Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 43


__ADS_3

"Ta.. tapi aku.. aku...emmm...," ucapan Ajeng terhenti saat bibirnya di bungkam oleh bibir Jonathan.


Jonathan mencium bibir merah istrinya yang bagaikan candu untuknya. Apalagi setelah beberapa hari ia berpuasa. Dan ia pikir inilah saatnya untuk melepas dahaga yang beberapa hari ini sempat tertunda.


Jonathan menyusuri setiap lekuk tubuh istrinya. Mereka berdua pun meneguk indahnya pelepasan cinta yang benar-benar membuat keduanya meneguk indahnya cinta.


Dan mereka pun melakukannya berkali-kali hingga keduanya merasa lelah barulah mereka berhenti.


Jonathan mengecup kening istrinya kala menyudahi permainannya. "Terimakasih sayang," ucapnya, kemudian dia pun mendekap erat tubuh istrinya dan ikut terlelap.


********


"Paman, aku ingin Paman mengumpulkan informasi tentang pria bernama Victor." ucap Ars dalam panggilan telepon.


"............."


Ars segera menutup panggilannya. Lalu dia kembali meneruskan alat baru ciptaannya.Yaitu sebuah kamera kecil yang ia tanam di robot lalat yang ia buat. Sebenarnya ia sudah memiliki banyak sekali yang seperti itu, namun yang ini berbeda.


Alat ciptaannya kali ini ia lengkapi dengan sebuah penyebar virus komputer yang dapat melumpuhkan data-data. Dan alat itu hanya akan bekerja dengan sensor suara. Dan hanya dengan suaranya saja alat itu bisa bekerja.


"Sempurna," ucapnya. Lalu dia menyimpan alat itu ke sebuah kotak kecil.


Ars pun mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuknya dan mulai merajut mimpi.


Pagi harinya Jonathan mengajak Ajeng ke markasnya. Sedangkan Ars kembali bersekolah seperti biasa.


"Dah Mami, Papi," ucap Ars melambaikan tangannya saat hendak masuk ke kelasnya.Jonathan dan Ajeng mengantarkan putranya terlebih dahulu sebelum ke markas besar.


"Dah sayang, belajar yang rajin ya sayang," ucap Ajeng membalas lambaian tangan Ars. Sedangkan Jonathan menatap sang putra seraya memasukan tangannya ke sakunya dan tersenyum.


"Ok Mami"


Jonathan dan Ajeng pun pergi setelah Ars masuk.


"Sayang, kenapa kau mengajakku ke markas, bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku menyerahkan semuanya kepadamu,", ucap Ajeng.


" Aku hanya ingin kau menghukum wanita yang sudah menculikmu sayang. Apa kau tidak ingin menghukumnya?, dia juga sudah membuatmu membenciku karena video palsu itu., "ucap Jonathan menahan kesal.


" Baiklah, terserah kau saja, "ucap Ajeng akhirnya..


Mobil Jonathan sampai di sebuah perpustakaan terbesar di kota tersebut. Jonathan dan Ajeng pun masuk kedalamnya. Lalu Jonathan membawa istrinya ke sebuah ruangan membaca khusus. Disana Jonathan menarik satu buah buku, dan tiba-tiba rak buku itu bergerak dan terbuka.


Ajeng menatap ruangan itu takjub." Aku pikir yang seperti ini hanya ada di film-film. Ternyata suamiku pun juga memiliki yang seperti ini, "ucapnya membuat Jonathan terkekeh.


" Sekarang bukan hanya di film-film yang kau lihat sayang. Kau akan melihat yang nyata saat ini." Jonathan gemas melihat istrinya.


"Aku benar-benar tidak menyangka akan melihat hal-hal seperti ini. Aku kira yang seperti ini hanya ada di film-film. Aku yang seorang gadis dari kalangan rendahan sekarang tiba-tiba menjadi seorang putri dari keluarga Anthony. Aku benar-benar belum percaya dengan semua yang terjadi," ucap Ajeng.


" Sayang, ini belum seberapa. Nenek belum memperkenalkan organisasi dunia bawah kepadamu. Orang-orang mu hampir sama banyaknya dan tangguhnya dengan orang-orang ku." Perkataan suaminya membuatnya terpaku.


"Benarkah?,tapi aku tidak ingin masuk kedalam dunia seperti itu," ucap Ajeng. Dia ingin kehidupan yang normal layaknya orang-orang normal lainnya.

__ADS_1


"Kau jangan khawatir sayang aku yang akan melindungi keluarga kita. Aku juga tidak ingin kau terluka. Kau hanya perlu berdiri di belakangku sebagai penyemangatku." ucap Jonathan mengerlingkan matanya.


Ajeng menatap jengah suaminya.


"Mulai lagi," lirihnya.


Langkah mereka kini telah sampai di sebuah ruangan yang disana terdapat monitor.


Ajeng terkejut melihat monitor tersebut. Disana dia melihat dua orang yang tengah diikat di sebuah kursi, dan mereka terlihat sangat berantakan. Banyak luka di wajah, bahkan di sekujur tubuh mereka.


