Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 102


__ADS_3

" Rai, Kau disini?," ucap Celine tersenyum senang.


Sedangkan Rai merasa canggung karena saat ini Ia sedang bersama Yuna. " I-iya, Kau sendiri, apa yang kau lakukan?," tanyanya sesekali melirik ke arah Yuna.


Namun Yuna terus saja memakan makanan nya tanpa melihat ke arah Rai maupun Celine.


Celine pun menatap ke arah Yuna. Lalu ia tertawa mengejek.


"Hei kau gadis jelek, Apa yang kau lakukan di sini?," Tanya Celine dengan sinis.


Seketika Yoona pun menghentikan makannya lalu menatap Celine dengan tatapan tajam.


"Celine, kenapa dari dulu kau tidak pernah berubah?!, Kau wanita terhormat tapi kelakuanmu sungguh sangat kampungan!," Ucap Yoona mencerca. Yuna sudah sangat jengah dengan Celine yang sejak dulu selalu menghinanya.


Yuna tidak mengerti kenapa Celine selalu membullynya sejak dulu. Padahal Ia tidak pernah mengenal Celine sebelumnya.


Perkataan Yuna membuat Celine menatap benci dan geram kepada Yuna.


"Kau!!"


Rai segera berdiri dan menghampiri Celine, ia tidak ingin dua wanita itu bertengkar.


"Sudahlah Celine, lebih baik kita pergi dari sini,"ucap Rai berusaha melerai pertengkaran.


"Awas kau gadis jelek!," Ancam Celine saat hendak pergi bersama dengan Rai.


Yuna pun menatap sebal kearah suaminya dan Celine yang saat ini mulai menjauh dari pandangannya.


"Menyebalkan!, Aku istrinya kenapa dia malah membela wanita lain," ucap Yoona kesal. Lalu Yuna kembali duduk di kursinya. Ia kembali menatap makanan yang ada di meja itu.


"Sayang sekali bila tidak dihabiskan."


Yuna pun akhirnya kembali memakan makanan yang ada di meja itu dengan hati yang kesal.


Namun baru beberapa suapan, Yuna merasa perutnya begitu mual. Dan alhasil Ia pun tidak meneruskan lagi kegiatan makanannya.


Sedangkan Rai saat ini tengah menenangkan Celine.


"Ray, kenapa kau bisa bersama dengan wanita itu?, Apa kau memiliki hubungan dengannya?!," Tanya Celine marah.


"Celine sayang, kau jangan marah-marah seperti itu, mana mungkin aku memiliki hubungan dengan wanita itu. Kau tahu sendiri kan, sejak dulu aku membencinya tidak mungkin aku bisa menyukai wanita seperti itu. Aku kemari dengannya karena orang tua kami berteman." Ucap Rai berbohong.


Ray tidak ingin Celine tahu tentang hubungan pernikahannya dengan Yuna. Celine adalah wanita yang sudah Rai sukai sejak kuliah dulu. Dan kini Celine mulai membuka hatinya untuk Rai.


Jadi, Ray tidak akan dan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan Celine.


Rai mendekati Celine, tangannya meraih tangan Celine dan menggenggamnya.


"Cel ..." Belum sempat Rai melanjutkan ucapannya tiba-tiba Ia terkejut saat ada yang berteriak memanggilnya. Dan itu adalah istrinya Yuna.


"Rai.....!!," Pekik Yuna.


Seketika Ray pun melepaskan genggaman tangannya dari Celine.

__ADS_1


"Kenapa kau kemari ada apa!!," Ucap Rai kesal. Pasalnya baru saja Ia akan memeluk tubuh Celine, tapi istrinya itu malah menggagalkannya.


"Aku sudah kenyang, dan aku ingin pulang!," Ucap Yuna mengerucutkan bibirnya. Lalu Yuna berjalan cepat dan menerobos kedua manusia tidak ada akhlak itu.


"Dasar gadis jelek, kampungan!, Awas Kau!," Ucap Celine bersungut-sungut.


" Sudahlah Celine, jangan kau hiraukan dia. Aku akan mengantarkan Yuna pulang dulu." Ucap Rai.


"Apa?!, Kau akan mengantarkan gadis jelek itu?!. Dia itu hanya anak teman orang tuamu Rai, kenapa kau harus repot-repot untuk mengantarnya pulang?!."


"Orang tuanya menitipkan Yuna padaku Cel, jadi aku harus mengantarnya pulang!."


"Tapi Rai."


" Lebih baik kau pulang Cel, besok aku akan menemuimu," ucap Rai dan langsung pergi dari hadapan Celine.


Rai memasuki mobilnya dengan segera.


Saat sudah berada di depan setirnya,ia melihat ke sampingnya dan tidak mendapati Yuna disana.


Rai pun mulai panik, Ia mengambil ponselnya di sakunya dan akan menghubungi nomor istrinya.


Namun belum sempat Ray menelpon Yoona, tiba-tiba saja suara Yoona dari belakang memanggilnya.


"Ray..."


Rai pun menoleh ke belakang, Ia merasa lega istrinya berada di sana.


"Yuna syukurlah kau ada di sana,kau tahu?, aku pikir kamu menghilang." Ucap Ray diselingi tawanya.


