
Alexa mengerjapkan matanya, ia melihat ke sekeliling ruangan. "Ini seperti di hotel,tapi kenapa aku bisa berada di sini?" ucapnya.
Bersamaan dengan itu Ars keluar dari bath room. Ia keluar hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.
Alexa terkejut, ia langsung memalingkan wajahnya.
"Kau sudah bangun?, kau tidur seperti mati saja, sampai-sampai aku menggendongmu kau tidak terbangun," ucap Ars. ia pun segera mengambil baju gantinya dan membawanya kembali ke bathroom.
"Apa?!,jadi kak Ars yang menggendong ku"
Alexa segera turun dari atas ranjang, ia pun menyibak gorden jendela yang ada di sana. Terlihat jelas pemandangan kota Paris yang begitu indah. Apa lagi menara Eiffel terlihat jelas di depannya. Alexa yakin dirinya ada di lantai atas.
Ars keluar dari bathroom setelah selesai mengenakan pakaiannya. Ia menatap Alexa yang menatap kearah jendela. Ia pun mulai mendekatinya.
"Kau suka?," ucap Ars berbisik di telinga Alexa.
Alexa terkejut, suaminya berdiri tepat di belakangnya. Hembusan nafas Ars terasa begitu jelas. Jantungnya berdegup kencang merasakan gelenyar di hatinya.
"I-iya, ini indah sekali," ucap Alexa terbata. Ia begitu gugup saat ini.
Ars meraih pinggang Alexa, membuat Alexa sangat terkejut. "K-kak Ars a-apa yang kau lakukan?,lepaskan aku"
"Biarkan seperti ini sebentar saja Lexa," ucap Ars. Ars memeluk Alexa dari belakang, kepalanya ia sandarkan pada pundak Alexa. Membuat Alexa begitu gugup di buatnya. Namun ia tetap membiarkan Ars memeluknya. Ia seakan terhipnotis dengan ucapan suaminya.
Setelah beberapa saat Ars melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh istrinya sehingga menghadap ke arahnya.
Ars menyingkirkan anak rambut Alexa yang menutupi wajah istrinya. Ia menatap cantiknya wajah istrinya saat ini.
Ars semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Alexa.
"Apa dia akan mencium ku lagi?, ah.. tidak bisa!. Kak Ars pikir aku perempuan bodoh yang bisa dengan mudah di tipu!,tidak semudah itu," seringai tipis terukir di bibir Alexa.
"Maaf kak, aku harus mandi," ucap Alexa yang langsung melepaskan pelukan Ars. Ars terkesiap, namun ia tersenyum saat Alexa dengan tergesa berjalan menuju bath room.
Di dalam bathroom Alexa terus saja menggerutu. "Dasar pria tidak punya pendirian, kau pandai dalam membuat hatiku melambung tinggi dengan sikapmu. Tapi kau juga pandai menjatuhkan hatiku hingga ke jurang paling dalam. Huft...tapi tatapan mata itu sungguh membuatku lemah."
Keesokan harinya
Ars berencana ingin mengajak Alexa dan Mia jalan-jalan berkeliling kota Paris.
"Kita akan kemana Ars?," tanya Mia.
"Aku akan mengajak kalian berkeliling kota Paris hari ini dan besok. Lusa baru kita akan pergi menemui Aunty Trisha." ucap Ars
__ADS_1
Mia tersenyum riang, namun berbeda dengan Alexa. Ini lah yang Alexa benci, saat Ars dan Mia bertemu, Ars seperti melupakan dirinya, lalu Ars anggap apa Alexa.
Ars menyewa sebuah mobil beserta drivernya. Saat ini mereka sedang mengunjungi pusat perbelanjaan terbesar di Paris.
"Belanja lah sesuka kalian, aku yang akan membayar semuanya," ucap Ars.
"Tapi Ars, apa ini tidak berlebihan?," tanya Mia.
"Ini adalah hadiah ulang tahun dari untukmu Mia," ucap Ars.
"Baiklah kalau begitu, aku akan menguras isi dompetmu Tuan Ars," ucap Mia dan langsung pergi memilih barang yang akan ia beli.
Ars menatap heran Alexa yang tidak beranjak dari tempatnya.
"Apa kau tidak menginginkan sesuatu Lexa?," tanya Ars.
Alexa menatap nanar suaminya itu, ia begitu benci melihat Ars yang terus memberikan perhatian kepada Mia.
Terlihat jelas di mata Mia akan ketertarikannya terhadap suaminya. Sebuah ide muncul di kepala Alexa.
