Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 97


__ADS_3

Setelah acara pernikahan Rai dan Yuna selesai, Rai akan mengajak Yuna untuk tinggal di apartemen miliknya.


Dan sekarang tibalah saat Yuna berpamitan kepada ayahnya dan kakaknya. air mata membasahi kedua pipi Yuna saat ini. Ia tidak ingin berpisah dengan Dady dan kakaknya.


"Dady, Yuna pasti akan sangat merindukanmu." ucap Yuna menangis sedih karena akan berpisah dengan Dadanya.


"Yuna sayang, saat ini kau telah menjadi seorang istri jadi kau tidak boleh cengeng lagi." ucap Ken pada putrinya, Ia pun menoleh ke arah Rai yang ada di samping putrinya.


"Aku aku menitipkan Putri ku padamu, kuharap kau bisa menggantikanku untuk menjaga putriku. Kau harus mencintai dan menyayangi putriku. Dan Aku mempercayaimu." ucap Ken kepada Raiden.


Raiden pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Dady tenang saja, aku akan menjaga putrimu ini. Dan aku juga akan melindunginya, Dady bisa memegang kata-kata Rai," ucap Raiden penuh dengan keyakinan.


Membuat Yuna sontak langsung menatap ke arah pria yang berstatus suaminya saat ini.


"Cih, kata-katamu hanya omong kosong" cibir Yuna dalam hati.


Setelah acara berpamitan, Raiden berencana membawa istrinya untuk pulang ke apartemen pribadinya untuk sementara.


sementara Jonatan dan Ajeng menatap putra dan menantunya itu dengan tersenyum.


" Ray kenapa kalian tidak tinggal di mansion utama saja?,"ucap Ajeng menyayangkan keputusan putranya itu.


"Maafkan Rai Mam, bukannya Ray tidak ingin tinggal bersama kalian, tapi Rai dan Yuna ingin hidup mandiri. Benarkan sayang?," ucap Rai menatap Yuna.


Yuna pun tersenyum canggung dan menganggukkan kepalanya, Ia menyetujui ucapan Rai. Karena dirinya pun tidak ingin mertuanya mengetahui sandiwara mereka nantinya.


"Yasudah, kalau begitu selamat datang di keluarga besar kami sayang, bilang sama Mami kalau Raiden berbuat jahat kepada mu nanti!," ucap Ajeng sembari mengusap kepala menantunya.


Ajeng tahu bagaimana perasaan Yuna saat ini, karena dirinya pernah berada di posisi Yuna. Tapi yang membedakan adalah, dulu Jonathan tidak mempertanggung jawabkan perbuatannya. Dan Ajeng tidak akan membiarkan kejadian dulu menimpa menantunya itu.


"Baiklah Mam,"ucap Yuna tersenyum, kemudian ia pun memeluk Ajeng untuk sedikit meredam perasaannya saat ini. Karena Yuna memang sangatlah membutuhkan pelukan seorang ibu, mengingat dirinya yang selama ini dibesarkan tanpa kasih sayang seorang ibu.


Yuna benar-benar merasakan pelukan seorang ibu sekarang. Tanpa terasa air matanya pun mulai menetes.


Ajeng yang menyadari tubuh Yuna yang bergetar. Ia pun melepaskan pelukannya dan menatap Yuna. "Sayang yang kenapa kau menangis Apa ada yang salah dengan ucapan mami?," tanya Ajeng kepada Yuna. Ajeng begitu terkejut saat melihat sang menantu menangis di pelukannya.


"Tidak Mam, tidak ada yang salah dengan ucapan Mami, Yuna hanya sedang merindukan Mommy saja. Yoona sangat membutuhkan pelukan Mommy saat ini. dan Yuna mendapatkannya dari Mami. Terimakasih sudah memeluk Yuna Mam." ucap Yoona diselingi dengan Isakannya.

__ADS_1


Ajeng pun kembali memeluk tubuh Yoona yang terlihat rapuh saat ini. "Mulai saat ini Mami akan menjadi Mommy untukmu sayang, jangan menangis lagi," ucap Ajeng mengusap air mata dipipi Yuna.


Sedangkan Ken dan Kai ikut menitihkan air mata mereka. Mereka tahu Yoona sangat merindukan Mommynya saat ini. Mereka bersyukur putrinya mendapat mertua sebaik Ajeng.


Raiden pun menatap Yoona dengan pandangan yang sulit diartikan. Dalam hatinya dia pun merasa iba dengan nasib Yoona saat ini.


"Sudah, jangan menangis terus atau kita akan menginap di sini nantinya. Sekarang sudah larut, lebih baik kita semua pulang." ucap Raiden dan di anggukki semua orang.


Dan akhirnya semua orang pun satu persatu mulai pulang ke rumah masing-masing.


