Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 64


__ADS_3

Alexa menatap dirinya di depan cermin. Ia sudah membayangkan bahwa Ars akan menerima cintanya. Karena nanti ia akan menyatakan cintanya pada acara makan malam nanti.


"Sudah siap sayang?," tanya Nani menatap putrinya.


"Sudah Mam," ucap Nani menghampiri Mamanya.


"Putri Mama cantik sekali," puji Nani.


"Anak siapa dulu dong."


"Yang jelas anak Mama dan Papa dong," timpal Alex yang menghampiri kedua perempuan yang sangat ia cintai itu.


"Kalian sudah siap?, yuk kita berangkat. Sebentar lagi acaranya pasti akan dimulai," ajak Alex.


"Siap Pa."


Alex berhenti sejenak lalu menatap putrinya.


"Papa harap malam ini kau jangan membuat ulah Lexa. Malam ini kita akan makan malam bersama keluarga besar Nugraha dan Anthony. Dan ada kolega bisnis yang akan hadir juga disana." ucap Alex memperingatkan.


"Baiklah Pa, Lexa janji tidak akan membuat ulah," ucap Alexa mengacungkan dua jarinya.


"Baiklah, kalau begitu kita berangkat," ucap Alex dan diangguki oleh Nani dan Alexa.


Acara makan malam ini benar-benar sangat mewah. Di aula hotel D'Nugraha semua tamu undangan sudah banyak yang hadir.


"Hai Ars, aku membawa dokumen yang harus kau tanda tangani," ucap seorang wanita yang terlihat cantik dan anggun.


Dia adalah Mia, sekertaris sekaligus teman kuliah Ars. Kebetulan Ars dan Mia memiliki hobi dan kesukaan yang sama. Jadi Ars meminta Mia untuk membantunya menjadi sekertarisnya.


Dalam mengobrol pun mereka begitu menyambung. Sebenarnya Mia memiliki perasaan yang lebih kepada Ars sejak pertama kali ia bertemu dengan Ars di kampusnya dulu.


Dan keberuntungan berpihak kepadanya saat Ars secara langsung menjadikannya sebagai sekertarisnya. Mia sangat senang karena setiap hari ia bertemu dengan Ars. Walaupun begitu pekerjaan Mia selalu sempurna sehingga membuat Ars begitu puas dengan kinerjanya.


"Besok saja, hari ini kita nikmati acara makan malamnya." Ucap Ars.


"Baiklah Ars."


Ars dan Mia pun berbincang-bincang dengan koleganya yang lain.


"Ajeng"


"Nani, aku sudah menunggu kalian dari tadi. Lexa sayang kau cantik sekali, kau pasti mencari Ars. Lihatlah dia disana bersama Raiden dan yang lainnya," ucap Ajeng yang melihat tatapan Lexa seakan mencari seseorang.


"Baiklah Aunty," ucap Alexa. Ia pun tersenyum melihat Ars.

__ADS_1


Nani berjalan menuju dimana Ars dan Raiden. Namun langkahnya terhenti saat melihat seorang perempuan cantik sedang menyuapi Ars.


"Siapa dia, kenapa mereka terlihat akrab sekali?," ucap Lexa dalam hati.


Ia pun memelankan langkahnya, senyum yang mengembang kini telah luntur. Hatinya terluka saat melihat Ars tertawa bersama wanita lain.


Raiden yang melihat kedatangan Alexa pun segera menghampirinya. "Hey, kenapa malah bengong. Katanya ingin menyatakan cinta," goda Raiden.


Namun Alexa hanya terdiam, lalu ia menatap Raiden. "Siapa wanita itu?," tunjuk Lexa pada Mia.


Raiden mengikuti arah pandang Alexa. Ia tahu Alexa pasti akan bertanya seperti itu.


"Oh..Dia sekertaris kak Ars, kau cemburu ya," goda Raiden lagi.


"Kak Ars tidak pernah tertawa seperti itu saat bersamaku. Rai apa kak Ars menyukai Nona Mia?," tanya Alexa sendu.


"Entahlah, kak Ars tidak pernah menceritakan siapa gadis yang ia suka. Sudahlah, kau harus semangat untuk menjadi calon kakak ipar ku," ucap Raiden.


"Kita duduk disana, Mami pasti sudah menunggu kita. Biar kak Ars nanti menyusul kita," ajak Raiden untuk duduk bersama anggota keluarganya.


Alexa menganggukkan kepalanya, namun pandangannya terus menatap kearah Ars dan Mia berbicara dengan tawa mereka.


"Apa kak Ars tidak pernah menyukaiku. Apa aku harus menyerah saja?," ucap Alexa dalam hati. Ia sedari tadi terus diam memperhatikan Ars.


Saat acara makan malam akan di mulai, Ars mengajak Mia untuk duduk bersama keluarganya.


