Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 101


__ADS_3

Alexa ingin menyusul suaminya, namun saat ia hendak beranjak pergi, Vio memanggilnya.


"Kak Lexa,"ucap Vio dengan pelan.


Alexa pun menoleh kearah Vio.


" Ya Vio, ada apa?," Tanya Alexa mengerutkan keningnya.


Vio melihat semua orang tengah bercengkrama satu sama lain, lalu ia berjalan menghampiri Alexa dan menariknya dari sana menuju taman belakang mansion milik Jonathan.


"Ada apa Vio, kenapa kau menarikku kemari?," Tanya Alexa heran.


"Aku ingin mengatakan sesuatu pada kakak. Aku benar-benar tidak bisa menahan perasaan ku lagi kak." Ucap Vio tersipu malu.


" Perasaan?, Sebenarnya apa yang ingin kau katakan Vio, Aku tidak mengerti," ucap Alexa yang masih belum menangkap isyarat dari Vio.


"Aku... Aku menyukai seorang pria kak," ucap Vio pelan, ia menundukkan kepalanya dan terlihat begitu malu malu.


"Wow, benarkah?, siapa pria yang bisa mengambil hati mu Vi?," Tanya Alexa penasaran.


"Dia ada di sini kak," ucapnya kemudian.


Mendengar ucapan dari Vio, Alex aku menerka-nerka siapa pria yang disukai oleh Vio.


"Siapa Vio, Kau membuat ku begitu penasaran," ucap Alexa yang sudah tidak sabar menunggu ucapan Vio selanjutnya.


"Yang jelas kak Alexa mengenalnya," ucap Vio.


"Tentu saja aku mengenalnya, karena aku mengenal semua orang yang ada di sini," ujar Alexa yang mulai jengah karena menunggu ucapan Vio siapa sebenarnya yang Vio sukai.


"Baiklah baiklah aku akan mengatakannya padamu kak Alexa. Tapi janji sama Vio, kakak tidak akan mengejek Vio," ucapnya dan langsung mendapat anggukan dari Alexa.


"Sekarang katakan siapa dia?!," Ucap Alexa memerintah.


Vio membisikan satu nama ke telinga Alexa, dan itu membuat Alexa menjadi diam terpaku.


"A-apa?, Kau menyukai Kai?," Tanya Alexa berusaha memperjelas semuanya.


Namun Vio pun segera menganggukan kepalanya. Vio tidak mengetahui perasaan antara Alexa dan Kai. Yang Vio tahu, Alexa dan Kai hanya berteman saja.


"Kak Vio jangan pernah mengatakan ini kepada siapapun, dan menurut kakak bagaimana?, Apakah kak Alexa menyetujui hubunganku dengan kak Kai?," Tanya Vio.


Alexa tidak tahu harus menjawabnya dengan apa. Yang jelas ia tidak ingin perasaannya terhadap Kai diketahui oleh orang lain. Walaupun sebenarnya perasaan itu masih ada, tapi semuanya terlihat samar dan hampir menghilang dari hatinya. Karena saat ini yang terpatri jelas dalam hatinya hanyalah nama suaminya seorang. Dan Alexa tidak akan pernah membagi hatinya untuk orang lain.


"Apa kau yakin kau benar-benar menyukai Kai Vi?."


"Aku yakin kak, karena aku tidak pernah merasakan seperti ini terhadap pria manapun. Hanya kak Kai yang mampu membuatku seperti ini." Ucap Vio mantap.


" Tapi bagaimana jika Kai tidak mencintaimu?, Apa kau akan terus mengejarnya atau kau akan berhenti untuk mencintainya?," Tanya Alexa berusaha mencari tahu tentang perasaan Vio terhadap Kai.


"Aku tidak akan pernah menyerah kak, sekalipun kak Kai tidak mencintaiku, tapi aku yakin dengan cintaku ini, pasti kak Kai lambat laun juga akan mencintaiku." Ucap Vio berusaha meyakinkan Alexa.


Alexa tersenyum menatap wajah Vio, ia yakin Vio benar-benar mencintai Kai. Alexa akan merelakan Kai untuk Vio.


" Vio benar-benar tulus mencintaimu Kai, aku yakin kau dan Vio suatu saat akan bahagia. Dan aku menunggu di saat itu bisa melihatmu tertawa bersama orang yang kau cintai. Karena aku adalah temanmu, dan Aku mendoakan untuk kebahagiaanmu." ucap Alexa dalam hati.


