
Alexa menatap wajah sendu Vio yang kini tampak tengah menunduk.
"Vio," panggil Alexa tersenyum lembut. Membuat wajah yang tampak menunduk itu mendongak menatap wajah Alexa.
"Kau jangan pantang semangat Vi, Kau lihat kan, sekarang Aku bahagia bersama kak Ars. Dan di perutku juga ada calon anak kami. Diantara Aku dan Kai tidak ada apa-apa, kami hanya berteman. Jadi kau tidak perlu khawatir Vio," ucap Alexa tersenyum lembut.
Vio tampak menahan sesuatu saat menatap Alexa, Ia ingin bertanya suatu hal yang selama ini ingin Ia tanyakan kepada sang kakak.
"Kak Lexa," panggil Vio ragu.
Alexa pun mengerutkan keningnya saat melihat wajah Vio yang nampak menyimpan sejuta keraguan.
"Ya Vio, apa ada yang ingin Kau katakan?."
Vio memutuskan untuk menanyakan apa yang selama ini mengganjal di hatinya. "Selama kalian berteman, apakah sedikitpun kakak tidak pernah menyimpan perasaan terhadap kak Kai?," Tanya Vio pelan namun hati-hati.
Alexa terdiam sejenak dan menghela nafasnya perlahan. Sebelumnya Alexa memang pernah memiliki perasaan terlarang untuk Kai. Namun bukan tanpa alasan Alexa bisa memiliki perasaan itu. Karena saat itu hatinya begitu rapuh dengan sikap suaminya yang selalu menyakitinya lagi dan lagi. Dan hanya Kai lah yang selalu ada disaat hatinya rapuh, memberikan perhatian dan rasa nyaman sehingga terciptalah perasaan terlarang itu.
Hanya Alexa sendiri lah yang tahu tentang perasaannya. Bahkan Kai sekalipun tidak pernah mengetahui perasaan Alexa untuknya.
Terkadang Alexa merasa benci dengan dirinya sendiri karena mencintai dua orang pria sekaligus. Dan disaat suaminya menyadari perasaannya dan menyambut cintanya, Alexa malah meninggalkan Kai seperti kacang yang lupa akan kulitnya.
Sungguh Alexa benar-benar membenci dirinya sendiri bila mengingat hal itu. Namun kini perasaan Alexa untuk Kai perlahan mulai terkikis seiring suaminya yang terus memberikan begitu banyak cinta untuknya.
Alexa ingin Kai bahagia dan mendapatkan seorang gadis yang baik untuknya, dan Alexa yakin bahwa Vio lah gadis yang tepat untuk seorang teman yang pernah mengisi hatinya itu.
Alexa kembali tersenyum lembut, lalu Ia menggelengkan kepalanya. Alexa akan menyimpan dan mengunci rapat-rapat rahasia hatinya. Ia tidak ingin menyakiti Vio dengan kejujurannya.
"Tidak Vio," ucap Alexa.
Vio pun langsung memeluk Alexa bahagia, karena ketakutannya akan pertanyaan-pertanyaan mengenai hubungan Alexa dan Kai sudah terjawab sudah.
Seketika itu, tiba-tiba saja ponsel Vio berdering. Vio pun melepaskan pelukannya dan melihat layar pada ponselnya.
Nama James terpampang jelas di layar pipih berbentuk persegi itu. Mulut Vio berdecak melihat siapa yang tengah menelponnya.
"Siapa Vi?," Tanya Lexa yang melihat Vio seakan tak menyukai siapa yang tengah menelponnya.
"Teman kak."
"Kenapa tidak kau angkat?. Angkat saja dulu, kalau perlu ajak temanmu kemari untuk makan siang. Kakak kembali ke sana ya, Kau angkat saja telpon dari temanmu," ucap Alexa menepuk pundak Vio dan langsung pergi dari sana.
__ADS_1
Vio pun menganggukkan kepalanya tersenyum. Lalu Ia kembali menatap layar ponselnya yang sedari tadi terus saja berdering.
Dengan malas Vio menggeser tombol hijau dan menempelkan benda pipih itu ke telinganya.
"Ada apa James?," Ucap Vio ketus.
"Hai cantik, kenapa Kau begitu ketus?. Aku ingin mengajakmu makan siang bersama untuk merayakan pertemanan kita yang sempat tertunda waktu itu. Kau dimana?,biar Aku menjemputmu," ucap James dari sebrang telepon.
"Tapi aku tidak bisa James, Aku sedang berada di rumah kakakku. Lain kali saja ya,"
"Tidak bisa Vio, untuk beberapa hari kedelapan Aku akan ada konser ke luar kota. Dan hari ini jadwal ku kosong. Jadi, kumohon please kita rayakan hari ini," pinta James memohon.
