Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 77


__ADS_3

"Alexa, aku ingin setidaknya kita bisa menjadi teman sebelum kita berpisah nanti." ucap Ars.


"Kenapa baru sekarang kak Ars ingin berteman dengan ku?. Bukankah sebelum-sebelumnya kita bisa berteman. Kak Ars terlalu munafik," ucap Alexa kesal.


Ars pun berjalan mendekati Alexa, membuat Alexa ketakutan. "Kak Ars mau apa?!"


Ars hanya tersenyum penuh arti dan semakin mendekat. Kini wajah mereka begitu dekat, dan cup. Ars mengecup lembut bibir Alexa membuat Alexa mematung. Jantungnya berdegup dengan kencang.


"Itu hukuman untukmu karena sudah mengataiku," Ucap Ars berbisik di telinga Alexa. Lalu ia pun segera meninggalkan Alexa menuju kamar mandi.


Alexa masih mematung di tempatnya, ia tidak menyangka Ars menciumnya. "Apa ini?, tadi kak Ars menciumku?," ucap Alexa memegangi bibirnya.


Saat Alexa mendengar pintu kamar mandi hendak terbuka, ia pun dengan segera membenamkan tubuhnya di balik selimut. Ia kesal, marah, senang sekaligus malu bercampur menjadi satu.


Sedangkan Ars yang melihat Alexa menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut hanya tersenyum kecil. Lalu ia pun membaringkan tubuhnya di sofa untuk tidur.


Keesokan paginya, Alexa dan Ars bangun pagi-pagi sekali. Alexa selalu menundukkan kepalanya saat berhadapan dengan suaminya. Ia masih terlalu malu karena kejadian semalam.


Sebelum berangkat Alexa menghubungi Kai berkali-kali, namun ponsel Kai tidak aktif. "Kau kemana Kai, dari kemarin ponselmu tidak aktif. Apa kau marah padaku karena aku tidak memberitahumu siapa suamiku," ucap Alexa yang masih berusaha menghubungi ponsel Kai.


Alexa semalam menghubungi Kai untuk meminta izin cuti. Namun nomor Kai tidak aktif, jadi Alexa menghubungi pihak HRD untuk minta izin cutinya.


"apa kau sudah siap?," tanya Ars.


"Iya kak, aku sudah siap," ucap Alexa menundukkan kepalanya malu.


"Kenapa kau terus menundukkan kepalamu, aku tidak akan melakukan hal seperti semalam. Ayo, biar pelayan yang membawa barang-barang kita ke mobil," ucap Ars.


Ars menarik tangan Alexa dan menggandengnya menuju mobil. "Kak Ars, aku bisa jalan sendiri, lepaskan tanganku," protes Alexa.


"Tidak sebelum kau menerimaku sebagai temanmu."


"Kau licik."


"Kau baru tahu aku licik?," ucap Ars menaik turunkan alisnya.


"Aku tidak pernah menyangka ternyata sifat kak Ars begitu menyebalkan!," ucap Alexa kesal.


"Terserah kau mau mengatakan apa."


"Baiklah kita berteman." ucap Alexa akhirnya. Alexa merasa risih dengan sikap Ars saat ini. Ia pun akhirnya mengiyakan permintaan suaminya itu.


"Benarkah?"

__ADS_1


"Kak Ars dengarnya apa?!,aku tidak mau mengulangi kata-kataku," ketus Alexa.


"Kalau begitu sekarang kita berteman. Dan aku mau kau jangan terus-terusan cemberut seperti itu. Lihatlah bibirmu seperti bebek," goda Ars yang langsung membuat Alexa menatapnya tajam.


"Kak Ars, kau sungguh menyebalkan!,rasakan ini... rasakan..," Alexa mencubiti Ars.


"Aduh.. aduh... berhenti Lexa baiklah Maafkan aku."


"Lain kali jangan pernah mengataiku seperti itu"


"Baiklah aku janji, kalau kau tidak ingin aku mengataimu makanya tersenyum dong."


Alexa pun kini tersenyum, ia berfikir mungkin lebih baik berteman daripada saling diam.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita berangkat," ajak Ars. Alexa pun menganggukkan kepalanya.


Mereka pun memasuki mobil untuk berangkat ke bandara.


"Pak, nanti ke apartemen Mia dulu," ucap Ars membuat Alexa mengerutkan keningnya.


"Kenapa kita ke apartemen Nona Mia, Apa kak Ars ingin menyerahkan pekerjaan padanya?"


"Tidak Lexa, Mia akan ikut dengan kita ke Paris. Kemarin kita tidak sempat merayakan ulang tahunnya. Dan sebagai gantinya aku mengajaknya ke Paris ikut dengan kita," ucap Ars.


"Kenapa kau terkejut Lexa, Mia juga temanku. Dan ku harap kalian juga bisa berteman."


