
Berbagai macam hidangan telah tersaji di meja. Siang ini Ajeng begitu sibuk di dapur nya untuk mempersiapkan segalanya. Resep-resep baru pun juga Ia hidangkan di mejanya.
Menurut Ajeng semua harus sempurna, karena hari ini akan ada tamu istimewa yang akan datang ke mansionnya.
"Siang Mam," sapa Alexa dan Ars. Mereka telah lebih dulu sampai ke mansion utama.
Ajeng menoleh ke arah suara, senyumnya pun terbit di bibirnya. Lalu Ia pun menghampiri putra dan menantunya itu.
"Sayang, Mami merindukanmu," ucap Ajeng seraya memeluk tubuh menantunya itu.
Alexa membalas pelukan Ajeng dan tersenyum. " Lexa juga merindukan Mami," ucap Alexa kemudian melepaskan pelukan Ajeng.
"Sayang, maafkan putra bodoh Mami ya, dia pasti sering menyakitimu," ucap Ajeng mengelus pipi menantunya.
"Biarlah semua berlalu Mam, Lexa dan kak Ars sedang membuka lembaran baru hidup kita. Semoga saja kita bisa menyingkirkan rintangan yang akan kita hadapi kedepannya."
"Kau benar sayang, terimakasih sudah memaafkan putra Mami. Mami dan Papi bahkan akan mencoretnya dari daftar keluarga kalau dia sampai tak membuatmu kembali bersama kita. Dia memang bodoh seperti Papinya dulu," ucap Ajeng membuat Alexa terkekeh, karena Sang mertuanya yang selalu menghujat putranya sendiri.
Alexa senang memiliki mertuanya yang sangat menyayanginya.
Sedangkan Ars, Ia menatap bahagia saat melihat kedua wanita yang Ia sayangi itu saling bercengkrama. Ia pun segera berjalan menghampiri istri dan Maminya.
"Kenapa kalian senang sekali menghujat ku?. Dan Mami, Ars ini putra Mami lho Mam. Kenapa selalu saja ingin mengeluarkan ku dari daftar keluarga?," Ucapnya pura-pura merajuk.
"Karena kebodohan Papimu menular kepadamu Ars." Ucap Ajeng menjitak kepala putranya.
Namun Ars segera berjalan ke belakang tubuh istrinya dan bersembunyi di sana.
"Lihatlah sayang, Mami begitu tega dengan suamimu ini," adunya kepada sang istri.
"Kau pantas mendapatkannya sayang, tapi sini, biarkan Aku mengusap kepalamu. Apakah Mami terlalu keras menjitak kepala mu?," Ucap Alexa seraya mengusap-usap kepala Ars.
Dan semua pemandangan itu membuat Ajeng mengulas senyumnya. Ia merasa bahagia melihat kemesraan antara putra dan menantunya itu.
"Sudah jangan bermesraan di depan Mami. Lebih baik kita segera mempersiapkan semuanya. Karena hari ini akan ada tamu penting yang akan datang ke mari," ucap Ajeng.
Kening Ars berkerut mendengar ucapan Ajeng yang mengatakan akan ada tamu penting yang akan datang makan siang ke mansion utama saat ini.
"Tamu penting?, Siapa Mam?," Tanya Ars mencoba bertanya kepada sang Mami.
"Kau akan tahu nanti Ars," ucap Ajeng, dan malah menambah rasa penasaran Ars.
"Sayang apa kau tahu siapa tamu Mami?," Tanyanya kepada Alexa karena tidak mendapat jawaban dari sang Mami.
__ADS_1
Namun istrinya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Dan itu menambah rasa penasaran Ars saat ini.
Hingga kini Alex dan Nani pun sudah sampai di mansion utama Jonathan. Dan tidak berapa lama kemudian disusul dengan Rai dan Yuna. Dan Ken pun juga hadir.
Mereka semua saling bercengkrama bersama. Berbincang tentang berbagai hal yang ada.
Dan yang menjadi topik mereka saat ini adalah tentang pengantin baru yaitu Rai dan Yuna.
Sepanjang mereka bercengkrama, Rai terus saja bersikap romantis kepada Yuna sehingga membuat Ars tak mau kalah dengan yang adiknya lakukan saat ini.
Hingga para orang tua pun geleng-geleng kepala melihat tingkah kekanakan putranya saat ini.
Namun Yuna tidak terpengaruh dengan perlakuan Rai saat ini, karena sebelumnya Rai sudah mengatakan bahwa yang Ia lakukan saat ini adalah semata agar para orang tua mereka tidak curiga dengan hubungan mereka yang sebenarnya.
Dan disaat perang keromantisan itu berlangsung, ada seseorang yang berdiri dan tersenyum menatap keharmonisan keluarga itu.
"Apa Aku terlambat?," ucap pria itu memperlihatkan senyumnya.
Nani dan Ajeng begitu girang menatap kearah suara itu. Namun berbeda dengan Ars. Raut wajah masam pun terpampang di wajahnya saat ini.
"Apakah pria ini tamu yang Mami bicarakan tempo hari?," Ucap Ars dalam hati.
