Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 122


__ADS_3

Kai kembali ke kantornya dengan perasaan gamang di hatinya. Pikirannya terus saja tertuju pada satu gadis yaitu Violetta.


Kai terus saja memikirkan apa yang Vio dan James lakukan saat ini. Apakah Vio akan berubah pikiran dan menerima cinta James. Kai mengacak rambutnya merasa kesal saat ini.


Hingga ada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya pun Ia tak mendengarnya. Dan masuklah seorang OB yang sedang mengantarkan satu gelas air putih yang Ia pesan tadi.


"Permisi Tuan, ini air putih Anda," ucap OB tersebut yang bernama Luki.


Kai mengerutkan keningnya menatap OB tersebut. " "Kenapa kau tidak mengetuk pintu ruangan ku?, Kau tahu?, Kau mengagetkan ku," ucap Kai menggelengkan kepalanya.


"Maafkan saya Tuan, tadi saya sudah mengetuk pintu berulang kali. Karena tidak ada jawaban, jadi saya langsung masuk. Sekali lagi maafkan saya Tuan." Ucap OB itu menundukkan kepalanya.


Sedangkan Kai malah tersenyum menatap OB tersebut. Ia tidak menyangka bahwa Vio akan membuatnya menjadi seperti ini.


Kai menatap nametag yang dipakai oleh OB tersebut sehingga Kai dapat mengetahui siapa nama OB tersebut.


"Luki, Apa Kau memiliki kekasih," tanya Kai kepada OB tersebut dan langsung membuat Luki tersipu seraya tersenyum.


"Ya Tuan, dan kami juga akan segera menikah," ucap Luki.


"Wah, selamat. Pasti Kau sangat bahagia."


"Ya Tuan, sebenarnya saya hampir kehilangan kekasih saya Tuan. Sebelumnya kami hanya berteman, tapi saya tidak pernah menyangka bahwa ternyata dia mempunyai perasaan kepada saya. Saat dia mengatakan bahwa dia menyukai saya, saya hanya mengabaikannya karena memang waktu itu saya hanya menganggapnya sebagai teman saja. Tapi saya baru menyadari perasaan saya setelah dia hendak dinikahkan dengan orang lain oleh orang tuanya. Akhirnya saya memberanikan diri untuk melamarnya. Saya bahagia ternyata dia lebih memilih saya. Dan kami akan menikah bulan ini juga Tuan," ucap OB itu menceritakan tentang kekasihnya.


Kai tertegun mendengar cerita dari OB itu, karena kisahnya hampir sana dengan dirinya. Iapun menjadi terdiam dan kembali mengingat Vio yang saat ini tengah jalan bersama James.


Sementara OB itu merutuki dirinya sendiri karena sudah berbicara banyak tentang kehidupannya kepada bosnya.


"Maafkan saya Tuan, saya sudah lancang menceritakan tentang hidup saya," ucap OB itu ketakutan.


Seketika Kai pun tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Kau tidak perlu meminta maaf Luki, terimakasih karena sudah menceritakan tentang hidup mu. Aku juga tidak akan menjadi pria yang bodoh." Ucapnya tersenyum dan menepuk pundak OB tersebut. Kai hendak pergi meninggalkan ruangannya.


Luki hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tidak mengerti akan ucapan bosnya.


Kai yang hampir melangkah keluar dari pintu ruangannya pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Luki.


"Luki, bulan depan gajimu akan saya naikkan," ucap Kai lalu mulai menghilang dari balik pintu.


Luki masih melongo tak percaya, pasalnya baru satu bulan Ia bekerja di perusahaan Kai. Dan sekarang karena ceritanya malah membuatnya mendapatkan kenaikan gaji dari bosnya.


"Terimakasih Tuhan, ternyata ceritaku membawa hoki untukku," ucapnya bahagia dan langsung meninggalkan ruangan CEO itu.


***


Disebuah taman kota, James menatap sendu gadis yang berhasil mencuri hatinya itu. Ia mendengarkan pengakuan cinta Vio yang membuat hatinya sesak.


Pengakuan cinta yang diperuntukkan bukan untuknya. Ya, Vio mengatakan tentang semua perasaannya kepada Kai kepada James.


"Sekali lagi Aku minta maaf James karena tidak bisa menerima cinta darimu. Aku tidak bisa memaksakan hatiku yang sudah terlanjur mencintainya," ucap Vio menunduk.


