Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 65


__ADS_3

Setelah acara makan malam selesai, semua tamu undangan mulai meninggalkan aula hotel D'Nugraha.


Tak terkecuali dengan keluarga Alex. Saat ini Nani dan Alex tengah berpamitan kepada Ajeng dan Jonathan.


"Apa kau tidak ingin mempertimbangkan keputusan mu sayang?," tanya Ajeng kepada Alexa.


"Aunty, ini adalah keputusanku. Aku juga ingin pandai berbisnis seperti kalian semua," ucapnya tersenyum. Sesekali ia melirik kearah dimana Ars,Mia dan teman-teman mereka berbincang. Ars masih tertawa saat bersama Mia.


"Mungkin ini pertemuan terakhir kita kak Ars, semoga kau selalu bahagia," ucap Alexa dalam hati. Ia pun menatap sendu Ars dari kejauhan.


"Semoga kau selalu mencapai tujuanmu," ucap Jonathan memeluk Alexa.


"Sayang, Aunty benar-benar akan kesepian nanti," ucap Ajeng yang kini juga memeluk Alexa.


"Aunty jangan khawatir, Lexa akan selalu menghubungi Aunty. Doakan Lexa semoga Lexa berhasil menjadi pebisnis sukses seperti uncle Jonathan," ucap Alexa tersenyum.


"Kau pasti berhasil sayang," ucap Ajeng melepaskan pelukannya dan mengusap lembut pipi Alexa.


Kini giliran Raiden yang memeluk Alexa. "Aku pasti akan kesepian nanti kalau kau meninggalkanku. Tapi aku mendoakan yang terbaik untukmu kawan," ucap Raiden.


"Aku pasti juga akan merindukan mu Rai, kau sahabat terbaikku."


Sedangkan Ars mengernyitkan keningnya saat melihat seluruh keluarganya memeluk Alexa.


Namun ia lebih heran lagi saat melihat Alexa yang pulang tanpa menyapanya. Karena biasanya Alexa pasti akan menyapanya bila bertemu dengannya. Namun entah mengapa malam ini Ars merasa Alexa menjadi pendiam tidak seperti biasanya.


Namun ia tidak mau ambil pusing dengan semua itu. Ars kembali berbincang dengan Mia dan para teman koleganya.


Dua hari kemudian


"Ma,Pa, Lexa berangkat ya. Pasti Lexa akan merindukan kalian," ucap Alexa memeluk Nani.


"Kami pasti juga akan merindukan mu sayang. Kau Putri kami satu-satunya, semoga kamu bisa menjadi pebisnis yang hebat dan bisa menggantikan Papa mu nanti sayang," Nani mengelus punggung Alexa.


"Kau pasti berhasil nak, universitas disana adalah yang terbaik. Semoga nanti kau sukses, dan jangan lupa untuk menjaga dirimu. Selalu hubungi kami," ucap Alex mengusap kepala putrinya.


"Siap Pa, Ma Lexa berangkat, dah Papa, Mama."


Alexa pun mulai berjalan dan melambaikan tangannya. Kini ia sudah bertekad untuk melupakan Ars. Mungkin dengan cara ia pergi jauh darinya, ia bisa melupakan tentang perasaannya kepada Ars.

__ADS_1


"Selamat tinggal kak Ars," ucapnya menitihkan air matanya.


Kini pesawat Alexa telah landing, Alex dan Nani pun segera meninggalkan bandara.


Malam hari di kediaman Jonathan.


Ars merasa aneh karena beberapa hari ini ia tidak melihat Alexa. Biasanya Alexa selalu berkunjung ke mansion Papinya untuk mengganggunya dengan alasan ingin bertemu dengan Raiden. Namun ia tidak melihat Alexa setelah acara maka malam beberapa hari yang lalu.


Ars hendak mengambil air putih kedapur. Kebetulan Raiden juga sedang mengambil air putih.


Ars ingin bertanya kepada Raiden tentang Alexa, namun dirinya gengsi untuk bertanya.


"Kak Ars, besok Rai mau ke kantor Kakak untuk belajar teknik-teknik dalam mengelola perusahaan. Papi yang menyuruh Rai," ucap Raiden.


"Baiklah, besok datanglah ke kantor Kakak."


Setelah mengambil air putih, Raiden pun pergi menuju kamarnya.


"Rai" panggil Ars.


Raiden menghentikan langkahnya, ia pun menoleh ke arah kakaknya.


"Kemana teman bar-bar mu itu, apa dia sakit?. Biasanya dia selalu mencarimu ke mari dan menggangguku," tanya Ars akhirnya.


