Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 44


__ADS_3

Ucapan Alex barusan terus terngiang di telinga Nani. Hingga semalaman ia tak dapat memejamkan matanya. Air matanya menjadi saksi bahwa hatinya saat ini terluka mendengar kenyataan mengapa suaminya menikahinya. "Kenapa aku bisa sebodoh itu?,aku telah salah menafsirkan semuanya. Dan akutelah kalah sebelum berperang," ucapnya dalam tangisannya.


Malam ini Nani tak dapat memejamkan matanya. Malam yang dinanti-nantikan oleh seorang pengantin di malam pertamanya hanya menjadi angannya saja.


Hingga menjelang pagi Nani masih terjaga.Diapun beranjak untuk membuat sarapan pagi untuk Alex. Nani memutuskan akan melakukan tugasnya sebagai seorang istri, dia bertekad akan mengambil hati suaminya agar jatuh cinta padanya. Dan ini akan menjadi tantangan yang baru untuknya.


Alex yang tidur di sofa depan TV pun terbangun tatkala mencium harumnya bau masakan yang menggugah selera.Ia menyibakkan selimut dan duduk untuk mengembalikan kesadarannya setelah bangun tidur.


Alex melihat sekeliling, ia mengerutkan keningnya saat melihat dirinya di depan TV. "Kenapa aku tidur di sini?," batinnya. Ia lupa bahwa dirinya sudah menikah dan memiliki istri. Lalu Alex mendengar suara di dapurnya, dia pun melangkahkan kakinya menuju dapur.


Dilihatnya seorang wanita sedang menghidangkan makanan di meja makan, dengan baju yang kedodoran dan celana pendeknya, dengan rambut yang dicepol ke atas membuat Alex untuk sesaat terpana. Hingga sebuah suara mengagetkannya.


"Alex...halo... Lex..," Nani memanggil Alex dengan melambaikan tangannya. Karena sedari tadi ia memanggilnya, Alex tak menyahutnya.


"Ah iya, maaf," ucapnya. Alex baru teringat bahwa dirinya kemarin telah menikah dengan Nani.


"Lex, sana cuci muka dulu habis itu sarapan. Aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita," Ucap Nani,ia pun kembali menghidangkan makanan yang lainnya, namun ia kembali berbalik. "Oh iya Lex, hari ini aku akan bekerja kembali ke restoran Andrew," ucap Nani kemudian, lalu ia kembali melakukan aktivitasnya.


Alex menatap punggung Nani yang sedang menyiapkan makanan. "Syukurlah dia tidak marah atau sedih dengan kata-kata ku semalam," ucap Alex dalam hati. Lalu ia pun ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


********


Ajeng terbangun dari tidurnya kala mendengar ponselnya yang berdering. Ia melihat sang nenek lah yang menelponnya.


"Halo Nek, ada apa Nek?," tanya Ajeng.


"............."


"Tapi Nek, aku mana bisa mengurus perusahaan."


"..................."


"Tapi Jonathan sudah sibuk dengan perusahaannya sendiri, dan lagi dia juga mengurus markas, pasti akan sangat repot nanti."


"..................."


"Yasudah nanti Ajeng akan pikirkan lagi Nek."


"..................."


"Baiklah lusa kita akan kesana untuk melihat bagaimana perkembangan perusahaan milik Papa."


"Iya Nek, dah nenek."


Ajeng menutup panggilan tersebut.Belinda menyuruhnya untuk mengurus perusahaan besar milik keluarganya. Namun itu bukan lah keahliannya, yang Ajeng inginkan adalah mengelola bisnisnya di restoran. Kalaupun Ars adalah pewarisnya kelak, tapi itu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menunggunya dewasa.

__ADS_1


Ajeng pun berniat untuk meminta pendapat suaminya. Dia pun membangunkan Jonathan. Namun ia hanya memandangi wajah suaminya tanpa membangunkannya.


"Sudah puas memandangi wajah suamimu yang tampan ini?," ucap Jonathan dengan mata yang masih terpejam. Membuat Ajeng terlonjak kaget.


Diapun mulai memukuli legan suaminya


"Ih... sayang, kau mengerjaiku ya...?,rasakan ini.. ini,dan ini." Ajeng terus memukuli lengan dan dada Jonathan.


"Aduh sayang.., sakit sayang...," ucapnya pura-pura sakit.


"Rasakan itu...," ucap Ajeng.


Namun Jonathan langsung menangkis tangan istrinya dan menariknya, hingga tubuh Ajeng menimpanya. Membuat wajah mereka begitu dekat.Hany tersisa jarak beberapa centi saja.


"Masih mau memukulku hum?."


Pipi Ajeng merona seketika karena jarak mereka begitu dekat. "A..aku mau mandi dulu sayang," ucap Ajeng menarik dirinya.


