Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 114


__ADS_3

"Rai, bagaimana dengan wanita itu, apa dia baik-baik saja?," Tanya Yuna pada Rai yang saat ini tengah mengupas kulit jeruk.


Rai menoleh dan menatap kearah wajah cantik istrinya. Dari pandangan Rai, terlihat raut wajah sendu yang membuat Yuna semakin bertanya-tanya dalam hati.


"Wanita itu tidak selamat sayang," ucap Rai dan membuat potongan buah jeruk yang ada di tangan Yuna terjatuh.


Air mata Yuna mengalir mendengar penuturan dari suaminya. Yuna sungguh tidak menyangka bahwa wanita itu mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya.


Melihat ekspresi Yuna membuat Rai langsung mengerutkan keningnya. " Apa kau mengenalnya sayang?," Tanya Rai.


Mata yang kini tengah basah karena air mata itu pun menatap sang suami dengan sendu. Lalu ia pun menganggukkan kepalanya pelan.


Yuna menceritakan tentang kejadian kelam tentang dirinya.


Flash back on


Yuna mengendarai mobilnya menuju rumahnya setelah pulang dari rumah temannya. Ia mengerem mobilnya secara mendadak saat melihat seseorang terkapar di jalan.


Yuna terlonjak terkejut saat tiba-tiba saja ada seorang perempuan yang mengetuk kaca mobilnya.


"Tolong Nona, tolong saya...," Ucap wanita itu terlihat begitu panik.


Tanpa pikir panjang, Yuna pun langsung membuka pintu mobilnya. "Ada apa Nona?," Tanya Yuna pada perempuan yang usianya mungkin sama dengannya.


"Tolong Nona, kakak saya sedang terluka. Dia sangat membutuhkan pertolongan. Mari ikuti saya Nona."


Yuna yang melihat raut ketakutan dari wanita itu pun segera mengikutinya.


Yuna melihat seorang pria tengah tergeletak di tengah jalan. Tanpa berpikir buruk, Yuna pun hendak menyentuh pergelangan tangan pria itu untuk mengetahui denyut nadinya.


Namun tanpa diduganya, pria itu langsung terbangun dan mencekal tangan Yuna dan membuat Yuna begitu terkejut. Yuna segera menoleh menatap wanita itu.


"Maafkan saya Nona Yuna," ucap wanita itu menatap sendu wajah Yuna.


"Siapa kalian?!!," Ucap Yuna yang mulai panik.


"Kau tanya siapa kami huh!, Kau tanyakan saja kepada Dady mu yang sudah menjebloskan orang tua kami ke jeruji besi!, Jadi kau harus merasakan akibatnya atas semua perbuatan Dady tersayang mu itu!" Ucap pria itu begitu marah.


Pria itu langsung menarik Yuna masuk kedalam mobil miliknya.


"Sindy, cepat Kau awasi dia jangan sampai kabur," perintah pria itu kepada adiknya itu.

__ADS_1


Sindy pun mencekal tangan Yuna dengan ragu. Pria itu segera melajukan mobilnya menuju ke sebuah rumah kecil yang letaknya begitu jauh dari permukiman.


Yuna begitu ketakutan, saat pria itu menyeretnya masuk kedalam rumah itu dan menguncinya di sebuah kamar.


"Lepaskan saya...buka pintunya...!," Teriak Yuna menggedor pintu kamar tersebut. Namun pintu itu tak kunjung terbuka.


"Daddy Yuna takut, sebenarnya Apa yang terjadi," ucap Yuna merasa ketakutan. Ia tidak pernah menyangka niatnya untuk menolong seseorang berujung seperti ini.


Beberapa saat kemudian, terdengar pintu kamar itu terbuka. Pria itu memasuki kamar itu, Ia menatap tajam Yuna.


"Kau akan merasakan apa yang kami rasakan kehilangan sesuatu yang begitu berharga," Ucapnya menyeringai mendekati Yuna.


Membuat Yuna memundurkan tubuhnya, namun pria itu langsung menarik Yuna dan menghempaskan tubuh Yuna ke atas ranjang dan mengukungnya.


"Apa yang kau lakukan!!, lepaskan aku!!," Pekik Yuna semakin ketakutan.


"Diam!!," Gertaknya. Lalu ia menampar pipi Yuna hingga darah segar mengalir ke ujung bibirnya.


"Kau akan membayar apa yang Dady mu lakukan pada orang tua ku!!."


Tangan kekar itu dengan kuat merobek pakaian Yuna, hingga membuat tubuh Yuna polos seketika.


