Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 81


__ADS_3

Sedangkan di London saat ini suasana sedang genting. Raiden,dan beberapa kelompok Jonathan sedang melawan musuh yang berhasil melumpuhkan ketua mereka yaitu Jonathan.


Dengan tertatih, Raiden menuju kamar Maminya. Karena disana Jonathan dan Raiden menyuruh Mami dan Yuna untuk bersembunyi di sana.


"Mami, Yuna, kalian harus pergi dari sini!. Ayo! ,kita akan melewati jalan rahasia!," ucap Raiden. Ia pun membawa Mami dan Yuna menuju sebuah lemari perpustakaan yang terdapat sebuah pintu saat Raiden menekan tombol kecil yang ada di dekat sebuah buku.


"Nak, bagaimana dengan Papi mu?!,Mami tidak bisa meninggalkannya sendirian di sana. Mami mau menyusul Papi!," ucap Ajeng.


"Mami, tolong jangan membuat Mami dalam bahaya. Papi pasti akan baik-baik saja,Raiden yakin itu," ucap Raiden menenangkan Maminya.


"Rai, sebenarnya apa yang terjadi?," tanya Yuna. Pasalnya malam ini Raiden mengajak Yuna bertemu dengan kedua orang tuanya untuk membicarakan pernikahan mereka.


Namun disaat Raiden memasuki mansion Jonathan. Ia melihat Papinya sedang bertarung dengan banyak orang berbaju hitam.


flash back on


Dan saat itu ada seorang dari kelompok tersebut akan menendang Raiden dari belakang. Untung saja tendangannya di tangkis oleh Yuna,jadi tidak mengenai Raiden.


Yuna memang sedikit bisa karate, untuk melindungi dirinya sendiri.


"Kau tidak apa-apa Yuna?," tanya Raiden menarik tangan Yuna.


"Aku tidak apa-apa Rai, cepat tolong Papimu!."


"Baiklah, kau sebaiknya pergi ke kamar Mami, letaknya di kiri setelah tangga. Bila aku tidak menyusul mu, disana ada lemari perpustakaan. Ada tombol kecil di buku paling ujung. Kau tekan tombolnya, itu adalah pintu rahasia yang langsung menuju ujung jalan sana!," ucap Raiden memberitahu Yuna.


Yuna mengangguk mengerti. "Kau juga harus berhati-hati Rai."


Raiden segera membantu Papinya melawan para penjahat itu.


flash back off


"Sekarang kita ke apartemen ku saja Rai. Biarkan Bibi Ajeng tenang dulu." ajak Yuna.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mengabari kak Ars. Hari ini kak Ars akan pulang,", ucap Raiden.


" Rai, bagaimana dengan Papimu Rai?. Mami takut mereka akan menyakiti Papimu, "ucap Ajeng cemas, ia terus saja menyeka air matanya.


" Mami tenang ya, Raiden akan menghubungi semua anggota kelompok. Tapi Rai mau menelpon kak Ars dulu. Kita akan membuat strategi untuk menyelamatkan Papi."ucap Raiden.


"Yuna, tolong kau telpon nomor kak Ars, aku harus segera memberitahu apa yang terjadi!," ucap Rai. Ia menyuruh Yuna mencari nomor kakaknya karena saat ini dirinya sedang mengemudi.


"Baiklah," ucap Yuna.


"Tunggu!," ucap Raiden


"Kenapa Rai?."


"Pakaikan headset ke telingaku!."


"A-apa"


"Cepatlah Yuna, bukalah dasboard sebelah sana dan ambil headsetnya!."


"Ba-baiklah."


Yuna mengambil headsetnya dan memakaikannya di telinga Raiden. Dan itu membuatnya begitu gugup karena wajahnya begitu dekat dengan Raiden.

__ADS_1


Namun ini bukan waktunya untuk gugup, keadaan sedang genting saat ini. Yuna pun memakaikannya dengan cepat.


Setelah selesai, Yuna mencari nama Ars dalam ponsel Raiden, ia pun segera menelponnya.


"Halo kak Ars, mansion kita diserang," ucap Raiden setelah panggilan tersambung.


"................"


"Mereka menangkap Papi. Kak Ars cepatlah pulang, aku dan Mami akan pergi ke apartemen Yuna. Nanti aku akan Sherlock dimana kami," ucap Raiden


"................."


"Baiklah, aku akan berhati-hati"


Raiden segera menutup sambungan telepon tersebut.


"Rai, sebenarnya ada apa ini?, Kenapa ada orang yang ingin berbuat jahat dengan keluarga mu?." Tanya Yuna. Ia masih belum mengerti dengan situasi ini.


"Yuna sayang, nanti Mami akan menceritakan semuanya padamu setelah sampai di apartemen mu." ucap Ajeng.


"Baiklah Bibi."


***


"Mia, maafkan aku, kami tidak bisa mengantarmu. Ada hal penting yang harus dilakukan." ucap Ars.


