Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 104


__ADS_3

21+++


Diharap yang belum cukup umur di skip membacanya 👇👇🙈🙈


Keduanya sama-sama terdiam dalam kegelapan malam ini. Yuna pun masih memeluk erat lengan Rai. Saat ini mereka tengah berada di atas ranjang.


Pertama kali pasangan suami istri itu tidur satu ranjang. Namun Yuna sulit sekali untuk memejamkan matanya. Suara petir terus saja mendayu-dayu dalam pendengarannya.


Sedangkan Rai, entah kenapa, saat ini Ia merasakan kenyamanan saat bersama dengan Yuna. Berbeda saat sebelum mereka saling mengenal satu sama lain.


"Yuna, Apa Kau sudah tidur?," tanya Rai.


"Belum, ada apa?," tanyanya.


"Apa kau memiliki seorang kekasih atau orang yang Kau sukai?."


"Kenapa kau bertanya pertanyaan seperti itu Rai?."


"Aku hanya ingin tahu," ucap Rai jujur.


"Sebenarnya aku pernah menyukai seorang pria Rai, tapi sayangnya dia sudah menikah dengan orang lain." ucap Yuna sendu.


Yuna memang pernah menyukai kakak kelasnya dulu. Hingga saat pria itu pindah ke London dan kuliah di sini, Yuna pun mengikutinya. Yuna menyukai pria itu dalam diam, dan disaat Ia memantapkan hati untuk menyatakan perasaannya, ternyata pria itu telah bertunangan dengan gadis lain. Akhirnya Yuna pun berhenti untuk menyukainya. Dan menerima takdir Tuhan yang tidak menjodohkannya dengan pria itu.


Mendengar ucapan Yuna Ars pun terbahak-bahak. "Nasibmu sungguh tragis Yuna, Kau tahu?, ku pikir pria yang Kau sukai itu juga tidak akan menerima mu bila kau menyatakan cinta padanya?," cibir Rai.


"Apa maksudmu Rai?!."


"Dia pasti akan lari bila melihat gadis seperti mu. Kau tahu?, dandanan mu itu sangat ketinggalan jaman sekali. Dan Kau juga tidak secantik Celine," ucap Rai merendahkan.


Yuna pun menjadi terpancing emosinya mendengar ucapan Rai.


"Rai, bisa tidak Kau sekali saja jangan pernah membandingkan ku dengan kekasihmu itu." Ucap Yuna kesal.


"Baiklah, aku tidak akan membandingkan kalian lagi. Asalkan...," Rai tersenyum penuh arti, namun tak dapat Yuna lihat karena di sana begitu gelap. Hanya cahaya flash ponsel Rai saja yang menerangi kamar itu.


Rai menatap Yuna dengan pandangan yang sulit di artikan.

__ADS_1


"Asalkan Apa Rai?," tanya Yuna yang tidak mengerti.


Rai pun membisikan kata-kata ke telinga Yuna, membuat Sang empunya merasakan desiran aneh saat sapuan nafas Rai membelai telinga Yuna.


Namun saat mendengar kata yang suaminya ucapkan itu, Yuna pun segera menjauhkan tubuhnya dari Rai. Namun tepat di saat itu, suara petir kembali menggelegar membuat Yuna bergerak cepat memeluk tubuh suaminya.


"Bagaimana, Kau menyetujuinya?," tanya Rai tersenyum tipis.


"Tidak!!!, aku tidak akan pernah melakukannya!," tolak Yuna.


"Tapi Aku laki-laki normal Yuna, dan Kau dari tadi terus saja menempel pada ku. Apa kau kira Aku bisa menahan sesuatu di bawah sana?, lagi pula Kau adalah istri sahku apa salahnya?." ucap Rai jujur. Karena memang sedari tadi Rai menahan sesuatu yang begitu sesak di bawah sana.


Belum sempat menjawabnya, tiba-tiba saja Rai sudah mengukung tubuh Yuna di bawahnya dan berusaha menatap wajah istrinya yang terlihat cantik di bawah sinar flash ponselnya.


" R-Rai a-apa yang Kau lakukan?, lepaskan!," ucap Yuna begitu berdebar-debar saat ini.


"Tapi aku menginginkanmu Yuna," bisik Rai lembut di telinga Yuna.


"Tapi..."


