kak Ars," panggil Rai saat melihat sang kakak hendak menuju kamarnya. Rai melihat Ars begitu terlihat berantakan.


Ars pun berhenti tanpa membalikkan badannya


"Kak, kenapa dari kemarin ponsel kakak tidak aktif?. Aku menghubungi mu sejak kemarin siang. Kak, Alexa sudah tahu semua tentang kebohongan mu. Kemarin aku melihatnya di perusahaan,dia sedang menangis. Dan dia juga bertanya padaku tentang kebohongan mu karena masih menjadikan Mia sebagai sekertaris mu. Apa kalian baik-baik saja kak?,"tanya Rai.


Ars terdiam,ia kembali mengingat istrinya yang menangis karena kebodohannya. "Dia sudah pergi Rai. Alexa pergi meninggalkan ku," ucap Ars sangat dalam.


"A-apa...,Aku sudah mengatakan padamu bahwa kau harus berkata jujur kepada Alexa kak. Tapi kenapa dengan bodohnya kau malah membohonginya. Dan aku dengan bodohnya malah membantumu ikut berbohong padanya. Aku sangat menyesal, Aku memang bodoh ikut andil dalam menyakiti sahabatku." ucap Raiden menyesal.


" Kau terlalu jahat kepada Alexa kak. Kau tahu?, Sejak kecil Alexa sudah menyukaimu. Bahkan tanpa sadar seiring berjalannya waktu, perasaan sukanya berubah menjadi rasa cinta yang begitu dalam terhadapmu. Dia selalu berusaha mengambil hatimu. Tapi apa, kau malah sedikit pun tidak pernah melihatnya. Aku mengetahui semua perjuangannya untuk mendapatkan cinta mu kak." ucap Raiden begitu kecewa kepada kakaknya. Ia pun segera meninggalkan kakaknya.


Ars mematung, ia terpaku mendengar ucapan sang adik yang mengatakan bahwa Alexa sudah sejak lama mencintainya.


Ars memutar kembali ingatannya tentang semua hal yang Alexa lakukan dulu. Gadis yang ia pikir adalah pengganggu, ternyata hanya sedang mencari perhatian darinya.


Ars pun kembali teringat saat ia mengabaikan Alexa, bahkan ia pernah membentaknya karena sering mengganggunya. Ia kembali menangis mengingat tentang istrinya. Ternyata selama ini istrinya begitu mencintai nya.


Dan karena kebodohannya, mungkin cinta Alexa untuknya akan terhapus kan. Tidak, itu tidak boleh terjadi. Ars tidak akan pernah membiarkan cinta Alexa untuknya hilang begitu saja.


Ars akan mengejar cinta Alexa, istri yang sangat ia cintai. "Tunggu Aku sayang," batin Ars.


Ars pun masuk ke dalam kamarnya. Saat memasuki kamarnya, Ars kembali teringat akan kenangannya bersama Alexa beberapa hari terakhir.


Ars kembali tergugu, penyesalan memang selalu datang diakhir. Ars menatap ke segala arah dimana ia dan istrinya pernah merasakan bahagia saat mereka bersama.


Ars membuka lemari pakaian istrinya, saat ini Ars ingin sekali memeluk Alexa. Terlihat disana masih ada beberapa baju istrinya yang masih tertinggal.


Ars mengambil satu diantaranya, dan memeluk baju tersebut seakan ia memeluk sang istri. Namun saat ia mengambil baju istrinya tadi,ada sesuatu yang terjatuh dari sana.

__ADS_1


Ars lalu mengambil sebuah gulungan kertas yang terjatuh tersebut. Ada sebuah membingkai gulungan kertas itu. Ars pun segera membuka tali pita tersebut dan membuka gulungan kertas itu.


Hatinya semakin sesak melihat lukisan wajahnya dan dua orang anak kecil yang berdiri berjauhan. Ia bisa menebak siapa dua anak kecil tersebut.


Ars seorang pria, namun dia menangis tergugu saat membaca tulisan pada lukisan tersebut.


Entah sampai kapan cinta ini ada di hatiku. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Tapi mungkin cintamu bukan untukku.


Ars terisak, Ia bodoh tidak bisa melihat cinta Alexa selama ini. Ars bahagia, namun Ars juga sedih.


