
Sesampainya Nani di kantor, iapun langsung menuju ruangannya. Namun saat sampai di ruangannya, Nani membelalakkan matanya saat tak mendapati meja kerjanya di sana.
"Kemana mejaku?," ucap Nani bingung. Nani berjalan ke tempat mejanya seharusnya berada berharap penglihatannya salah. Namun tetap saja tidak ada apa-apa disana.
"Kemana mejaku, dan barang-barang ku?," ucap Nani frustasi.
"Permisi Nona, Anda ditunggu Tuan Alex di ruangannya," ucap seorang OB yang tiba-tiba datang.
Nani menoleh ke belakang. "Baiklah, saya akan kesana," ucap Nani.
OB itupun segera pergi setelah menyampaikan pesannya. "Apa lagi sekarang!," gerutu Nani. Dia pun berjalan menuju ruangan Alex.
Nani membuka pintu ruangan Alex dengan gontai. Setelah pintu terbuka lebar, Nani begitu terkejut dengan apa yang ia lihat.
"Mejaku," ucap Nani dalam hati. Lalu ia mengarahkan pandangannya pada suaminya. Nani menatap penuh selidik kepada pria yang berstatus bos dan suaminya itu.
"Duduklah!," ucap Alex datar.
"Kenapa kau memindahkan meja kerjaku keruanganmu Lex?."
"Itu yang ingin ku bicarakan denganmu Na," ucap Alex. Saat hanya berdua saja mereka memanggil dengan sebutan namanya saja.
"Apa maksudmu memindahkan mejaku kesini?."
"Aku hanya tidak ingin merepotkanmu bila mengantarkan dokumen-dokumen yang harus ku tandatangani. Bukankah sekarang jadi lebih mudah?."
"Alasan apa itu, benar-benar tidak masuk akal," gerutu Nani. Wajahnya kini tengah cemberut.
"Kenapa wajahmu seperti itu?,apa kau tidak terima dengan keputusan ku Na?"
"Kalau aku bilang aku tidak terima, apa kau akan mengubah keputusan mu itu?, tidak kan?."
"Bagus kalau kau sudah mengerti. Sekarang duduklah di tempatmu!," ucap Alex menyeringai.
Dengan menggerutu dalam hati, Nani pun menuruti Alex. "privasiku hiks... hiks..," ucapnya dalam hati.
Nani mulai mengerjakan pekerjaannya,Ia terlihat begitu serius dalam mengerjakannya. Hingga ia tidak menyadari bahwa sedari tadi Alex memperhatikannya dari mejanya.
"Kenapa dia terlihat begitu cantik saat terlihat serius seperti itu?," ucap Alex dalam hati. Alex menyunggingkan senyumnya melihat sang istri.
Namun senyum itu hanya sesaat, saat Alex mengingat Nani begitu akrab dengan seorang pria di restoran tadi.
********
"Semuanya sudah selesai Tuan Alex, dan ini juga sudah jam pulang. Bolehkah saya pulang duluan Tuan?," tanya Nani formal.
Nani memanggil Alex dengan sebutan Tuan karena disana ada karyawan lain yang sedang memberikan sebuah berkas kepada Alex.
Alex menatap Nani sekilas, lalu ia menganggukkan kepalanya mengizinkan.
"Terimakasih Tuan," ucap Nani membungkukkan badannya.
Lalu Nani pun pulang dengan sangat senang ,karena tidak harus melihat wajah Alex yang begitu datar.
"Ah iya, besok kan acara pesta kejutan Ars. Aku belum membelikan hadiah untuknya. Lebih baik aku membelinya dulu." Nani memutuskan untuk membeli hadiah untuk Ars.
Didalam sebuah pusat perbelanjaan, Nani pun memilih sebuah baju lucu untuk Ars.
"Pasti Ars akan terlihat menggemaskan mengenakan baju ini," ucap Nani membayangkan Ars bila memakai baju pilihannya.
"Hay Nona, kenapa kita terus saja dipertemukan?.Apa ini hanya kebetulan, ataukah mungkin kita berjodoh," ucap seorang pria di samping Nani.
"Kau, apa kau ini seorang penguntit hum," ucap Nani tersenyum.
"Bukankah aku sudah mengatakan kalau kita terus bertemu secara kebetulan, mungkin karena kita berjodoh," ucap Ken.