Hingga sampailah Raiden dan Yuna di apartemen milik Raiden.


Yuna segera memasuki kamar yang sudah Raiden tunjukkan untuknya. mereka memang tidak tinggal satu kamar. kamar Raiden berada tepat di sebelah kamar Yuna.


"Yuna," panggil Raiden.


Yuna yang hendak melangkahkan kakinya menuju kamarnya pun menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Ray yang memanggilnya.


"Ada apa?," ucap Yuna mengerutkan keningnya.


"Kalau kamu membutuhkan sesuatu, ketuk kamarku," ucap Raiden.


"Kenapa aku selalu berfikir buruk tentangku?, aku bersikap baik salah, bersikap buruk salah. Aku hanya tidak ingin anak di dalam kandunganmu kenapa-napa. karena dia juga darah dagingku." ucap Raiden yang sontak membuat Yoona teringat akan kehamilannya.


"Kau benar, mana mungkin tiba-tiba kau berbuat baik kepadaku. Baiklah kalau aku butuh apa-apa, aku akan mengetuk pintu kamar mu, sekarang aku lelah, aku ingin istirahat, selamat malam." ucap Yoona yang langsung memasuki kamarnya.


Raiden pun segera memasuki kamarnya, Ia pun juga sudah lelah dan ingin mengistirahatkan tubuhnya.


sedangkan di sisi lain, saat ini Ars dan Alexa tengah menikmati malam romantis mereka.


Raiden memeluk Alexa dari belakang di balkon kamarnya. mereka sedang menikmati indahnya bintang di langit malam.


"sayang, Aku sangat mencintaimu," ucap Ars yang saat ini tengah menciumi ceruk leher istrinya.


"Sayang hentikan, kau membuatku geli." ucap Alexa berusaha menahan geli nya.


seketika itu, Ars langsung membalikkan tubuh istrinya menghadapnya. Ars langsung melahap bibir Alexa yang sedari tadi mengganggu pikirannya.

__ADS_1


"Sayang, bolehkah aku aku melakukannya sekarang?," tanya Ars, yang saat ini menatap istrinya dengan tatapan penuh damba.


Alexa sudah tidak punya alasan lagi untuk menolak keinginan dari suaminya. Karena sebelum-sebelumnya Alexa selalu menolak suaminya saat suaminya memintanya untuk melakukan first time mereka.


Dan kini Alexa sudah tidak memiliki alasan lagi untuk menolak keinginan dari suaminya.


Ars langsung mel..umat bibir istrinya yang sedari tadi membuatnya tidak bisa menahan hasr..atnya untuk memiliki istrinya seutuhnya.


Dan akhirnya kegiatan panas itu pun tak dapat lagi dihindari. Ars benar-benar melakukannya dengan sangat lembut. Ars tidak ingin menyakiti istrinya pada first time mereka.


Mereka benar-benar menikmati malam ini dengan begitu bahagia. Setelah semua kerikil dalam rumah tangga mereka dapat mereka atasi, kini saatnya untuk mereka merengkuh kebahagiaan yang hakiki.


Hingga keduanya terlelap dalam mimpi indah dengan saling berpelukan satu sama lain menembus indahnya malam yang akan berganti dengan pagi.


***


Keesokan paginya di apartemen Raiden.


Yuna bangun pagi-pagi sekali. Pagi ini Yuna merasa sangat lapar. Iapun membuat sarapan paginya sendiri.


Yuna ingin masakan Indonesia, dia ingin memakan nasi goreng yang pernah Ajeng buatkan untuknya.


Setelah berkutat 30 menit di dapur, Yuna akhirnya menyelesaikan masakannya.


"Hemm... sepertinya baunya enak," ucap Yoona menghirup aroma masakannya.


Yuna pun mulai menyendokkan nasi gorengnya dan menyuapkan nya ke dalam mulutnya.


"Lumayan enak, tidak kalah dengan masakan Mami," ucap Yuna mengunyah nasi goreng buatannya.


Tanpa disadari, ternyata sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan Yuna.


Dia adalah Raiden, pria yang kini menjadi suami Yuna. Raiden terbiasa setiap pagi, untuk minum air putih hangat. Dan Ia terkejut saat melihat Yuna yang sedang asyik dengan masakannya.


Yuna terlonjak kaget saat mendapati suaminya yang ternyata ada di belakangnya. Seketika itu Yuna langsung menundukkan kepalanya. Karena saat ini Raiden tengah bertelanjang dada.


"Kenapa kau malah menunduk dan tidak menjawab pertanyaanku?," ucap Raiden yang kini berjalan mendekati Yuna.

__ADS_1


"Stop!," ucap Yuna menghentikan Raiden yang hendak menghampirinya. Saat ini wajahnya terlihat memerah.


*****


__ADS_2