
Ars melihat bayi mungil d sedang di gendong suster untuk di berikan kepada Ajeng.
"Mami aku mau lihat adikku yang cantik dan lucu," ucap Ars.
Ajeng menerima bayinya seraya menatap suaminya.
"Sayang, itu adikmu.... itu..."
"Adikmu laki-laki Ars," ucap Jonathan menimpali ucapan Ajeng yang bingung.
Ars begitu terkejut bagaimana mungkin adik bayinya itu laki-laki. Jelas-jelas waktu dia melihat hasil USG Maminya, jenis kelamin adiknya adalah perempuan.
"Ars Mami dan Papi juga tidak tahu, Mami pikir adikmu juga perempuan. Tapi ternyata..."
"Ars pulang dulu Mam," ucap Ars dan langsung keluar dari ruangan tersebut. Ajeng merasa bersalah kepada putranya tersebut.
"Sayang, aku akan menyusul Ars," ucap Jonathan.
Ajeng menganggukkan kepalanya.
Jonathan mengejar putranya keluar. Tepat saat ia keluar, Jonathan berpapasan dengan Nani.
"Tuan Jonathan," ucap Nani sedikit membungkuk saat berpapasan dengan Jonathan.
"Apa kau melihat Ars?," tanya Jonathan.
"Tadi Ars meminta Alex untuk mengantarkannya pulang Tuan." ucap Nani.
"Kalau begitu, saya titip istri dan anakku sebentar. Saya sedang ada urusan," ucap Jonathan.
"Jadi Ajeng sudah melahirkan Tuan?, Baiklah saya akan menjaga anak dan istri Tuan," ucap Nani antusias.
Jonathan menganggukkan kepalanya dan segera pergi menyusul Ars pulang.
Nani pun segera masuk kedalam ruangan bersalin tersebut.
"Ajeng.."
"Na,kau kesini?"
"Ya, aku ingin melihat putrimu yang baru lahir," ucap Nani yang kini menyentuh bayi Ajeng dalam gendongan.
"Na, bayiku laki-laki, bukan perempuan," ucap Ajeng.
"Apa?, tapi bukankah waktu kita melakukan USG pada waktu itu baby-nya perempuan?," ucap Nani terkejut.
Nani mengingat waktu mereka pergi memeriksakan kehamilan mereka. Pada waktu itu mereka USG bersama. Dan Baby Nani berjenis kelamin laki-laki, sedangkan Baby Ajeng berjenis kelamin perempuan.
"Jangan-jangan?," ucap mereka bersamaan dan saling menatap.
"Je, mungkin waktu itu hasil USG kita tertukar," ucap Nani dan diangguki oleh Ajeng.
__ADS_1
Nani menepuk keningnya.
"Na, kau tahu Ars sangat menginginkan memiliki Baby perempuan. Kau tahu tadi ekspresinya saat mengetahui adiknya laki-laki. Dia langsung pergi meninggalkan ruangan ini Na. Dan sekarang suamiku sedang mengejarnya," ujar Ajeng.
"Pantas saja tadi aku melihat muka Ars di tekuk Je. Ars menyuruh Alex untuk mengantarkannya pulang," ucap Nani.
"Bagaimana ini Na?,aku takut Ars tidak mau menerima adik bayinya ini," ucap Ajeng takut.
"Kau jangan khawatir Je, aku yakin perlahan Ars akan menerima adiknya yang lucu ini," ucap Nani mengelus pipi Baby yang ada dalam gendongan Ajeng.
Ajeng menganggukkan kepalanya, ia pun tersenyum menatap putra keduanya.
"Kau mau memberinya nama siapa Je?."
Ajeng tersenyum memikirkan satu nama untuk putra keduanya.
"Namanya Raiden Alvaro," ucap Ajeng mantap.
"Maaf nyonya Ajeng, kami akan memindahkan Anda dan bayi Anda ke ruangan intensif." ucap suster.
"Baiklah"
***
"Tuan." Alex membungkukkan badannya saat bertemu Jonathan.
Tapi Jonathan melewatinya dan langsung masuk kedalam mansion. Membuat Alex geleng-geleng kepala.
"Papi, waktu itu kalian mengatakan bahwa adik Ars perempuan. Tapi kenapa sekarang jadi laki-laki" ucap Ars dari balik pintu.
"Sayang, Papi juga tidak tahu. Tapi pasti ada kesalahan waktu Mamimu melakukan USG. Sayang bukankah tadi kau melihat walaupun adikmu laki-laki, tapi dia tetap lucu dan tampan sepertimu," ucap Jonathan.
