
Tak terasa dua hari berlalu, kini Ajeng dan Jonathan pun telah sampai di Eropa. Mereka sekeluarga tinggal di mansion dekat kediaman rumah utama keluarga Anthony.
Nenek juga telah memperkenalkan Ajeng adalah putri dari keluarga Anthony. Beliau juga memperkenalkan Alex sebagai pemimpin perusahaan keluarga Anthony untuk sementara sebelum Ars cicitnya dewasa nanti.
Semua dapat menerima semua itu, kecuali kedua Paman Ajeng. Mereka menjadi lebih membenci lagi keputusan Belinda.Namun mereka tetap berpura-pura menerima semuanya.
"Sayang Ajeng, kemarilah!," pinta sang nenek saat acara penyambutan pemimpin baru perusahaan.
Ajeng yang sedang berbincang dengan sahabatnya Nani pun segera menghampiri neneknya.
"Iya Nek, ada apa?."
"Kenalkan, ini kedua pamanmu. Mereka adalah putra-putra nenek juga," ucap Belinda mengenalkan David dan Romi.
"Wah, ternyata aku masih memiliki keluarga lain?, senangnya..," ucap Ajeng senang.
"Iya sayang, mereka adalah para putra nenek yang sangat hebat," ucap Belinda bangga.
"Ah Mama bisa saja," ucap David
"Halo Paman, saya Ajeng. Senang berkenalan dengan Paman," ucap Ajeng sedikit membungkuk.
"Iya Ajeng, kami juga senang, ternyata keponakan Paman ini selamat. Sekarang kita bisa berkumpul bersama," ucap Romi memeluk Ajeng. Mereka berpura-pura menitihkan air mata.
"Iya Paman Ajeng juga sangat senang. Lihatlah disana, dia adalah putra dan suamiku," tunjuk Ajeng dimana Jonathan dan Ars berada.
"Apakah itu putramu?,wah, ternyata pamanmu ini telah menjadi seorang Kakek," seloroh Romi.Namun dalam hatinya ia begitu membencinya.
"Yasudah, kalian kan baru datang dari Jerman, kalian istirahatlah dulu," ucap Belinda kepada David dan Romi.
"Baiklah Ma, Ajeng, Paman pulang dulu ya, ajaklah suami dan putramu mampir ke rumah Paman," ucap David.
"Baiklah Paman"
David dan Romi pun meninggalkan perusahaan Anthony.
"Kita jangan gegabah, kita harus menunggu timing yang tepat untuk menculik putra keponakan tersayang kita," ucap Romi tersenyum menyeringai.
*******
hari berganti Minggu dan berganti bulan. Perusahaan Anthony semakin maju karena kinerja Alex dan Nani. Ya,Nani bekerja sebagai sekertaris Alex atas permintaan Belinda.
Belinda pikir karena mereka adalah suami istri, mungkin kerjasama mereka yang sempurna. Dan itu terbukti, Nani yang sebenarnya mengambil jurusan akuntansi waktu kuliah dulu, dapat mengerti tentang apa yang harus ia kerjakan. Yah walaupun ia berhenti di tengah jalan saat kuliah dulu.
Namun berbeda dengan hubungannya dengan suaminya. Entah kenapa Alex selalu menghindar dari Nani. Hanya dalam pekerjaan saja mereka terlihat kompak.
Nani terus saja mendekati sang suami, seperti saat ini.
"Lex, kita makan siang bersama yuk," ajak Nani.
Alex menatapnya sekilas, lalu ia kembali mengalihkan pandangannya ke tumpukan berkas di depannya.
"Kau makan siang saja duluan Na, kau Lihatlah masih banyak pekerjaan ku," ucap Alex datar.
__ADS_1
Nani menghembuskan nafasnya, diapun berjalan keluar dari ruangan Alex.
"Kenapa susah sekali untuk mengambil hatinya, aku terus mendekat, dia malah menjauh haih...Lebih baik aku makan siang saja, perutku sudah sangat lapar," ucap Nani. Lalu ia pun berjalan cepat, dan tanpa sengaja ia menabrak tubuh seseorang.
Brrugh...
"Ah, maafkan saya Nona. Apa kau tidak apa-apa?," tanya seorang pria yang menabrak Nani.
Nani mendongakkan kepalanya menatap pria yang menabraknya. Pria itu terpana melihat perempuan yang ditabraknya. "Cantik," ucap pria itu dalam hati.
Nani pun terpana melihat ketampanan pria yang ia tabrak. "Wah...apa dia malaikat, tampan sekali," batin Nani. Dan itu membuatnya mengingat aktor Korea Lee Minho.
"Nona, apakah Anda baik-baik saja?."
Nani segera tersadar. "Ah, ya saya baik-baik saja," ucap Nani canggung.