Raiden mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum.


"Apa kak Ars mulai merindukan Alexa?."


"Siapa yang merindukannya, justru kakak senang karena tidak ada yang mengganggu kakak," ucap Ars menatap tajam adiknya.


"Oh, Rai pikir kak Ars mulai merindukan Lexa. Kalau begitu selamat kak, karena mungkin Alexa sudah tidak akan mengganggu kak Ars lagi. Karena mungkin sekarang dia sudah sampai di Jepang. Lexa memutuskan untuk menempuh pendidikan di sana." ucap Raiden membuat Ars terdiam.


"Baguslah kalau dia pergi. Jadi tidak akan ada yang mengganggu pekerjaan ku lagi," ucap Ars datar. Ia pun segera pergi menuju kamarnya setelah mengisi gelasnya.


Raiden menggelengkan kepalanya. "Apa memang Lexa tidak pernah ada di hatimu kak." ucap Raiden dalam hati. Ia pun meneruskan langkahnya menuju kamarnya.


"Lelahnya," ucap Alexa. Ia tengah selesai menyelesaikan tugas skripsinya. Alexa terus menyibukkan dirinya untuk menghilangkan rasa rindunya pada Ars.


Alexa pun mulai merebahkan tubuhnya dan melihat pesan gambar yang dikirimkan Raiden padanya.

__ADS_1


Foto Apa yang Ars kerjakan hari ini. Karena Raiden mulai belajar dengan kakaknya, jadi selama kuliahnya senggang ia pun ke kantor Ars untuk belajar mengelola perusahaan.


"Di setiap foto kak Ars selalu ada Nona Mia. Dan Raiden, kenapa dia selalu mwngirimiku foto kak Ars. Kalau begini mana bisa aku melupakannya. Aku sampai ke sini untuk melupakannya. Aku harus berhasil melupakannya. Kalau begitu besok aku akan mengganti nomor ponsel ku. Maafkan aku Rai," ucap Alexa pada dirinya sendiri.


Ia pun mulai memejamkan matanya dan menarik selimutnya. Sekarang Alexa berada di apartemen yang Alex beli di Jepang. Dan ia pun mulai terbawa mimpi dalam tidurnya.


Keesokan paginya harinya.


Alexa berlarian kesana kemari menyiapkan pakaiannya untuk kuliah. "Aduh..kenapa aku bisa telat bangun. Aku bisa terlambat, tugas skripsiku harus segera dikumpulkan. Aku harus cepat." Ucap Alexa yang buru-buru memasuki kamar mandinya.


Dan dalam sekejap ia pun sudah keluar. Bisa di tebak bahwa dia hanya mencuci muka dan menggosok giginya saja.


"Ah, biarkan saja aku tidak mandi, toh tidak ada yang tahu," ucapnya terkekeh. Ia pun bergegas menaiki mobilnya dan pergi menuju kampusnya.


Sesampainya di kampus Alexa berlari menuju kelasnya. Namun saat hampir sampai, tanpa sengaja ia menabrak tubuh seorang pria.


brugh...


"Auw...Ssst," Lexa mendesis. Ia melihat tugas skripsinya berhamburan. Ia pun segera memungutinya.


"Tugasku, masa depan ku," ucap Lexa,Dengan cepat ia pun menyusunnya.


"Maafkan saya Nona," ucap pria itu sembari membantu mengumpulkan kertas skripsi yang berserakan itu.


"Tidak apa-apa, saya yang sudah menabrakmu," ucap Nani masih sibuk menyusun kertas-kertas tugasnya.


Setelah beberapa detik kemudian, semua kertas tugas itu pun telah terkumpul semua. Alexa pun lega karena masih ada sedikit waktu.


"Akhirnya selesai, terimakasih sudah membantuku," ucap Lexa kemudian ia mendongak menatap pria tersebut.


"Sama-sama Nona, kenalkan saya Kaisar, panggil saja Kai," ucap pria tersebut mengulurkan tangannya.


"Saya Alexa." Alexa menjabat tangan Kai.


"Semoga kedepannya kita bisa menjadi teman," ucap Kai. Alexa pun hanya tersenyum dan segera masuk ke kelasnya diikuti oleh Kai. Karena ia juga satu jurusan dengan Alexa.


*******


Happy reading... Jangan lupa like komen dan votenya genks. Maaf author hanya bisa 1 bab satu hari kalau tidak ada kendala🙏.

__ADS_1


__ADS_2