"Tidak... jangan lakukan ini, lepaskan Aku!!!," Teriak Yuna, air matanya pun lolos begitu saja.


Pria itu dengan beringasnya memberikan banyak tanda merah pada tubuh Yuna.


Sungguh, Yuna tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya saat ini. Hingga tiba-tiba saja tubuh pria itu pun ambruk menimpa tubuhnya.


Yuna sudah tak dapat menguasai dirinya lagi. Ia merasa begitu ketakutan. Hingga pandangannya pun mulai gelap.


"Maafkan kami Nona Yuna, Aku sudah menghubungi keluarga mu. Aku akan membawa kakakku pergi jauh dan tidak akan menggangu anda lagi." Ucap wanita bernama Sindy itu kepada Yuna yang sudah tak sadarkan diri.


Sindy lah yang memukul bahu sang kakak dengan vas bunga saat melihat kakaknya akan berbuat bejat kepada Yuna. Sebenarnya Sindy ragu untuk melakukan rencana kakaknya itu.


Sindy segera menarik tubuh kakaknya dari tubuh Yuna. Lalu ia juga menyelimuti tubuh polos Yuna.


"Aku akan membawa kakakku pergi, maafkan kami Nona Yuna," ucap Sindy sebelum memapah tubuh kakaknya pergi.


Sindy dan kakaknya yang bernama Handy sebenarnya adalah anak dari rekan bisnis Ken. Namun rekan bisnis Ken telah berbuat curang hingga menyebabkan kerugian besar untuk perusahaannya. Sehingga Ken menjebloskan mereka ke dalam jeruji besi.


Sindy menyadari kesalahan orang tuanya, namun tidak dengan sang kakak. Hingga membuatnya merencanakan hal yang begitu kejam.

__ADS_1


Dan dari kejadian itu membuat Yuna terpuruk hampir satu tahun. Yuna pun mulai mengikuti pelatihan karate untuk melindungi dirinya.


Hingga kini saat Ia bertemu dengan Sindy, membuat kejadian lalu kembali membayanginya. Rasa takut yang Ia rasakan dulu kembali menghantuinya.


Flash back off


Mendengar cerita dari Yuna, membuat Rai memeluk tubuh Yuna yang bergetar karena menangis.


Rai pun tak menyangka bahwa istrinya pernah mengalami kejadian buruk dalam hidupnya. Rai terus memeluk tubuh istrinya untuk memberikan ketenangan.


Yuna pun sungguh tidak menyangka bahwa Sindy akan mengorbankan nyawanya demi dirinya. Hingga rasa bersalah mulai hadir dalam hatinya saat ini.


"Jangan menangis sayang, Kau tidak perlu menyesali yang terjadi. Karena ini semua adalah takdir dari Tuhan. Kau tidak bersalah sayang," ucap Rai berusaha untuk menenangkan istrinya.


***


"Sayang, Kau tidak apa-apa kan?, Mami sangat mengkhawatirkan mu dan juga calon anakmu." Ucap Ajeng seraya memeluk Yuna.


"Yuna baik-baik saja Mam, maafkan Yuna sudah membuat kalian semua khawatir." Ucap Yuna menatap semua keluarganya yang kini tengah menjenguknya.


Ajeng merasa lega karena menantunya dan calon cucunya baik-baik saja.


"Yuna, aku sungguh mengkhawatirkan mu. Rai Kau harus lebih menjaga istri mu mulai saat ini," ucap Alexa.


"Itu sudah pasti Lexa, mulai saat ini Aku akan selalu menjaga Yuna ku," ucap Rai begitu mantap. Membuat Yuna tersipu mendengar ucapan suaminya.


"Yang lagi jatuh cinta," goda Alexa.


"Sayang, lebih baik kita keluar saja agar tidak mengganggu pengantin baru ini," ucap Ars yang juga menggoda sang adik.


Ars pun merengkuh pinggang Alexa dan keluar dari ruang rawat Yuna.


Sedangkan Kai yang saat ini juga berada di ruangan itu menatap kepergian sepasang suami istri itu dengan sendu.


Mungkin kini saatnya ia harus melepas seluruh cintanya kepada Alexa. Dan beberapa detik kemudian, pintu ruangan itu pun kembali terbuka.


Menampilkan Nani dan juga Vio yang mulai memasuki ruangan tersebut.


Kai tersenyum saat melihat Vio, untuk sesaat pandangan mereka bertemu. Namun Vio segera memutuskan pandangan itu tanpa menyapa Kai disana yang tengah tersenyum menatapnya.


***

__ADS_1


__ADS_2