Alexa mengulas senyumnya. "Aku menyetujui hubunganmu dengan Kai, Vio." Ucap Alexa, senyum berbinar pun terbit di wajah Vio.


"Terima kasih kak Alexa, kau terbaik," ucapnya seraya memeluk Alexa.

__ADS_1


Namun di saat itu, tiba-tiba saja Kai datang dan membawakan satu piring makanan untuk Vio.


Sebenarnya itu hanyalah alasan Kai. Kai menghampiri Vio karena dia tahu Alexa sedang bersama Vio saat ini. Kai sedari tadi ingin sekali untuk menyapa Alexa. Dia sangat merindukan wanita ini, Ia rindu saat bercanda dengan Alexa.


"Hai Alexa," sapa Kai.


Alexa tersenyum canggung entah apa yang terjadi, dulu mereka tidak pernah secanggung ini. Mungkin, semua itu karena Kai pernah mengungkapkan perasaannya kepada Alexa. Dan rasa yang hadir dalam hati Alexa untuk Kai.


"Hai Kai," balas Alexa tersenyum canggung. Hanya ada kecanggungan di antara mereka saat ini.


"Aku ingin mengantarkan makanan untuk Vio," ucap Kai.


Vio yang mendengar ucapan Kai merasa berbunga-bunga, karena Kai begitu perhatian dengannya. Vio bermonolog bahwa Kai juga menyukainya.


"Sungguh?, Makanan ini untukku?," Ucap Vio begitu girang.


"Iya Vio, tapi aku tidak tahu makanan apa yang kau sukai, jadi aku hanya mengambilkan ini untukmu," ujarnya seraya memperlihatkan piring yang ia bawa.


Vio pun langsung mengambil piring dari tangan Kai. "Terima kasih kak, Aku tidak pernah memilih-milih makanan. Jadi aku akan memakan yang kak Kai bawakan untukku."


Vio langsung mencomot makanan yang ada di piringnya. Lalu ia pun menatap Kai yang tengah tersenyum menatapnya.


Kai gemas dengan tingkah Vio saat ini, bibirnya tersenyum menatap tingkah Vio yang menurutnya begitu lucu.


"Kak Kai tidak makan?, Bukankah tadi kakak mengatakan sangat lapar?"


"Aku sudah kenyang hanya dengan menatap mu makan Vio,kau terlihat begitu lucu ." Ucap Kai terkekeh.


"Kak Kai, tapi Vio kan bukan pelawak," ujarnya dengan bibirnya yang mengerucut.


"Bagaimana kalau aku makan satu piring saja denganmu?." Ucap Kai.


Dan semua itu tak luput dari pandangan Alexa. Di dalam hati dia berharap semoga Kai dan Vio bisa berjodoh kedepannya.


"Tidak usah kak, karena Vio sangat lapar jadi Vio akan menghabiskan semua makanan ini. Biar Vio saja yang mengambilkan makanan lain untuk kakak, tunggulah sebentar." Ucap Vio dan langsung pergi dari sana.


Kini hanyalah tinggal Alexa dan Kai saja. Kecanggungan begitu kentara di antara mereka. Hingga kau pun mencoba untuk memulai pembicaraan.


"Aku merindukanmu Lexa," ucap Kai, membuat Alexa langsung menatapnya tajam.


"Tutup mulutmu Kai!, aku sudah bersuami. Dulu memang hubungan kami begitu rumit. Tapi yang sebenarnya kami begitu saling mencintai. Kau tidak pantas mengatakan itu kepada istri orang lain."


"Aku tahu Lexa, tapi aku tidak bisa membendung perasaanku ini." Ucap Kai menatap sendu Alexa.


"Mulai sekarang hapuslah rasa itu dari hatimu, dan mulailah membuka hatimu untuk wanita lain. Aku yakin di luar sana akan ada wanita yang baik untukmu. Karena kau adalah pria yang baik Kai."


" Dan aku pun juga akan menghapus rasa ini untukmu Kai," ucap Alexa dalam hati.


"Andai aku bisa Lexa," batin Kai


Mereka terdiam dalam pikiran masing-masing.


