
Ars masih tak yakin dengan informasi yang ia dapatkan. Ia pun mencoba sekali lagi menggali informasi dari laptopnya.
"Papi, orang yang kau bunuh waktu itu memang sudah tiada. Lihatlah, dia dengan liciknya memperdayai kita agar mempercayai bahwa orang yang kau bunuh masih hidup." ucap Ars.
Jonathan mengernyitkan dahinya, "apa maksudmu Ars?!."
"Lihatlah Pi, dia pikir Ars tidak dapat menggali lebih dalam lagi tentang rahasianya. Dia salah karena telah meremehkan ku," ucap Ars menyeringai.
Jonathan kembali melihat informasi di laptop putranya. "siapa dia nak, kenapa wajahnya mirip sekali dengan orang tua itu?."
"Dia adalah cucunya Pi, dan dia juga keponakan Paman Alex.Aku yakin merekalah yang telah melakukan konspirasi tentang kebakaran dan berita yang mendera Raiden saat ini," ucap Ars menjelaskan.
"Mereka tidak tahu sedang berurusan dengan siapa!!." Jonathan menggeram marah.
"Kalau begitu aku akan ke Paris untuk menemui seseorang. Aku harap dia bisa membantu kita." ucap Ars.
"Siapa yang akan kau temui Ars?."
" Adik Paman Alex ."
"Alex masih punya adik?"
Ars menepuk keningnya, mungkin kemarahan membuat kepintaran Papinya berkurang.
"Apa Papi lupa tadi Ars mengatakan apa?,musuh kita adalah keponakan Paman Alex yang berarti dia anaknya adik Paman Alex." ucap Ars menjelaskan.
Jonathan hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
"Baiklah, tapi ajaklah istrimu," ucap Jonathan.
"Tapi kenapa Ars harus mengajak Alexa Pi?. Ars kesana kan bukan untuk berlibur."
"Sekali-sekali ajaklah istrimu, bukankah kalian belum honey moon?."
"Tapi Pi"
"Apa kau tidak kasihan pada istrimu?,dia akan sendirian nanti.Papi tahu bagaimana sikapmu selama ini terhadap istrimu. Papi juga tahu apa alasanmu berbuat seperti itu. Tapi ingatlah nak, mencintai orang yang tidak mencintaimu, itu menyakitkan. Mungkin saja di luar sana ada seseorang yang siap merangkulnya dan memberikannya cinta.Dan kau akan menyesal nantinya bila istrimu menyambut cinta yang lain," ucap Jonathan menepuk pundak putranya, kemudian ia melangkah meninggalkan ruang kerja Ars.
Ars mematung mendengar ucapan Jonathan. Lalu ia pun melangkahkan kakinya mengikuti Papinya.
"Mam, Alexa yakin Raiden bukan pria seperti itu. Senakal-nakalnya Rai, dia masih tahu batasannya. Alexa yakin Rai pasti dijebak," ucap Alexa berusaha menenangkan Ajeng.
"Alexa benar sayang, Rai sedang dijebak," ucap Jonathan menghampiri istri dan menantunya.
__ADS_1
"Jadi benar Rai dijebak?. Lalu siapa yang menjebaknya sayang?. Aku akan membuatnya menyesal seumur hidup!," ucap Ajeng bersungut-sungut.
Jonathan terpaku, lalu ia mendekati istrinya.
"Sayang, biarkan aku yang mengurusnya. Tenanglah, nanti kau bisa sakit kepala kalau terus memikirkan Raiden."
"Tapi sayang..."
"Sudah Jangan difikirkan lagi. Lebih baik sekarang kita berkemas, kita harus segera pulang,Raiden membutuhkan kita saat ini," ucap Jonathan menuntun istrinya menuju kamarnya.
Bertepatan dengan itu Ars menghampiri Alexa.
"Siapkan dirimu, besok kita akan ke Paris. Ada hal yang harus ku urus disana," ucap Ars datar.
"Apa?!,tapi kenapa kak Ars harus mengajakku?.Lagipula pekerjaan ku masih banyak. Dan tentang kerjasama kita..."
"Apa kau masih tidak ingin ikut, kalau aku mengatakan kita ke Paris untuk menjemput adik Papa mu?."
"Adik Papa?. Tapi Papa tidak pernah bercerita kalau mempunyai adik."
"Makanya aku memberitahumu. Apa masih tidak ingin ikut?."
Alexa tersenyum malu, ia akhirnya menganggukkan kepalanya.