"Tutup mulutmu itu Ken, aku pikir kau orang yang kalem, datar seperti para pria tampan lainnya. Tapi kau ini seperti wanita yang banyak bicara saja," ucap Nani terkekeh.
"Wah kau mengatakan bahwa aku tampan?, terimakasih Nona," kelakar Ken.
__ADS_1
"Dan kau juga narsis Tuan," ucap Nani, lalu keduanya tertawa bersama.
"Kau sedang apa disini Ken?," tanya Nani akhirnya.
"Aku sedang mencarikan hadiah untuk putra temanku. Kau sendiri?."
"Kenapa bisa sama, aku sedang membelikan hadiah untuk putra sahabatku," ucap Nani.
"Sudah kubilang kita ini berjodoh Na, buktinya sekali lagi dengan Kebetulan yang sama kan?."
"Terserah kau Ken," ucap Nani jengah.
Merekapun segera menuju kasir untuk membayarnya.
"Kalau begitu sampai ketemu lagi Ken," ucap Nani yang hendak masuk kedalam mobilnya.
"Kalu sekali lagi kita bertemu dengan Kebetulan, aku anggap Kita berjodoh Na," ucap Ken.
"Terserah apa katamu Ken bye." Nani benar-benar tidak habis pikir Ken suka sekali bercanda dengannya,pikir Nani.
Nani pun melajukan mobilnya menuju mansionnya karena hari sudah mulai gelap.
Keesokan harinya acara pesta kejutan untuk Ars pun sudah akan dimulai.
Nani dan Alex yang dari tadi mengajak Ars berputar-putar pun akhirnya menghentikan mobilnya di sebuah tempat yang sudah direncanakan.
"Aunty, Paman, kenapa kita berhenti di sini?," tanya Ars bingung.
"Karena kita sudah sampai Ars, ayo masuk!," ajak Nani. Nani menggandeng tangan Ars untuk masuk kedalam sebuah ruangan yang begitu gelap.
"Paman, Aunty, sebenarnya dimana ini. Dan kenapa gelap sekali," ucap Ars.
"KEJUTAN....." ucap semua orang di dalam ruangan tersebut. Semua lampu pun menyala, ruangan yang gelap tadi berubah menjadi sebuah ruangan yang indah dengan dekorasinya. Dan sudah banyak orang disana termasuk keluarga Anthony.
"Mami, Papi, Nenek..," ucap Ars terkejut.
"Kemarilah sayang," ucap Ajeng merentangkan kedua tangannya.
"Happy birthday Ars sayang semoga kau selalu bahagia dan semoga apa yang kau inginkan bisa tercapai," ucap Ajeng menciumi pipi Ars.
Begitu pula dengan Jonathan dan Belinda.
"Mami, Papi, nenek Terimakasih. Ars sangat senang sekali," ucapnya Ars.
"Sama-sama sayang."
Nani dan Alex tersenyum melihat Ars begitu bahagia di hari ulang tahunnya yang ke lima tahun.
Para awak media pun menyiarkan acara ulang tahun Ars.
Setelah acara pemotongan kue. Banyak juga teman Ars yang datang ke pesta ulang tahunnya. Terutama para anak perempuan, mereka sangat menyukai Ars karena Ars begitu tampan. Ars menatap sang Mami tatkala para anak perempuan itu berkerumun di sekeliling Ars untuk memberikan selamat kepada Ars.Namun Ajeng mengindahkan bahunya seraya tersenyum melihat putranya.
Sedangkan para orang tua dan tamu undangan lainnya berdansa dengan pasangan mereka.
Nani menatap suaminya saat melihat semua pasangan berdansa. "Apa dia mau ku ajak berdansa seperti yang lain?. Baiklah aku akan mencobanya," ucap Nani dalam hati.
"Lex, apa kau tidak ingin mengajakku berdansa seperti yang lain?," tanya Nani hati-hati.
Alex menatapnya, "Aku tidak bisa berdansa Na. Dan itu hanya membuang waktu saja," ucap Alex.
Nani begitu kecewa dengan ucapan Alex. "Aku bisa mengajarimu Lex, nanti kau tinggal mengikuti langkah kakiku saja," ucap Nani berusaha membujuk suaminya.
"Apa kau tidak mengerti yang ku katakan!." Alex langsung pergi dari hadapan Nani.
