Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 93


__ADS_3

Alexa menatap nanar wajah seseorang yang Ia benci, yakni suaminya sendiri.


"Untuk apa Anda kemari?!, bukankah lebih nyaman bersama sekertaris mu itu?!,"ucap Alexa dengan sinisnya.


Ars mencelos hatinya saat mendengar panggilan istrinya kepadanya. Bukan seperti ini yang Ars inginkan. Sudah satu Minggu tapi Ia membiarkan istrinya mendinginkan hatinya. Tapi saat ini Alexa masih saja masih terlihat begitu marah padanya.


"Sayang, Aku akan menjelaskan semuanya. Kau tenanglah dulu," ucap Ars seraya mendekati sang istri.


Namun Alexa menghindar di saat suaminya mendekat. Dihatinya masih merasakan sakit dan kecewa terhadap suaminya itu. Kebohongan yang Ars buat kepadanya membuatnya susah untuk mempercayai ucapan suaminya kembali


Berkali-kali suaminya membuatnya terluka dan kecewa, Alexa masih bisa memaafkannya. Tapi yang Ars lakukan saat ini adalah suatu kebohongan. Bahkan saat Alexa memintanya untuk tidak pergi, Ars memilih untuk pergi dan membuatnya semakin merasakan sakit yang teramat dalam.


"Apa lagi yang ingin Anda jelaskan Tuan Ars?!. Bukankah semuanya sudah jelas, Kau sudah memilih dia, bahkan Kau berbohong kepada istrimu hanya untuknya. Lalu sekarang apa lagi yang ingin kau jelaskan?!." ucap Alexa marah.


Untungnya kamar Alexa kedap suara, jadi tidak akan ada orang yang bisa mendengar ucapan mereka.


"Tidak sayang, kau salah paham. Aku tidak pernah mencintai orang lain selain dirimu. Tolong maafkan kesalahan ku," ucap Ars memohon. Ars memegang tangan Alexa dan menatapnya dengan memohon.


Namun Alexa enggan untuk menatap manik mata suaminya. Alexa pun membenci dirinya sendiri karena akan lemah dengan tatapan suaminya.


"Baiklah, Aku memaafkan mu,"ucap Alexa tanpa menatap ke arah Ars.


Ars merasa senang bercampur lega saat mendengar istrinya memaafkannya.


"Terimakasih sayang, terimakasih sudah memaafkan ku,"ucap Ars tersenyum.


"Aku memang memaafkan mu, tapi aku ingin kita tetap berpisah," ucap Alexa membuat senyuman Ars menjadi luntur.


Alexa memang akan memaafkan setiap kesalahan yang suaminya torehkan kepadanya. Tapi tidak untuk kembali kepada suaminya.


Ars menggelengkan kepalanya, air matanya keluar begitu saja saat mendengar kata berpisah dari mulut istrinya. Ars terlalu takut Alexa meninggalkan dirinya. Ia tidak ingin kehilangan wanita yang Ia cintai. Ars tidak akan pernah melepaskan Alexa.


"Apakah kau ingin berpisah dengan ku, karena Kau ingin bersama Kai, kau mencintainya kan?," ucap Ars membuat Alexa semakin menatapnya dengan nanar.


"Kau jangan pernah membawa-bawa namanya dalam hubungan kita. Dan jangan pernah menyalahkan dirinya dengan apa yang terjadi.


Karena aku yang bersalah, aku yang bersalah karena menghadirkan perasaan ini untuknya." ucap Alexa menangis sesenggukan.


Ars memejamkan matanya saat mendengar bahwa istrinya memiliki perasaan kepada rivalnya.


"Aku tidak pernah tahu kapan perasaan itu muncul kepadanya. Yang jelas, disaat kau mengabaikan ku dia yang selalu ada untuk ku, di saat kau membuatku menangis, dia yang selalu ada untuk membuat ku tertawa.

__ADS_1


Menghapus air mataku disaat hati ini terus Kau buat terluka dan kecewa. Jadi jangan pernah kau salahkan dia karena akulah yang bersalah disini," ucap Alexa menahan sesak di dadanya.


Ars semakin membenci dirinya sendiri saat ini. Dia sendirilah yang memberikan celah kepada istrinya untuk memiliki perasaan kepada pria lain selain dirinya.


Andai saja waktu dapat di putar kembali. Ars tidak akan pernah mengabaikan Alexa hanya untuk seorang teman. Teman yang sudah membuatnya kehilangan cinta istrinya.


Andai saja waktu dapat diputar, Ars tidak akan pernah berteman dengan seorang wanita.


Dan kini Ars hanya bisa berandai-andai saja. Pada kenyataannya sekarang, semua sudah terlambat. Istrinya begitu kecewa kepadanya, bahkan kata perpisahan pun keluar dari mulut Alexa. Ars tahu betapa kecewanya Alexa kepadanya.


"Aku tidak akan pernah menyerah Alexa, aku akan membuktikan padamu bahwa aku benar-benar mencintai mu. Aku akan membuatmu kembali mencintaiku lagi. Hingga kau tidak akan pernah bisa untuk berpaling kepadanya lagi," ucap Ars begitu yakin.


