Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 69


__ADS_3

Setelah pesawat yang Alexa tumpangi telah landing, Alexa berjalan masih dengan air mata yang terus mengalir.


Alexa hendak memanggil taksi, namun pandangannya terpaku pada sosok pria yang selama tiga tahun ini ia hindari sedang menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.


Pria itu adalah Ars.Ars berjalan mendekati Alexa. "Mami menyuruhku menjemputmu, masuklah," ucap Ars.


Alexa pun segera masuk kedalam mobil Ars, saat ini yang ada di pikirannya hanyalah kedua orang tuanya.


Sepanjang perjalanan menuju mansion Jonathan. Alexa hanya terdiam, namun air matanya terus mengalir di pipinya. Sesekali Alexa pun menyeka air matanya.


Sedangkan Ars, ia sesekali melirik Alexa. Ia pun segera memfokuskan perhatiannya pada jalanan.


Sampai di halaman mansionnya, Ars segera turun dari mobil untuk membukakan pintu mobil Alexa. Namun Alexa sudah terlebih dahulu membukanya dan segera masuk kedalam mansion Jonathan.


"Maaf Nona, dari penyelidikan kami kebakaran itu murni kecelakaan. Dan kami menduga tubuh Tuan Alex dan Nyonya Nani telah terbakar habis oleh kebakaran itu." ucap seorang polisi yang datang ke mansion Jonathan.


Ajeng membekap mulutnya, ia tidak percaya ia akan kehilangan sahabatnya seperti ini. Air matanya pun membasahi pipinya. Ia menolak penjelasan polisi itu dengan menggelengkan kepalanya.


"Tidaaak..., itu tidak mungkin... Mama dan Papa Lexa masih hidup...tidak...,"jerit Alexa yang mendengar ucapan polisi tadi.


" Alexa " Ajeng dan Jonathan terkejut melihat keberadaan Alexa di sana.


Tubuh Alexa pun limbung dan akan terjatuh ke lantai. Namun sebuah tangan kekar segera menangkapnya. Ya, Ars yang telah menangkap tubuh Alexa yang hendak terjatuh ke lantai.


Ars pun segera mengangkat tubuh Alexa menuju sofa yang ada di ruangan tersebut.


"Sayang, bangun sayang," Ajeng menepuk pelan pipi Alexa. Ia pun menyuruh pelayan untuk mengambilkan minyak angin untuk menyadarkan Alexa.


"Kalau begitu kami permisi Tuan, nyonya," ucap salah seorang polisi yang ada di sana.


"Baiklah Sir, Terimakasih," ucap Jonathan.


Raiden juga merasa khawatir melihat keadaan Alexa saat ini.


"Alexa, bangun sayang, jangan seperti ini," ucap Ajeng yang kini berusaha menyadarkan Alexa dengan minyak angin yang di berikan oleh pelayan.


Perlahan Alexa pun mulai tersadar, ia mulai mengerjapkan matanya.


Ajeng merasa lega melihat Alexa yang perlahan mulai tersadar.


"Aunty, katakan apa yang Lexa dengar tadi itu tidak benar. Katakan Aunty..," ucap Alexa kembali menangis.

__ADS_1


Ajeng bungkam, ia tidak tega mengatakannya pada Alexa. Ajeng tahu Alexa sangat terpukul dengan kabar duka ini.


"Sayang...," ucap Ajeng tertahan. Lalu ia pun memeluk Alexa untuk memberikan ketenangan.


Alexa terus menangis dalam dekapan Ajeng. Ia tahu dengan bungkamnya Ajeng Lexa sudah dapat menebak semuanya.


Namun ia masih tidak percaya bahwa orang tuanya benar-benar meninggalkannya.


"Sayang, kau jangan bersedih. Aunty ada disini, kami semua ada disini. Kami sangat menyayangi mu." ucap Ajeng di sela isaknya.


Kini para pria di mansion itu merasakan duka yang begitu pilu. Dan melihat para wanita yang mereka sayangi saling berpelukan dengan saling menyalurkan kesedihan yang terjadi.


***


Setelah tiga hari berlalu, Alexa masih berada di mansion Jonathan. Karena mansion orang tuanya telah terbakar tak bersisa.


Alexa tidak berbicara kepada siapapun setelah hari itu. Ia hanya termenung di kamar seraya mengingat kembali kebersamaannya dengan orang tuanya.


Semua orang sudah membujuk Lexa, agar Alexa mau untuk makan. Namun Alexa selalu menolaknya. Alexa tidak berselera untuk makan.


"Sayang, Aunty mohon makanlah sedikit saja. Aunty tidak ingin Lexa sakit. Mama dan Papa Lexa pasti juga tidak ingin melihat Lexa seperti ini. Makanlah sedikit saja sayang," ucap Ajeng membujuk Alexa.


"Lexa ingin Mama dan Papa Aunty. Kenapa Tuhan memberikan cobaan yang begitu berat buat Lexa. Lexa rasanya tidak kuat Aunty," ucap Alexa kembali menitihkan air matanya.


