Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 54


__ADS_3

"Kita bergerak sekarang, aku yakin mereka sudah mengetahui rencana kita," ucap Romi.


"Kalau begitu aku akan menyuruh Hiko dan kelompoknya untuk segera kesana, kita akan menghabisi mereka saat mereka tidur hahaha..," ucap Dev tertawa menyeringai.


"Malam ini kita tuntaskan rencana kita," ucapnya kemudian.


*****


Malam ini Jonathan menyuruh sebagian besar kelompoknya untuk istirahat di markasnya. Ia hanya menyisakan beberapa saja untuk berjaga-jaga di mansionnya.


Ia tidak mengira bahwa musuhnya akan bergerak malam ini. Begitu juga dengan Ars.


Namun Ars sudah menyuruh Alex untuk tetap bersiaga.


"Good night honey," ucap Jonathan mengusap kepala putranya.


"Good night Papi, Mami," ucapnya.


Jonathan dan Ajeng pun keluar dari kamar Ars. Mereka masuk kedalam kamar mereka untuk tidur.


Disaat semua telah tertidur, para musuh pun segera melakukan aksinya. Mereka telah memberikan bius berupa asap yang seketika membuat orang-orang Jonathan tertidur.


Dan di saat itu juga mereka semua mengikat orang-orang Jonathan.


"Bagus, sekarang cepat masuk, kita lakukan hal yang sama pada mereka. Aku ingin menyiksa mereka sebelum menghabisinya," ucap Dev.


"Kalian memang orang-orang yang kejam," ucap Hito tertawa. Dan kelompoknya segera melakukannya.


Beberapa saat kemudian,


"Kami sudah melakukannya Bos, kami juga sudah mengikat mereka," ucap salah satu anak buah Hito.


"Bagus."


Dev, Romi dan Hito pun menuju tempat dimana anak buah mereka telah mengikat keluarga Jonathan.


"Lihatlah, sebentar lagi aku akan mengalahkan, ketua kelompok Black Tiger hahahaha," tawa Hito memecah keheningan malam ini.


"Dan kami akan mendapatkan semua harta Anthony," ucap Dev menyeringai.


Romi mengguyurkan air kepada Jonathan, Ajeng, dan Ars hingga mereka pun terbangun.


Disaat mereka terbangun, mereka terkejut dengan keadaan mereka yang terikat. Lebih terkejut lagi saat melihat ada beberapa orang disana.


Ajeng sangat terkejut lagi saat melihat kedua pamannya berada di antara orang-orang itu.


"Paman, ada apa ini?, kenapa kalian diam saja melihat kami terikat seperti ini?. Dan siapa mereka?!," ucap Ajeng bingung.


"Sial, aku telah kecolongan lagi!!,", ucap Jonathan dalam hati. Ia telah menatap tajam orang-orang disana.


" Apa keponakan ku ini tidak mengerti bahwa kami yang melakukan ini semua?, "ucapnya menyeringai.

__ADS_1


" Tidak Paman, kalian berbohong kan?, "ucap Ajeng tak percaya keluarganya sendiri yang melakukan semua ini terhadapnya dan keluarganya.


Sedangkan Ars sudah menekan tombol di jam tangannya untuk menghubungi Alex. Beruntung tadi Ars tidak sempat melepas jam tangannya saat tidur.


Disaat Alex menerima panggilan dari Ars, ia dapat mendengar percakapan di tempat Ars. Ia pun menyusun strategi untuk menyelamatkan Ars dan keluarganya.


Alex memasuki ruangan Nani, ia melihat sang istri tengah tertidur lelap. Alex mengecup kening Nani seraya tersenyum." Aku mencintaimu Na.Maafkan aku yang baru menyadarinya. Aku berjanji akan mengungkapkan cintaku padamu setelah misi ini," ucap Alex mengusap lembut kepala Nani.


Alex pun segera berangkat menuju mansion Ars.Alex juga sudah mengkode para pasukan khusus itu untuk segera menuju mansion Ars.


Di mansion Jonathan


"Hahahaha, lihatlah ketua Mafioso nomor satu berhasil ku tundukkan," ucap Hito. Suaranya menggelegar ke seluruh ruangan tersebut.


"Tidak..!,jangan sakiti suamiku," pekik Ajeng.


"Diamlah wanita ******!!," ucap anggota kelompok Hito yang kini menampar Ajeng. Hingga darah segar mengalir dari ujung bibirnya.


Jonathan pun marah melihat istrinya disakiti, ia pun berusaha untuk berontak, namun Hito pun memukulinya, sehingga Jonathan tersungkur.


Jonathan mengepalkan tangannya, ia tidak terima istrinya disakiti. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Ah iya, maafkan kami karena kami harus membunuh pewaris seluruh harta Anthony," ucap Dev. Ia telah menodongkan pistol kearah Ars.


