
"Apa yang kau lakukan Ars?," ucap Ajeng terpaku. Jonathan pun terpaku melihat apa yang Ars lakukan. Sedangkan Vino, ia menerka-nerka tentang apa yang ia duga selama ini. Vino sudah curiga bahwa Ars bukanlah anak kecil sembarangan.
"Ars hanya membela diri Mam," ucap Ars santai. Padahal yang lain kecuali Alex, telah menunggu Ars menjelaskan yang terjadi barusan.
"Nak, bisa kau jelaskan sebenarnya ada apa?. Tolong jelaskan kepada kami??," tegas Jonathan.
Disaat Ars akan menjelaskannya, tiba-tiba Ajeng menjerit karena ada yang menariknya dari belakang.
Karena semua orang terfokus akan penjelasan Ars. Mereka jadi tidak memperhatikan keadaan sekitar. Jonathan mengumpat marah karena tak memperhatikan istrinya.
"Hahahaha, aku akan membunuh wanita ini." ucap pria yang memakai topeng.
"Lepaskan istriku!!!," teriak Jonathan.
Sedangkan Ars, ia hendak ingin mengarahkan jam tangannya pada pria bertopeng itu. Namun pria itu mengetahuinya dan menutupi dirinya dengan tubuh Ajeng. Hingga Ars pun merasa kesal bercampur cemas.
"Kalau kalian ingin wanita ini hidup, cepat kau bawa Mr Zero kehadapanku!!. Dia harus membayar atas kematian kakakku!!," ucap pria bertopeng itu.
"Siapa kakakmu, aku tidak mengenalnya!, dan apa hubungannya dengan Mr Zero?!," ucap Jonathan tidak mengerti.
"Pria disampingmu adalah kaki tangan Mr Zero. Dan aku mau dia membawa Mr Zero kehadapanku saat ini juga, atau aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi wanita ini!!," ucap pria itu terlihat marah.
Pria itu mengambil pisau lipat dari sakunya dengan tangan satunya dan mengarahkannya ke leher Ajeng. Dan itu membuat Ajeng sangat ketakutan.
Jonathan menatap Alex tajam,ia tidak tahu kalau Alex bekerja sama dengan Mr Zero.
"Alex!, cepat kau panggil Mr Zero, dia harus bertanggung jawab atas keselamatan istriku!!," pekik Jonathan.
Alex hanya diam menatap Ars yang juga menatapnya. Lalu Ars menganggukan kepalanya. Dan itupun membuat Alex cemas dibuatnya.
"Cepatlah!!!, atau aku benar-benar akan melenyapkan wanita ini!!"
"Alex!!!,jangan diam saja, cepat kau hubungi Mr Zero!!," pekik Jonathan. Ia semakin khawatir kala melihat ujung pisau itu sedikit menggores leher istrinya.
" Aku akan menyerahkan diri, tapi lepaskan Mami ku!" ucap Ars. Dan itu membuat semua orang disana mengerutkan keningnya heran.
"Hey...!, apa maksudmu anak kecil?!, menyingkirlah, atau kau pun akan ku binasakan!!," gertak pria bertopeng itu.
"Nak, cepatlah kemari, disana berbahaya!," teriak Jonathan.
"Tapi pria ini menginginkan Mr Zero Papi. Asalkan dia melepaskan Mami, aku akan menyerahkan diriku," ucap Ars, membuat Jonathan bingung.
"Apa maksudmu Nak?"
"Apa kalian akan terus berbicara?!!,cepatlah!!!"
Sedangkan Vino kini telah menghubungi seluruh kelompoknya untuk datang.
"Putramu adalah Mr Zero," ucap Alex. Dan itu membuat Jonathan dan Vino terkejut. Mereka membelalakkan matanya saat mendengar penuturan Alex.
"Lex, apa kau bercanda disaat keadaan genting seperti ini?!!," ucap Jonathan.
Alex menatap Jonathan tajam. "Apa wajahku terlihat bercanda!!"
__ADS_1
"A..apa!!"
"Kalian memang ingin bermain-main dengan ku!!!." Pria bertopeng itu semakin menusukkan pisau ke leher Ajeng.
"Hentikan!!!, aku akan menyerahkan diriku. Kau bisa melepaskan Mami ku!"
"Apa kau ingin main-main denganku anak kecil!"
"Kau bisa bertanya kepada Alex, kalau kau tidak percaya!"
"Anak itu memanglah Mr Zero. Sekarang lepaskan wanita itu!," ucap Alex.
"Apa yang kau lakukan Alex, sekarang kau mau menyerahkan Putraku pada brengsek itu!!," ucap Jonathan.
"Lalu aku harus apa?!!, kau tadi yang menyuruh ku untuk menyerahkan Mr Zero. Tapi sekarang, Kau membentakku karena aku menyerahkan Mr Zero?!!"
"Kalau begitu pergilah Nona!!," ucap pria itu mendorong Ajeng dan menarik Ars.
Melihat semua itu, Jonathan segera menolong Ajeng dan memeluknya.
"Sayang, selamatkan putra kita," Ajeng menangis terisak.
"Iya sayang, aku akan menyelamatkan putra kita"
Sebenarnya Jonathan masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Alex. Kini ia begitu khawatir putranya yang di sandera.
"Apa ada kata-kata terakhir yang ingin kau ucapkan," ucap pria itu menyeringai.