"Terserah padamu, Aku sudah lelah terus Kau sakiti. Aku memang tidak menceritakan masalah kita kepada Mama dan papa. Aku tidak ingin membuat mereka bersedih. Jadi kita lihat saja bagaimana kedepannya nanti hubungan antara kita. Aku akan menerima mu hanya di depan Mama dan papa saja. Selebihnya jangan pernah mencampuri segala urusanku!," ucap Alexa begitu dingin.


"Baiklah sayang, itu lebih baik dari pada kau meminta untuk berpisah. Karena aku tidak akan pernah melepasakan mu." ucap Ars menatap Alexa. Namun Alexa begitu acuh kepadanya.


"Kenapa semua ini menjadi terbalik. Dulu aku yang mengucapkan kata-kata itu kepada Alexa. Jadi begini rasanya dulu yang kau rasakan sayang. Maafkan aku, maafkan aku," ucap Ars dalam hati.


"Lepaskan tanganku, Aku mau mandi,!"ucap Alexa dingin.


Ars segera melepaskan pegangan tangannya,ia tidak ingin membuat istrinya kembali marah padanya.


Setelah menutup pintu kamar mandi, Alexa menangis sesenggukan disana. Namun ia sudah bertekad untuk memberi Ars pelajaran.


"Alexa, Kau harus kuat, jangan pernah tertipu lagi dengan tatapan matanya,"ucap Alexa pada dirinya sendiri.


***


"Sayang, kenapa kalian saling diam sejak tadi?. Dan Ars, kenapa dengan wajahmu, kenapa banyak lebam?," tanya Nani kepada Ars.


Saat ini mereka telah selesai makan malam.


Ars bingung harus menjawab apa, tidak mungkin Ia mengatakan bahwa luka itu akibat pukulan Kai dan Papinya.


" I-itu Ma, Ars kemarin terjatuh,". ucap Ars asal.


"Jatuh?, Ah, itu pasti menyakitkan. Apa Alexa sudah mengobati lukamu?." tanya Nani dan mendapatkan gelengan kepala dari Ars.


Alexa memang menyadari wajah Ars yang lebam sedari tadi. Namun dia enggan untuk menanyakannya. Dan melihat Ars menggelengkan kepalanya membuat Alexa menatapnya tajam.


"Kalau begitu obati dulu luka suamimu Lexa!," ucap Nani yang sontak membuat Alexa memaksakan senyumnya menatap sang suami.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kak, Aku akan mengobati lukamu," ucap Alexa seraya berdiri.


Ars pun merasa senang karena istrinya berbicara manis kepadanya, walaupun hanya di depan kedua mertuanya, Ars merasa sangat senang.


Dengan semangat Ars pun berdiri dan mengikuti kemana arah istrinya pergi.


Ars tersenyum memandangi wajah istrinya saat Alexa mulai mengobati luka lebam di wajahnya.


"Sayang apakah kau tidak ingin bertanya padaku kenapa wajahku biasa seperti ini?," tanya Ars yang terus memandangi wajah Alexa.


"Bukankah tadi kau mengatakan bahwa kau terluka karena terjatuh?!," ucap Alexa acuh.


"Sebenarnya aku tidak terjatuh sayang, luka ini dari Kai, dan yang ini dari Papi," ucap Ars sambil menunjuk kearah luka lebamnya.


Alexa menghentikan aktivitasnya mengobati sang suami. Lalu ia menatapnya sinis.


"Kau pantas mendapatkannya, untung saja aku tidak mengatakan semuanya kepada Papa. Kalau Papa sampai tahu,dia pasti akan menambah luka di wajahmu itu," ucap Alexa di selingi tawanya.


"Sayang, kenapa kau malah tertawa?, Apa kau senang melihat suamimu ini kesakitan?," ucap Ars terlihat begitu memelas.


"Semua luka di wajahmu tidak sebanding dengan luka yang kau torehkan padaku kak. Luka di wajahmu bisa sembuh seiring berjalannya waktu. Tapi luka yang ku rasakan, selamanya akan membekas di hatiku," ucap Alexa dingin. Lalu Ia segera berdiri dan meninggalkan Ars yang terpaku dengan ucap istrinya yang benar adanya.


***


Keesokan harinya


Ars terbangun dari tidurnya dan mengerjapkan matanya. Ia sudah tidak melihat istrinya di tempat tidur. Ars menyibakkan selimutnya dan turun dari sofa. Ia pun segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Selesai mandi Ars turun ke bawah, Ia berfikir Alexa sedang menunggunya di meja makan.


Tapi saat Ia sampai di meja makan, disana hanya ada Alex Nani dan Vio.


"Kau sudah bangun Ars?, ayo cepatlah sarapan!?," ajak Nani.


Ars pun segera bergabung bersama Nani Alex dan Vio untuk sarapan pagi. Ia ingin sekali bertanya kemana Alexa pergi, karena sejak bangun Ars sudah tidak mendapatinya.


"Ma, kemana Alexa, kenapa sejak bangun Ars sudah tidak melihatnya?," tanya Ars kepada Nani.


"Kau tidak tahu, Alexa sedang ada rapat penting pagi ini. Jadi dia berangkat pagi-pagi sekali untuk mempersiapkan semuanya. Apa dia tidak memberi tahumu Ars?," tanya Nani.


***

__ADS_1


__ADS_2