
Ars pergi ke kamarnya dengan kesal karena Mami dan Papinya. "Lihat saja, aku tidak akan mengajak Mami dan Papi nanti," ucap Ars kesal. Ars segera menghubungi Alex untuk mengatur semuanya.
Alex pun menyetujuinya, tadinya Alex pikir Ajeng mengajaknya dan Nani ke pulau X karena ia pikir Ajeng dan Jonathan sudah mengetahui bahwa pulau itu sudah menjadi milik putranya.
Alex pun mempersiapkan semuanya dengan sempurna. Dari pesawat pribadi milik Ars, dan semua hal yang Ars miliki.
Ars mengemas pakaian yang akan ia bawa untuk dirinya ke pulau X. Hari ini juga ia akan pergi kesana. Ia sudah menyuruh Alex dan Nani untuk menjemputnya.
Tak berselang lama mobil Alex sampai di mansion Jonathan. Saat Alex masuk bersama istrinya, Ia melihat Ajeng bersama Jonathan yang ada di ruang tengah.
Alex langsung naik keatas menuju kamar Ars atas keinginan Ars.
"Ajeng...," teriak Nani saat melihat sahabatnya.
Jonathan dan Ajeng pun menoleh kearah suara. Mata Ajeng berbinar melihat sahabatnya yang sudah sembuh.
"Na, kau sudah sembuh?," tanya Ajeng.
"Ya, seperti yang kau lihat. Ah iya Je,kita jadi berangkat sekarang?, tapi kenapa kamu belum bersiap?," tanya Nani memperhatikan Ajeng menggunakan pakaian rumahan.
Ajeng mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan sahabatnya. "Memangnya kita mau kemana?," tanya Ajeng.
"Lho bukannya kita akan ke pulau X," terang Nani.
"Na, aku sudah mengatakan kepada suamimu kalau kita tidak jadi kesana." ucap Ajeng.
"Tapi Alex bilang kita jadi kesana, dan sekarang kita kemari karena akan berangkat," ucap Nani membuat Ajeng bingung.
Ajeng menoleh kearah suaminya. "Sayang, bukannya tadi kau bilang..."
"Ars akan berangkat, terserah Mami dan Papi mau ikut atau tidak!," ucap Ars yang turun bersama Alex. Alex membawakan koper Ars kebawah.
Ajeng dan Jonathan tercengang melihat putranya turun dengan Alex dibelakang membawakan kopernya.
"Kau mau kemana nak?," tanya Jonathan.
"Ya sayang, kau mau kemana," timpal Ajeng.
"Ars mau ke pulau X Mi, Pi. Kalau kalian mau ikut, Ars akan memberi waktu Mami dan Papi untuk menyiapkan koper Mami dan Papi," ucap Ars dengan tangan bersedekap.
"Tapi Ars, bukannya tadi Mami dan Papi sudah menjelaskan bahwa pulau itu sudah bukan milik presiden AS lagi. Dan Papi juga tidak tahu siapa pemilik pulau yang baru," ucap Ajeng berusaha memberikan pengertian kepada putranya.
"Tapi Ars sudah bilang kalau Ars lah pemilik baru pulau itu Mam," ucap Ars jengah.
__ADS_1
"Benar Tuan, Nona, pulau itu memang milik Tuan muda Ars. Saya yang menyimpan surat-surat kepemilikannya. Dan saya membawa salinannya di mobil. Anda bisa melihatnya nanti," ucap Alex menjelaskan.
Jonathan dan Ajeng pun tercengang.Mereka tidak percaya putranya lebih kaya dari yang mereka bayangkan. Bagaimana mungkin pulau milik presiden AS tiba-tiba berpindah tangan menjadi milik putranya?, Jonathan benar-benar tidak bisa membayangkannya.
Nani pun juga tercengang, pasalnya Alex belum menceritakan tentang Ars kepada istrinya itu. Nani menatap Alex dengan pandangan menyelidik.
"Oke, Mami akan bersiap. Kalian tunggu sebentar," ucap Ajeng segera menujuke kamarnya diikuti oleh suaminya.
Sedangkan Nani mengikuti suaminya.
"Apa ada yang akan kau jelaskan padaku suamiku?!," tanya Nani.
Alex menatap istrinya lembut dan mengusap lembut kepalanya. "Aku akan menjelaskannya nanti di pesawat sayang," ucap Alex.
Ars yang melihat Alex yang tersenyum dan berkata lembut pada Nani menatapnya jengah.
