
Ars mengemudikan mobilnya menuju mansion miliknya. Ia juga sudah menghubungi Raiden untuk membawa seluruh keluarganya ke mansionnya.
Kini mobilnya telah sampai di pelataran halaman mansion miliknya. Ia melihat dari dalam mobil, istrinya dan tengah menunggunya di sana.
Semua pun keluar dari mobil tak terkecuali Ars. Ars merentangkan kedua tangannya saat melihat Alexa berlari ke arah mobil.
Sedangkan Alex menatap sinis kearah Ars. Ia begitu terkejut saat tadi di dalam mobil Ars mengatakan bahwa Ars telah menikah dengan putrinya itu.
Alex tahu putrinya menyukai Ars, namun dari yang ia lihat selama ini Ars tidak pernah menanggapi putrinya. Alex malah kerap kali melihat kedekatan Ars dengan sekertarisnya Mia.
Maka dari itu ia tadinya berniat untuk menjodohkan putrinya dengan pria lain. Tapi kini ia malah mendengar bahwa Ars malah menikahi putrinya.
Alex belum yakin apakah Ars menikah dengan putrinya karena Ars mencintainya, atau karena permintaannya untuk menjaga putrinya waktu itu.
"Papa, Mama," ucap Lexa memeluk kedua orang tuanya.
Ars menekuk wajahnya karena istrinya ternyata tidak memeluknya.
Sedangkan Alex menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum puas menatap wajah Ars yang di tekuk.
"Lexa, aku suamimu, kenapa kau hanya memeluk orang tuamu saja," ucap Ars merajuk.
"Kak Ars, aku sangat merindukan Mama dan Papa. Aku khawatir dengan mereka,tolong mengertilah," ucap Alexa.
Alex semakin menyeringai, sedangkan Ars menatap Alex begitu sinis. "Kita lihat saja Papa mertua,siapa yang akan menang mendapat kan cinta dari istriku.Aku atau kau?," ucap Ars dalam hati. Seringai tips terlihat di wajahnya saat ini.
"Baiklah-baiklah sayang, kalau begitu ayo kita masuk kedalam. Mama dan Papa mertua pasti kelelahan karena telah diculik beberapa bulan ini." Ucap Ars menatap sinis Alex.
Kini mereka saling menatap sinis.
Alex belum yakin bahwa Ars mencintai putrinya. Ia akan menyetujui hubungan mereka bila ia sudah yakin bahwa Ars benar-benar membuktikan cintanya pada putrinya.
Walaupun mereka berteman sejak Ars masih kecil, namun ini menyangkut kebahagiaan sang putri. Jadi ia tidak akan main-main untuk memilih suami yang tepat untuk Alexa.
***
Dua hari berlalu. Alex membeli sebuah mansion di dekat mansion Ars. Trisya dan Ben pun kembali ke Paris. Mereka ingin membuka lembaran baru disana. Sedangkan Vio, ia memilih untuk tinggal bersama Paman dan bibi nya. Nani begitu senang karena mansionnya tidak akan sepi lagi.Terlebih wajah Vio begitu mirip dengan putrinya. Jadi ia tidak akan kesepian.
Berbeda dengan Alexa dan Ars, karena pekerjaan mereka di Jepang masih banyak. Jadi mereka memutuskan untuk kembali ke Jepang.
Alex sebenarnya tidak menyetujui putrinya kembali kesana bersama Ars. Namun karena Alexa terus memberikan pengertian kepada Papa nya, akhirnya Alex pun mengizinkannya.
"Sayang, beritahu Papa bila Ars menyakitimu nanti." ucap Alex kepada putrinya.
Saat ini mereka tengah berada di bandara, Ars dan Alexa akan berangkat hari ini.
__ADS_1
"Pasti Pa," jawab Alexa.
"Itu tidak akan pernah terjadi Papa mertua." ucap Ars cepat.
"Sudahlah sayang, kalian ini kenapa sekarang selalu berdebat terus sih!, apa kalian tidak lelah?!," ucap Nani yang ditujukan kepada suaminya dan menantunya Ars.
"Aku yakin Ars tidak akan menyakiti Putri kita. Ars, Mama percaya bahwa kau tidak akan menyakiti Putri Mama. Tolong jaga Putri Mama satu-satunya ini ya?," ucap Nani.
"Baiklah Ma, saya akan menjaga dan akan membahagiakan Putri Mama ini. Ars sangat mencintainya Ma, Pa," ucap Ars begitu mantap.
"Ingat Ars, jika nanti sekali saja kamu menyakiti putriku, aku akan meminta putriku kembali, ingat itu!," ucap Alex memperingatkan.
"Itu tidak akan terjadi Pa."
Alexa bahagia karena banyak yang sangat menyayangi dan mencintainya. Ia juga tidak menyangka suaminya akan mencintainya seperti saat ini.
"Yasudah Ma,Pa, pesawat kita sudah mau take off. Kami berangkat dulu, jaga selalu kesehatan kalian," ucap Alexa memeluk keduanya.
"Kalian juga hati-hati disana," ucap Nani.
"Ars, ingatlah!."
"Iya-iya Papa mertua, aku akan mengingatnya," ucap Ars jengah dengan peringatan Alex.