"Aku ingin kak Ars menemaniku mencari sesuatu yang ku inginkan," ucap Alexa manja, ia pun melingkarkan tangannya di lengan suaminya dan mengajaknya berjalan melewati Mia.
Saat sedang asyik memilih sebuah dasi, Mia tanpa sengaja melihat Alexa yang bergelayut manja di lengan Ars. Dan itu seketika membuatnya begitu cemburu. Mia pun segera menghampiri Ars dan Alexa.
"Ars, coba sini, aku ingin melihat apakah kau cocok dengan dasi ini," ucap Mia yang langsung menarik Ars, sehingga pegangan Alexa terlepas dari lengan suaminya.
"Lihatlah Ars, dasi ini begitu cocok denganmu," ucap Mia seraya menaruh dasi itu di leher Ars.
"Nona Mia, apa matamu sedang bermasalah, lihatlah dasi itu begitu jelek bila di pakai oleh suamiku. Dan suamiku tidak menyukai warna dasi itu. Iya kan sayang?," ucap Alexa tersenyum manis kepada Ars.
Mia mengepalkan tangannya mendengar ucapan pedas Alexa. Namun ia berusaha bersikap baik di depan Ars
Ars begitu heran melihat tingkah Alexa, namun ia begitu menyukai tingkah manja istrinya itu.
Tapi disisi lain Ars teringat beberapa hari yang lalu Mia pernah mengatakan bahwa ia baru putus dari kekasihnya. Dan Mia berpesan agar Ars tidak mengumbar kemesraan di depannya nanti saat di Paris.
"Alexa, jangan berkata seperti itu pada Mia. Aku menyukai warna apapun." ucap Ars.
Alexa tidak habis pikir dengan suaminya.Alexa begitu mengenal Ars sejak kecil. Dan ia tahu warna apa saja yang suaminya sukai.
Tapi suaminya kini malah membela wanita lain di depannya. "Yasudah, kalau begitu kalian lanjutkan saja untuk berbelanja. Aku sedang tidak ingin membeli sesuatu!," ucap Alexa ketus dan langsung pergi kembali ke mobil.
Sedangkan Mia tersenyum menang saat ini. Berbeda dengan Ars, ia merasa bersalah kepada Alexa. Tapi Ars juga tidak ingin membuat temannya terluka karena melihat Alexa bersikap manja terhadapnya. Ars berfikir Mia akan teringat dengan mantan kekasihnya.
__ADS_1
Alexa begitu kecewa dengan sikap Ars. "Berkali-kali kau membuatku kecewa kak Ars,tapi kenapa susah sekali untuk menghilangkan perasaan ini," ucap Alexa hampir saja menitihkan air matanya kalau tidak mendengar ponselnya berbunyi.
Alexa pun melihat pesan di ponselnya, raut wajahnya berubah senang. Sebuah pesan dari Kai membuat seulas senyuman terukir di bibirnya.
"Hai gadis, apa kau tidak merindukanku?" Kai
"Hai Kai, bukankah ini waktunya seseorang bekerja?" Alexa
"Seharian tidak mendengar celotehan mu membuat ku merindukanmu" Kai
"*Kau bos yang pandai membual kawan."
"Kai*" tidak Alexa kembali.
"Apa kau baik-baik saja gadis?"
"Ya, aku baik-baik saja, kembalilah bekerja, kau harus menjadi tuntutan untuk para karyawan mu"
"Baiklah, kabari aku bila kau merindukan ku😉"
"👌siap"
Alexa segera memasukkan ponselnya kedalam tasnya. Ia sedikit merasa lebih baik saat ini.
Tak lama kemudian Ars dan Mia pun juga kembali ke mobil.
"Kenapa kalian cepat sekali?," tanya Alexa.
"Aku juga tidak ingin membeli sesuatu," ucap Ars.
"Maafkan aku Nona Alexa, tadi aku tidak bermaksud..."
"Sudahlah Nona Mia, lupakan saja." potong Alexa.
"Sekarang apakah ada yang ingin kau kunjungi?," tanya Ars.
Alexa memperlihatkan ponselnya kepada Ars. Ia ingin sekali melukis.
"Antar aku ke sini, aku ingin sekali melukis," ucap Alexa membuat Ars terkejut. Ia tidak pernah tahu bila Alexa bisa melukis.
"Kau bisa melukis?," tanya Ars.
"Aku hanya akan melukis bila suasana hatiku sedang buruk. Dan saat ini begitulah yang ku rasakan," ucap Alexa.
__ADS_1
Ars bisa menebak apa penyebab suasana hati istrinya saat ini, dan itu disebabkan oleh dirinya. Jadi Ars menyetujuinya untuk ke tempat yang Alexa inginkan.
***