
Nani menutup mulutnya tak percaya menatap Alex didepannya. Kemudian tanpa disangka Alex, tangan Nani terulur menyentuh dahinya.
"Kamu sakit Lex, apa kepalamu habis terbentur, tapi tidak panas," ucap Nani.Membuat semua yang ada disana menahan tawa tak terkecuali Nani.
Alex menahan rasa malunya demi memenuhi keinginan Ars. "Saya serius Nona, apakah Anda mau menjadi istriku," tanya Alex sekali lagi dengan serius. Membuat Nani terdiam seketika.
"Apa kau serius dengan ucapanmu Lex?!," tanya Nani berubah menjadi serius.
"Saya serius Nona, saya tidak pernah main-main dengan ucapan saya," ucap Alex.
"Tapi kenapa kau tiba-tiba melamar ku Lex?," tanya Nani.
"Karena saya ingin bisa melindungi Anda Nona," ucap Alex.
Nani terdiam, "Apa sebenarnya Alex menyukaiku tapi dia malu untuk mengungkapkannya?, jadi sekarang dia melamar ku?," batin Nani. Lamaran Alex yang tiba-tiba membuatnya berfikir kemana-mana.
Memikirkan semua itu membuat pipi Nani merona. Dia pun sedikit tersenyum menatap Alex. "Beri aku waktu Lex untuk menjawab lamaranmu ini," ucap Nani. Banyak yang perlu dipertimbangkan untuk menerima lamaran dadakan Alex.
"Tapi sampai kapan Nona?"
"Beri aku waktu tiga hari Lex untuk memikirkan lamaranmu."
"Baiklah Nona, saya akan menunggunya," ucap Alex seraya mulai berdiri.
"Kalau begitu saya permisi Nona," ucap Alex.
"Iya"
Alex menuju keluar restoran itu, dia mengambil sebatang rokok dari bungkusannya dan menyulut api ke ujung rokok tersebut. Dia pun menghisap rokok itu untuk menghilangkan kegugupannya.
Sebenarnya Alex sangat gugup saat melamar Nani, baru kali ini dia melamar seorang perempuan. Kalau disuruh memilih antara berperang melawan seribu musuh atau melamar seorang perempuan, pasti Alex akan memilih berperang melawan seribu musuh.
Alex bukanlah seorang pria yang romantis, lembut dan peka terhadap perempuan. Dia adalah pria yang kaku, dan datar. Karena dalam hidupnya dia hanya memikirkan taktik berperang melawan musuh,baku tembak di Medan perang.
Kalau bukan karena permintaan Ars penolongnya, Alex tidak akan pernah melakukan hal ini. Namun dirinya tetap harus memenuhi janjinya kepada Ars.
*********
"Cieee...yang barusan dilamar, seneng nih kayaknya," goda Ajeng pada Nani.
Nani tersipu malu mendengar sahabatnya menggodanya. "Apa sih Je."
"Udah, tinggal terima saja lamaran Alex, apa susahnya sih Na. Lagipula Alex pria yang baik, tampan, mantan tentara pula. Jangan sampai nyesel loh," ucap Ajeng.
"Emang sih Alex tampan, baik juga. Tapi, apa dia mencintaiku Je?," Tanya Nani sedikit ragu.
__ADS_1
"Kalau Alex tidak mencintaimu, bagaimana mungkin dia tiba-tiba melamarmu Na?."
"Ya mana kutahu Je.Tapi jujur, sebenarnya aku sedikit menyukainya Je sejak pertama kali bertemu dengannya. Tapi karena Alex selalu cuek padaku, jadi aku tidak ingin berharap lagi. Aku tidak ingin terluka nantinya."
"Tapi sekarang terbukti dia melamarmu Na. Berarti dia jatuh cinta padamu Na," ucap Ajeng meyakinkan.
"Nanti aku pikirkan dulu Je, aku ingin memantapkan hatiku dulu," ucap Nani.
"Iya tapi jangan lama-lama, nanti keburu diambil oleh orang lain baru nyesel."
"Iya-iya bawel," ucap Nani.
"Yasudah, kalau begitu aku kerja dulu ya Je, aku cari Andrew dulu," ucap Nani kemudian.
"Kayaknya Andrew sudah pergi deh Na, soalnya aku sudah tidak melihatnya dari tadi. Apa kamu suruh Alex saja yang mengantarmu ke restoran mas Andrew," tawar Ajeng.
"Apa, enggak enggak, aku masih malu bertemu dengannya Je."
"Ars sudah menyuruh Paman Alex mengantar aunty. Dia sedang menuju kemari sekarang aunty," ucap Ars yang tiba-tiba muncul.
"A..apa Ars, tapi.."