Alexa hanya diam saja tak membalas ucapan Ars. "Bodohnya aku yang berharap lebih. Kau pandai membuatku terbuai dan dalam sekejap kau mematahkannya. Aku benci memiliki cinta ini untukmu,aku membencinya," ucap Alexa dalam hati.


Tak berapa lama mereka sampai di parkiran apartemen Mia. Mia sudah siap menunggu di parkiran dengan membawa sebuah koper kecil di tangannya. Ia pun segera memasuki mobil saat Ars membuka jendela mobilnya dan menyuruhnya untuk masuk.


Mia duduk di depan samping supir karena Ars yang menyuruh. "Selamat pagi Ars, Nona Alexa" ucapnya saat dirinya duduk,Mia menoleh ke belakang menatap Ars.


"Pagi," ucap Alexa malas.


Alexa lebih memalingkan wajahnya ke arah jendela untuk menyembunyikan suasana hatinya yang jengah.


Mia terus saja mengajak Ars untuk ngobrol. Mereka membahas tentang masa kuliahnya dulu.


Alexa yang sejak tadi merasa tidak nyaman, ia pun mengirimkan pesan kepada Kai. Berharap Kai membaca pesannya.


"Kai" Begitulah pesan yang Alexa kiriman untuk Kai.


beberapa saat kemudian ponsel Alexa bergetar. Alexa tersenyum saat mendapat balasan pesan dari Kai.

__ADS_1


"Maafkan aku yang baru membalas pesan mu Lexa. Ada urusan keluarga yang harus ku urus. Kau kenapa ,apa kau baik-baik saja?". balas Kai


Alexa tersenyum, ia lega karena Kai tidak marah padanya.


" *Aku baik-baik saja Kai, aku mau ke Paris, jadi aku mengambil cuti untuk beberapa hari."


"Kau ke Paris, keren. Apa kau ke sana dengan suamimu?.Pasti kau akan sangat menikmati liburanmu*" Kai.


"*Aku mau menemui Aunty ku Kai. Tapi sepertinya tidak akan menyenangkan😔,aku pasti akan sangat merindukanmu Kai"


"Kalau begitu saat sampai disana, kalau kau merindukan ku tutup lah matamu dan sebut namaku tiga kali, maka aku akan muncul di hadapanmu gadis😉*" Kai


"😂 kau seperti jin saja Kai. Baiklah akan ku coba nanti. Yasudah Kai, aku sudah sampai di bandara bye 😜" Alexa.


Alexa memasukkan ponselnya ke dalam tasnya. Ia sedikit merasa lebih baik setelah bertukar pesan dengan Kai, itu bisa menghibur hatinya saat ini.


Dari tadi Ars terus saja ngobrol bersama Mia dengan asyiknya. Hingga tanpa sadar telah menyakiti hati istrinya. Obrolan itu berhenti saat mobil sampai di parkiran bandara.


"Biarkan aku yang membawanya," ucap Ars mengambil alih koper yang di bawa Alexa.


Mia yang melihatnya pun merasa iri, ia pun mencebik kesal dalam hati.


"Wah Nona Alexa, Anda begitu beruntung mempunyai suami seperti Ars yang perhatian padamu, aku juga ingin punya suami seperti Ars juga nantinya," ucap Mia, membuat Alexa begitu geram. Alexa tahu Mia selalu menatap Ars dengan tatapan penuh cinta.


"Kalau begitu ambil saja kak Ars kalau Anda mau!," ucap Alexa dingin dan berjalan duluan meninggalkan Ars yang saling berpandangan dengan Mia. Ars pun segera mengejar Alexa meninggalkan Mia.


"Lexa tunggu..."


Ars berhasil menyamakan langkahnya dengan Alexa. "Kenapa Kau berkata seperti itu kepada Mia. Dia itu teman ku Lexa," ucap Ars.


"Tapi dia menganggap mu lebih dari itu kak. Dia mencintaimu," ucap Alexa membuat Ars terbahak.


"Kami sudah berteman sejak kuliah mana mungkin Mia menyukaiku. Lagipula kalau Mia menyukaiku, kenapa dia tidak pernah mengatakannya padaku?. Kau jangan berbicara sembarangan Alexa. Atau jangan-jangan kau cemburu padanya ya?."


Alexa menatap kesal Ars, ia pun kembali mencubit lengan Ars sehingga membuat sang empunya mengaduh kesakitan.


"Ahh..sakit Lexa"


"Kak Ars menyebalkan. Aku tidak cemburu, aku wanita, dan aku bisa melihat saat Mia menatap kak Ars. Tatapannya penuh dengan kasih, apa setelah kita bercerai nanti kak Ars akan menikahinya?," tanya Alexa menahan sesak di hatinya.


Ars mencelos mendengar kata cerai dari Alexa, Ars pun menatapnya tajam. "Aku tidak menyukai Mia, aku hanya menganggapnya sebagai teman saja. Kau jangan berkata sembarangan Lexa," ucap Ars dingin.


***

__ADS_1


__ADS_2