Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 57


__ADS_3

21+++


"Aunty, apakah Paman Alex menyakitimu?, Aunty tidak apa-apa kan?," tanya Ars. Dalam hati ia mentertawakan Alex.


"Ti..tidak Ars, Aunty tidak apa-apa, Kau sudah makan siang Ars?," tanya Nani terlihat sangat canggung.


"Ars menghabiskan makan siang Ars dengan cepat Aunty. Ars ingin menemani Aunty jadi Ars makan dengan cepat," ucap Ars.


Nani yang melihatnya merasa gemas dengan cara berbicara Ars yang menurutnya sangat lucu. Berbeda dengan Alex, wajahnya terlihat sangat kesal saat ini. Membuat Ars tertawa geli dalam hati.


"Paman kenapa wajahnya seperti itu?, apa karena Paman lapar?. Kalau Paman lapar makan saja Paman, karena di meja makan masih banyak makanan," ucap Ars tanpa rasa bersalah.


Nani menjadi tidak enak dengan Alex, karena menyuapinya, jadi Alex melupakan makan siangnya.


"Suamiku, maafkan aku karena membuatmu menyuapiku sehingga kau melupakan makan siang mu," ucap Nani menundukkan kepalanya.


"Tidak Na, aku memang belum lapar."


"Tidak, kau harus makan siang. Aku tidak ingin kau sakit,'ucap Nani.


" Iya Paman, kau makan siang lah, aku yang akan menemani Aunty disini, "ucap Ars.


Alex menatap tajam Ars, namun Ars hanya terkekeh.


Dengan kesal Alex keluar dari kamar Nani menuju meja makan. Saat sampai di meja makan, ia melihat Ajeng yang akan membereskan meja makan.


" Nona,"panggil Alex menghentikan kegiatan Ajeng.


"Ya Lex, apa kau mau makan?."


Alex terdiam sejenak, sebuah ide muncul di kepalanya.


"Tidak Nona, saya belum lapar. Bisakah saya minta tolong sesuatu kepada Anda?."


Ajeng mengerutkan keningnya. "Kau mau minta tolong apa Lex?"


"Saya benar-benar ingin memperbaiki hubungan saya dengan Nani Nona. Tapi Ars selalu mengganggu saya. Bisakah Anda mengajak Ars pulang atau jalan-jalan Nona?," ucap Alex memohon.


Ajeng ingin tertawa melihat wajah Alex yang memelas saat ini. "Apa sekarang kau merasa tersiksa karena Ars selalu mengganggumu saat ingin dekat dengan istrimu Lex?," ucap Ajeng menahan senyumnya.

__ADS_1


Alex menatap ke segala arah, ia malu untuk mengakuinya.


"Tenanglah Lex aku akan membantumu, aku akan membawa pergi Ars.Jadi kau bisa berduaan dengan istrimu," ucap Ajeng terkekeh.


"Terimakasih Nona," ucap Alex bercampur malu.


Ajeng pun menuju kamar Nani, kali ini ia akan membuat Alex dan Nani tidak akan ada yang mengganggu.


"Ars sayang, papimu menyuruh kita untuk ke perusahaannya. Sepertinya Papi akan mengajak kita jalan-jalan," ucap Ajeng.


"Baiklah Mam, ayo kita berangkat," ucap Ars girang.


Alex merasa lega Ars tidak akan mengganggunya lagi.


"Paman, Ars titip Aunty," ucap Ars lalu ia berjalan melewati Alex yang ada di depan pintu kamar istrinya.


"Sekarang tidak akan ada yang mengganggu kalian, kami pergi dulu," ucap Ajeng meninggalkan Alex.


"Akhirnya," ucapnya, lalu ia kembali ke kamar Nani dan menutup pintu kamar tersebut.


"Kau sudah selesai makan?," tanya Nani.


Namun Alex menatapnya penuh arti. Alex pun mulai mendekati Nani. "Na, ada yang ingin ku katakan padamu," ucap Alex yang kini memegang tangan istrinya.


"Maafkan aku Na, selama ini aku selalu menyakitimu. Aku merasa cemburu bila melihatmu bersama pria lain. Aku cemburu sehingga malah keluar kata-kata kasar yang menyakitimu. Maafkan aku,aku mencintaimu Na, aku sangat mencintaimu," ucap Alex mencium kedua tangan Nani.


