Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 40


__ADS_3

Kelopak mata Ajeng bergerak-gerak pertanda dia akan tersadar. Dan akhirnya mata indah itu pun terbuka sempurna. Ajeng mengerjapkan matanya, dia melihat ke sekeliling tempat itu yang menurutnya terasa sangat asing.


Namun satu kata yang terucap saat Ajeng menatap sekeliling tempat itu, yaitu istana yang megah, pikirnya.


Tapi tunggu dulu, bukankah tadi ia sedang diculik?. Bagaimana ia bisa berada di tempat ini?. Ajeng merasa bingung dengan apa yang terjadi.


Cklek... pintu kamar tersebut terbuka membuat Ajeng menatap kearah pintu. Terlihat seorang wanita tua yang terlihat masih sangat cantik pada usianya saat ini.


"Kau sudah sadar sayang?," ucap wanita tua itu.


"Si...siapa Anda?," tanya Ajeng. Dia takut wanita tua itu akan mencelakai nya,mengingat sebelumnya ia telah diculik.


"Jangan takut, aku adalah nenekmu. Kau aman sekarang," ucapnya membuat Ajeng terkejut. Pasalnya neneknya sudah meninggal saat ia masih kecil.


"Tapi nenekku sudah meninggal waktu saya masih kecil," ucapnya.


Wanita tua itu tersenyum dan duduk di samping Ajeng, membelai rambut Ajeng.


"Kau adalah cucuku nak, cucu satu-satunya yang ku punya."


"Apa maksud Anda?, mungkin anda salah orang."


"Tidak, aku tidak mungkin salah, karena cucuku memiliki tato bunga kecil di punggungnya,dan kau memilikinya."


"Tapi Ayah tidak pernah mengatakan apapun tentang Anda."


"Karena dia bukan Ayah kandung mu!,Papa kandung mu adalah Julius Antony, orang terkaya nomor satu di negara Eropa. Dia menitipkan mu pada supirnya untuk keselamatan mu,karena waktu itu ibumu telah dibunuh oleh penghianat di keluarga kita. Ayahmu memberikanmu kepada supirnya sebelum ia juga terbunuh untuk menyelamatkan nyawa mu.Dan sudah bertahun-tahun nenek mencarimu, dan sekarang akhirnya nenek bisa menemukan mu," ucapnya seraya memeluk Ajeng.


Ajeng terpaku mendengar penuturan wanita tua yang sedang memeluknya. "Nenek bahagia sekarang kau telah kembali ke keluarga Antony sayang."


Ajeng masih mencerna semua ucapan wanita yang mengaku sebagai neneknya itu. Dia masih tak percaya dengan semuanya.


"Permisi Nyonya, saya membawakan teh hangat seperti yang telah Anda pesan," ucap seorang wanita paruh baya.


Ajeng terkejut melihat wanita paruh baya itu."Ibu ,"panggilnya.


Wanita paruh baya itu menoleh ke arah Ajeng. Kemudian dia tersenyum,namun terdapat setitik air mata di sudut matanya.


"Kau selamat nak, terimakasih Tuhan kau sudah memberikan keselamatan untuk putriku," ucapnya dalam doanya.


Ajeng turut menitihkan air matanya.


"Ibu, apa benar yang dikatakan nenek ini?," tanya Ajeng mencoba mencari tahu kebenarannya.


"Iya nak, maafkan ibu sudah sering memukulmu, itu supaya kau menjadi kuat, kau tidak lemah, karena kau dari keluarga Antony. Maafkan ibu sudah mengusirmu waktu itu. Ibu terpaksa melakukannya untuk keselamatan mu.Karena semenjak ayahmu mereka bunuh, orang-orang itu terus saja mengintaimu dari kejauhan. Dan setelah kau pergi mereka datang mencarimu, mereka juga telah membunuh adikmu Viko, anak ibu," ucapnya sambil menangis.


"Apa?!, tidak... ibu pasti bohong kan Bu ," tangisnya masih tidak percaya. Ajeng sangat menyayangi sang adik. Dan kini karena dirinya,banyak orang yang terbunuh.


"Sudah nak, jangan menangis kau harus kuat. Mereka masih menginginkan nyawamu. Kita harus membasmi penghianat itu. Makanya nenek sudah menghubungi sahabat Mami untuk membantu kita. Kita harus bisa bersatu dengan Mafioso nomor satu di dunia untuk mengalahkan penghianat dalam keluarga kita. Karena mereka telah bekerja sama dengan mafia hebat nomor dua di dunia," tutur Belinda, sang nenek.


"Caranya Nek?," tanya Ajeng menghapus air matanya. Dia bertekad untuk membalaskan kematian orang-orang yang disayanginya.

__ADS_1


"Dengan menikahkanmu dengan cucu satu-satunya sahabat nenek."


"Apa??, tapi Nek, Ajeng sudah menikah dan Ajeng juga sudah memiliki putra,"ucap Ajeng.


" Jadi nenek mempunyai cicit?, kenapa kau tidak bilang dari tadi sayang. Dimana dia sekarang nak?."


"Dia bersama dengan Papinya Nek," ucap Ajeng. Namun beberapa saat kemudian ia menundukkan kepalanya. Ia teringat tentang Vidio dan perkataan Shela.


"Kau kenapa nak, kenapa wajahmu murung?."


"Tapi mungkin sekarang suamiku kembali dengan mantan kekasihnya Nek.Karena kami menikah karena ingin memberikan status untuk Ars Putraku," ucap Ajeng sendu.


"Apa!!, jadi laki-laki itu menyakitimu?, Kau lihat nanti, nenek akan menyuruh orang-orang kita untuk menghabisinya!," ucap sang nenek.


