Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 118


__ADS_3

Sekilas Kai menatap Vio, Lalu pandangannya kembali menatap ke arah jalanan.


"Aku tidak cemburu padamu Vio, karena Aku percaya padamu. Bukankah kau sangat mencintai ku hum," ucap Kai tersenyum menatap gadis cantik disampingnya.


Mendengar jawaban dari mulut Kai, Vio menghembuskan nafasnya pelan seakan tak bersemangat.


Tadinya Ia berfikir bahwa Kai akan cemburu padanya, tapi Ia telah salah menduga. "Kalau begitu tadi Aku tidak perlu takut kalau kak Kai akan marah saat melihatku berjalan bersama James. Apa cinta kak Kai benar-benar akan tumbuh nanti?," Ucap Vio dalam hati.


"Vio"


"Iya kak ada Apa," jawabnya malas.


"Tadi kau dan anak itu,mau kemana?," Tanya Kai ingin tahu.


"Anak itu?," Vio memutar bola matanya. "Namanya James kak, bukan anak itu. Tadi kami mau merayakan pertemanan kami, James mau mentraktir ku makan siang," jelas Vio.


"Kau belum makan siang?," Tanya Kai dan mendapatkan gelengan kepala dari Vio.


Mobil Kai hampir sampai ke mansion Alex, namun Kai memutar mobilnya. Membuat Vio mengerutkan keningnya.


"Lho kak, kita hampir sampai. Tapi kenapa kak Kai malah kembali berputar arah, Apa kakak tidak tahu kalau Aku sudah sangat kelaparan?," Ucap Vio seraya mengusap-usap perutnya yang kelaparan.


Namun Kai hanya tersenyum tipis dan kembali menatap sekilas ke arah Vio. Hingga Vio pun berdecak kesal karenanya.


Tak lama kemudian, mobil Kai sampai di sebuah parkiran sebuah restoran. "Kenapa kita kemari kak?," tanya Vio menatap Kai.


"Bukankah tadi kau mengatakan kalau kau kelaparan hum?," Ucap Kai menepuk kening Vio.


"Auw...kak kenapa malah menepuk keningku, sakit tahu," ucap Vio mengerucutkan bibirnya.


Sungguh, Kai begitu gemas melihat Vio yang mengerucutkan bibirnya. Iapun mendekatkan dirinya kearah Vio.


Membuat jantung Vio berdetak begitu kencang. "Apakah kak Kai akan menciumku, aduh bagaimana ini?!," Ucap Vio dalam hati, Vio pun menjadi begitu gugup dan memejamkan matanya.


Ckelek


Kai melepaskan pengait sabuk pengaman Vio, lalu ia menatap wajah Vio yang memejamkan matanya, begitu dekat dengan wajahnya.


Sesaat Kai terpaku melihat wajah cantik Vio, namun Ia segera menyadarkan dirinya. Ia tidak ingin menerima Vio sebelum perasaannya kepada Alexa terhapuskan.


Kai tersenyum menatap wajah Vio, lalu iapun kembali menepuk kening Vio.

__ADS_1


"Kak Kai, sakit," ucap Vio kembali mengusap keningnya.


"Kenapa kau memejamkan matamu, apa Kau berharap Aku menciummu hum?," Ucap Kai menaikkan sebelah alisnya.


Mendapat pertanyaan seperti itu, Vio pun jadi salah tingkah dan malu. Karena memang, Vio berfikir Kai akan menciumnya tadi.


"Ti-tidak, kak Kai terlalu percaya diri," ucap Vio melengos karena malu. Lalu iapun segera membuka pintu mobil dan keluar.


Kai menatap Vio yang sudah keluar lebih dulu dari mobilnya. Tingkah malu-malu Vio membuatnya terkekeh.


Lalu dengan langkah pasti, Kai menghampiri Vio dan menggandeng tangan Vio memasuki restoran tersebut.


Vio terus saja menatap tangannya dan tangan Kai yang terpaut. Ia tersenyum tipis saat Kai menggandeng tangannya.


***


Satu Minggu berlalu, namun tetap saja tidak ada kejelasan tentang hubungan Vio dan Kai.


Hari ini Ars dan Alexa mengadakan acara makan siang bersama. Ada sesuatu hal yang ingin mereka sampaikan kepada keluarga besarnya.