"Jangan..., jangan bunuh Putraku!, Paman kumohon jangan bunuh Putraku. Bukankah dia cucumu juga. Jangan bunuh Ars Paman, bunuh saya saja," ucap Ajeng menghiba dan diselingi dengan tangisan.


"Kau akan menunggu saatmu tiba, tapi sekarang aku akan memastikan terlebih dahulu bahwa pewaris keluarga Anthony benar-benar musnah," ucap Romi.


"Kalau kau berani menyentuh Putraku, kau akan lihat akibatnya!!," teriak Jonathan.


"Kenapa Paman Alex lama sekali," geram Ars dalam hati.


Dev dan Romi mengarahkan pistolnya ke arah Ars. Dan itu membuat Ajeng begitu histeris.


Saat keduanya hendak menarik pelatuknya, tubuh keduanya tumbang bersamaan dengan bunyi suara tembakkan.


Ya, David dan Romi tertembak di kepala mereka. Dan mereka tewas seketika.


"Lepaskan mereka!!," ucap Alex yang baru datang. Pasukannya sedang baku tembak dan hantam di luar sana.


"Akhirnya kau datang juga Paman. Kau lambat sekali," ucap Ars. kini Ars bernafas lega karena bantuan telah datang.


Jonathan heran dengan ucapan sang putra.


"Kau...?!. Siapa kau berani menghalangi rencana ku?!," ucap Hito marah.


"Aku adalah orang yang akan menghancurkan mu," ucap Alex.


Alex maju lebih dulu, dan beberapa pasukan khusus pun mulai masuk kedalam dan membantu Alex.


Alex menendang pistol dari tangan Hito, sehingga pistol pun terlempar. Baku hantam pun tak terelakkan lagi dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


Pasukan lain berusaha melepaskan tali yang mengikat Jonathan, Ajeng dan Ars.


"Bawa istri dan Putraku pergi!," ucap Jonathan.


Ajeng dan Ars pun dibawa pergi salah satu pasukan itu. Lalu Jonathan segera menghubungi Vino untuk membawa seluruh kelompoknya untuk datang.


Tak berapa lama kemudian orang-orang Jonathan datang membantu mereka. Dan kemenangan pun berpihak pada Jonathan dan Alex.


"Lihatlah, sekarang siapa yang ditaklukkan hah!," ucap Jonathan menyeringai.


Namun Hito tertawa terbahak-bahak, membuat Jonathan mengernyitkan dahinya.


"Apa yang kau tertawakan!," ucap Jonathan.


"Apa kau yakin istri dan putramu selamat. Aku bukan orang bodoh yang tidak merencanakan plane kedua bila rencana pertamaku tidak berhasil," ucap Hito terkekeh.


"Sialan, kau memang iblis!," Jonathan segera menembak Hito hingga tewas. Kini mereka pergi kemana arah GPS yang ada di jam tangan Ars.


Alex mengemudikan mobil dengan cepat.


"Kita akan kemana Lex?," tanya Jonathan cemas.


"Kita akan menuju dimana istri dan putramu berada"


"Bagaimana kau bisa mengetahui dimana istri dan anakku Lex?, mereka tidak membawa ponsel, dan aku pun tak bisa melacaknya"


"Kau tidak mengenal putramu sendiri Tuan," ucap Alex menyunggingkan senyumnya.


"Apa maksudmu Lex?," namun Alex tak menyahutnya. Membuat Jonathan menggeram kesal.


"Ini tempatnya," ucap Alex, ia segera keluar dari mobil dan berlari menuju tempat dimana Ars saat ini melalui GPS-nya.


Jonathan dan Vino pun mengikuti dari belakang. Kini mereka telah sampai dimana Ars dan Ajeng.


"Lepaskan mereka!!!," ucap Jonathan yang melihat seorang pria hendak mendorong Ajeng dan Ars ke jurang.


Dan saat pria itu berbalik, Jonathan begitu terkejut melihat pria itu. Pria yang sudah bertahun-tahun bekerja padanya berkhianat.


Supirnya yang bernama Hans telah mengkhianatinya.


"Kau??!,lepaskan istri dan Putraku!!"


"Dalam mimpimu Tuan, kau tidak menyangka kan kalau aku adalah kaki tangan Tuan Hito," ucap Hans menyeringai.


"Kau!!!,aku akan menghabisimu Hans!!," ucap Jonathan geram.


Namun Ars dengan cepat mengarahkan jam tangannya kearah Hans. Ars melepaskan satu jarum bius kepada Hans. Dan itu membuat Hans terhuyung dan membuatnya terjatuh kedalam jurang.


Dan itu semua membuat Ajeng, Jonathan dan Vino terkejut dan terbengong menatap Ars.


"Kenapa tidak kau lakukan dari tadi Ars. Kau membuatku khawatir," ucap Alex.

__ADS_1


"Maafkan aku Paman, tadi aku begitu terkejut pada Paman Hans. Tapi lihatlah sekarang, dia sudah ku bereskan Paman," ucap Ars tersenyum manis.


...***************...


__ADS_2