
"Saya pikir Anda adalah orang yang baik, ternyata saya salah!," ucap Ken marah setelah dia memukul Alex. Lalu ia bergegas untuk mengejar Nani.
Alex mengusap wajahnya kasar,dia begitu terkejut Viny tiba-tiba menciumnya.
"Kau tidak apa-apa Lex?," ucap Viny mendekati Alex.
"Lepaskan saya!, Jaga batasanmu Nona!. Saya menghargai Anda karena Anda adalah kolega bisnis saya!."
"Apa maksudmu Lex, apa kau mau saya membatalkan kerjasama kontrak kita?!."
"Saya tidak perduli dengan kerjasama kontrak itu!, enyahlah dari sini dan jangan pernah memperlihatkan dirimu di hadapanku atau kau akan tahu akibatnya nanti!," ancam Alex. Ia begitu marah dengan Viny karena telah menciumnya didepan umum.
Terlebih lagi istrinya melihat semua itu. Alex hendak mencari Nani, namun langkahnya terhenti saat Ajeng dan Ars memanggil namanya.
"Alex"
"Paman"
Alex menolehkan kepalanya, ia bisa melihat kemarahan yang terlihat jelas dari raut wajah Ajeng dan Ars.
Ajeng mendekati Alex dan plak...,satu tamparan mendarat di wajah Alex.
"Alex, apa yang kau lakukan hah?!,kau telah menyakiti Nani. Aku tidak akan memaafkanmu,kau pria brengsek Lex," ucap Ajeng marah,lalu dia meninggalkan Alex.
"Paman, aku ingin Paman menikah dengan Aunty Nani untuk melindunginya, bukan untuk menyakitinya. Ars kecewa dengan Paman!," ucap Ars, ia pun meninggalkan Alex.
Alex benar-benar frustasi dengan semua kejadian itu. Ia pun pergi dari sana dan bergegas mencari Nani.
********
"Minumlah, ini akan membuatmu lebih baik," ucap Ken memberikan satu botol air mineral kepada Nani.
Nani menerimanya dan meminumnya. "Terimakasih Ken," ucap Nani. Dia pun menundukkan kepalanya.
"Jangan sungkan, bukankah kita teman?."
Nani menatap Ken, lalu ia menganggukkan kepalanya. "Maaf aku tidak memberitahumu kalau aku sudah menikah," ucap Nani.
"Lupakan, seharusnya aku yang minta maaf karena sudah menyatakan perasaan kepada istri pria lain," ucap Ken tersenyum getir. Disaat ia merasakan sebuah cinta pada seorang gadis, ternyata dia sudah terlambat. Gadis itu ternyata sudah ada yang memiliki.
"Kau tidak salah Ken, aku yang salah karena tidak memberitahu mu sejak awal."
"Sudahlah Nana, mungkin di kehidupan kali ini kita tidak berjodoh. Tapi akan ku pastikan di kehidupan selanjutnya kau adalah jodohku," ucap Ken, membuat Nani semakin merasa bersalah.
__ADS_1
"Apa aku begitu jelek dan tidak menarik Ken?," tanya Nani.
"Apa maksudmu?, kau wanita paling cantik yang pernah kukenal," ucap Ken.
"Benarkah itu?.Tapi kenapa suamiku tidak tertarik padaku?," ucap Nani sedikit terisak.
"Karena dia begitu bodoh Na"
Nani menatap Ken, kemudian dia tersenyum. "Ya kau benar, suamiku itu bodoh. Kenapa aku bisa menikah dengannya yang bodoh itu Ken?.Haih.. dan sekarang lihatlah aku ketularan bodoh seperti dia," ucap Nani terkekeh.
"Akhirnya kau tersenyum Na.Lihatlah kau begitu cantik bila tersenyum, jangan pernah menangis lagi," ucap Ken tulus.
"Kau sungguh pandai menggombal Ken, walaupun begitu.Aku berterimakasih padamu, sekarang aku merasa lebih baik dari pada tadi," ucap Nani.
"Aku adalah temanmu, seorang teman tidak akan pernah meninggalkan temannya saat temannya sedang sedih atau susah."
"Kau pria yang baik Ken, suatu saat kau juga akan mendapatkan gadis yang baik," ucap Nani.
Ken membalas ucapan Nani dengan senyumnya. "Seandainya gadis itu kamu Nana, aku pasti akan sangat bahagia. Tapi aku berjanji akan membuatmu bahagia dan selalu tersenyum, walaupun tidak bersama denganku," ucap Ken dalam hati.
"Ini sudah malam Na, aku akan mengantarmu pulang."
Nani pun menganggukkan kepalanya.