Dan kini mereka semua telah berkumpul bersama, menyantap makan siang dengan suasana yang begitu riuh karena Rai selalu saja lengket dengan sang istri. Sedangkan Ars selalu saja mengejek sang adik karena sudah menjadi pria yang bucin akut terhadap sang istri.


"Rai, panggil Alexa kakak. Lexa sudah menjadi istri kakakmu ini, jadi kau harus memanggilnya kakak!," Ucap Ars membuat Rai memutar bola matanya.


"Iya-iya," ucapnya malas.


Semua orang geleng-geleng kepala melihat perdebatan dua kakak beradik itu.


"Kalian ini sudah dewasa, tapi sifat kalian tidak berubah. Dan Kau Rai, kau itu sudah akan menjadi seorang ayah." ucap Ajeng.


"Siapa bilang hanya Rai saja yang akan menjadi seorang ayah?," celetuk Rai membuat semua orang menatap kearahnya.


"Apa maksudmu Ars?," tanya Jonathan.


Semua orang pun menunggu ucapan Ars selanjutnya. Ars menoleh kearah sang istri meminta persetujuan untuk mengatakan sesuatu yang sangat penting itu.


"Tapi sayang, Vio belum datang. Aku ingin semua orang mendengar hal bahagia ini." ucap Alexa semakin membuat semua orang penasaran.


"Vio sudah datang kak Lexa, jadi kakak bisa mengatakannya sekarang," ucap Vio yang baru datang bersama Kai di belakangnya.


Mereka pun segera duduk bersama dengan yang lain.

__ADS_1


Ketika melihat Kai yang ada di belakang Vio, Ars langsung merengkuh pinggang Alexa.


"CK, dasar tak sadar diri, mengatai ku tapi dia sendiri pun bucin akut," ucap Rai dan langsung mendapat tatapan tajam dari sang kakak.


"Baiklah, karena semua sudah berkumpul, kami ingin memberitahukan hal penting kepada kalian semua." ucap Ars.


"Ayolah cepat katakan Ars, kami sudah tidak sabar lagi," ucap Alex dan dianggukki oleh semua orang.


"Baiklah-baiklah, kami ingin mengatakan bahwa kami sebentar lagi akan menjadi orang tua menyusul Rai dan Yuna," ucap Ars.


Semua orang disana merasa bahagia mendengar berita bahagia dari Ars dan Alexa tak terkecuali Kai.


Kai juga merasa bahagia untuk Alexa, melihat Alexa bahagia dengan pernikahannya saat ini membuatnya begitu tenang. Mungkin perlahan cinta itu mulai menghilang. Pandangan Kai beralih menatap gadis disampingnya itu.


Bibirnya menyunggingkan senyum melihat Vio yang sibuk mencicipi beberapa makanan yang ada di depannya. Dan itu sungguh membuatnya selalu tersenyum hingga Ia melupakan rasa cintanya kepada Alexa. Namun Ia masih belum bisa memastikan apakah yang dirasakannya itu adalah cinta.


"Selamat Ars, Lexa," ucap semua orang yang ada di sana.


Setelah menghabiskan makanan dalam mulutnya, Vio berlari menghampiri Alexa.


"Kak Ars, Vio pinjam kak Lexa sebentar," ucap Vio tersenyum manis.


"Tidak boleh!."


Alexa menatap suaminya dengan tatapan tajam, hingga membuat Ars pun akhirnya mengizinkan Alexa berbicara dengan Vio.


Setelah agak jauh dari orang-orang, Vio pun memeluk Alexa.


"Selamat ya kak Lexa atas kehamilannya. Aku akan menjadi aunty, senangnya aku," ucapnya girang.


"Iya Vio, sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan dengan ku Vi?."


"Sepertinya Aku dan kak Kai tidak akan pernah bisa bersama kak," ucap Vio lesu.


"Kenapa Kau jadi pesimis seperti ini Vio, bukankah waktu itu Kau mengatakan bahwa kau tidak akan menyerah untuk membuat Kai jatuh cinta padamu hum?," tanya Lexa lembut.


"Tapi tidak ada kejelasan tentang hubungan kami kak. Mungkin kak Kai belum bisa melupakan kak Lexa," ucapnya lirih.


"Kau mengetahuinya Vio?," tanya Lexa terkejut karena Vio mengetahui perasaan Kai padanya.


***

__ADS_1


__ADS_2