Vio pun luluh akan permintaan James. Sebenarnya Vio sudah mencari tahu tentang James beberapa hari ini dengan bertanya kepada temannya di kampus.
"Tapi James, Aku benar-benar tidak bisa. Aku juga sedang merayakan kehamilan kakakku di mansionnya."
"Baiklah, kalau begitu aku saja yang akan kesana," ucap James.
"Terserah, tapi jangan bicara macam-macam saat disini nanti."
"Siap tuan putri."
"Iya-iya"
Vio segera menutup panggilan telepon tersebut dan mengirimkan lokasinya pada James. " Semoga saja dia tidak berbicara sembarangan nanti," ucap Vio pada dirinya sendiri. Vio segera melangkahkan kakinya dan bergabung dengan yang lain.
Vio kembali duduk di samping Kai.
"Apa yang Kau bicarakan dengan Lexa tadi Vi?," Tanya Kai berbasa-basi.
"Kenapa kak Kai sekarang jadi selalu ingin tahu hum?," Kelakar Vio dan memberikan sebuah senyum manis kearah Kai.
Ingin sekali Kai mencubit hidung Vio karena gemas. Ia hanya bisa tersenyum menatap wajah Vio.
Sedangkan disisi lain, James tengah berdebat dengan asistennya karena sebenarnya saat ini James ada wawancara dengan stasiun televisi.
"Jimi, kenapa akhir-akhir ini Kau susah sekali untuk diatur. Kau sudah melewatkan 3 kali wawancara dengan stasiun televisi lainnya. Dan sekarang, Kau akan membatalkannya lagi?," Ucap Miko asistennya.
"Diamlah Miko!, apa Kau tidak pernah jatuh cinta?!. Carilah pacar agar Kau tidak tertekan dengan pekerjaan ini," Ucap James.
Sedangkan Miko hanya menggelengkan kepalanya mendengar penuturan dari sahabat sekaligus bosnya.
__ADS_1
"Sudahlah, Kau atur saja semuanya. Aku akan menyusul calon pacar ku," ucapnya dan langsung mengemudikan mobilnya menuju mansion milik Ars.
James menapakkan kakinya memasuki mansion Ars, dia bertanya kepada pelayan dimana Vio dan orang-orang berada. Namun sang pelayan yang mengetahui bahwa James adalah penyanyi terkenal.
"A-anda James Arthur kan?," Tanya sang pelayan gugup karena bertemu dengan penyanyi yang sedang naik daun itu.
"I-iya," ucap James tersenyum canggung. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Seperti biasa, setiap bertemu dengan orang-orang, pasti mereka akan meminta tanda tangan dan berfoto bersama.
Setelah sesi tanda tangan dan berfoto bersama dengan beberapa pelayan mansion milik Ars, James segera melangkahkan kakinya menuju tempat dimana Vio berada.
James melihat suasana yang tampak begitu menyenangkan saat melihat beberapa orang yang sedang bersendau gurau termasuk Vio disana.
Dengan langkah pasti James menghampiri mereka.
"Selamat siang semuanya," sapanya dengan memberikan seulas senyum hingga memperlihatkan sebuah lesung pipi yang membuatnya terlihat begitu tampan.
Otomatis semua orang pun menoleh ke arah suara.
Para wanita tiba-tiba memekik histeris tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, kecuali Vio.
"Benarkah dia James Arthur, apakah mataku ini salah?," Celetuk Ajeng.
"Mam, sepertinya Mami tidak salah melihat, karena Lexa juga melihat apa yang Mami lihat," ucap Lexa menimpali.
"Benarkah ini nyata, bukan ilusi kan?. Ayo kita menghampirinya sebelum semuanya menghilang!," Ajak Nani.
Para wanita kecuali Vio pun langsung berhamburan menghampiri James yang kini terlihat bingung saat melihat para wanita menghampirinya.
Sedangkan para suami membelalakkan matanya melihat para istri mereka yang begitu histeris dan bersemangat ketika melihat seorang pria muda yang baru saja menyapa mereka semua.
"Apakah kau benar-benar James Arthur, penyanyi muda yang sedang viral saat ini?. Kau sungguh begitu tampan," ucap Yuna kagum.
Sedangkan para wanita lainnya pun menganggukkan kepalanya mereka.
"I-iya saya James Arthur," ucap James canggung. Matanya mencari sosok gadis yang ia cari.
Dapat ia lihat dari sana Vio kini nampak terkekeh menatapnya.
***
__ADS_1