Alexa mematung, selama ini Ars tidak memperbolehkan Alexa menyentuh barang-barangnya.
"Mungkin kak Ars salah minum obat," ucap Alexa asal. Kemudian ia pun berjalan menuju kamar mengikuti Ars.
***
"Sayang, Mami dan Papi pulang dulu untuk mengurus masalah Raiden. Kalian hati-hati besok. Semoga nanti setelah pulang dari sana, Alexa lekas hamil. Mami dan Papi sudah tidak sabar untuk menimang cucu dari kalian." ucap Ajeng bersemangat.
Alexa tersenyum canggung mendengar ucapan Ajeng. Dalam hati ia menggerutu, karena tidak akan pernah itu terjadi.
"Mami dan Papi urus saja Raiden. Sepertinya dia yang akan memberikan Mami dan Papi cucu terlebih dahulu," ucap Ars terkekeh.
"Diam kau Ars, Mami memang akan menikahkan mereka berdua. Mami tidak ingin membuat nasib gadis itu seperti Mami dulu," ucap Ajeng melirik sang suami.
"Ah sudahlah sayang, kita bicarakan ini nanti dirumah. Kalian hati-hati besok pagi," ucap Jonathan menghentikan ucapan istrinya.
"Apa kau berusaha untuk menyembunyikan kesalahanmu dulu?. Aku tidak akan membiarkan Raiden menjadi sepertimu. Aku akan langsung menikahkan mereka begitu kita sampai di rumah nanti!." Ajeng terus saja menghardik suaminya.
Hingga Jonathan merasa malu di depan putra dan menantunya itu.
__ADS_1
"Iya-iya, nanti kita bicarakan di rumah.Ars, Alexa,kami pergi dulu." ucap Jonathan yang kini menarik istrinya yang terus saja ingin mengomel padanya.
"Apa kalian yakin tidak ingin kami mengantar kalian ke bandara?."
"Tidak Ars, kalian harus mempersiapkan semuanya untuk besok." ucap Jonathan.
"Mami dan Papi hati-hati." ucap Ars dan Alexa, Ars lalu menarik pinggang Alexa dan merangkulnya. Membuat Alexa tidak nyaman dan ingin melepaskannya. Namun Ars semakin mengencangkan pelukannya, sehingga Alexa pun pasrah.
Disaat kedua orang tua Ars sudah menghilang dari pandangan mereka. Dengan cepat Alexa melepaskan pelukan tangan suaminya dari pinggangnya.
Membuat Ars menatap Alexa dengan pandangan yang sulit di artikan. Lalu tiba-tiba ponsel Ars pun berdering. Ars merogoh kantongnya dan melihat siapa yang memanggilnya. Ia pun segera mengangkatnya.
"Iya Mia," ucapnya sambil berjalan menjauhi Alexa.
"Selalu saja. Kenapa kau tidak menikahi Nona Mia saja. Setiap hari kalian selalu saja bertemu, dan sekarang lihatlah. Saat Nona Mia menelponnya dengan cepat ia mengangkatnya!," gerutu Alexa kesal.
Lalu ia pun segera ke kamarnya untuk mempersiapkan keperluan untuk besok.
Ars memasuki kamarnya saat selesai berbicara dengan Mia. Ia menatap Alexa yang kini tengah menyiapkan pakaiannya.
"Sudah selesai?," tanya Ars
"Hampir," ucap Alexa datar, ia masih kesal dengan Ars yang bersikap sesuka hatinya.
Ars pun mendudukkan dirinya di sofa tempat biasa ia tidur. Saat melihat Alexa selesai mengepak keperluannya, ia memanggil istrinya.
"Alexa"
"Ya kak Ars, ada apa?"
"Ada yang ingin ku bicarakan denganmu"
"Apa yang ingin kak Ars bicarakan?. Bicara lah kak."
"Maafkan aku karena selama ini selalu bersikap dingin denganmu. Aku ingin memperbaiki hubungan kita kedepannya," ucap Ars. Membuat Alexa mengernyitkan dahinya.
"Maksud kak Ars hubungan yang seperti apa?, dan bukankah kak Ars waktu itu mengatakan bahwa kita akan berpisah setelah Papa dan Mama ku ditemukan. Lalu hubungan seperti apa yang ingin kak Ars perbaiki?."
Ars terdiam mendengar pertanyaan dari mulut Alexa. Sejenak ia pun menatap wajah Alexa.
****
Author gabut, terlalu banyak urusan real live. Membuat otak author blank untuk menulisðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1