Ajeng mengambil ponselnya, ia memperlihatkan pesan yang Nani kirim padanya yang terakhir sejak tragedi kebakaran itu.


"Lihatlah sayang, ini pesan terakhir yang Aunty terima dari Mama mu. Dia berpesan agar Aunty menjaga mu dan menyayangi mu seperti Anak Aunty sendiri. Aunty tidak ingin kamu terus berlarut-larut dalam kesedihan. Bukankah kau ingin membuat Mama dan Papa bangga?."


Alexa memikirkan perkataan Ajeng. Ia membenarkan ucapan Ajeng. Ia pun memeluk Ajeng erat.


"Maafkan Lexa Aunty, Lexa sudah merepotkan kalian semua. Lexa janji, Lexa akan bangkit. Lexa ingin membuat Mama Nani dan Papa Alex bangga memiliki putra Alexa," ucap Alex dengan Isak tangisnya.


Ajeng bahagia Alexa mau memakan makanannya. Ia pun memikirkan sesuatu agar bisa selalu menjaga Alexa.


Sedangkan di kamar Ars. Saat ini Ars telah memutar ulang rekaman cctv sebelum terjadi kebakaran di mansion Alex.


Dan dia menemukan kejanggalan dalam kebakaran tersebut. Ia juga memutar ulang ucapan Alex saat Alex menelpon terakhir kali.


"Aku tidak yakin kalau kalian terbakar dalam mansion itu. Ars janji akan mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya." ucap Ars pada dirinya sendiri.


Dan setelah beberapa hari, keadaan Alexa mulai tenang. Ia pun mulai membalas celotehan Rai. Dan itu membuat Jonathan dan Ajeng merasa sedikit lega.

__ADS_1


Setelah sarapan pagi ini Ajeng dan Jonathan akan mengatakan sesuatu kepada Alexa dan para putranya.


"Ada yang mau Mami dan Papi katakan pada kalian semua," ucap Ajeng setelah mereka semua menghabiskan sarapannya.


"Baiklah, kami mendengarkan Mam," ucap Raiden.


"Alexa, Ars, kami ingin kalian menikah!," ucap Ajeng.


Alexa dan Ars pun begitu terkejut mendengar ucapan Ajeng.


"Tidak!," ucap keduanya.


"Kenapa tidak, Mami hanya ingin menepati janji Mami untuk melindungi Alexa. Dan hanya inilah cara satu-satunya untuk melindunginya."


"Tapi Mam, Ars tidak ingin menikah dengannya. Ars belum ingin menikah saat ini!," ucap Ars berusaha menolak.


Alexa merasa teriris hatinya saat mendapat penolakan dari Ars. Tidak di pungkiri rasa cinta itu masih menari-nari indah dalam hatinya.


Namun bukan ini yang ia inginkan. Alexa ingin Ars juga mencintainya dengan tulus. Dan dirinya tidak mau bila cintanya bertepuk sebelah tangan.


"Pokoknya kalian harus menikah!,hanya itu cara satu-satunya untuk menepati janjiku pada sahabatku untuk menjaga Putri satu-satunya."


"Tapi Aunty, Alexa bisa menjaga diri Alexa sendiri. Dan juga, Papa sudah membekaliku dengan ilmu beladiri. Jadi Aunty tidak perlu menikahkan kami," tolak Nani, membuat Ars menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.


"No Lexa, sepandai-pandainya kamu mempunyai ilmu beladiri,tetap saja kamu perlu seseorang untuk melindungimu. Dan keputusan Mami tidak bisa di ganggu gugat!," ucap Ajeng penuh penekanan.


"Baiklah aku akan menikahinya!," ucap Alex datar membuat Alexa terkejut dan menatapnya.


"Alexa, Ars sudah menyetujuinya. Dan Aunty harap kau bisa menerimanya."


"Tapi Aunty, karier Alexa berada di Jepang. Alexa sudah bersusah payah agar bisa bekerja di perusahaan yang Alexa inginkan disana. Alexa tidak ingin mengubur mimpi Alexa begitu saja," ucap Alexa menundukkan kepalanya.


"Bukankah sebentar lagi Ars juga ada project kerja sama disana?.Kalian bisa menjalankan pekerjaan kalian disana."


Alexa hanya menundukkan kepalanya, ia ingin sekali menolak pernikahan ini. Ia yakin Ars tidak mencintainya. Ia tidak ingin menikah dengan pria yang tidak mencintainya. Namun ia tahu bagaimana sifat Ajeng selama ini. Menolak pun pasti tidak ada gunanya, karena Ajeng pasti memiliki segala cara untuk melakukan apapun keingjnannya.


"Baiklah, kalau begitu lusa kalian akan menikah." ucap Ajeng Kemudian membuat Alexa membelalakkan matanya.


Sedangkan Raiden melongo mendengar keputusan Maminya.


******

__ADS_1


__ADS_2