Bahagia karena Ia tahu bahwa ternyata istrinya begitu mencintai dirinya. Dan sedih karena kini istrinya telah pergi meninggalkan dirinya.


Ars berjalan menuju tempat tidurnya, Ia duduk memandangi foto pernikahannya dengan Alexa. Foto pernikahan yang belum mereka rayakan.


Ars mengambil bingkai foto tersebut dan memeluknya erat. Ia menangisi kepergian istrinya. Ia menyesal, semuanya menjadi satu dalam hatinya. Hingga tanpa sadar mata itu pun mulai terpejam. Mungkin Ars lelah karena menangis, dan juga karena semalaman Ia tidak bisa memejamkan matanya sama sekali.


Ars tidur dengan memeluk erat bingkai foto dan baju istrinya dalam pelukannya.


***


Kini mereka sedang berkemas untuk kembali pulang.


Sedangkan Ars kini telah terbangun dari tidurnya. Ia bermimpi istrinya pergi meninggalkan dirinya. Namun saat ia menyadarinya, ternyata semua itu bukanlah mimpi, tapi semua itu adalah nyata. Istrinya benar-benar meninggalkan dirinya karena kebodohannya.


Ars segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelahnya ia pun turun kebawah. Hingga Ia melihat Rai dan Vio sedang membawa koper mereka. Ars pun segera menghampiri mereka.


"Kalian mau kemana?," tanya Ars.


"Kami mau pulang, kami tidak ingin tinggal bersama orang yang terus menyakiti kak Alexa,"ucap Vio ketus.


"Tapi aku membutuhkan bantuan mu Rai. Bagaimana dengan pekerjaan di perusahaan nanti. Siapa yang akan membantu ku?."


"Kenapa kau tidak minta tolong saja kepada sekertaris kesayanganmu itu!,"ucap Rai. Dan itu membuat Ars terdiam.

__ADS_1


"Ayo Vio kita pulang!," ajak Rai. Mereka pun meninggalkan Ars sendirian di sana.


Ars sadar bahwa Ia pantas mendapatkan semua ini. Semua orang di dekatnya membencinya, bahkan adiknya sendiri juga membencinya.


Ia pun mengirimkan pesan kepada seseorang untuk bertemu di restoran X.


***


Ars memasuki restoran X dengan langkah kaki panjangnya. Ia melihat di sana sudah ada seseorang yang ia ajak bertemu sudah duduk di sana dan meminum secangkir kopi.


Ars menghampirinya dan duduk di depannya.


"Jangan pernah dekati istriku lagi!," ucap Ars dingin.


Kai menatap Ars dan tersenyum sinis. "Atas dasar apa kau melarang ku mendekati istrimu?!," ucap Kai sinis.


Ya, orang yang Ars ajak bertemu adalah Kai. Ars tidak ingin Kai mendekati Alexa lagi. Karena Alexa adalah istrinya, dan hanya miliknya.


"Karena aku suaminya!"


"Ya,kau memang suaminya. Tapi kau suami yang terus membuatnya terluka. Kau selalu menyakitinya dengan kedekatan mu dan sekertaris mu itu."


"Kau tahu, disaat hatinya tersakiti, Aku bisa membuatnya tertawa. Aku lebih bisa membahagiakan dirinya dari pada kau. Jadi lepaskan dia karena aku akan membahagiakan dia!," ucap Kai penuh penekanan.


Ars pun menjadi marah mendengar ucapan Kai. Hatinya terasa panas saat Kai menyuruhnya untuk melepaskan Alexa. Karena itu tidak akan pernah terjadi.


Ars langsung meninju wajah Kai seketika, begitu juga dengan Kai. Kai membalas pukulan Ars dengan keras. Kai tahu ia salah karena menyukai istri orang lain. Tapi hatinya sakit saat melihat tetesan air mata yang keluar dari mata Alexa. Jadi ia memutuskan untuk merebut Alexa dari seorang Ars.


Mereka berhenti saat merasa lelah saling memukul. Untungnya Ars sudah memboking restoran tersebut, jadi tidak ada yang melihat perkelahian antara dua orang pimpinan perusahaan yang sama terkenalnya itu.


"Aku tidak akan menyerah, Aku akan tetap merebutnya darimu!," ucap Kai.


"Dalam mimpimu!," ucap Ars, kemudian ia pun segera pergi dari restoran tersebut.

__ADS_1


****


__ADS_2