
Selesai berbicara kepada Alex dan Nani, Ajeng pun segera pulang ke mansion. Karena suaminya sudah menelponnya. Sebenarnya Ajeng masih ingin berlama-lama ngobrol dengan sahabatnya, tapi apa boleh buat, suaminya kini menjadi lebih positif semenjak kejadian penculikan itu.
Nani pun memahami semua itu, bahwa Jonathan sangatlah mencintai sahabatnya. Dia merasa bahagia mengetahui hal itu.
Berbeda dengan dirinya saat ini, namun ia enggan untuk menceritakan masalah rumah tangganya kepada sahabatnya. Nani tidak ingin membebani Ajeng.
Nani pun masuk kedalam dapur, dia menyiapkan makan malam untuknya dan suaminya.
"Makan dulu Lex," ajak Ajeng saat selesai menyiapkan makanan di atas meja.
Alex yang sedang sibuk dengan laptopnya pun mendongak menatap Nani, dia pun menganggukkan kepalanya dan segera beranjak menuju meja makan.
Nani menyiapkan piring dan mengambilkan nasi dan beberapa lauk untuk Alex. Alex sedikit terkejut. "Sudah cukup Na," ucap Alex dan diangguki oleh Nani sembari tersenyum manis pada suaminya,dan dibalas senyuman oleh Alex.
Mereka akhirnya makan malam dengan lahapnya. Setelah selesai Nani pun mencuci piring bekas makannya dan suaminya tadi.
"Lex, besok aku akan restoran Andrew untuk mengatakan bahwa aku akan keluar dari sana." ucap Nani seraya meletakkan secangkir teh hijau untuk Alex.
"kau boleh melakukan apapun yang kau inginkan Na," ucap Alex dengan fokus ke laptopnya.
Nani merasa cemburu dengan laptop Alex,karena Alex terus saja menatap layar laptop itu.
"Sebenarnya apa sih yang dia kerjakan?!," batin Nani merasa kesal. Diapun ingin menggoda Alex.
"Kalau begitu apakah aku boleh punya kekasih?," tanya Ajeng menggoda suaminya.
Mendengar pertanyaan Nani, Alex menatap Nani dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Yes, akhirnya dia berpaling dari laptopnya dan menatapku," ucap Nani dalam hati kegirangan.
__ADS_1
Alex masih menatap wanita yang berstatus sebagai istrinya itu. "Kalau itu membuatmu senang silahkan saja," ucap Alex berubah dingin. Dia segera beranjak dari sofa menuju kamar di sebelah kamar Nani.
Tadinya ruangan itu Alex gunakan untuk ruang kerjanya. Namun kini telah ia sulap menjadi sebuah kamar setelah Alex merombaknya.
Nani terkejut dengan perubahan sikap Alex. "Apa dia marah, aku kan hanya bercanda," ucap Nani menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Nani pun segera beranjak dari sana menuju kamarnya.
******
"Bagaimana kita akan menghabisi wanita itu, penjagaannya sangat ketat. Dan saya lihat, Dev agen terkuat ada disana?," tanya pria bernama Romi.
"Kalau begitu kita culik putranya saja .Aku yakin putranya itu yang akan mewarisi seluruh kekayaan keluarga Anthony," jawab David.
Romi tertawa menyeringai dengan ucapan sang kakak.
Ya, mereka adalah kedua paman Ajeng. Romi dan Dev sangat membenci adiknya. Karena orang tua mereka mewariskan sebagian besar harta dan aset-asetnya untuk Papa Ajeng.
Sebenarnya bukan tanpa alasan Kakek Ajeng mewariskan hampir seluruh hartanya kepada Papa Ajeng.Semua itu karena papa Ajeng adalah putra kandungnya satu-satunya.Dan kedua Paman Ajeng adalah dua orang anak yang diadopsinya, karena istrinya waktu itu sulit untuk hamil.
Mereka selalu mengkambinghitamkan para orang kepercayaan keluarga adiknya itu.
Dan kini mereka telah bergabung dengan kelompok mafia yang bisa dibilang paling brutal dalam membunuh lawannya.
Namun semua itu tidak luput dari pengamatan Ars. Ars dengan mudah mengetahui bahwa kedua orang itulah penghianat sebenarnya.
Keesokan harinya, Nani menitipkan Rio dan Aray kepada Andrew. Dia dan Alex pun ke Eropa untuk membantu mengelola perusahaan Ajeng. Ajeng pun sudah memberitahukan kepada neneknya bahwa Alex lah yang akan menangani perusahaan tersebut. Dan Belinda setuju, karena Belinda sudah menyuruh orangnya untuk mencari tahu informasi tentang Alex.
Sesampainya di Eropa, Alex dan Nani dijemput oleh supir keluarga Anthony. Kini mobil itu membawanya ke rumah utama keluarga Anthony.
"Selamat datang Alex, Nani,bagaimana perjalanan kalian, apakah ada kendala?," tanya Belinda.
__ADS_1
"Tidak ada nyonya," ucap Alex.
"Ah,jangan memanggilku nyonya, panggil saja aku nenek."
"Baik Nek," ucap Nani dan Alex.
"Nani, karena kau adalah sahabat cucuku.Kami sudah mempersiapkan mansion untuk kalian. Supir akan mengantarmu, kami juga sudah menyiapkan pelayan disana." ucap Belinda.
"Baiklah Nek, terimakasih untuk segalanya," ucap Nani membungkuk.
"Jangan sungkan, kita adalah keluarga. Dan Alex, saya ingin berbicara penting denganmu," ucap Belinda.
"Baik Nek"
Nani kini di antar supir ke mansion miliknya. Sedangkan Alex memasuki ruang kerja keluarga Anthony.
"Alex, aku tahu kau bekerja dengan Mr Zero," ucap Belinda membuat Alex sedikit terkejut.
"Apa nyonya Belinda mengetahui bahwa Ars adalah Mr Zero?," batin Alex.
"Kau jangan terkejut, aku sudah mencari tahu semua informasi tentang mu. Tapi sayang, aku tidak bisa menembus informasi tentang Mr Zero," ucap nenek.Alex bernafas lega mendengarnya.
"Itu karena Mr Zero tidak ingin identitasnya diketahui orang lain Nek."
"Baiklah saya tidak akan mengorek informasi tentang Mr Zero, biarlah itu menjadi rahasianya. Saya yakin dengan kemampuan mu. Semoga Mr Zero juga bisa membantu juga," ucap Belinda terkekeh.
"Pastilah dia akan membantu keluarga Anthony Nek, dia adalah cicitmu," ucap Alex dalam hati.
************
__ADS_1
Maafkan author yang baru up,author sedang meresapi efek dari vaksin, dan rasanya luar biasaπ .
Happy reading allππππ