Hari ini ia begitu frustasi.Melihat istrinya yang bersma pria lain membuatnya marah,ditambah dengan kejadian tadi. Belum lagi Ajeng dan Ars benar-benar marah kepadanya. Kini Alex pusing memikirkan itu semua.
Alex mendengar deru mesin mobil di halamannya. Iapun melihat dari jendela siapa itu. Tangannya mengepal kala melihat Ken sedang membukakan pintu mobil untuk istrinya.
"Jadi kau pergi dengan pria itu?!," ucapnya marah.
"Terimakasih Ken," ucap Nani.
"Masuklah Na sudah malam, mimpi indah," ucap Ken.
Nana menganggkan kepalanya seraya tersenyum. Dia pun segera memasuki mansionnya.
Setelah melihat tubuh Nani yang perlahan menghilang dari pandangannya, Ken segera melajukan mobilnya melenggang pergi dari mansion Nani.
Nani menampakkan kakinya gontai. "apa Alex sudah pulang?, aku begitu muak melihat wajahnya," ucapnya.
Nani membuka handle pintu kamarnya, namun bola matanya membola melihat Alex yang tengah duduk di pinggir ranjangnya dengan menaikan satu kakinya dan menatapnya tajam.
"Dari mana kau?!."
__ADS_1
Nani menatap Alex malas, ia tak mengindahkan pertanyaan suaminya. Iapun meletakkan tasnya dan mengambil handuk di lemarinya.
Alex geram melihat sikap Nani, ia pun mendekati Nani.
"Apa kau mau membantah suamimu!," ucap Alex kesal.
Nani berhenti, ia pun menatap Alex tak kalah tajamnya. "Jadi kau sekarang menganggap dirimu itu sebagai seorang suami?!," ucap Nani tersenyum sinis.
"Ya, aku memang suamimu!. Dan pantaskah seorang istri pulang selarut ini dengan pria lain?!."
"Halo Tuan Alex yang terhormat, bukankah selama ini kau tidak pernah menganggapku sebagai istrimu!,lalu sekarang kau baru mengakui ku setelah semua yang terjadi ,kemana saja kau selama ini Lex?!. kau bertanya seolah-olah kau yang paling benar disini. Tapi apa kau tidak bercermin?!, kau menyalahkan ku untuk segala hal. Tapi aku masih tahu batasanku sebagai seorang istri. Lalu kau?, Kau seorang suami, tapi kau berciuman dengan wanita lain yang bukan istrimu. Apakah itu pantas!!," ucap Nani, kini air matanya mengalir deras.
Alex terdiam, hatinya sesak melihat air mata istrinya mengalir.
"Sudahlah Lex, bukan kau yang salah. Akulah yang salah karena terlalu bodoh menerima lamaranmu waktu itu. Lepaskan aku Lex, mari kita berpisah," Ucap Nani.
Alex membeku mendengar permintaan Nani. Bibirnya Kelu untuk menjawabnya. Perasaannya tidak menentu mendengar ucapan istrinya. Ya, Alex tidak ingin berpisah dengan Nani.Ia tidak mengerti dengan yang ia rasakan saat ini. Kata berpisah dari Nani membuatnya sesak.
Alex pun meninggalkan kamar Nani begitu saja. Nani pun menangis terduduk, Ia meratapi pernikahannya selama ini.
"Tidak, aku tidak boleh lemah.Aku harus membuat Alex bertekuk lutut padaku," ucap Nani seraya berdiri dan mengusap air matanya.
Keesokan harinya Nani bangun pagi,ia berkemas membawa koper kecil.Dia berniat akan liburan sejenak. Dia ingin mendinginkan pikirannya dari semua masalah rumah tangganya.
"Sudah siap?," tanya Ken.
"Sudah Ken, ayo bantu aku memasukannya ke dalam bagasi Ken." Nani hendak memasukkan kopernya kedalam bagasi mobil Ken.
Ya, mereka liburan bersama. Semalam Nani mengirimkan pesan kepada HRD perusahaan untuk mengambil cuti selama satu Minggu kedepan. Dia juga mengajak Ken untuk berlibur, dan Ken menyetujuinya.
"Apa kau yakin tidak ingin meminta izin kepada suamimu terlebih dahulu," tanya Ken.
"Tidak usah Ken, aku ingin memberinya pelajaran. Lagipula dia juga tidak akan perduli," ucap Nani.
"Baiklah kalau begitu, kau siap Nona?"
"Yes Sir," ucap Nani tersenyum.
Lalu mobil Ken pergi meninggalkan halaman mansion Nani.
**********
jangan lupa like, komen dan votenya, agar author up lagiππππ
__ADS_1