
"Apa yang kalian lakukan!," Ucap Vio dengan sedikit lantangnya.
Kai dan Alexa segera menoleh ke arah Vio. Kai melepaskan Alexa perlahan. Lalu mereka segera membenahi posisi berdiri mereka.
Alexa menggelengkan kepalanya. "Ini tidak seperti apa yang Kau lihat Vio. Tadi Kai hanya membantuku karena Aku akan terjatuh," ucap Alexa menjelaskan.
Namun Vio segera mendekati mereka dengan pandangan yang terlihat marah. " Vio kecewa dengan kak Lexa," ucap Vio, lalu pandangannya beralih pada Kai. "Dan Aku lebih kecewa dengan mu kak," ucapnya dan langsung meninggalkan Alexa dan Kai yang masih berdiri mematung.
Dari kejauhan Vio dapat melihat Ars yang berdiri tak jauh dari sana. Dia segera berlari kecil menghampiri Ars dan menariknya keluar.
Beberapa saat kemudian
Kai pulang ke apartemennya dengan perasaan yang begitu gamang, karena Vio telah salah paham dengannya.
Sebenarnya tadi saat menolong Alexa ketika hampir terjatuh, Kai ingin memastikan kembali tentang perasaannya terhadap Alexa ketika mereka begitu dekat tadi.
Namun debaran yang dulu hadir saat berada di dekat Alexa hilang entah kemana. Yang terlintas justru wajah Vio.
Terjawab sudah semua keraguan hatinya saat ini. Kai kini akan memperjuangkan cintanya untuk mendapatkan hati Vio. Karena saat ini nama Violetta telah bertahta di hatinya.
***
Ars membuka pintu kamarnya dengan perlahan, Ia melihat sang istri duduk di pinggir ranjang dengan raut wajah yang gelisah.
"Lexa," panggil Ars.
Tapi Alexa tak menyahut seruan dari sang suami. Pikirannya terus saja berkelana memikirkan Vio yang salah paham padanya dan Kai.
Hingga panggilan ketiga Alexa baru menyadari kehadiran sang suami yang kini sudah duduk di sampingnya.
"Lexa"
Ars terkejut melihat suaminya tiba-tiba saja berada di sampingnya. Seketika Ia langsung memeluk erat tubuh Ars.
"Kak Ars," ucapnya parau.
Ars memejamkan matanya sejenak, lalu ia mengelus kepala Alexa penuh kelembutan.
"Lexa, Aku melihat mu berpelukan dengan Kai tadi," ucap Ars membuat Alexa terkejut.
Alexa melepaskan pelukannya dan menatap wajah suaminya. "Sayang, Aku bisa menjelaskan semuanya. Itu tidak seperti yang kau pikirkan," ucap Alexa menggelengkan kepalanya.
Rasa takut bergelut dalam hatinya, Ia takut suaminya akan sama salah pahamnya dengan Vio. Air matanya perlahan mengalir membasahi pipinya.
Tanpa di duganya suaminya justru malah tersenyum lembut dan menghapus air matanya perlahan. Bibirnya mencium kedua matanya istrinya yang mengeluarkan air mata.
"Kau tidak perlu menjelaskan apapun sayang, karena Aku percaya padamu," ucap Ars kembali menarik Alexa kedalam pelukannya.
Dalam hati Ars menggeram kesal kepada Vio. Karena Vio, kini istrinya mengeluarkan air mata.
"Sekarang istirahatlah sayang, kau tidak boleh terlalu banyak pikiran. Ingatlah sekarang ada calon malaikat kecil kita di sini," ucap Ars mencium perut Alexa yang masih terlihat rata.
"Tapi"
"Ssstt... Jangan membantahku, tunggulah sebentar Aku akan mandi. Setelah itu kita makan malam bersama," ucap Ars lembut dan dianggukki oleh Alexa.
***
Keesokan harinya
Kai berniat akan menjemput Vio di kampusnya, Ia akan kembali menjelaskan semuanya yang terjadi tentang kesalahan pahaman kemarin.
Namun yang dicari tak kunjung keluar. Kai sudah menunggu Vio di depan kampusnya. Banyak mahasiswi muda yang berbisik-bisik meliriknya. Bahkan ada yang mencari perhatian darinya dengan berpura-pura terjatuh di hadapannya.
Namun Kai tak menghiraukannya, karena matanya terus saja tertuju pada benda pipih yang sedari tadi menarik perhatiannya.
Bagaimana tidak, karena saat ini Kai melihat foto Vio yang tengah berfoto berdua bersama James di akun sosmednya. Hatinya begitu memanas melihatnya, Kai segera masuk kedalam mobilnya dan pergi menuju ke mansion Alex untuk menunggu Vio pulang.
***
Sedangkan disisi lain, saat ini Vio sedang tertawa bersama James di sebuah cafe. Vio membayangkan bagaimana perasaan Kai yang melihat statusnya di akun sosmednya.