"Nona Nani, saya akan mengantarkan Anda bekerja, mari Nona," ajak Alex yang tiba di sana.
"I..iya," ucap Nani gugup saat Alex menghampirinya.
*********
Disisi lain di kantor Jonathan.
"Sayang, aku membawakan makan siang untukmu," ucap Shela yang nyelonong masuk kedalam ruangan Jonathan.
"Nona Anda tidak bisa masuk kedalam ruangan Tuan Jonathan tanpa persetujuannya," ucap sang sekertaris kepada Shela. Namun Shela tidak menggubrisnya.
"Sayang lihatlah, sekertaris mu melarang ku menemuimu," ucap Shela manja.
"Biarkan dia Silvi," ucap Jonathan.
"Baiklah Tuan," ucapnya sedikit membungkuk dan segera keluar dari sana.
"Untuk apa kau kemari," ucap Jonathan dingin.
"Sayang, aku sudah memasakkan makanan kesukaanmu," ucap Jonathan menatap kotak bekal yang dibawa Shela.
"Maafkan aku Shel, tapi aku sudah membawa bekal buatan istriku dari rumah," ucap Jonathan. Membuat Shela mendengus kesal.
__ADS_1
"Tapi aku sudah susah payah membuat makanan ini sayang, makan makanan yang ini saja ya," bujuk Shela.
"Shela berhenti!, aku mohon pergilah,bagaimana caranya agar kamu bisa mengerti bahwa aku sudah menikah!.Kau hanya sebatas masalaluku Shel, dan aku sangat mencintai istriku!," tegas Jonathan.
"Tidak Nathan, kau sudah berjanji padaku kau tidak akan pernah meninggalkan ku!."
"Itu dulu Shela, sekarang aku sudah bahagia bersama keluarga kecilku,Jadi lebih baik kau lupakan aku."
"Jangan pernah mengatakan itu Nath, sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa melupakanmu!.Kalau aku tidak bisa memiliki mu, maka istrimu juga tidak boleh memilikimu!,kau ingat itu!."
"Kau gila Shel!"
"Kau yang membuat ku gila Nath!."
Jonathan benar-benar dibuat marah oleh Shela, sebisa mungkin dia menahan dirinya untuk tidak menyakiti perempuan. Tangannya terkepal kuat.Dia tidak menyangka dulu dia bisa mencintai wanita gila didepannya ini.
Shela segera mengubah ekspresinya, menjadi biasa-biasa saja, kemudian dia tersenyum manis kepada Jonathan. "Yasudah sayang, aku pulang dulu, besok aku akan kembali lagi," ucapnya kemudian.
Jonathan hanya diam saja, tangannya masih terkepal menahan marah. Shela pun segera pergi dari ruangan Jonathan.
Saat sampai diluar Shela brpapasan dengan Vino disana. Shela pun menatap Vino sinis, kemudian dia berlalu begitu saja.Vino pun segera masuk ke ruangan bosnya.
"Anda tidak apa-apa Tuan?."
"Tidak Vin, kau benar Vin, Shela benar-benar menjadi gila sekarang, dia begitu terobsesi dengan ku sehingga membuatnya berbuat nekat.Aku takut dia akan menyakiti Ajeng dan Ars Vin," ucap Jonathan cemas.
"Tuan Jangan khawatir, saya sudah menambah keamanan di mansion Anda, dan saja juga telah menambah keamanan untuk Nona Ajeng dan Tuan muda Ars," ucap Vino, membuat Jonathan sedikit tenang.
"Halo, aku ingin kau menghabisi nyawa seseorang, aku akan mengirimkan fotonya padamu!," ucap Shela kepada seseorang di seberang telepon.
"............"
Shela segera menutup sambungan telepon tersebut dan tersenyum menyeringai.
Sedangkan di restoran Ajeng saat ini, Ajeng begitu senang .Kebahagiaannya seperti berlipat-lipat, dari suaminya yang menyatakan cintanya hingga sahabatnya yang hendak dilamar, dan lusa adalah pembukaan restoran barunya. Semua itu membuat Ajeng tak pernah melepaskan senyum di bibirnya.
"Ars sayang,Mami mau kedepan membeli makanan untuk karyawan Mami, mereka pasti lapar sudah membantu menyiapkan persiapan acara lusa," ucap Ajeng.
"Ok Mam".
Ajeng berjalan keluar menuju ke restoran di sebrang jalan.Ajeng pun hendak menyeberang untuk sampai kesana. Namun dari arah yang berlawanan sebuah mobil berkecepatan tinggi melaju ke arah Ajeng.Dan mobil itupun semakin dekat.
Brug.... Ajeng terjatuh ke trotoar bersamaan dengan seseorang yang menariknya dari belakang.
Bersambung.....
__ADS_1
**************