"Selalu saja menyebalkan!," ucap Nani kesal.
"Tuan Alex?,saya tidak menyangka bisa bertemu dengan Anda kembali," ucap seorang wanita cantik.
"Maaf Anda siapa?."
__ADS_1
"Kau lupa?,kita baru saja melakukan kontrak kerjasama kemarin, apa anda lupa?"
"Nona Viny?"
"Ya, aku Viny"
"Maaf, saya tidak mengenali Anda,karena mungkin penampilan Anda berbeda," ucap Alex.
"Kalau begitu maukah anda berdansa denganku?"
"Tapi saya tid...."
"Ah jangan sungkan Tuan," ucap Viny yang sudah menarik Alex untuk berdansa.
"Ikuti langkah kakiku Lex.Maafkan aku, bolehkah selain di luar pekerjaan aku memanggilmu dengan nama saja?," ucap Viny tanpa rasa canggung.
Alex tidak ingin kerjasama dengan perusahaan Viny pun batal, akhirnya ia pun mengiyakan permintaan Viny untuk memanggilnya dengan nama saja.
"Baiklah Nona," ucap Alex datar.
Viny sebenarnya menyukai Alex. Alex begitu tampan, dan sedikit cuek mampu menyedot perhatiannya.
Sedangkan dari arah lain Nani menatap suaminya begitu sendu. Air matanya menetes melihat sang suami tengah berdansa dengan wanita lain.
"Apakah aku begitu menjijikkan sehingga kau memilih wanita lain untuk berdansa?," ucap Nani lirih.Dia segera menghapus air matanya.
"Sudah kubilang kita berjodoh Nona"
Nani menoleh kesamping, dia begitu terkejut melihat Ken berada disini.
"Kau?"
Ken menarik tangan Nani dan mengajaknya berdansa dengan yang lain.
"Kenapa kau bisa diundang kemari Ken?," tanya Nani saat mereka berdansa.
"Aku adalah teman Jonathan Na"
"Oh ya?,Ternyata dunia begitu sempit," ucap Nani.
Ken menatap Nani tanpa berkedip, jujur dia sangat menyukai Nani.
"Jangan menatapku seperti itu tuan, kau membuatku merasa seperti seorang pencuri," ucap Nani. Sebenarnya Nani merasa grogi ditatap Ken.
"Kau memang seorang pencuri Na," ucap Ken membuat Nani mengerutkan keningnya.
"Tapi aku tidak mencuri apapun Ken"
"Kau sudah mencuri hatiku Na," ucap Ken.
"Hey Tuan hentikan bercandamu itu," ucap Nani terkekeh.
"Aku serius Na, semakin lama hati dan pikiran ku terus saja memikirkan mu, apa kau tidak bisa merasakannya Na?"
Nani menghentikan Dansanya, "tidak Ken, hapus perasaan mu itu. Kau tidak boleh memberikan rasa hatimu untukku," ucap Nani, dan itu membuat Ken bingung.
Tanpa mereka sadari disamping mereka ternyata ada Alex dan Viny yang sedang berdansa.
"Bukankah dia sekertarismu Lex?,hebat ya, dia bisa membuat seorang Kenzo Okamura jatuh cinta padanya," ucap Viny. Membuat Alex mengepalkan tangannya.
Alex menatap Nani begitu nanar, darahnya mendidih melihat pria lain menyentuh istrinya. Dan di saat Alex terdiam menatap Nani. Viny terus memanggilnya karena Alex berhenti berdansa.
Karena tidak ada respon dari Alex, tanpa diduga Viny menarik jas Alex dan mencium bibir Alex.
Dan itu membuat orang-orang di sana melihatnya tak terkecuali Nani dan Ken.
Nani terkejut melihatnya, dia tidak mampu menahan sesak di dadanya sehingga air mata jatuh begitu deras di pipinya.
"Kau tidak boleh mencintaiku Ken karena kau lihat, dia adalah suamiku," ucap Nani dengan Isak tangisnya. Lalu ia berlari keluar dari sana. Sedangkan Kenzo mematung mendengar ucapan Nani barusan.
__ADS_1
Lalu Ken menghampiri kedua orang yang tengah berciuman itu. Ia menarik Alex dari sana dan memukulnya.Membuat suasana disana menjadi gaduh karenanya.
**********