"Tidak Yuna, aku begitu mencemaskan mu kau tahu?."


"Cih, mencemaskan ku kau bilang?, Yang ada kau asik berduaan dengan kekasihmu itu." Ucap Yuna ketus.


Entah mengapa saat ia mengingat suaminya membela Celine, ia sangat tidak menyukainya.


"Apa kau cemburu?," Goda Rai.


"Cemburu?."


"Ya, Kau cemburu kan. Ayolah Yuna akui saja," ucap Raiden kemudian.


Dalam hatinya, Rai menginginkan Yuna merasa cemburu dengan hubungannya dengan Celine.


Namun sedetik kemudian Ia malah mendengar istrinya tertawa terbahak bahak.


" Aku, cemburu padamu?, Yang benar saja Rai. Aku tidak mencintaimu, mana mungkin aku cemburu padamu," ucap Yuna menyeka air matanya yang keluar karena terus tertawa.


Raiden pun menjadi kesal, lalu Ia keluar dari mobilnya. Dan seketika itu Yuna langsung terdiam.


"Apa aku salah bicara?, Kenapa Rai sepertinya marah?," Tanya Yuna pada dirinya sendiri.


Namun Yuna begitu terkejut di saat pintu belakang tempatnya duduk terbuka. Dan ternyata Rai lah yang membukanya.

__ADS_1


Rai langsung duduk di samping Yuna. Rai juga mendekatkan dirinya kepada Yuna, membuat Yuna langsung menggeser tubuhnya perlahan.


Jantungnya tiba-tiba berdetak kencang saat Rai terus saja mendekat ke arahnya.


"R-rai, apa yang ingin kau lakukan?," Ucap Yuna gugup.


Namun Rai terus saja mendekat dan menatap Yuna dengan tatapan yang sulit diartikan. Membuat Yuna seketika menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


Yuna teringat saat Rai menciumnya tempo hari, saat ini pun Ia berjaga-jaga kalau tiba-tiba suaminya itu kembali menciumnya.


" Kenapa dia terlihat begitu menggemaskan," ucap Rai dalam hati. Lalu Rai mengambil kacamata tebal Yuna.


"Kau lebih cantik bila tidak mengenakannya," ucap Rai tersenyum.


Rona merah terlihat jelas saat Yuna mendengar pujian dari suaminya itu.


Rai perlahan melepaskan tangan Yuna yang Yuna pakai untuk menutupi bibirnya. Lalu Rai menggenggam tangan Yuna dan mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi.


Yuna seakan tersihir oleh ucapan dan tatapan suaminya itu. Dan entah sejak kapan bibir Rai sudah terpaut indah memberikan rasa hangat pada bibir Yuna.


Keduanya benar-benar sangat menikmatinya, tidak ada penolakan seperti biasanya dari Yuna. Yuna pun begitu menikmati ciuman suaminya. Hingga mata mereka pun terpejam menikmati sejuta rasa yang membuat keduanya seakan terhanyut dalam ciuman hangat yang begitu indah.


***


Sementara itu, Vio tengah berguling-guling di kasur empuknya. Hatinya tengah berbunga-bunga saat ini. Karena sekarang Vio sedang bertukar pesan dengan Kai pujaan hatinya.


" Gadis kecil, Apa besok kau ada waktu?," tanya Kai dalam pesannya.


"Wah kak, sepertinya besok Vio akan ada kuliah pagi." balasnya, Vio pun kini berekspresi wajah menangis.


" Kalau begitu aku akan mengantarkan mu gadis kecil."


" Benarkah?, kakak jangan panggil Vio gadis kecil dong ☹️."


"Baiklah cantik, besok aku akan menjemputmu😄"


"Menunggumu 🤣"


"Yes, besok kak Kai akan menjemput ku?, dan tadi dia mengatakan aku cantik?." ucap Vio kegirangan. Ia pun sudah tidak sabar lagi untuk menunggu besok.


Berbeda dengan Ars dan Alexa saat ini. Karena sejak siang tadi, Ars mengabaikan Alexa.


"Sayang, kenapa kau diam saja sejak tadi?. Apa kau akan terus mendiamkan Aku?. Yasudah kalau begitu aku akan menelpon Kai saja?!," ancam Alexa.


Alexa sudah menyerah sedari tadi terus mencari perhatian Ars. Namun suaminya itu seakan tidak memperdulikannya. Jadi ia menggunakan sedikit ancaman untuk Ars saat ini. Alexa pura-pura akan mengambil ponselnya di atas nakas samping tempat tidurnya.


Namun dengan gerakan cepat, Ars menarik tubuh istrinya dan langsung mengukungnya.


" Jangan pernah bermimpi untuk menghubungi pria itu lagi," ucap Ars lalu dengan cepat iapun mel..umat bibir Alexa.


Dan terjadilah adegan panas yang membuat peluh terus bercucuran di antara mereka. Hingga semalaman penat mereka terus melakukannya lagi dan lagi.


***

__ADS_1


...**Jangan lupa jempolnya, komennya, apalagi hadiahnya 😂 dong genks....


...Happy reading**......


__ADS_2