"Sa..sayang, a..apa yang kau lakukan?, kenapa kau biarkan Shela seperti itu?," ucap Ajeng terbata.


"Karena dia sudah merencanakan kejahatan kepada istriku, dan menculik istriku. Ini tidak seberapa dengan apa yang mereka lakukan. Kalau perlu mereka harus dilenyapkan," ucap Jonathan menyeringai. Wajahnya kini terlihat dingin dan menakutkan. Tangannya terkepal menahan emosi.


Ajeng yang melihat kemarahan pada suaminya segera menggenggam tangan suaminya yang terkepal. "Tenanglah sayang,"


Jonathan menatap istrinya, dan itu membuat kemarahannya sedikit mereda. Jonathan membalas genggaman tangan istrinya dan mengecup tangan istrinya itu.


"Aku ingin bertemu dengannya sayang," ucap Ajeng.


"Apa kau yakin?."


"Ya"


"Baiklah, ayo ikuti aku."


Mereka berjalan menuju pintu dimana Shela dan Harold di tahan.


Pria bernama Sam itu segera menekan tombol, dan terbukalah pintu tersebut.


Ajeng dan Jonathan mulai masuk menghampiri dua orang yang sudah tidak berdaya itu.


Shela yang masih memiliki sedikit kesadaran pun menoleh. "Ajeng," Ucapnya.


Namun Ajeng tak bergeming, dia melangkah mendekati Shela.


"Ajeng maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengganggu kalian lagi. Aku akan pergi jauh dari hidup kalian, tapi kumohon lepaskan aku," ucapnya menghiba.


"Kau pantas mendapatkan semua ini untuk semua hal yang telah kau lakukan!," ucap Jonathan dingin.


Tapi Shela tak menyerah, dia terus saja menghiba. Dia tidak pernah menyangka bahwa ternyata Jonathan selama ini adalah seorang Mafioso yang sangat kejam.


Mengingat dahulu Jonathan selalu bersikap lembut dan hangat padanya.


"Aku berjanji!,kau bisa langsung membunuhku bila aku melanggar janjiku."


"Sayang, lepaskan mereka."


"Tidak!,sekalipun kau istriku, aku tetap tidak akan melepaskan mereka!,aku Jonathan, pantang melepaskan orang yang telah memulai perang denganku!," ucapnya menggelegar dalam ruangan tersebut.


Ajeng pun tidak bisa berbuat apa-apa untuk keputusan suaminya itu. Ajeng bergidik ngeri melihat sisi lain dari suaminya.

__ADS_1


*********


Satu Minggu kemudian


Nani telah memberitahukan kepada Ajeng bahwa Alex akan menikahinya minggu ini.


Ajeng terkejut namun juga bahagia. Mungkin sahabatnya itu sudah mulai jatuh cinta pada Alex melihat binar di wajahnya.


Ajeng berniat akan mengadakan pesta pernikahan untuk Nani. Namun Nani menolaknya,dia ingin menikah dengan Alex secara sederhana.


Namun dia meminta kepada Ajeng bahwa ia ingin menikah di sebuah kebun yang terdapat bunga-bunga bermekaran. Ajeng pun mengabulkan keinginan sahabatnya itu.


Dan di sinilah saat ini mereka, menyaksikan kedua pengantin yang baru saja resmi menjadi pasangan suami-istri.


"Selamat sayang, akhirnya kau tidak lagi lajang," ucap Ajeng seraya memeluk sang sahabat.


"Terimakasih Je, ini adalah pernikahan impianku, terimakasih sudah mengabulkannya," ucapnya membalas pelukan Ajeng.


"Apapun untuk sahabat terbaikku."


.


.


.


Malam hari di rumah Alex


Nani sedang duduk di atas ranjang menunggu Alex keluar dari kamar mandi. Nani berdebar menunggu Alex.


Ia tersipu membayangkan bagaimana nanti dia akan melewati malam ini, malam pertamanya.


cklek..


Pintu kamar mandi pun terbuka. Disana Alex tengah berdiri menatap Nani dengan pandangan yang sulit diartikan. Nani semakin berdebar dibuatnya.


Alex melangkah mendekati Nani. "Maafkan aku, aku menikahimu karena memenuhi permintaan seseorang. Aku tidak bisa melakukan hal yang sehaseharusnya dilakukan sepasang suami-istri, walaupun begitu, aku akan menjaga dan melindungimu seperti janjiku padanya," ucap Alex, kemudian dia mengambil satu bantal dan membawanya keluar dari kamar tersebut.


Deg


Nani mematung mendengar pertanyaan dari suaminya. Air mata jatuh begitu sajadi pipinya. Ini bukanlah malam pertama seperti yang ia bayangkan. Ini terlalu menyakitkan untuk Nani.


"Ternyata selama ini, dia menikahiku hanya untuk memenuhi janji kepada seseorang?, bodohnya aku yang sudah mengira bahwa dia mencintaiku," ucap Nani disela tangisnya.


Sedangkan Alex masih berdiri dibalik pintu,dia mendengar tangisan gadis yang kini menyandang status sebagai istrinya.


"Maafkan aku Nona," lirihnya.


Bersambung...


*********

__ADS_1


__ADS_2