Alexa terkekeh saat melihat wajah masam suaminya yang terlihat begitu kentara itu. Lalu ia pun menggenggam tangan Ars.
"Kau tidak terlambat sayang, cepatlah kemari dan bergabung bersama kami," ajak Ajeng.
Aray mulai bergabung bersama yang lain dan duduk di kursinya yang sudah Ajeng siapkan khusus untuknya.
Ya, tamu penting yang Ajeng maksud adalah Aray. Karena waktu itu Ia belum bisa menemui Aray saat Nani mengajaknya. Maka dari itu Ajeng mengadakan acara makan siang bersama dengan beberapa keluarga dan memperkenalkan Aray kepada mereka semua.
"Bukankah Anda pemimpin perusahaan Giant Corp yang terkenal itu?," Tanya Ken kepada Aray.
"Paman terlalu berlebihan,Saya Aray paman, putra angkat Mama Nani dan Mami Ajeng." Ucap Aray merendah.
Ars membelalakan matanya mendengar ucapan pria yang sejak kedatangannya membuat wajahnya masam. Ars pun menatap Alexa berusaha meminta penjelasan.
Namun Alexa hanya tersenyum dan mengalihkan pandangannya dari suaminya. Membuat Ars kembali berwajah masam.
"Selamat siang Tuan Ars, kita bertemu lagi," ucap Aray diselingi dengan senyuman.
"Siang," ucap Ars datar.
Wajah Ars yang masam membuat Aray terkekeh saat ini.
__ADS_1
"Bagaimana kalau saya memanggil Ars saja, supaya terkesan tidak terlalu formal. Lagi pula Kau juga suami dari adik angkatku," tawar Aray.
"Terserah Kau saja," ucap Ars pura-pura marah. Sebenarnya Ars merasa lega karena ternyata Aray adalah anak yang Maminya ceritakan dulu. Dan Aray yang hanya menganggap istrinya sebagai adiknya.
Sebenarnya semua orang juga sudah tahu tentang rencana Aray yang membuat Ars terbakar api cemburu saat Alexa terlihat begitu dekat dengannya.
Hingga makan siang hari ini membuat semua orang mengejek Ars tentang suami yang mulai bucin terhadap istri.
"Wah, sepertinya Vio ketinggalan nih," ujar Vio yang baru datang dan langsung menimbrung.
" Vio, Kau dari mana saja?, kenapa kau datang terlambat?," Tanya Alexa.
"Selamat siang semuanya," ucap seseorang yang menyusul Vio dari belakang.
"Kai" ucap Alexa terkejut, pasalnya Mami Ajeng tidak mengatakan bahwa akan mengundang Kai untuk datang. Mami Ajeng hanya mengatakan akan mengundang Dadynya Yuna.
"Tadi Vio dan kak Kai berkeliling kota kak. Jadi sekalian saja Vio mengajak kak Kai untuk bergabung bersama kita," ujar Vio menjelaskan.
Namun Alexa tidak memperhatikan ucapan Vio. Saat ini yang ia rasakan hanya kecemasan akan suaminya. Alexa pun langsung menoleh ke arah suaminya.
Pandangan suaminya berubah menjadi dingin saat ini. Alexa dapat melihat perubahan suasana hati suaminya.
Begitu juga dengan Nani dan Alex, mereka mengetahui semuanya tentang hubungan antara putrinya, Ars dan juga Kai. Karena Alex telah mengirim mata-mata untuk putrinya saat berada di Jepang.
Alex dan Nani mengetahui semuanya, tapi mereka ingin melihat seberapa besar ikatan cinta antara putrinya dan suaminya. Jadi mereka sebisa mungkin menahan diri untuk tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga sang putri.
" Kak Kai,kemarilah!, Bukankah tadi kau mengatakan bahwa kau sangat lapar?. Lihatlah aunty Ajeng sudah membuat banyak makanan," ajak Vio.
"Iya Kai, kemarilah!. Kau belum pernah merasakan masakan aunty kan," timpal Ajeng.
" Kau pasti akan menyukai masakan aunty Ajeng Kai, ini sangat enak sekali,"ucap sang Dady yang sedang kini asyik menikmati makan siangnya.
"Baiklah aunty," ucap Kai dengan tersenyum. Namun sesekali ia melirik ke arah Alexa. Hatinya masih terpatri pada Alexa. Kai masih belum bisa menghilangkan perasaannya untuk Alexa.
Ars pun langsung meninggalkan tempat itu. Suasana hatinya sedang buruk setelah kehadiran Kai disana.
Bukan karena dia membenci Kai, tapi setiap kali Ia bertemu dengan Kai. Ars terus saja mengingat akan ucapan Kai yang mengatakan akan merebut Alexa darinya.
Bukan tanpa alasan Ars merasakan gusar yang luar biasa. Karena Kai adalah lawan yang sepadan dengannya. Apalagi Alexa pernah memiliki perasaan kepada Kai. Dan itu membuatnya merasakan tertekan dan ketakutan akan kehilangan sang istri.
****
👏 othor gak nyangka bisa up sampai 💯 episode 😭😭
__ADS_1