Sedangkan Nani tertegun mendengar pengakuan suaminya. Air matanya menetes, ia bahagia karena suaminya mencintainya.


"Aku memaafkan kesalahan mu Lex. Dan aku juga mau minta maaf. Sebenarnya aku tidak amnesia, aku mengingat semuanya. Aku.. aku hanya ingin menghukumu," tutur Nani.


Alex mengerutkan keningnya."Jadi kau berbohong padaku?, kau akan menerima hukuman ku karena telah membohongiku," ucap Alex tersenyum penuh arti.


Alex mulai mendekatkan wajahnya, ia melihat wajah panik istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan.


"A..apa yang akan kau lakukan," ucap Nani panik.


"Menurutmu?"


Alex terus mendekatkan wajahnya, lalu ia berbisik di telinga istrinya. "Aku ingin melakukan tugas suami yang tertunda selama ini," bisik Alex, membuat tubuh Nani berdesir.

__ADS_1


Alex menatap lembut wajah istrinya, pandangannya beralih pada bibir merah istrinya yang sempat ia rasakan. Alex mencium kening, pipi dan terakhir bibir istrinya yang begitu membuatnya candu. Hingga mereka berciuman dengan waktu yang cukup lama. Mereka benar-benar merasakan kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan.


Alex mulai membaringkan tubuh Nani dengan perlahan. Ia pun kembali memagut bibir merah itu. Tangannya tidak berhenti menyentuh setiap lekuk tubuh Nani.


Hingga membuat Nani menyebut namanya dengan indah. Ciuman Alex mulai turun ke leher istrinya dan menciptakan sebuah tanda cinta disana. Dan itu membuat Nani melenguh karenanya.


"Alex..."


"Ya, teruslah sebut namaku sayang"


Perlahan Alex mulai membuka Pakaian istrinya. Hingga kini tubuh polos istrinya terpampang indah didepannya.


Nani hendak menutupi bagian sensitif miliknya, ia malu suaminya terus menatapnya.


Alex pun juga melepaskan pakaian yang melekat pada tubuhnya. Dan kini keduanya benar-benar polos. Nani menutup matanya saat melihat milik suaminya.


Namun Alex kembali menciumi leher istrinya. Dan semakin lama ciuman itu semakin turun hingga ke dua buah kenyal yang membuat libidonya naik turun sedari tadi.


Alex meraup kedua cery yang ada disana, hingga membuat Nani benar-benar kehilangan akalnya. Ia meremas rambut Alex dengan menggeliat. Semua itu benar-benar membuatnya terasa seperti melayang.


Hingga bibir Alex semakin turun dan sampailah di inti istrinya yang membuatnya menjerit.


"Alex... ah...."


Alex terus bermain dibawah sana, hingga beberapa saat ia merasakan tubuh Nani yang mengejang. Dan membuat di bawah sana semakin basah.


"Aku sudah tidak bisa menahannya sayang. Aku janji akan pelan-pelan," ucap Alex dengan pandangan berkabut.


Ia mulai memasukkan miliknya kedalam milik istrinya. Awalnya begitu susah untuk memasukkannya. Hingga beberapa saat kemudian Alex pun berhasil memasuki milik istrinya itu.


Dan itu membuat Nani mengerang kesakitan, hingga Nani menggigit pundak Alex.


Alex mulai memaju mundurkan tubuhnya, Dengan perlahan rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat yang membuat Nani selalu menyebut nama Alex.


Alex pun menyebut nama istrinya saat merasakan betapa nikmatnya gelora cinta yang ia rasakan.


Hingga beberapa saat kemudian, Alex semakin cepat memaju mundurkan tubuhnya. Dan tubuh keduanya pun mulai meremang.


"Sayang.... ah....," ucap keduanya saat nikmat yang hakiki itu mendera keduanya. Hingga Alex mencium kening istrinya. "Terimakasih sayang," ucapnya. Lalu ia membaringkan tubuhnya di samping istrinya. Alex menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya dan istrinya. Mendekapnya erat, hingga keduanya terlelap dalam keadaan yang polos. Mereka pun memasuki alam mimpi yang membuat mereka terlelap dalam malam yang istimewa.

__ADS_1


...***********...


🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈


__ADS_2