Ucapan Yuna terhenti kala Rai mel..umat bibirnya begitu lembut. Rasa panas menyelimuti tubuhnya, desiran yang Ia rasakan membuat tubuhnya seakan tak mampu melawan apa yang suaminya lakukan saat ini.


Hingga des...ahan itu keluar dari mulut Yuna saat ciuman itu beralih ke leher jenjangnya. Membuat Rai tersenyum tipis.


"Aku akan melakukannya dengan lembut sayang," ucap Rai yang sudah tidak mampu melawan has...ratnya pada tubuh istrinya itu.


Entah mengapa, tubuh Yuna seakan menyambut sentuhan Rai yang begitu memabukkan menurutnya. Entah sejak kapan, tubuh keduanya sudah sama-sama polos. Rai begitu mengagumi bentuk tubuh istrinya yang begitu indah karena lampu kamar itu tiba-tiba menyala.


Yuna pun tersadar, Ia berusaha untuk menutupi tubuhnya yang polos dari pandangan suaminya. Ia begitu malu saat melihat Rai yang terus saja memandangi tubuhnya yang polos.


Yuna juga memalingkan wajahnya saat melihat tubuh kekar suaminya itu.


"Aku tidak sadar ternyata Yuna memiliki tubuh yang begitu indah,"ucap Rai dalam hati.


Rai kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Yuna yang begitu manis. Sungguh manis rasanya hingga rasanya Rai tidak ingin melepaskan bibir Yuna.


"Raii...," de..sah Yuna saat tangan Rai mulai menelusuri bagian-bagian sensitif tubuhnya.

__ADS_1


"Ya, panggil namaku sayang," ucap Rai yang sudah diselimuti oleh gairah yang begitu tinggi. Rai ingin lebih lagi, kini mereka melakukannya dengan kesadaran. Dan itu membuat keduanya dapat menikmati bagaimana indahnya bercinta.


Yuna terus saja mende...sah memanggil nama Rai saat suaminya itu berhasil menerobos masuk ke bawah sana dengan miliknya.


Sungguh masih begitu sempit sekali milik istrinya itu, sehingga membuat Rai merasakan nikmatnya yang luar biasa. Keduanya saling mende..sah satu sama lain menyebutkan nama pasangan masing-masing.


Rai terus saja memompa miliknya dengan begitu cepat, membuat Yuna merasakan hal yang begitu aneh. Tubuhnya seakan bergetar sangat hebat merasakan sesuatu yang terasa ingin keluar.


"Ah.. Rai..."


"Tunggu Aku sayang," ucap Rai dengan terus memompa miliknya itu lebih cepat.


Dan sesuatu yang menyiksa keduanya itupun akhirnya keluar secara bersamaan, hingga membuat keduanya saling berpelukan merasakan getaran hebat namun begitu nikmat untuk dirasakan.


Rai tersenyum menatap wajah lelah istrinya, lalu ia pun mengecup lembut kening Yuna. Terimakasih sayang," ucap Rai lalu menjatuhkan dirinya di samping Yuna dan membawa Yuna kedalam pelukannya. Hingga keduanya pun terlelap dalam tubuh yang masih sama-sama polosnya.


***


Keesokan paginya


Yuna merasakan tubuhnya tak dapat ia gerakkan, Ia pun mencoba untuk membuka matanya. Dan betapa terkejutnya dirinya saat mendapati Rai yang tengah memeluknya tanpa mengenakan sehelai benang pun dan begitu juga dengan dirinya.


Yuna memutar kembali ingatannya, wajahnya memerah mengingat apa yang mereka lakukan semalam.


"Apa yang kulakukan semalam?," ucapnya pelan. Iapun perlahan menyingkirkan tangan suaminya itu. Namum tiba-tiba saja tangan Rai kembali menariknya kedalam pelukannya.


"Kau mau kemana hum?," tanya Rai dengan mata yang masih terpejam.


Yuna seakan mati kutu, Ia benar-benar malu saat ini.


Rai pun membuka matanya, Ia dapat melihat wajah malu Yuna yang begitu menggemaskan. Sesuatu di bawah sana kembali memegang.


"Aku mau lagi," ucap Rai dengan pandangan berkabut.


Lalu ia kembali melancarkan aksinya di pagi yang menurutnya begitu panjang. Peluh kembali bercucuran diantara keduanya. Kejadian semalam pun terulang kembali.


***

__ADS_1


Ya ampun 🙈🙈🙈 harap di skip 🤐🤐


__ADS_2