"Baiklah Ars." Mia pasrah dengan ucapan Ars karena sedari tadi Ars tidak menyapanya. Ia berfikir Ars marah padanya karena hal kemarin.


"Kita mau kemana kak Ars?," Tanya Alexa. Ia melihat Ars begitu cemas.


"Mansion Papi diserang, dan mereka menangkap Papi. Aku yang mereka orang yang sama dengan yang menculik Papa dan Mama mu," ucap Ars.


"Tenanglah Lexa, aku akan mengurus semuanya," ucap Ars mengusap kepala Alexa dengan tangan sebelah. Karena tangan yang satunya sedang mengemudi.


"Maafkan Aunty Nak Ars. Karena putra Aunty, semuanya menjadi seperti ini," ucap Trisya meminta maaf.


"Putra?," ucap Vio bingung. Mamanya belum menceritakan semuanya kepada putrinya itu.


"Nanti Mama akan menjelaskannya sayang," ucap Trisya.


Ars pun segera menuju ke tempat dimana Raiden berada saat ini.


***


"Ini apartemen siapa Kak?,bagus sekali," tanya Vio seraya menatap ke segala arah.


Apartemen Yuna memang sangat mewah, hanya orang-orang tertentu saja yang mampu tinggal di apartemen tersebut.


"Kita ada di apartemen milik calon istri adikku ," jawab Ars.


Mereka segera menaiki lift. Raiden sudah mengirimkan nomor berapa apartemen Yuna.


Setelah sampai di depan pintu apartemen Yuna.Raiden segera menekan bel pintu.


Raiden segera membukanya, ia yakin bahwa itu adalah kakaknya.


"Kak Ars, Alexa, ayo masuk!,", suruh Rai.

__ADS_1


Raiden mengernyitkan kening saat melihat dua perempuan yang tidak ia kenal berada di belakang kakaknya dan Alexa.


" Siapa mereka kak? ,"tanya Raiden.


"Mereka adalah keluarga Paman Alex dan Aunty Nani.Ini Aunty Trisya, dan ini Violeta. Nanti kita bicarakan di dalam saja," ucap Ars.


"Baiklah Ayo masuk Aunty, Violeta," ajak Rai.


"Panggil saja Vio kak," ucap Vio.


"Baiklah, Vio masuklah."


Vio tersenyum dan segera masuk kedalam apartemen tersebut.


Mereka pun segera masuk kedalam apartemen Yuna. Alexa segera menghampiri dua orang wanita yang sedang duduk di sofa.


"Mami," ucap Alexa yang kini memeluk Ajeng.


"Sayang, kalian pulang. Papi Lexa... mereka menangkap Papi," ucap Ajeng kembali menangis.


"Mami jangan menangis, Lexa yakin kalau Papi baik-baik saja. Papi orang yang hebat," ucap Alexa mengusap punggung Ajeng.


Sedangkan disisi lain Yuna begitu terhenyak melihat Alexa. "Bukankah itu Alexa, gadis yang sering Kai ceritakan?. Tapi kenapa dia bisa ada di sini?," ucap Yuna dalam hati.


"Alexa," panggil Yuna.


Alexa menoleh ke arah Yuna, ia begitu terkejut melihat Yuna berada di sini.


"Yuna, kenapa kau bisa ada disini?," tanya Alexa.


"Kalian saling mengenal?," tanya Ajeng.


"Ya Mam, Yuna adalah saudara kembar atasan ku di kantor," ucap Alexa.


"Benarkah?, kebetulan sekali. Yuna sayang, kenalkan ini Alexa menantu Mami. Dia adalah calon kakak ipar mu. Dan Lexa, ini Yuna calon istri Rai," ucap Ajeng memperkenalkan keduanya.


"Kak Lexa, kenapa kau meninggalkanku?," ucap Vio mengerucutkan bibirnya.


"Siapa mereka Lexa?," tanya Ajeng.


"Mereka adalah keluarga Papa Mam.Ini Aunty Trisya dan ini putrinya Violeta," ucap Alexa.


"Jadi Nyonya Trisya adalah adik Alex?."


"Iya Nyonya," Trisya menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu mari kita duduk dulu."


"Aku akan mengambil minuman dulu Bibi," ucap Yuna. Ia pun segera pergi menuju dapur.


Sedangkan Ars dan Raiden ikut bergabung dengan yang lainnya.


"Aunty, apa Aunty siap bertemu dengannya?," tanya Ars.


"Aunty siap Ars, Aunty sangat merindukannya," ucap Trisya membayangkan bagaimana putranya saat ini.


"Tapi mungkin akan ada penolakan darinya terhadap Aunty. Mereka sudah mencuci otaknya sehingga putramu berpihak pada mereka," ucap Ars.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi Ars. Dia Putraku, dan mereka telah merebutnya dariku tanpa sepengetahuan ku. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi!," ucap Trisya bersungut-sungut.


***


__ADS_2