"Hey gadis nakal, kenapa Kau ingin membuat kekasihmu cemburu. Apa Kau masih ragu apakah dia benar-benar mencintai mu atau tidak?," Tanya James.
__ADS_1
"Entahlah James, semoga saja dia cemburu melihat foto kita," ucap Vio ambigu.
"Kau tidak perlu khawatir, nanti kalau dia tidak cemburu padamu, Kau jadi kekasihku saja," ucap James dengan tawanya.
Sebuah cubitan membuat James mengaduh kesakitan.
"Auuw... Kenapa kau kdrt padaku. Apa kau tidak kasihan padaku?. Seharusnya kau itu berterima kasih pada ku karena sudah membantumu menjalankan rencana mu itu. Kau tahu?, hatiku sakit melihat mu bersamanya, tapi Aku baik kan sudah mau membantu mu walaupun hatiku hancur berkeping-keping," ucap James melow.
Namun Vio malah tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan James, membuat James mengerucutkan bibirnya kesal.
"Aku berbicara serius Vio, tapi Kau malah mentertawakan ku?!."
"Maaf, maaf James. Lebih baik kau mengantarku pulang aku harus mempersiapkan semuanya untuk besok," ucap Vio masih sedikit terkekeh.
James pun mengikuti ucapan Vio dengan terus bergumam. "Untung saja cinta," gumam James. Lalu mereka segera memasuki mobil James dan meninggalkan cafe.
Mobil James sampai di halaman mansion Alex, Alexa mengerutkan keningnya saat melihat mobil Kai sudah berada di sana.
James dan Vio pun keluar dari dalam mobil. Disambut dengan tatapan tajam Kai yang begitu menghunus.
"Dari mana kalian?!," Tanya Kai dengan suara yang begitu dingin.
Vio menelan ludahnya kasar, Ia tidak pernah melihat wajah Kai yang terlihat begitu dingin seperti saat ini.
Vio memberanikan diri dan berjalan seolah tanpa dosa. "Vio, kau belum menjawab pertanyaanku?!," Ucapnya mencekal tangan Vio.
Vio menarik tangannya kasar, Ia pun juga menatap tajam ke arah Kai, walaupun sebenarnya ia merasakan ketakutan yang begitu luar biasa saat ini.
"Kak Kai tidak perlu tahu dari mana dan kemana Vio pergi. Lebih baik kak Kai pulang, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan," ucap Vio dan berjalan meninggalkan Kai.
"Vio! Aku belum selesai bicara denganmu!."
Namun Vio tidak mengindahkan ucapan Kai.
"Maafkan aku kak Kai," ucap Vio dalam hati.
Sedangkan Kai begitu frustasi memikirkan hubungannya dengan Vio saat ini. Lalu ia pun menatap tajam ke arah James yang sedari tadi memperhatikan keduanya.
James pun merasa merinding melihat Kai yang terlihat begitu menyeramkan. Lalu ia segera buru-buru untuk meninggalkan tempat itu.
***
Keesokan paginya
Kai begitu bahagia saat mendapat notifikasi pesan dari Vio yang mengajaknya untuk bertemu di cafe biasanya mereka bertemu.
Kai segera beranjak pergi menuju cafe tersebut untuk menemui sang pujaan hati. Sepanjang perjalanan Kai terus saja bernyanyi karena merasa bahagia.
Kai memarkirkan mobilnya dan segera memasuki cafe tersebut. Pandangannya menelisik ke semua arah cafe tersebut untuk mencari Vio.
Kai melihat Vio yang terlihat begitu cantik tengah duduk di meja biasanya mereka tempati.
Iapun segera menghampiri gadisnya itu.
"Sayang, Aku sudah datang. Aku tahu kau pasti akan memaafkan ku dan mempercayai ku," Ucap Kai.
"Maaf kak, tapi Aku tidak bisa meneruskan hubungan kita," ucap Vio lirih.
Seketika tubuh Kai seakan melemas mendengar ucapan Vio barusan. Apakah Ia bermimpi?, Kai pun tertawa terkekeh.
"Sayang, Kau pasti sedang bercanda kan?."
"Maaf kak," ucap Vio dan beranjak berdiri. "Mungkin cukup sampai di sini saja hubungan kita," ucap Vio dan meninggalkan Kai yang terdiam terpaku mendengar ucapan Vio yang seakan membuatnya terhempas ke dalam jurang yang dalam.
Kai begitu kalut saat ini, bukankah Vio begitu mencintainya?, tapi kenapa Vio malah memutuskan hubungan mereka?. Sungguh Kai ingin sekali menenggelamkan dirinya kedalam lautan.
Namun di saat Ia tengah kalut akan hatinya, samar-samar Kai mendengar sebuah suara merdu yang semakin mendekat ke arahnya.
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday... happy birthday...
__ADS_1
Happy birthday to you...
Kai mendongak menatap siapa pemilik suara merdu itu. Lalu ia berdiri dan memperjelas penglihatannya apakah yang Ia lihat benar-benar nyata.