****
Didalam pesawat, Ars terus saja menggenggam tangan istrinya. Sesekali ia mengecup punggung tangan tersebut.
"Aku mencintai mu Alexa, sangat mencintaimu. Tapi aku tidak pernah tahu apakah aku yang ada di hatimu atau bukan. Tapi aku akan membuat mu jatuh cinta padaku," ucapnya dalam hati sambil tersenyum menatap wajah istrinya yang tengah tertidur.
Sesampainya di Jepang Ars dan Alexa pun memasuki mansionnya.
***
Setelah selesai mandi, Ars mencari keberadaan Alexa. Namun ia tidak menemukannya. Ia sudah bertanya kepada para pelayan, namun mereka tidak mengetahuinya.
Ars pun kembali ke kamarnya, Ia tersenyum kala ternyata istrinya ternyata berada di balkon kamar sedang menatap keluar.
"Sayang, kenapa kau disini? aku mencari mu kemana-mana dari tadi," ucap Ars memeluk pinggang istrinya dari belakang dan menempelkan dagunya di pundak istrinya.
"Apa kak Ars benar-benar mencintai ku?," tanya Alexa.
"Kenapa kau bertanya seperti itu, sudah tentu aku sangat mencintaimu. Bukankah aku sudah mengatakannya padamu sayang," ucap Ars. Kini ia membalikkan tubuh istrinya sehingga menghadap ke arahnya.
"Kak, kemarin kau mengatakan kalau kita akan bercerai setelah Papa dan Mama di temukan. Dan..."
__ADS_1
"Ssst... jangan katakan itu lagi Lexa. Aku tidak ingin berpisah dengan mu meskipun kau memintanya. Waktu itu aku mengatakannya karena aku tidak menyadari perasaanku padamu. Tapi ingatlah, saat ini aku mencintaimu, dan hanya akan mencintaimu. Jadi jangan katakan lagi tentang perjanjian konyol itu," ucap Ars lembut. Ia pun mencium bibir istrinya dengan lembut.
"Aku juga mencintaimu kak Ars, sangat mencintaimu. Kau sungguh melambungkan hati ku begitu tinggi saat ini. Dan aku harap kau tidak akan menjatuhkannya lagi seperti sebelum-sebelumnya," ucap Alexa dalam hati.
Ars pun menggendong tubuh Alexa ke ranjangnya tanpa melepaskan ciumannya. Ciuman yang tadinya lembut kini menjadi begitu memburu. Tangannya hendak melepaskan kancing baju istrinya. Namun Alexa mencegahnya membuat ciuman itu terhenti.
Ars menatap mata istrinya dengan pandangan yang begitu berkabut. Ia meminta hal lebih kepada istrinya.
"Kak Ars, dua hari ini aku sedang menstruasi.Jadi kita tidak bisa melakukannya sekarang." ucap Alexa hati-hati.
Bagai disambar petir, Ars mematung. Ia ingin mengambil haknya saat ini juga. Namun ternyata keinginannya tidak sesuai harapan. Ia harus menundanya sampai beberapa hari kedepan.
Ia pun menjatuhkan dirinya di samping istrinya. "Kenapa jadwal bulananmu harus muncul hari ini Lexa?." ucap Ars lesu.
"Sabar Tuan Ars, kau harus berpuasa untuk beberapa hari kemudian," ucap Alexa terkekeh.
"Kak Ars"
"Hemm," ucap Ars, saat ini ia sedang membuat tubuhnya kembali tenang dengan memejamkan matanya.
"Bukankah waktu itu kau mengatakan akan
memindahkan Nona Mia ke devisi lain di kantor mu?," tanya Alexa.
Ars membuka matanya, ia ingat memang pernah berjanji kepada Alexa waktu itu.
Sebenarnya Ars sulit untuk melakukannya, mengingat kinerja dan hasil kerja Mia yang begitu memuaskan menurutnya.
Namun ia juga tidak ingin membuat Alexa sedih karena mengira Mia mencintainya walaupun Ars yakin dugaan istrinya itu salah.
"Baiklah, aku akan menepati janji ku tapi ada syaratnya," ucap Ars.
"Syarat?"
"Ya, aku akan memindahkan Mia, tapi aku ingin kau juga keluar dari perusahaan Kimura Corp. Aku ingin kau hanya melayani ku dan menjalani kewajiban sebagai seorang istri sepenuhnya,bagaimana?."
Alexa terdiam, ia teringat sebuah perasaan yang begitu rumit yang ia rasakan terhadap Kai. Perasaan yang hampir sama yang ia rasakan terhadap suaminya saat ini.
Alexa tidak bodoh,ia tahu perasaan apa itu. Ia tidak tahu kapan perasaan itu muncul. Tapi itu adalah perasaan yang salah. Ia mencintai suaminya, dan dia tidak akan pernah mengkhianati pernikahannya. Walaupun ia tidak bisa melawan arus. Namun Alexa akan berusaha membunuh perasaan itu.Kai adalah pria yang baik, dan dia akan mendapatkan wanita yang baik juga.
"Baiklah kak Ars, aku akan mengundurkan diri dari perusahaan Kimura Corp."
***
Yang mau up lagi, tinggalkan jejak like dan komentarnya 😉😉
__ADS_1