"Paman Alex, lakukan sekarang!," ucap Ars mengedipkan sebelah matanya.
"Hanya itu yang ingin kau katakan?, baiklah, sekarang terima kematianmu!!." pria bertopeng itu akan menghunuskan pisaunya. Namun belum sempat ia menusukkannya, pria itu tiba-tiba memegangi dadanya. Sesaat kemudian pria itu pun terjatuh dengan tubuh yang membiru seketika.
Semua orang yang ada disana pun terkejut.
"Berhasil Paman, alatku bekerja dengan baik," ucap Ars tersenyum puas.
"Apa yang terjadi??!," ucap Jonathan dan Vino.
"Putramu yang telah membunuh pria itu dengan alat baru yang ia ciptakan Tuan Jonathan," ucap Alex.
"Kau benar-benar membuatku khawatir Ars," ucap Alex kepada Ars.
"Kau tidak mengenalku Paman," ucap Ars menyeringai.
Jonathan dan Ajeng segera menghampiri putranya. "Sayang, kau tidak apa-apa," ucap Ajeng memeluk erat Ars.
"Ars tidak apa-apa Mami"
"Bisa kau jelaskan semua ini Ars?," ucap Jonathan.
"Bukankah Paman Alex sudah memberitahu Papi"
"Benarkah kalau Putraku adalah Mr Zero?"
__ADS_1
"Ya Papi"
"Astaga, jadi selama ini aku membeli semua alat-alat canggih itu dari Putraku sendiri?," ucap Jonathan terkejut.
"Sudah kuduga," ucap Vino.
"Sebenarnya ada apa ini, aku tidak mengerti dengan apa yang kalian katakan," ucap Ajeng.
"Tidak ada apa-apa Mam, sekarang semua sudah aman, ayo kita pulang Pi"
Jonathan tersenyum menganggukkan kepalanya, ia tidak menyangka putranya selama ini adalah Mr Zero. Ia merasa bangga dengan putranya itu.
Mereka pun akhirnya pulang setelah kejadian yang genting. Vino sudah mengkode kelompoknya untuk kembali ke markas karena semuanya telah terselamatkan.
Jonathan dan Ajeng pun kembali ke mansion nenek Belinda. Karena mansionnya kini pasti sudah sangat berantakan mengingat kejadian tadi.
Sedangkan Alex dan Vino kembali ke rumahnya masing-masing.
Ajeng dan Jonathan telah menceritakan semua kepada Nenek Belinda bahwa putra angkatnya adalah penghianat selama ini.
Belinda pun begitu terkejut mendengar semua itu. Jonathan juga telah menceritakan tentang siapa sebenarnya Mr Zero sebenarnya.
"Benarkah?,jadi cicitku sendiri adalah Mr Zero?, sungguh tidak bisa dipercaya," ucap Belinda.
"Kau memang mewarisi bakat dari buyutmu Ars. Kalau begitu aku akan menunjukkan tempat rahasia kepada kalian," ucapnya kemudian.
Mereka mengikuti Belinda ke sebuah perpustakaan. Namun, disana Belinda sedikit menarik sebuah buku. Dan alhasil, terbukalah pintu rahasia melalui rak perpustakaan tersebut.
"Nek, kenapa keluarga kita memiliki banyak sekali rahasia?. Dan sekarang Putraku sendiri pun juga merahasiakan hal besar kepadaku," ucap Ajeng.
Namun Belinda hanya menanggapinya dengan senyuman.
...******...
Alex menuju mansionnya untuk membersihkan dirinya. Alex berniat untuk kerumah sakit menemani istrinya. Namun saat ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang, perlahan matanya pun mulai terpejam. Mungkin semua yang terjadi malam ini membuat Alex kelelahan sehingga dirinya terlelap.Karena saat ia pulang pun sudah hampir subuh.
Keesokan paginya,Alex terkejut mendapati dirinya yang tertidur di atas ranjang mansionnya. Ia teringat akan menemani Nani di rumah sakit. Ia pun melihat jam tangannya yang menunjukkan bahwa sudah jam delapan pagi.
Ia pun segera bergegas menuju rumah sakit.
Sesampainya disana Alex pun segera membuka handle pintu kamar rawat Nani. Alex tertegun melihat sang istri tengah tertawa dengan Ken.
"Apa yang kau lakukan disini?!," ucap Alex dingin. Ia tidak ingin melihat istrinya tertawa bersama pria lain.
"Hai Tuan Alex, saya kesini karena ingin menjenguk teman saya. Karena saya melihat Nana hanya sendiri jadi saya menghiburnya," ucap Ken.
"Namanya Nani, bukan Nana," tegas Alex . Kalau begitu pergilah, saya sudah disini dan akan menjaga istriku," ucap Alex.
Ken menahan senyum melihat kecemburuan Alex. Ia pun segera pergi dari sana meninggalkan Nani dan suaminya.
"Aku tidak suka kau tertawa bersama pria tadi," ucap Alex.
"Tap..." belum sempat Nani meneruskan ucapannya, Alex sudah mencium bibir Nani.Membuat Nani membelalakkan matanya terkesiap. Namun sesaat kemudian ia pun mulai menikmati ciuman dari suaminya itu. Ciuman yang baru pertama kali setelah sekian lama mereka menikah. Membuat hati keduanya berdesir menikmati setiap pagutan yang mereka rasakan.
__ADS_1
...*******...