Membuat Ajeng membelalakkan matanya tidak percaya. "Jangan Nek!, nenek jangan menyakiti nya."


Belinda mengerutkan keningnya. "Nenek tidak Akan menyakitinya. Tapi kau harus menikah dengan cucu sahabat nenek!."


"Tapi Nek," protes Ajeng.


"Tidak ada tapi tapian!. Kau harus menuruti ucapan nenekmu ini. Apa kau tidak ingin membalaskan apa yang telah mereka lakukan pada keluargamu?!,lagipula bukankah tadi kau bilang bahwa suamimu akan kembali bersama mantannya?!," ucap nenek Belinda.


Ajeng pun menundukkan kepalanya, berfikir tentang semuanya. Dan akhirnya diapun menganggukan kepalanya setuju. "Baiklah Nek," ucapnya, namun dihatinya terasa sangat berat dengan keputusannya itu.


"Bagus, kalau begitu sekarang kita ke Indonesia untuk melaksanakan pernikahan mu tiga hari lagi!," ucap sang nenek membuat Ajeng tercengang.


"Tapi Nek status pernikahan ku?."


***********


"Dimana kau sembunyikan istriku hah!!," bentak Jonathan dengan mencengkeram erat rambut Harold. Namun Harold hanya diam tak berdaya, Jonathan sudah menyiksanya tanpa ampun. Kemudian Jonathan menatap ke samping Harold, dimana Shela diikat.


"Dan kau, aku tidak akan segan-segan membunuhmu karena telah bersekongkol menculik istriku!!," bentaknya kemudian berulang kali menampar wajah mantan kekasihnya itu.


"Ahhh....sakit, aku mohon lepaskan aku Nathan, aku janji tidak akan mengganggu hidupmu lagi," rintih Shela.


Disaat Jonathan hendak kembali menampar Shela, Vino datang membawa ponsel Jonathan.


"Tuan, Fendo menelpon, katanya Tuan Hugo sedang kritis," ucap Vino membuat Jonathan menghentikan siksaannya. Dia mengambil ponselnya dan meredam amarahnya.


"Bagaimana dia bisa sampai kritis," ucap Jonathan datar pada sambungan telepon itu.


".............."


"Baiklah saya akan pulang sekarang!." Jonathan segera mengakhiri panggilan telepon tersebut.


"Vino, kita pulang sekarang, pria tua itu sedang kritis!."


"Baik Tuan"


"Kalian, juga mereka jangan sampai mereka kabur!," titahnya pada anak buahnya.

__ADS_1


"Baik!"


Jonathan beserta Vino segera meninggalkan tempat itu untuk pulang ke negaranya. Tidak lupa Jonathan pulang ke mansionnya untuk mengajak putranya. Ars tidak menolak ,karena dari pantauannya saat ini Maminya berada di Indonesia.


Beberapa jam kemudian, mereka sampai di Indonesia. Jonathan langsung pulang kerumah utama. Karena di rumah utama perawatan dan peralatan rumah sakit sangat lengkap, jadi Hugo dirawat di rumah.


Namun Jonathan tercengang saat melihat rumah itu telah didekorasi sangat megah, dan disana juga banyak awak media.


"Apa lagi ulahnya!," ucap Jonathan jengah. Diapun melangkah masuk kedalam rumah dengan menggandeng Ars melewati pintu belakang. Karena bila lewat pintu depan, pasti akan dihadang oleh para wartawan yang sudah stay berada disana.


"Dimana pria tua itu!," bentaknya pada beberapa orang bertubuh besar yang berjaga di depan kamar Hugo.


"Tuan Hugo sudah menunggu Anda didalam Tuan."


"Kalau begitu minggirlah!," Jonathan langsung menerobos beberapa pria bertubuh besar itu dan masuk ke kamar sang Opa.


"Apa yang kau inginkan pria tua, kenapa kau berpura-pura!," bentaknya.


"Aku ingin kau menikahi gadis pihanku!," ucapnya datar.


"Apa kau gila!, aku sudah menikah, dan aku juga sudah memiliki seorang putra!."


"Kau laki-laki, kau bisa memiliki dua istri sekalipun. Atau kau akan tahu akibatnya jika kau menolak menikah dengan gadis pilihanku!," ancam Hugo penuh seringai.


"Cih..aku tidak takut ancamanmu!."


"Sekalipun aku akan mencelakai nya," ucap Hugo dengan pandangan mengarah ke belakang Jonathan.


Jonathan membalikkan badannya, matanya terbelalak melihat putranya di tangkap oleh anak buah Hugo.


"Dasar tidak punya hati, dia adalah cucumu sendiri, kau tega mencelakainya?!!."


"Tergantung, kalau kau menurut denganku, aku tidak akan mencelakai nya. Justru sebaliknya, aku akan menyayanginya."


Jonathan menggeram kesal, kalau bukan karena Hugo adalah kakeknya dia pasti akan menghajarnya.


"Baiklah!," ucapnya terpaksa.


"Bagus!, Kau akan menikah dengan putri satu-satunya dari keluarga Antony."


"Bukankah Putri Anthony belum ditemukan?!"


"bersiaplah!," ucapnya tanpa menjawab pertanyaan cucunya.


Bersambung...


***********


Udah segitu dulu gengks, sudah seribu kata lebih. Authornya sudah ngantuk berat nih🙏 sambung besok lagi Yah😉


Jangan lupa like komen dan vote agar author tmbah semangat ngetik lagi Ok😊

__ADS_1


happy reading 😘😘😘


__ADS_2