Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 90


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Ars tidak bisa fokus pada pekerjaannya. Dibenaknya hanya ada Alexa dan Alexa. Dirinya baru sadar bahwa semua proyek kerjasamanya itu tidak begitu penting tanpa adanya istrinya di sampingnya.


Ia ingin sekali menyusul sang istri dan memeluknya, mendekapnya, dan meluapkan seluruh cintanya kepada istrinya. Namum ia menunggu waktu yang tepat.


Ars memberikan ruang kepada Alexa. Ia tahu saat ini istrinya sedang marah padanya. Ia tidak ingin istrinya mengambil keputusan disaat sedang kondisi marah padanya. Karena mungkin malah akan membuat penyesalan nantinya.


Ars akan datang saat dirasa hati Alexa sudah sedikit tenang.


***


Sedangkan saat ini Alexa sedang menenangkan dirinya di mansion Papa dan Mamanya.


Alexa tidak menceritakan masalah rumah tangganya kepada orang tuanya. Ia tidak ingin membebani mereka.


Disaat kedua orang tuanya menanyakan tentang mengapa Ars tidak pulang bersama putrinya. Alexa selalu mengatakan bahwa ia merindukan rumah. Dan berkata bahwa suaminya masih banyak pekerjaan,dan akan menyusulnya setelah pekerjaannya selesai.


Namun Alex merasa curiga kepada putrinya. Perasaannya mengatakan bahwa putrinya sedang berbohong. Ia bisa melihat dari sikap Alexa yang selalu mengalihkan pembicaraan disaat Alex menanyakan Ars.


Alex sempat menanyakan kepada Vio tentang bagaimana keadaan rumah tangga Alexa dengan Ars. Namun Vio mengatakan tidak ada masalah.


Vio mengatakan itu karena Alexa yang memintanya. Dengan terpaksa Vio pun menyetujuinya.


"Kak Lexa, kenapa kita tidak mengatakan yang sebenarnya saja kepada Paman dan bibi?,"tanya Vio.


"Aku tidak ingin membebani mereka Vio. Aku akan mengatakan semua nanti, aku hanya menunggu waktu yang tepat."


"Terserah kak Lexa saja, Vio hanya tidak ingin kak Lexa terus bersedih. Pria seperti kak Ars memang tidak pantas untuk kak Lexa tunggu!," ucap Vio ketus.


Alexa hanya terdiam, jauh di lubuk hatinya, ia masih mencintai Ars. Namun cinta yang Ia rasakan begitu membuatnya sakit.


"Vio, bagaimana kalau kita jalan-jalan saja?,"ajak Alexa. Ia tidak ingin memikirkan tentang semua masalah rumah tangganya saat ini.


Vio pun mengerutkan keningnya, Ia merasa heran dengan Alexa.


"Sepertinya kak Lexa terlalu stres memikirkan masalahnya. Lebih baik Aku menurutinya saja," ucap Vio dalam hati.


"Baiklah kak, Aku akan menemanimu. Sekarang kita akan kemana?," tanya Vio. Sebenarnya ia pun merasa senang bila Lexa mengajaknya pergi jalan-jalan.


"Kita akan belanja ke mall, nonton ke bioskop, terus makan di restoran paling terkenal di kota ini," ucap Alexa berbinar.


Sebenarnya Alexa selalu ingin melakukan hal ini. Namun karena dulu ia terlalu sibuk mencari perhatian Ars. Ia pun mengurungkan keinginannya itu.


"Kok, kak Alexa sepertinya senang sekali?."


"Karena kakak belum pernah melakukan semua yang kakak sebutkan tadi. Kalau belanja di mall sih, sudah biasa. Tapi Aku ingin belanja sepuasnya saat ini." ucap Alexa.

__ADS_1


"Tapi kak.."


"Sudahlah,ayo Vio!, kita akan bersenang-senang hari ini," ucap Alexa dengan menarik tangan Vio.


Dan benar saja, Alexa benar-benar menghabiskan waktunya seharian untuk berbelanja di mall.


Tak ayal Vio pun merasa senang, karena Alexa membelikannya banyak baju yang trend saat ini.


"Kak Lexa,apa kakak tidak takut uang kakak habis nanti?. Lihatlah, ini banyak sekali," ucap Vio yang memperlihatkan banyak tas yang Ia pegang.


"Tenang saja Vio, uang kakak banyak. Nikmati saja apa yang kita lakukan hari ini. Ah, lihatlah Vio!, Aku ingin bermain di sana!," teriak Alexa heboh saat melihat banyak permainan yang ada di mall tersebut. Alexa segera menuju tempat permainan tersebut.


Vio menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Alexa hari ini. Namun Ia juga tersenyum bahagia melihat Alexa sejenak melupakan masalahnya.


Vio pun mengikuti kemana langkah Alexa pergi. Dan mereka pun bersenang-senang hari ini.


Disaat lelah bermain, Alexa melihat permainan derek. Ia pun melangkahkan kakinya menuju ke sana. "Aku pasti bisa mendapatkan boneka yang lucu itu," ucapnya yakin. Ia pun segera memasukkan koin yang Ia beli tadi dan memulai permainan derek itu.


Sedangkan Vio pun merasa antusias melihat permainan derek itu. Ia pun mengikuti Alexa menuju permainan itu dan menyemangati Alexa.