"Tidak apa-apa Kau tidak bisa menerima ku sebagai kekasih mu Vio. Tapi aku juga tidak akan menyerah sebelum dia benar-benar mengatakan bahwa dia juga mencintaimu Vio," ucapnya hingga membuat Vio mendongak menatap James.


Melihat Vio akan mengatakan sesuatu, James pun segera berkata.


"Kau jangan melarang ku untuk berhenti berjuang untuk mendapatkan mu Vio. Karena itu adalah hakku untuk memperjuangkan cinta ku. Kau boleh sesuka hati mencintai pria lain, karena itu adalah hakmu. Jadi Kau juga jangan melarang hakku untuk mencintai mu," ucap James.


Vio terdiam menatap James. "Kau kan terkenal James, dan fans wanitamu juga banyak. Kenapa kau tidak memilih satu dari mereka, kenapa Kau malah memilih untuk mencintai gadis seperti ku?," Tanya Vio yang juga merasa penasaran dengan jawaban dari James.


James terkekeh mendengar pertanyaan dari Vio.


"Apa Kau tahu Vio?, Cinta itu tidak bisa diduga. Terkadang ada seseorang yang begitu cantik dan sempurna di depannya, tapi kalau perasaan cinta itu tidak ada. Secantik apapun dan sesempurna apapun dia. Tetap saja rasanya akan hambar. Bukan aku yang memilih untuk mencintai mu Vio tapi hatiku lah yang sudah memilihmu," ucap James seraya mengusap kepala Vio.

__ADS_1


"Dasar kau itu ya James, kalau saja gadis lain yang mendengar ucapan mu, pasti dia akan langsung pingsan karena gombalan mu itu," cibir Vio dengan tawa kecilnya.


"Mungkin?, Tapi Aku lebih mengharapkan itu Kau Vio."


"Sudahlah James, lebih baik Kau mengantarku pulang. Lihatlah, ini sudah hampir malam. Bibi pasti akan khawatir padaku nanti," ajak Vio.


"Hais, padahal Aku masih ingin bersamamu Vio. Tapi yasudah lah daripada nanti bibimu tidak mengizinkan ku lagi untuk bertemu dengan mu."


James dan Vio pun segera meninggalkan taman itu.


"Selamat malam cantik, besok sepertinya kita tidak akan bertemu. Karena besok aku akan mengadakan konser ke luar kota. Jadi jangan merindukan ku," kelakar James membuat Vio terkekeh.


"Dasar pria sok kepedean. Sudah sana pulang, ck, siapa juga yang akan merindukan mu?!."


"Sekali-sekali Kau bisa kan Vi menyenangkan hati ku ini. Setidaknya rindu sebatas teman juga tak apalah," ucap James mengiba.


"Baiklah-baiklah James, sekarang cepatlah pulang sana. Nanti Aku akan menghubungi mu," janji Vio.


James pun mengembangkan senyumnya. "Yes akhirnya, terimakasih cantik," ucapnya dan langsung meninggalkan mansion Alex dengan senyumnya.


Setelah mobil James sudah tidak terlihat, Vio baru melangkah akan memasuki mansion milik pamannya itu. Tapi Ia malah menabrak dada bidang seorang pria.


Vio mencium aroma parfum yang menguar tercium oleh Indra penciumannya. Ia sangat hafal dengan parfum tersebut. Lalu ia pun mendongakkan kepalanya menatap wajah pria tersebut.


"Kak Kai."


Tanpa Vio sadari, tiba-tiba saja ia merasakan sebuah benda kenyal yang menyapu bibirnya. Vio mengedipkan matanya masih terperanjat dengan yang terjadi saat ini.


Hingga Ia mulai merasakan sesuatu yang hangat mulai memasuki bibirnya dan membuatnya tersadar dengan yang terjadi saat ini. Perlahan Vio memejamkan matanya, Ia seakan terbuai dengan sapuan lembut di bibirnya itu.


***

__ADS_1


Mohon maaf untuk kedepannya author hanya dapat up 1bab perhari bila tidak ada kendala. Karena kehidupan Realive yang begitu menyibukkan jadi mohon maaf sebesar-besarnya kalian semua 🙏🙏, terimakasih sudah membaca tulisan othor yang halu ini 😄😄😘😘😘


__ADS_2