"Maafkan saya Nona karena sudah menabrakmu. Bagaimana kalau sebagai permintaan maaf,saya akan mentraktir Anda makan siang?," tanya pria itu.
Bagai tersihir Nani pun menganggukkan kepalanya. Membayangkan bahwa dirinya akan makan siang bersama aktor Korea idolanya.
"Kalau begitu perkenalkan, nama saya Kenzo," ucap Ken mengulurkan tangannya.
"Saya Nani," ucapnya membalas uluran tangan Ken.
"Kalau begitu mari Nona?."
"Kalau tidak merepotkanmu Tuan," ucap Nani.
"Panggil saja saya Ken. Aku baru sampai di negara ini, dan aku harap Nona mau berteman denganku," ucap Ken. Dia sangat gemas melihat tingkah Nani.
"Bagaimana kalau Nana?."
"Ok baiklah"
Mereka pun pergi ke restoran depan kantor untuk makan siang.
"Oh ya Ken, kenapa kau datang ke negara ini?," tanya Nani saat ia selesai makan.
"Aku kemari ingin mengajukan kerja sama dengan perusahaan Anthony Groups," ucapnya membuat Nani terkejut.
"Oh ya?, sungguh kebetulan. Kau tahu pemimpin perusahaan itu adalah suam....Ah maksudku dia adalah bosku,dan aku adalah sekertarisnya," tutur Nani.
"Wah, kalau begitu sungguh kebetulan. Kita akan bertemu lagi nanti."
"Ya, kau benar," ucap Nani. Ponsel Nani berdering,Ia melihat Alex yang menelponnya.Dia pun segera mengangkatnya.
"Ya, baiklah aku segera kesana," ucap Nani pada sambungan telepon itu.Iapun segera menutupnya kembali.
"Ken, maafkan aku, bosku sudah meneleponku dan aku harus segera kesana. Ada rapat penting sebentar lagi," ucap Nani yang sudah berdiri.
"Baiklah Nana, kau duluan saja," ucapnya seraya tersenyum.
Nani pun menganggukkan kepalanya dan segera pergi dari sana. Sedangkan Kenzo menatap punggung Nani yang mulai menjauh dari pandangannya.
__ADS_1
"Aku akan mendapatkan mu cantik," ucap Ken tanpa sadar.
Iapun segera beranjak dari restoran tersebut untuk menghadiri meeting.
.
.
.
"Baiklah Tuan, semoga kedepannya perusahaan kita semakin maju dengan kerjasama ini" ucap Alex menjabat tangan pria bernama Bram.
"Iya Tuan, Pasti Tuan Okamura sangat senang bisa bekerja sama dengan Anda," ucap Bram.
"Ya, sayangnya saya tidak bisa bertemu dengannya."
"Saya disini Tuan Alex, maafkan keterlambatan saya. kuharap asisten saya bisa menangani semuanya," ucap Tuan Okamura yang baru saja datang.
"Ken..?," ucap Nani lirih, namun masih bisa didengar oleh Alex.
Alex menatap Nani dengan mengerutkan keningnya.
" Senang bisa bekerja sama dengan perusahaan Anthony,"ucap Okamura yang tidak lain adalah Kenzo.
"Sama-sama Tuan," ucap Alex.
Lalu Ken menatap Nani dan mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum padanya.
Nani pun membalas senyuman seorang teman yang baru dikenalnya. Dan itu tak luput dari pandangan Alex.
"Apa mereka saling mengenal?," ucap Alex dalam hati.
Setelah pertemuan siang itu, Nani pun menjadi akrab dengan Ken. Dari Nani yang sedikit pendiam kini menjadi Nani yang sering tersenyum.
Alex merasa ada perubahan dalam diri Nani. Nani yang sering mengganggunya pun kini sudah jarang mengganggunya.
Sebenarnya Nani hanya menganggap Ken sebagai seorang teman. Hanya saja ia lelah bila mendekati suaminya tapi suaminya malah bersikap cuek padanya.
"Darimana saja kamu Na?," tanya Alex datar.
Alex menunggu Nani yang dari tadi selesai meeting,tapi Nani tidak kunjung pulang.
Sebenarnya Nani ke mansion Ajeng, karena Ajeng ingin mengadakan pesta ulang tahun kejutan untuk Ars yang genap 5 tahun. Tapi Alex mengira Nani pergi keluar, mungkin dengan pria lain, pikir Alex.
Karena semenjak perubahan Nani, Alex selalu saja memikirkan Nani.
"Aku dari...."
"Sudahlah aku tidak ingin tahu," ucapnya dan berlalu begitu saja dari hadapan Nani.Dan itu sungguh membuat Nani merasa bingung dengan sikap Alex.
"Ada apa dengannya, aku belum menyelesaikan ucapanku, eh malah bersikap seperti itu, aneh," ucap Nani,iapun segera ke kamarnya.
Bersambung....
__ADS_1
**********