"Ayo kak,dikit lagi!,"ucap Vio saat boneka yang Alexa inginkan sudah tercapit.


Namun saat Alexa menggesernya, boneka itu pun kembali terjatuh.


"Yah...," ucap keduanya kecewa karena gagal mendapatkan boneka itu.


Hingga satu jam berlalu, Alexa masih belum menyerah. Sedangkan Vio kini merasa lapar.


"Sudahlah kak,kita tidak akan pernah bisa mendapatkan boneka itu," ucap Vio.


"Tapi kakak masih belum mau menyerah Vio."


"Tapi Vio sudah kelaparan kak,". ucap Vio memelas menatap Alexa.


Hingga membuat Alexa menghembuskan nafasnya panjang.


Namun tanpa mereka sadari sedari tadi ada seorang pria yang memperlihatkan mereka.


Dia adalah seorang pria yang terlihat masih muda. Kulitnya putih, dan wajahnya juga tampan. Ia kemudian langsung menghampiri kedua gadis cantik itu.


"Hai Nonn-nona cantik, Aku akan membantu kalian mendapatkan boneka itu." ucap pria tersebut membuat Alexa dan Vio menatap ke arahnya.


"Kenalkan, saya Stive,saya adalah manager mall ini," ucap pria bernama Stive. Matanya terus menatap ke arah Alexa.


"Baiklah Stive, kalau begitu cepat bantu kami untuk mendapatkan boneka itu, dan aku menyetujui syarat darimu,"ucap Alexa sambil menunjuk ke arah boneka yang Alexa inginkan.

__ADS_1


"Kak Lexa!, kita belum mengenalnya, kenapa kau menyetujui syarat darinya?!. Kalau dia mengajukan syarat yang tidak-tidak bagaimana?!,"bisik Vio kepada Alexa.


"Tenanglah Vio, Aku akan mengatasinya nanti. Yang penting sekarang dia bisa mengambil boneka itu," bisik Alexa kembali.


Pria itu pun memulai permainan derek itu, dan dalam beberapa menit, boneka yang Alexa inginkan pun berada di tangan Alexa atas bantuan dari Stive.


"Terimakasih Stive, katakan apa syarat darimu?," ucap Alexa, namun Vio terus menatap Stive penuh selidik.


"Aku ingin mentraktir mu dan adikmu makan siang Nona,di sana ada makanan food court yang sangat enak," ucap Stive menunjuk ke arah food court yang tidak begitu jauh dari sana.


"Makan siang?, baiklah kami mau,"ucap Vio cepat. Wajahnya berbinar mengatakannya.


Alexa dengan cepat menatap ke arah Vio. "Bukankah tadi kau mengatakan kita harus berhati-hati dengan Stive?. Kenapa wajahmu langsung senang seperti itu?," ucap Alexa begitu heran dengan tingkah Vio.


"Aku lapar kak," ucap Vio tersenyum manis dan mengedipkan matanya. Membuat Alexa pun menggelengkan kepalanya.


Mereka akhirnya menerima ajakan Stive untuk makan di restoran food court.


"Kita belum berkenalan Nona, bolehkan aku mengetahui nama kalian?,"tanya Stive.


"Aku Alexa, dan ini adik sepupuku Vio." ucap Alexa.


"Saya pikir tadi Anda adalah saudara kandung, karena wajah kalian begitu mirip," ucap Stive.


Alexa hanya tersenyum, berbeda dengan Vio. Vio melihat Stive yang dari tadi terus memperhatikan Alexa. Jadi Ia menyimpulkan bahwa Stive tertarik dengan Alexa.


Beberapa saat kemudian makanan yang mereka pesan pun datang. Karena lapar, Vio langsung melahap makanannya. Alexa dan Stive pun juga segera menikmati makanan mereka selagi masih hangat.


"Terimakasih untuk traktirannya Stive,"ucap Alexa saat mereka sudah selesai makan siang.


"Sama-sama Nona Alexa. Bolehkan saya meminta nomor ponsel mu Nona?,"ucap Stive.


"sudah kuduga," batin Vio.


Alexa tersenyum, lalu Ia pun memperlihatkan jari manis sebelah kanan.


"Maaf Stive, kau tahu kan ini cincin pernikahan. Aku tidak ingin membuat suamiku marah nantinya Stive. Jadi maafkan aku, aku tidak bisa memberikan nomor ponsel ku padamu," ucap Alexa tersenyum manis.


Stive menjadi salah tingkah sendiri, Ia berfikir Alexa masih lajang. jadi ia berusaha untuk mendekatinya.


"Oh, maafkan saya Nona, saya pikir anda belum menikah, tapi saya senang bisa berkenalan dengan Anda." ucap Stive salah tingkah.


"Tidak apa-apa Stive, saya juga senang bisa mengenalmu,"ucap Alexa ramah.


"Kalau begitu, saya harus kembali bekerja Nona. Permisi, lain kali kau harus mengenalkan ku dengan suamimu. Dia pasti pria yang beruntung bisa menikah dengan gadis secantik Anda," ucap Stive.

__ADS_1


Alexa hanya menanggapi ucapan Stive dengan senyuman di bibirnya. Namun Ia merasa miris dengan kehidupan pernikahannya.


***


__ADS_2