" Ars ingin Paman dan Aunty membuatkanku adik juga. Ars ingin punya adik perempuan yang cantik, "ucap Ars kepada keduanya. Membuat Nani bersemu merah.
" Ars kau bisa memintanya kepada Mami dan Papi mu," ucap Nani malu.
"Ars juga ingin punya adik dari Aunty Nani dan Paman Alex," ucap Ars.
"Kita akan membuatnya sayang," bisik Alex kepada Nani. Nani semakin merona mendengarnya.
"Kami sudah siap, ayo kita berangkat," ucap Ajeng semangat.
Didalam perjalanan Ajeng dan Nani tak henti-hentinya memuji Ars. Hingga membuat Ars tersenyum senang. Ars pun melupakan kekesalannya terhadap Papi dan Maminya.
"Kita sudah sampai Tuan Nona," ucap Alex.
"Lho, kita dimana Lex?," tanya Ajeng.
"Kita akan berangkat menggunakan pesawat pribadi Tuan muda Ars Nona Tuan," ucap Alex.
Ajeng dan Nani pun melongo dibuatnya.
"Kau memang Putraku Ars, Papi sungguh bangga padamu," ucap Jonathan bangga.
Ars pun tersenyum manis mendengar ucapan Papinya.
Mereka pun kemudian landing menuju pulau X. Alex memberitahu kebenaran tentang Ars kepada Nani. Nani sungguh tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia pun merasa bangga kepada Ars.
Tak berselang lama mereka pun sampai di pulau X. Pulau yang terdapat vila yang indah yang berdiri di dekat pantai dengan pasir putih dan pemandangan yang begitu indah.
__ADS_1
Ajeng benar-benar sangat senang berada di sana.
Ia segera berlarian kesana kemari di pinggir pantai seperti anak kecil. Membuat Jonathan menepuk keningnya sendiri.
"Sayang lihatlah ini sungguh indah," ucap Ajeng girang.
"Iya sayang, sudah jangan berlarian seperti itu,nanti kau bisa jatuh," ucap Jonathan menghampiri sang istri.
"Aku senang sekali sayang maafkan aku. Terimakasih Ars sayang sudah mengajak Mami kesini," ucap Ajeng pada putranya.
"Iya Mami, tapi semuanya itu tidak gratis Mam. Mami dan Papi harus membayar untuk semua ini," ucap Ars membuat Jonathan mengerutkan keningnya.
"Berapa yang kau minta nak, Papi akan membayarnya," ucap Jonathan.
"Ars hanya ingin Mami dan Papi membayarnya dengan memberikan Ars adik bayi perempuan yang cantik untuk Ars. Teman-teman Ars selalu membahas tentang adik perempuan mereka yang lucu. Ars juga ingin adik bayi Mam, Pi," ucap Ars.
Seketika itu Ajeng tersenyum lebar, ia menghampiri putranya dan berbisik di telinga Ars membuat Jonathan heran.
"Sayang, di perut Mami sudah ada adik bayinya," bisik Ajeng kepada Ars. Dan seketika Ars melompat kegirangan.
Semua orang heran melihat Ars seperti itu. Mereka penasaran dengan apa yang Ajeng beritahukan kepada Ars sehingga membuatnya kegirangan seperti itu.
Jonathan mendekati istrinya, ia ingin bertanya apa yang istrinya ucapkan. "Apa yang kau katakan kepada Ars sayang?," tanya Jonathan penuh selidik.
"Kau ingin tahu sayang?," ucap Ajeng.
Jonathan menganggukkan kepalanya, lalu Ajeng membisikkan kata-kata ke telinga suaminya.
"RAHASIA," bisik Ajeng, membuat Jonathan mematung. Lalu ia mengumpat kesal karena istrinya tidak memberitahunya.
"Sayang, ayolah apa yang kau bisikan pada Ars?." Jonathan mengekori istrinya.
"Nanti malam aku akan memberitahumu sayang," ucap Ajeng mengerlingkan matanya.
Jonathan hanya bisa pasrah dengan jawaban dari istrinya itu.
Mereka pun akhirnya bermain-main di pinggir pantai hingga puas. Setelah merasa puas bermain di pantai, mereka memasuki villa yang ada disana. Para pelayan sudah menyiapkan semuanya. Makan siang pun sudah tersedia di meja makan.
"Wah, aku sudah sangat lapar," ucap Ajeng.
"Mami harus makan yang banyak," ucap Ars menarik tangan Maminya untuk duduk.
"Iya sayang," ucap Ajeng.
__ADS_1
Sedangkan yang lainnya menatap heran melihat perhatian Ars yang berlebihan kepada Maminya.
...**************...