Ajeng menatap Alexa yang terdiam, ia tahu perasaan Alexa kepada Ars. Karena ia yang telah menceritakan bahwa saat Alexa masih kecil,Ars mengatakan akan menikah dengannya. Dan Alexa terlihat bahagia mendengar ucapannya waktu itu. Jadi Ajeng sudah bisa menyimpulkan bahwa Alexa menyukai putranya.


"Duduklah, kita akan memulai acaranya," ucap Ajeng.


Ars dan Mia pun duduk bersebelahan. Tidak ada yang tahu bahwa disana sedang ada hati yang terluka melihat kedekatan mereka.


"Perhatian semuanya!," ucap Jonathan berdiri.


Semua orang pun melihat ke arah Jonathan dan mendengarkannya.


"Untuk semua tamu undangan, Terimakasih sudah hadir. Semoga kerjasama kita menjadikan kita sukses. Dan malam ini silahkan menikmati semua menu makanan kalian. Untuk kesuksesan kita," ucap Jonathan mengangkat gelasnya.


"Untuk kesuksesan kita," ucap semua orang yang ada disana. Mereka semua pun menikmati makanan mereka.


Berbeda dengan Alexa, karena sedari tadi ia hanya mengaduk-aduk makanannya saja. Ia sudah tidak berselera untuk makan.


Ars melihat Alexa hanya mengaduk-aduk makanannya pun heran. Karena biasanya Alexa yang paling antusias dengan resep masakan Maminya. Karena semua makanan itu adalah resep Ajeng.


"Kalau kau tidak hanya mengaduk-aduk makanan itu tanpa memakannya, lebih baik tidak usah makan. Itu namanya kau tidak menghargai yang membuatnya," ucap Ars datar.

__ADS_1


Alexa menghentikan gerakannya, ia tahu Ars berbicara padanya. Semua orang pun menatap Ars.


Alexa menatap Ars sekilas kemudian ia juga menatap Mia di sebelah Ars. Lalu ia pun berdiri. "Maaf, permisi semuanya," ucap Alexa meninggalkan meja makan.


Ars menggelengkan kepalanya acuh.


Sedangkan Raiden meminta izin kepada semuanya untuk ke toilet.


Raiden mencari di mana Alexa, namun ia tidak menemukannya. Ia menghubungi ponsel Alexa, tapi tidak diangkat.


"Kenapa malah menghilang, katanya mau mengungkapkan cinta," gerutu Raiden.


Namun saat sedang menggerutu, tanpa sengaja Raiden menabrak tubuh seseorang.


brugh..


"Aduh..," seseorang itu mengaduh.


"Maaf... saya tidak se....," Raiden membelalakkan matanya melihat seorang yang ia tabrak.


"Kau.....!," ucap seorang gadis berkacamata itu.


"Kau...!, kenapa kau bisa ada disini dasar gadis jelek. Tempat ini tidak pantas untukmu. Pergi sana!," ucap Raiden kesal.


"Dasar pria sombong!,aku juga tidak sudi berada disini dan bertemu denganmu!," ucap gadis itu ketus. Mereka pun saling memalingkan wajahnya dan segera pergi.


Raiden meneruskan mencari dimana Alexa. Ia melangkah menuju sebuah taman yang ada di sana. Dan benar saja Alexa berada di sana tengah melamun.


"Lexa"


Alexa menoleh ke arah Raiden kemudian ia menundukkan kepalanya.


Raiden pun duduk di sebelah Alexa. "Katanya mau menyatakan cinta, kenapa malah menyendiri di sini?," tanya Raiden.


"Rai, sepertinya aku menyerah saja. Aku lihat kak Ars tidak menyukaiku. Dia tidak pernah tertawa saat bersamaku. Boro-boro ketawa ,tersenyum saja tidak pernah. Kak Ars sepertinya terlihat serasi dengan Nona Mia." ucap Alexa sendu.


"Lexa, kau cantik, aku yakin kak Ars akan menyukaimu. Kenapa kau menyerah semudah ini?."


"Untuk apa aku terus memaksakan perasaan kak Ars yang tidak menyukaiku. Aku tidak mau egois Rai. Sepertinya aku akan menerima tawaran Papa untuk kuliah di Jepang. Papa ingin aku belajar bisnis. Dia ingin aku bisa menggantikannya nanti. Kau tahu kan aku selama ini tidak tertarik dengan dunia bisnis. Tapi kali ini aku akan menurut kepada Papa." ucap Alexa.


"Jangan pergi Lexa, nanti bagaimana denganku. Siapa yang akan ku ajak nakal lagi. Tetaplah disini ya please," ucap Raiden memohon.


"Dasar sahabat tidak ada akhlak," Alexa menjitak kepala Raiden hingga membuat Raiden mengaduh.


"Aku tidak sanggup bila harus melihat kedekatan kak Ars dan Nona Mia Rai, tolong mengertilah. Kau tahu bagaimana perasaanku pada kak Ars," ucap Alexa sedih.

__ADS_1


Raiden hanya bisa menepuk pundak sahabatnya itu. Ia juga tidak ingin melihat Alexa terluka.


******


__ADS_2