Namun suaminya kembali menariknya dan mencium bibir istrinya dengan lembut,lalu Jonathan melepaskan pagutannya.


"Satu ronde ya," bisiknya di telinga Ajeng.


"Tapi.."


Belum selesai Ajeng berkata, Jonathan sudah ******* kembali bibir Ajeng. Dan pertempuran panas di pagi hari pun tak terelakkan lagi. Ajeng pasrah dengan kelakuan suaminya itu.


Pertempuran panas itupun berakhir setelah hampir satu jam.Jonathan menggendong tubuh polos istrinya dan membawanya ke dalam bathup. Mereka pun akhirnya mandi bersama membersihkan sisa-sisa ****** ***** yang melekat di tubuh mereka.


Ajeng tersipu malu saat suaminya menggosok bagian tubuhnya untuk dibersihkan.


"Pagi sayang," sapa Ajeng pada Ars yang sudah duduk di meja makan menunggu Papi dan Maminya.


"Pagi Mi, Pi. Kenapa Mami dan Papi lama sekali?, Ars sudah kelaparan," ucap Ars cemberut.


"Aduh-aduh,anak Mami sudah kelaparan ternyata,maaf ya sayang, tadi Mami kesiangan bangunnya" ucap Ajeng mencubit pipi Ars.


"Jangan di cubit Mi, Ars mau makan dulu," ucap Ars cemberut.


Ajeng gemas melihat tingkah putranya, sedangkan Jonathan tersenyum melihat pemandangan pagi ini.


Mereka pun makan dengan lahapnya.


********


"Sayang, aku tidak bisa mengelola perusahaan Papa. Apa kau mau membantuku menghandlenya?," tanya Ajeng hati-hati. Kini mereka sedang berada di mobil menuju kantor Jonathan.

__ADS_1


"Sayang, kau tahu kan aku harus mengurus kantor, hotel, belum lagi masalah di markas. Kenapa kamu tidak belajar mengelolanya saja sayang?"


"Tapi itu bukan keahlian ku, impianku adalah mengelola bisnis resto milikku sendiri sayang"


Untuk sesaat mereka terdiam, namun sebuah ide bersarang di otak Ajeng.


"Ah, bagaimana kalau aku minta Alex saja untuk mengelola perusahaan ku?," tanya Ajeng meminta pendapat suaminya.


Jonathan terdiam, dia memikirkan apakah Alex layak mengelola perusahaan besar keluarga Anthony. "Dari pengamatanku, sepertinya Alex bukan orang sembarangan.Terbukti waktu itu dia membawa pasukan agen terlatih," batinnya. Jonathan mengingat waktu Rudolf menyerangnya.


"Baiklah sayang, tapi apa dia mau?"


"Tenang saja sayang, nanti aku akan membicarakannya dengan Nani.Nanti aku akan kerumah mereka sayang."


"Tapi ingat, bawa beberapa pengawal nanti kalau kau kesana," Jonathan mengingatkan.


"Baiklah sayang, Terimakasih."


Ajeng merasa senang,kini masalahnya teratasi.


Sore ini Ajeng akan kerumah Alex .Ia sudah menghubungi Nani dan Alex.


Setibanya di rumah Alex, Nani menyambutnya dengan senang karena sahabatnya berkunjung.


"Hay pengantin baru, bagaimana malam pertama kalian?," goda Ajeng. Dan itu membuat Alex dan Nani menjadi canggung.


Ajeng yang melihat merekapun tertawa melihat ekspresi keduanya.


"Tenanglah aku kemari bukan untuk membahas hal itu. Aku kemari karena aku ingin Alex mengelola perusahaanku. Selama Ars belum dewasa, aku ingin mempercayakannya padamu Lex, bagaimana apa kau mau?."


"Tapi Nona, apa saya akan mampu mengelolanya?."


"Alex, aku yakin dengan kemampuan mu, dan aku sudah mempersiapkan hadiah pernikahan kalian di Eropa. Aku sudah membelikan mansion untuk kalian disana," tutur Ajeng.


"Tapi Je, kita akan jauh nanti. Aku tidak mau," ucap Nani.


Alex juga memikirkan bagaimana nanti ia akan bekerja dengan Ars nanti dengan pengembangan alat-alat baru yang sudah mereka rencanakan nanti."


"Kalian tenang saja, aku sekeluarga juga akan pindah kesana setelah suamiku menyelesaikan pekerjaannya di sini," ucap Ajeng.


Alex dan Nani pun lega mendengarnya.


"Baiklah Nona saya menerimanya," ucap Alex dan diangguki oleh Nani.


"Ah... terimakasih, kalian yang terbaik," ucap Ajeng begitu sangat senang.

__ADS_1


***********


Author mohon maaf karena baru bisa up, happy reading all😘😘😘😘


__ADS_2