"Vi-Vio"
Vio tersenyum manis menatap Kai dengan membawa sebuah kue ulang tahun. Perlahan Ia pun berjalan mendekat ke arah Kai dan duduk di sampingnya.
"Duduklah kak, dan tiup lilinnya," ucapnya dan Kai pun masih belum mengerti dengan apa yang terjadi.
Kai hendak meniup lilin, namun pandangannya tak hentinya memandang kearah Vio.
"Tunggu kak, berdoa dulu jangan lupa," ucap Vio mengingatkan.
Dalam hati Kai pun berdoa agar ia bisa bersama dengan gadis di depannya itu selamanya.
Lalu Kai pun meniup lilin tersebut. " Yeeei, happy birthday kak Kai," ucap Vio dan bertepuk tangan.
Kai langsung memeluk gadis manis di depannya itu. " Vio, aku sangat mencintaimu, kumohon jangan tinggalkan aku. Aku minta maaf padamu, tapi sungguh Aku dan Lexa tidak ada hubungan apapun. Kau telah salah paham sayang," ucap Kai berusaha menjelaskan yang terjadi beberapa hari lalu.
Vio tersenyum. "Aku tahu kak Kai mencintai ku, dan Aku percaya padamu kak. Ini semua adalah rencana ku untuk membuatmu mengatakan semua hal ini. Dan tentunya karena aku ingin memberikan sebuah kejutan ulang tahun untuk kakak," ucap Vio cengengesan.
Vio pun melepaskan pelukannya dan menatap dalam wajah Vio. Tanpa aba-aba Kai langsung melu..mat bibir Vio tanpa menghiraukan semua orang yang kini tengah menatap mereka.
Keduanya terlarut dalam indahnya cinta yang begitu menggebu di antara mereka.
Hingga terdengar suara sorakan dari beberapa orang yang ada di sana.
Kai melepaskan ciumannya, dilihatnya semua keluarga Nugraha dan keluarga Alex berkumpul dan menyorakinya. Namun Rai dan Yuna tidak ada di sana karena sedang baby moon ke luar negeri.
Dan tanpa malunya Kai malah kembali mencium bibir Vio berkali-kali. Membuat siapa saja yang melihatnya pun menjadi baper dan iri.
"Aku sangat bahagia melihat mereka berdua saat ini sayang. Hampir saja kemarin aku masuk dalam rencana Vio dan kalian semua," ucap Alexa merangkul pinggang suaminya.
"Yang pasti aku tidak akan membiarkan istri cantik ku bersedih. Aku berharap kita semua bisa bahagia seperti ini selamanya," ucap Ars yang membalas rangkulan Alexa.
***
Enam tahun kemudian
Dua anak laki-laki kecil kembar bernama Rion dan Renon sedang asyik mengotak-atik komputer milik sang Dady.
Sedangkan seorang anak laki-laki kecil lainnya namun terlihat lebih tua dari Rion dan Renon sedang mengerjakan sesuatu di sampingnya, dan namanya adalah George. Dan ada juga seorang gadis kecil paling muda usianya di antara mereka sedang tersenyum memandangi George yang tengah serius mengerjakan sebuah alat temuannya.
"Akhirnya, kita sudah menghancurkan semua virus-virus itu," ucap Rion dan di anggukki Renon. Mereka berdua melakukan tos bersama.
"Kalau begitu kalian harus membantu ku menyelesaikan ini," ucap George kepada saudara kembar itu.
"Kak George, kenapa Kau tidak meminta bantuan ku?!. Aku juga bisa membantu mu," ucap gadis kecil bernama Sachi.
"Kalau Kau menyentuh semua ini, pasti akan dipastikan menjadi rusak semua. Tugasmu mengawasi bila ada yang datang kau bisa memberi tahu kami," ucap George membuat Sachi cemberut.
"Kau sungguh lamban George," keluh Rion dan mendapatkan tatapan tajam dari George.
"Baiklah-baiklah, kami akan membantumu," ucap Rion tertawa canggung. Sebab Ia sangat takut dengan George yang usianya lebih tua dari dirinya.
Namun saat mereka tengah asik mengerjakan sesuatu itu, tiba-tiba saja pintu terbuka. Terlihat disana Ars tengah terkejut melihat apa yang dikerjakan oleh anak-anak itu.
"Daddy," ucap Rion dan Renon bersamaan. Sedangkan yang lainnya pun ikut terkejut karena Ars melihat apa yang mereka kerjakan.
"Apa yang kalian lakukan?."
The end...
***
Akhirnya karya ini tamat genks 🎉🎉🎉
Terimakasih kepada kalian yang telah setia membaca karya othor yang masih remahan ini 😭🤧.
Othor akan fokus ke novel othor yang satunya lagi yang berjudul "Suamiku Arogan" jangan lupa ikuti ya genks, di jamin nanti juga bakal seru.
Sampai jumpa semuanya 🤧🤧🙏🙏.
__ADS_1
Jangan lupa mampir kak 🤣🤣. karya Suamiku Arogan akan up setiap hari 😘😘