Ars mengingat wajah lucu adiknya yang sempat ia lihat tadi. Ars pun membuka pintunya.
Cklek...
"Sayang, kau sudah menerima adikmu kan?."
"Papi, Ars membuka pintu bukan berarti Ars mau menerimanya. Tapi Ars hanya kasihan kepada Papi yang terus merengek kepada Ars." ucap Ars.
Jonathan melongo mendengar ucapan putranya itu.
"Ars izinkan Papi dan Mami mempunyai bayi laki-laki. Tapi Ars tetap tidak ingin bermain dengannya nanti," ucap Ars bersedekap.
Walaupun adiknya bukan Baby perempuan seperti yang ia harapkan. Tapi dalam lubuk hati Ars, ia pun menyayangi adiknya itu.
Beberapa Minggu kemudian.
Suara tangisan bayi membuat Ars terbangun dari tidurnya. Ia pun menyibakkan selimut dan berjalan menuju kamar Maminya yang sedikit terbuka.
Ars melihat Mami dan Papinya tertidur pulas. Ars pun mendekati tempat tidur bayi di sebelah Maminya.
__ADS_1
Ars melihat tempat susu di nakas, ia pun membuatkan satu botol susu untuk Raiden.
"Kau ini sungguh merepotkan, kau tahu?, suaramu membuat telingaku sakit. Lihatlah aku jadi harus repot-repot membuatkanmu susu," ucapnya pada Baby Raiden yang kini malah tertawa melihat Ars menggerutu.
Ajeng mengerjapkan matanya, ia teringat akan membuatkan Baby Raiden susu. Namun ia terpaku melihat Ars berada di dalam sana sedang memberikan susu untuk Raiden.
"Mami tahu kau menyayangi adikmu Ars," ucap Ajeng dalam hati. Ia pun tersenyum melihat pemandangan di depannya itu.
"Lihatlah setelah menghabiskan susumu sekarang kau tertawa. Kau mau mengejekku?," ucap Ars yang ikut tertawa.
"Ars, kau disini?," ucap Ajeng tersenyum.
"Mami, Raiden terus membuat telingaku sakit. Ars mau ke kamar Ars, lain kali Mami jangan membuat dia menangis lagi. Nanti telinga Ars sakit karena terus mendengar tangisannya," ucap Ars datar dan berlalu pergi.
"Iya sayang, terimakasih sudah membuatkan adikmu susu," ucap Ajeng yang melihat putranya keluar dari kamarnya.
Ars tersenyum dibalik pintu kamar Maminya. "Adik laki-laki tak terlalu buruk," ucap Ars tersenyum.
Pagi hari.
Ajeng, Jonathan dan Ars kini mau berangkat ke rumah sakit untuk menjenguk Nani. Karena tadi pagi-pagi sekali Alex menelpon Ars bahwa Nani telah melahirkan bayi perempuan.
"Aunty, Baby Alexa cantik sekali," ucap Ars yang menatap Baby perempuan cantik itu di ranjang bayi yang ada di sebelah Nani.
Semua orang mengernyitkan keningnya saat mendengar Ars menyebut nama Putri Alex dan Nani.
"Alexa?," ucap Nani.
"Iya Aunty, Ars ingin Aunty memberinya nama Alexa," ucap Ars.
"Tentu saja, karena ada namaku disana," ucap Alex.
"Baiklah Ars, Aunty akan memberinya nama Alexa Felicia," ucap Nani tersenyum.
"Bagaimana kalau kita menjodohkannya dengan Raiden Na?," ucap Ajeng antusias.
Jonathan menatap istrinya jengah. Ia pun segera meninggalkan ruangan tersebut karena tidak ingin mendengar celotehan kuda wanita itu. Alex pun juga meninggalkan ruangan tersebut, ia pun juga merasa jengah dengan ide-ide gila istrinya itu.
"No Mami, Aunty!."
Ajeng dan Nani menatap bingung Ars. "Kenapa tidak boleh sayang?," tanya Ajeng.
"Karena Baby Alexa hanya milik Ars," ucap Ars, membuat Ajeng dan Nani tersenyum.
"Baiklah sayang, Mami dan Aunty tidak akan menjodohkan Baby Alexa dengan Baby Raiden."
Ars pun tersenyum lebar mendengarnya, ia pun kembali mengelus pipi Baby Alexa gemas.
"Aku akan selalu menjagamu Baby Al, cepatlah besar agar kita bisa bermain bersama," ucap Ars.
********
__ADS_1