Hingga Kai pun memberikan sebuah lelucon kepada Alexa untuk meredam kecanggungan di antara mereka. Membuat keduanya pun tertawa terbahak. Perlahan kecanggungan di antara mereka mulai terkikis. "Aku akan mulai melupakan mu Lexa. Mungkin status yang paling pantas untuk kita adalah seorang teman. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaan mu bersama suamimu," ucap Kai dan mendapatkan anggukkan dari Alexa.


Dan dari sudut taman itu ada sepasang mata yang tengah memperhatikan Alexa dan Kai. Dia adalah Ars, hatinya sesak melihat mereka tertawa bersama.


" Kau tidak pernah tertawa selepas itu saat bersamaku Lexa, Apa Kau benar-benar mencintai ku," ucap Ars dengan memejamkan matanya.


Lalu ia segera menghampiri istrinya, hatinya tidak akan mampu melihat lebih lama lagi kebersamaan istrinya dengan Kai.

__ADS_1


"Ehem..."


Ars berdehem membuat Alexa dan Kai pun menoleh ke belakang. Suasana pun berubah menjadi dingin saat melihat tatapan Ars.


Alexa segera menghampiri suaminya. " Sayang Aku..."


"Kita pulang," ucap Ars datar.


"Tapi, bagaimana dengan makan siangnya sayang. Dan bagaimana dengan Mami Ajeng..."


"Aku bilang kita akan pulang!," Ucap Ars begitu dingin. Alexa pun akhirnya menuruti keinginan suaminya. Sebelum pergi Alexa menatap ke arah Kai dan menggerakkan bibirnya tanpa suara.


" Maaf" ucap Alexa tanpa suara. Kai pun tersenyum penuh sesak. Namun Ia akan berusaha untuk melepaskan Alexa.


***


Apartemen Raiden


Yuna begitu merasa lapar saat ini. Padahal belum lama di mansion utama tadi, Ia sudah menghabiskan banyak sekali makanan.


Tapi perutnya sudah merasa keroncongan lagi. Yuna pun mencoba untuk mencari makanan yang bisa Ia makan di dalam kulkas.


Namun Ia tidak mendapati makanan apapun di kulkas. "Kenapa tidak ada apapun disini?," Ucapnya seraya mengelus perutnya. Yuna begitu kelaparan.


"Apa yang kau lakukan disana?!," Suara bariton membuat Yuna terkaget.


Yuna segera menutup pintu kulkas dan segera berdiri. "Aku lapar, tapi tidak ada apapun di sini Rai," ujar Yuna.


"Kau lapar?, bukankah tadi kau begitu banyak menghabiskan makanan. Sekarang kau sudah lapar lagi?." Rai menggelengkan kepalanya. Ia tidak menyangka kalau Yuna ternyata makan begitu banyak.


"Aku juga tidak tahu Rai, akhir-akhir ini Aku begitu mudah lapar. Mungkin karena bawaan janin dalam perutku," ucap Yuna.


Mendengar Yuna mengucapkan tentang janinnya, Rai pun segera menggandeng tangan Yuna.


"Aku akan mengajakmu makan di luar, Kau ingin Apa?," Tanya Rai membuat Yuna berbinar.


"Aku ingin makan makanan seperti yang Mami masak tadi," ucap Yuna.


" Kalau begitu, kita ke restoran milik Mami saja,ayo!," Raiden segera membawa Yuna menuju restoran maminya.


Sesampainya di restoran milik Maminya, Rai segera memanggil pelayan restoran itu untuk menyiapkan beberapa menu yang Yuna inginkan.


Setelah makanan yang Rai pesan datang, Yuna menjadi lapar mata. Hidangan di depannya membuat air liurnya hampir keluar.


Yuna mulai memakan makanan itu dengan sangat lahap. Rai pun geleng-geleng kepala melihat istrinya saat ini.


"Makanlah pelan-pelan Yuna, Aku tidak akan merebut makanan mu," ucap Rai.


"Kau tidak mau, kalau begitu ini semua milikku," ucap Yuna membuat Rai terkekeh.


"Rai," panggil seorang wanita cantik yang menghampiri meja Rai dan Yuna.


"Shelin " ucap Rai menatap gadis cantik itu.


***



promosi genks, baru aja di buat, baru ngetik pokoknya semua-mua baru lah, sempetin mampir ya 😘😘

__ADS_1


__ADS_2